TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 77 S2. Berita Baik


__ADS_3

Gafi merasa khawatir saat istrinya mengatakan memiliki gejala sakit yang tidak biasa. Maka itulah ia menganjurkan Dita pergi ke dokter untuk memeriksa kesehatannya. Setelah diperiksa oleh dokter, Dita merasa sedikit lega karena dokter mengatakan bahwa ia sebenarnya dalam keadaan sehat. Namun, dokter dengan serius berkata bahwa Dita sedang hamil dan itu yang membuat tubuhnya berubah.


"Hamil?" tanya Dita dengan terkejut. "Tapi saya tidak merasakan gejala-gejala kehamilan seperti perut membuncit, atau rasa sakit."


"Itu mungkin karena kehamilanmu masih di tahap awal," kata dokter dengan lembut. "Tapi kamu harus berhati-hati dan memperhatikan kesehatanmu sendiri, karena kamu sedang hamil."


"Jadi semua gejala yang dialami Dita itu karena dia sedang hamil, Dok?" tanya Gafi dengan suara gemetar. Dia tidak percaya dengan apa yang di dengar saat ini.


Begitu juga Dita, dia merasa sedikit bingung karena dirinya tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ibunya Dita memeluknya perlahan dan mengatakan, "Kamu tidak perlu khawatir, Nak. Kami semua ada di sini untukmu. Kami akan membantumu melewati ini."


Gafi langsung memeluk Dita dan menepuk punggungnya perlahan dan berkata dengan lembut, "Aku akan selalu di sini untukmu dan bayi kita, Sayang."


Mendapat dukungan dari keluarganya, Dita merasa lebih tenang. Mereka kemudian pergi ke klinik kandungan untuk memeriksa kehamilan Dita secara lebih terperinci.


Setelah diperiksa, dokter menjelaskan mengenai perkembangan kehamilan Dita. Dokter mengatakan bahwa kehamilan Dita memang masih dalam tahap awal, sekitar empat minggu. Oleh karena itu, dokter menyarankan Dita untuk lebih banyak istirahat dan memperhatikan makanan yang dikonsumsinya.


"Saya akan memberikan obat vitamin untuk menjaga kesehatanmu dan perkembangan bayimu, tapi jangan mengambil obat apa pun tanpa berkonsultasi dengan saya dulu."


Dita dan Gafi mengangguk setuju, sementara Ibunya Dita tersenyum senang. "Aku akan membantumu merawat bayimu dengan baik, Nak," kata ibunya Dita.

__ADS_1


Beberapa minggu kemudian, Dita mulai mengalami mual dan muntah. Kondisi ini memperburuk kesehatannya, dan ia merasa sangat lelah dan tidak enak badan. Mama Dita yang tinggal di dekat rumah Dita, selalu datang ke rumah dan membawakan makanan yang enak dan sehat bagi Dita.


Namun, muntah Dita tidak kunjung reda. Dita merasa cemas dan khawatir tentang kesehatannya dan janin yang ia kandung. Suaminya Gafi juga merasakan itu, dia sangat prihatin dengan kondisi Dita.


Mama Dita mengusulkan untuk pergi ke dokter kembali, karena mual muntah yang terus-menerus dapat memperburuk kesehatan Dita dan bayinya.


Ketika mereka tiba di klinik kandungan, dokter mengatakan bahwa muntah yang berkepanjangan dan berlebihan dapat membahayakan kesehatan Dita dan bayinya. Dokter kemudian memberikan resep untuk obat dan menyarankan Dita untuk beristirahat lebih banyak.


"Jangan terlalu khawatir, bu. Saya yakin bayi Anda akan baik-baik saja," kata dokter dengan suara lembut.


Dita merasa lega dan berterimakasih kepada dokter. Setelah mengambil obat-obatannya dan bergegas ke rumah.


"Coba ayah tebak, berita apa yang sedang aku bawa ini," ucap Dita.


"Ayah tidak tahu. Tapi yang pasti itu berita teh menyenangkan. Terlihat dari raut wajah kamu," jawab Reno.


"Ayah sebentar lagi akan menjadi kakek," ucap Dita dengan raut bahagia.


Reno terkejut saat mendengar ucapan sang anak. Rasa tidak percaya dengan apa yang Dita katakan. Baru saja rasanya dia menggendong putrinya dan sebentar lagi akan menggendong cucu pula.

__ADS_1


"Selamat, Sayang. Ini berita terbahagia yang pernah ayah dengar!" ucap Reno dengan suara sedikit gemetar karena menahan tangis.


Tanpa bisa Reno cegah, air mata jatuh membasahi pipinya. Dia tidak bisa berkata apa lagi selain ucapan syukur.


"Papa juga ada berita bahagia lainnya," ucap Reno.


"Berita apa itu, Yah?" tanya Gafi yang sedari tadi hanya diam.


"Ayah dapat berita, jika sudah ada pendonor mata untukmu. Dan besok kita akan pergi melamar untuk Axel," ucap Ayah Reno dengan riang.


"Ayah, ini tidak bohong. Jadi telah ada donor mata untukku?" tanya Gafi untuk memastikan.


"Iya, Nak. Dan kamu hari siap-siap ke rumah sakit karena operasi harus segera dilaksanakan," ucap Ayah Reno.


"Axel mau melamar siapa, Yah?" tanya Dita penasaran.


"Mau melamar sahabat kamu si Syifa. Tapi sayang, kita tidak mungkin hadir. Karena Gafi harus segera dioperasi," jawab Ayah


Dita rasanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini. Tiga berita baik sekaligus dia terima. Rasanya tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaan dirinya saat ini.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2