TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 36 S2. Aku Mencintai Tanpa Alasan


__ADS_3

Mama Rachel mengambil napas dalam-dalam sebelum akhirnya ia menatap Dita dengan tajam. Pandangan itu membuat Dita gemetar, dia merasa panik karena sekarang tiba-tiba ia harus menghadapi pertanyaan besar ini.


"Dita, apakah kamu mencintai Gafi dari hatimu, Nak?" tanya Mama Rachel tegas.


Dita memijat dadanya, mencoba menenangkan diri sendiri karena ia tahu bahwa jawaban atas pertanyaan ini bisa berdampar pada keputusannya bersama Gafi.


"Pertanyaannya sulit, Ma. Saya suka dengan Gafi, tapi saya tidak tahu apakah saya mencintainya," ucap Dita akhirnya.


Mama Rachel menarik nafas panjang. "Kamu tahu, Dita, cinta itu tidak bisa dipaksa. Kita tidak bisa memaksa diri kita untuk mencintai seseorang hanya karena kita merasa bahwa itulah yang seharusnya kita lakukan. Hanya untuk balas budi, misalnya. Seseorang harus tahu sendiri apakah dia benar mencintai seseorang atau tidak."


Dita menggeleng perlahan tapi pasti. "Tapi saya pikir saya merasa nyaman bersama Gafi. Kami berkumpul banyak, kita suka sama hal-hal yang sama, kami menghabiskan waktu bersama-sama."


"Apakah kamu menerima Gafi hanya karena ingin melupakan Axel?" tanya Rachel lagi.


Kembali Dita menarik napas. Dia menggenggam tangan wanita yang telah dia anggap seperti ibunya sendiri. Dia sebenarnya sulit menjawab, karena tidak ingin membuat Rachel kecewa.

__ADS_1


"Mama, Mencintai Kak Gafi, tidak pernah ada dalam rencana hidupku. Namun, pada suatu hari, dengan alasan yang belum ku pahami, Tuhan menempatkan Kak Gafi menjadi bagian terbaik di hati dan ingatanku. Jadi, jika ada yang bertanya alasan mengapa aku mencintainya, maaf aku tidak bisa menjawabnya. Sebab sampai hari ini pun, aku sudah mencoba mencari jawabnya tapi tidak aku temukan. Aku hanya berharap perasaan terbaik dan terburukku dalam mencintainya tidak akan pernah merepotkan. Semoga perjalananku dalam mencintai Kak Gafi, akan selalu dipermudahkan. Aku tidak ingin apa-apa darinya, aku hanya ingin dihatiku, cintanya akan tenang dan aman," jawab Dita panjang.


"Aku mencintai Kak Gafi, karena ketulusannya yang mungkin tidak bisa aku dapatkan dari pria mana pun," ucap Dita lagi.


Rachel tampaknya belum bisa menerima jawaban Dita. Kembali dia bertanya.


"Katakan, satu saja alasan kenapa kamu bisa memilih Gafi, dan mencintainya?" tanya Rachel lagi.


"Ma, Aku tak punya alasan kenapa aku mencintai Kak Gafi Hanya satu yang aku tahu, aku bahagia saat bersamanya. Jika ada yang bertanya kenapa aku mencintainya, aku tidak punya jawaban untuk itu. Karena yang aku tahu cinta tak butuh alasan, tapi pembuktian. Aku mencintai tanpa tahu kenapa atau di mana atau dari mana itu berasal. Aku hanya mencintai tanpa masalah atau kebanggaan. Aku mencintainya seperti ini karena aku merasa sangat nyaman bersamanya. Aku di ratukan," jawab Dita.


Rachel merubah duduknya. Pandangannya jauh menatap ke depan. Jika saja dia bisa mengatur kehidupan ini, pasti akan dia buat Axel mencintai Dita, dan mereka menjadi sepasang kekasih. Namun, Rachel masih bisa bernapas lega karena gadis itu masih memilih keluarganya. Itu sama saja jika dia masih akan menjadi keluarga mereka.


"Sayang, apa mama boleh bertanya satu lagi, apa alasan kamu menyembunyikan keberadaanmu dari Mama?" tanya Rachel.


"Maaf, Ma. Jika jawaban aku akan menyakiti mama. Sudah saatnya mama tahu semuanya. Aku memilih kuliah ke luar kota, semua untuk memenuhi keinginan Axel. Dia meminta untuk aku pergi menjauh, sejauh-jauhnya dari dia. Makanya aku memilih kuliah di sini. Awalnya, justru aku meminta kuliah di luar negeri. Tapi ayah dan ibu tidak mengizinkan. Terlalu jauh," jawab Dita.

__ADS_1


Dita mengatakan semua yang terjadi di sekolah, awal dia mulai menjauhi Axel. Walau tidak sepenuhnya dia Mengatakan. Gadis itu masih menjaga perasaan wanita itu.


"Atas nama Axel mama minta maaf jika dia pernah menyakiti kamu. Sebagai orang tuanya, mama merasa gagal," ucap Rachel.


Rachel menunduk menahan malu. Tidak tahu bagaimana hancurnya hati wanita itu mengetahui apa yang telah dilakukan putranya. Walau Dita telah mengatakan jika kedua orang tuanya tidak mengetahui tindakan buruk Axel, tapi tetap saja dia malu.


"Ma, yang perlu Mama ingat, aku tetap akan menjadi putri kecilmu sampai kapan pun. Jangan bersedih," ucap Dita.


Dia memeluk tubuh wanita yang sangat dia sayangi itu. Kesedihan Rachel dapat dia rasakan. Keduanya menangis dengan saling berpelukan.


Setelah cukup lama berpelukan dan menangis, Rachel melepaskan pelukannya. Menatap Dita dengan intens.


"Kamu cantik, baik, dan pintar. Kamu pantas mendapatkan yang terbaik. Mama sadar jika Axel memiliki banyak kekurangan, dia harus banyak belajar mengenai kehidupan ini dulu. Berbeda dengan Gafi, dia anak yang mandiri dan juga sabar. Kamu dan Gafi memang pasangan yang serasi. Semoga kalian berdua bahagia." Doa Rachel dengan tulus.


Tanpa keduanya sadari, Axel menguping semua obrolan mereka. Tadi dia bermaksud ingin melihat Mamanya saja, tapi ketika mendengar ada suara obrolan, dia akhirnya menguping.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2