
Semua rangkaian acara pernikahan telah selesai. Sekarang semua keluarga sedang mengadakan sesi pemotretan. Rachel yang tidak melihat kehadiran putranya, mencoba mencarinya. Dari Lisa, dia mendapat petunjuk jika Axel ke luar dari gedung.
Setelah cukup lama mencari akhirnya Rachel melihat Axel yang duduk termenung di taman. Dia menghampiri sang putra.
"Kita baru merasakan arti kehadiran seseorang memang setelah dia pergi dari kehidupan kita," ucap Rachel.
Axel membalikan tubuhnya mendengar suara mamanya. Dia tersenyum getir. Apa yang mama katakan memang benar. Dia baru merasakan kehilangan setelah tahu Dita berpacaran dengan Gafi. Selama ini kehadiran wanita itu selalu diabaikan.
"Jangan perlihatkan wajah sedihmu. Nanti Gafi bisa salah paham. Mari kita foto. Semua menanti kehadiranmu," ajak Rachel.
Axel berdiri dan memeluk lengan Mama Rachel berjalan masuk ke gedung. Semua tampak bersuka cita menyambut pengantin baru.
Saat Axel muncul, Gafi langsung mengajak foto bertiga. Setelah itu berempat dengan Syifa, sahabatnya Dita. Lisa yang melihat itu jadi cemberut.
__ADS_1
Dita lalu menarik tangan Lisa, mengajaknya untuk berfoto bersama. Barulah terlihat senyuman dari bibir gadis itu.
Setelah foto-foto pengantin masuk ke kamar untuk persiapan pesta. Gafi dan Dita sama-sama senang karena wedding organizer yang mereka sewa benar-benar mengerjakan tema rustic seperti yang kedua pengantin inginkan. Mereka tidak salah memilih wedding organizer. Keduanya sama-sama puas.
Seperti yang dikatakan oleh Dita beberapa hari lalu mengenai gaun pernikahan yang akan dia pakai usai ijab qabul diucapkan itu adalah gaun berwarna hijau emerald. Kedua pengantin juga sudah berganti pakaian dari kebaya putih ke gaun. Saat ini mereka sedang ada di proses pemotretan tahap kedua.
Sedari tadi Gafi tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kecantikan Dita yang sudah resmi menjadi istrinya. Dia jadi teringat acara ijab qabul tadi pagi. Dia begitu gemetar namun tetap berusaha mengatasinya dan dia bersyukur karena akhirnya proses yang begitu sakral itu berhasil dilewati.
Semua sanak saudara dari keluarga Gafi maupun Dita semua berdatangan. Pernikahan mereka diadakan di sebuah gedung dan digelar secara megah. Bahkan tidak jarang dari tamu undangan yang memuji kecantikan dekorasi pernikahan kedua pengantin.
"Iya makasih ya sudah datang. Silakan dinikmati hidangannya, semoga suka," balas Gafi.
Satu per satu dari tamu undangan saling memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Teman-teman Dita juga sebagian ada yang datang. Bahkan teman kuliah Dita yang di luar kota pun datang hanya untuk memberikan ucapan selamat kepada Dita. Tentu saja gadis itu merasa terharu melihat beberapa temannya terbang ke Jakarta hanya untuk datang ke acara pernikahannya. Semuanya berada dalam satu foto.
__ADS_1
Hari berlanjut ke sore, saat ini kedua mempelai sudah berganti gaun menjadi warna mauve. Begitu juga dengan bridesmaid. Dita merasa menjadi ratu satu hari di hari ini. Dia dilayani oleh banyak orang, menjadi pusat perhatian, banyak menerima ucapan selamat, dipuji-puji dan masih banyak lagi. Gadis itu sangat bahagia.
Acara pesta pernikahan masih berlanjut hingga ke malam hari. Sesuai jadwal, Dita akan mengenakan gaun berwarna silver dan Gafi akan memakai tuxedo berwarna hitam. Tadinya pria itu menawarkan diri untuk memakai tuxedo berwarna putih atau silver tetapi Dita menolak. Kata gadis itu, sepertinya Gafi akan lebih gagah kalau memakai tuxedo hitam dengan hiasan bunga di sakunya.
Untuk pesta malam hari lebih terkesan bebas dengan dress code berwarna silver. Apabila pernikahan Gafi dan Dita ketika pagi sampai sore berada di dalam gedung, berbeda dengan acara pernikahan mereka saat malam hari. Semuanya berada di sisi pantai. Lagu-lagu barat dan sesekali musik disko diputar oleh mereka. Dan untuk acara malam hari lebih dominan diisi oleh anak-anak muda seperti teman-temannya Gafi maupun teman-temannya Dita. Sehingga tidak banyak orang tua di sana. Kecuali beberapa keluarga inti yang masih ikut menemani.
Dita benar-benar senang karena dia berhasil mewujudkan pesta pernikahan impiannya. Mungkin terlihat sedikit nyeleneh, aneh dan berbeda dari para pengantin-pengantin lainnya, tapi Dita maupun Gafi tidak takut untuk mengambil perbedaan tersebut. Bagi mereka ini adalah pesta yang mereka inginkan sehingga mereka tetap mewujudkannya. Walaupun ada beberapa keluarga yang sedikit menantang akan ide yang mereka miliki. Namun kedua pengantin tetap menerobosnya.
Dita tertawa lebar, saat ini dia sedang berdansa bersama Gafi di atas panggung diiringi oleh lagu Sway yang dinyanyikan oleh Michael Buble. Keduanya sudah berlatih dansa tersebut selama satu minggu sebelum acara pernikahan. Tentunya latihan itu dilakukan di sela-sela kesibukan mereka berdua.
Semua tamu undangan bertepuk tangan dan mengapresiasi keberanian mereka karena sudah tampil di acara pernikahan mereka sendiri.
Berbeda dengan tamu yang lain, hanya Axel yang tampak murung. Dia merasakan kesunyian di tengah keramaian.
__ADS_1
...----------------...