TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 105. BERTEMU DION.


__ADS_3

Saat sedang menggerutu Shasha dibuat kaget dengan kehadiran seseorang yang berdiri di dekatnya dan berkata.


"Pagi," sapa seseorang disebelah Shasha.


Shasha menganggap itu adalah sapaan untuk dirinya karena ia merasa bukan hanya dia yang berdiri di rak tersebut.


Merasa sapaannya di abaikan, membuat seseorang tersebut kembali menyapa dengan suara agak keras.


"Pagi, Nesha."


Shasha kaget karena nama depannya ada yang memanggil, dia yakin bahwa orang yang memanggilnya bukan orang terdekat tapi orang baru yang mengenalnya.


Haduh, pasti polisi itu.


Shasha masih tak menanggapi dan pura-pura tidak mendengar. Ia pun bergegas menuju meja kasir dan membayar. Merasa di abaikan kembali oleh Shasha membuatnya mengejar Shasha.


"Sha, ini Abang." teriak Johan.


Shasha pun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


"Abang!" ucapnya sambil tersenyum.


“Kenapa tadi Abang goda gak nengok?” tanya Daniel dengan sedikit ngambek.”


“Gak, Shasha tak muda untuk digoda dan Shasha bukan penggoda.”


“Terus kenapa tadi Abang panggil gak nengok?”


“Biasanya Abang manggilnya Shasha bukan Nesha.”


“Iya-iya. Kamu mau kemana pagi-pagi sudah rapi begini?”


“Menurut Abang kemana?”


“Kerja?”


Shasha mengangguk dan tersenyum.


“Serius, mulai kapan?”


“Kemarin. Shasha berangkat dulu ya, Abang pasti mau ke ketemu Pak Daniel kan?”


“Iya, kamu naik apa?”


“Busway, ini mau ke halte.”


“Ayo naik, naik! Abang antar kamu.”


“Gak ngerepotin ini?”


“Gak, udah cepat naik. Sekalian Abang mau tahu kantor kamu dimana.”


Didalam mobil seperti biasanya mereka saling curhat dan bercanda. Bedanya kali ini Johan sering bertanya tentang Secil.


“Abang cinta banget ya sama Secil?”


“Heem, gak bisa diungkapkan.”


“Kalau gitu halalin dunk.”


“Pasti.” “Oiya, Abang dengar dari Secil beberapa hari yang lalu kalian berdua hampir di tilang.”


“Iya.”


Mendengar jawaban Shasha yang singkat membuat Johan tak melanjutkan pertanyaan terselubungnya, ia pun mulai mencari cara lainnya.


“Oia Sha, Abang mau kasih bunga ke Secil nih. Menurutmu bunga apa ya yang bagus?”


“Bunga? Shasha gak terlalu paham tentang bunga. Emang harus bunga ya, Bang? Kerena setau Shasha Secil tak suka bunga.”

__ADS_1


“Justru itu Sha, Abang mau bikin yang beda. Menurutmu bunga anyelir gimana?”


“Bunga Anyelir? Bagus juga, Bang. Coba saja.”


“Itu dia masalahnya. Karena gak semua tokoh bunga jual bunga tersebut. Toko bunga dimana ya?”


Shasha teringat dengan Yoga, polisi yang hampir menilangnya dan memberikan dia sebuket bunga Anyelir merah muda.


“Kamu kenapa diam?” tanya Johan.


Shasha pun menceritakan apa yang dialaminya beberapa hari ini kepada Johan, mulai dirinya yang ditilang hingga sebuah buket bunga yang dikirimkan ke apartemen dan juga mengantarnya di hari pertama kali kerja.


“Siapa namanya?”


“Haduh maaf lupa. Bang, depan berhenti ya, itu kantor Shasha.”


“Waw, kamu kerja disini. Ini keren Sha. Semangat kerja ya.”


“Oke,makasih sudah diantar.”


Niel, perjalanan cinta lu mulai diuji.


Johan yang tahu siapa pemilik kantor tersebut berharap dan berdoa agar perjalan cinta sahabat sekaligus saudara angkatnya itu akan bahagia meski banyak cobaan yang akan menerpa mereka.


**


Di kantor Shasha.


Shasha pun turun dari mobil dan melambaikan tangannya kepada Johan. Lalu masuk dan disambut oleh pak Mukit.


“Mbak Shasha, ceria banget hari ini.”


“Berarti kemarin-kemarin gak ya pak?”


“Bukan, bukan gitu hari ini lebih ceria mbak.”


“Oia. Makasih ya pak kemarin makan siangnya.”


Kini Shasha segera masuk ke dalam lift dan membuatkan teman-temannya kopi untuk dinikmati di pagi hari.


Oke guys, mumpung belum ada yang datang gue mau bikinin kopi terenak di dunia buat kalian semua guys.


Setelah Shasha menaruh tasnya ke dalam ruangan, segera ia beranjak menuju ke pantry. Dengan cekatan ia membuatkan kopi dengan beraneka macam rasa,mulai dari ekspresso, caffe late dan cappucino. Dirinya yang sedang konsen tak menyadari jika ada yang memperhatikannya bahkan ia tak mendengar suara langkah sepatu menghampirinya


“Lepaskan!” spontan Shasha berteriak.


“Acha, aku menemukanmu. Aku tahu takdir pasti akan menyatukan kita.”


Mendengar suara itu jantung Shasha berdetak kencang, ia tak menyangka akan bertemu dengan mantan kekasih terbaiknya. Dia adalah Dion.


“Maaf saya bukan Acha, nama saya Shasha.” dengan lantang Shasha berkata. “Tolong lepaskan saya, jangan seperti ini.”


Shasha tak berani menatap mata Dion, karena ia merasa berdosa kepada Dion. Ia tak sanggup jika harus bertemu dengan mantan kekasihnya itu. Karena baginya dia hanyalah wanita jahat yang tega meninggalkan cinta tulus dari seorang lelaki setia.


“Mulutmu bisa berbohong jika kamu tak mengenaliku, tapi aku tak bisa dibohongi kali ini. Sekali aku menemukanmu maka akan kejar dan tak akan aku lepaskan. Aku tak mau mengulangi kesalahanku. Aku tak akan mengingat masa kelam dimana kamu memilih melepas dan meninggalkanku. Aku akan mengingat semua kenangan indah tentang kita.”


“Maaf Bapak bicara apa, saya tak paham. Saya tidak mengerti semua ucapan Bapak.”


“Tatap mataku.” Dion mulai memutar tubuh Shasha ke arahnya. Kini ia dapat melihat jelas wajah Shasha yang masih menunduk. “Acha. Mata, hidung, bibir, lesung pipi dan gigi gingsulmu tak bisa dibohongi. Aku mengenalnya, kamu tak berubah. Kamu masih sama seperti dulu, hanya saja kamu sekarang terlihat semakin cantik dengan pakaian kerja bukan pakaian sekolah lagi.” sambil memegang dagu Shasha, hingga membuat Shasha mendongak ke arahnya


“Cukup pak, mungkin bukan saya tapi orang lain yang mirip saya. Saya bukan wanita yang Bapak maksud.” sambil melepas tangan Dion yang memegang dagunya.


“Terserah kamu mau mengelak seperti apa. Sampai ketemu nanti siang.” sambil meninggalkan Shasha yang masih berada di dalam pantry.


Setelah Dion keluar, tangan dan kaki Shasha merasa lemas. Ia tak pernah menyangka bahwa dirinya akan bertemu dengan Dion di sebuah tempat yang membuatnya nyaman.


Tangannya yang masih bergetar tetap ia mainkan untuk mengaduk kopi yang tinggal beberapa cangkir lagi ia buat.


Kenapa dia berada disini, Tuhan cobaan apa lagi ini, apa yang harus aku lakukan.

__ADS_1


Lebih baik aku bertanya kak Rianda apa ada karyawan yang bernama Dion. Tapi aku ragu jika itu Dion. Dion yang ku kenal lembut, tapi tadi sedikit kasar dan terkesan memaksa.


Selesai membuat kopi segera Shasha membawanya ke ruang kerjanya, disana ia masih belum melihat rekan kerjanya datang. Shasha panik apa yang harus ia lakukan.


“Haduh, apa yang seharusnya aku lakukan,” sambil menggaruk kepalanya.


“Woi, rajin banget anak baru jam segini sudah disini.” sapa Dimas yang mengagetkan lamunan Shasha. “Lu itu ya, uda datang pagi harusnya itu se-ma-ngat. Bukan me-la-mun.”


“Gak mas, Shasha gak ngelamun cuman lagi mikir aja.”


“Waduh seperti berat ya sampai harus dipikir.”


“Ia mas.”


“Cerita dunk sama aku, aku pendengar terbaik lho. Apalagi cewe yang curhat gue pasti akan kasih solusi terbaik.”


“Mas Dimas, pernah jatuh cinta?”


“Pernah lah.”


“Apa pernah patah hati juga?”


“Hhahaha, kenapa pertanyaannya sedih?”


“Jawab dunk.”


“Pernah lha. Orang jatuh cinta itu harus siapa-siap patah hati. Kalau gak mau sakit dan patah hati jangan pernah jatuh cinta.”


“Kalau dikhianati?”


“Gak sih, yang ada mengkhianati.” sambil terkekeh Dimas berucap.


“Serius?”


“Hhahaha. Sha, kita kaum adam itu simpel. Jika kita dikhianati yasudah kita cari lagi.”


“Semudah itu?”


“Iya, kenapa emang?”


“Soalnya ada, cowo yang dikhianati ceweknya sampai mereka putus ternyata si cowo itu masih cinta sama mantannya.”


“Berarti ada dua. Dia cinta banget dan dia benci banget.”


“Tahu kalau dia cinta dan benci dari mana?”


“Gak bisa dilihat tapi dirasakan pakai ini,” sambil menunjuk dadanya.


“Oh gitu ya.” sambil mengangguk-angguk Shasha mencoba memahami perkataan dari rekan kerjanya itu.


“Sha, kopi siapa ini?” tanya Dimas.


“Kopi buat semuanya.”


“Kamu yang bikin?”


“Iya.”


“Gue bangga, punya rekan kerja mantan barista. Baristanya impor lagi.” sambil terkekeh Dimas meminum kopi buatan Shasha.


.


.


To be continued


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...

__ADS_1


Terima kasih banyak


__ADS_2