TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 50. GARA-GARA SI WARNA PASTEL


__ADS_3

Daniel mengunci kamarnya dari dalam agar Johan tak muda masuk ke kamarnya. Dia merasa jengkel pada Jason dan Johan namun dirinya lebih jengkel kepada dirinya sendiri yang teledor.


"Kenapa aku bisa seteledor ini." gumamnya sambil berdiri mendekati koper Tedy bear tersebut.


Melihat koper Tedy bear yang ada di depannya Daniel mulai senyum-senyum sendiri, dirinya tak percaya bahwa akan membawa koper milik Shasha dalam perjalanan bisnisnya ke Korea.


"Meski ragamu tak ada disini tapi bayangmu ada disini." ucapnya lirih. "Gue bicara apa, kenapa tiba-tiba mengingatnya. Jangan bilang gue mulai jatuh cinta lagi!" gumamnya dengan nada tak percaya.


Ceklek (suara kunci koper terbuka).


"Apa saja isi kopernya?" penasaran Daniel sambil mulai melihat isi dalam koper.


Didalam koper Daniel melihat beberapa baju, pakaian dalam serta sebuah box ponsel. Dia begitu tertarik dengan box tersebut, dibukanya box ternyata ditemukan sebuah surat kecil. Dibacanya surat tersebut hati Daniel merasa tersentil namun juga tak terima.


Surat tersebut berasal dari Arden, yang memberikan sebuah hadiah ponsel kepada Shasha. Dia ingat bahwa dirinya berulang kali membanting ponsel Shasha hingga rusak.


"Oh, jadi ponsel yang dia pegang waktu itu pemberian dari Arden, tunggu saja aku akan membelikan ponsel yang lebih bagus, limited edition dan juga sama dengan milikku." ucap Daniel sinis.


Setelah melihat box Daniel melihat sebuah kantong plastik yang dia yakini adalah pakaian kotor Shasha, dia sengaja tak membuka kantong tersebut. Kemudian pandangannya beralih pada sebuah tas kecil. Dirinya penasaran dengan isi tas tersebut dibuka tas itu ternyata berisi pakaian dalam milik Shasha. Kaget melihat pakaian dalam wanita tanpa sengaja Daniel melemparkan tas tersebut k tempat tidurnya hingga isinya berhambur keluar.


Daniel yang kaget melihat isi dalam tas tersebut terheran dan tak menyangka bahwa ini adalah kali pertama dia melihat sebuah cela*a dalam dan juga b*a dengan warna pastel. Hati Daniel yang masih panas kini mulai meredup dan tiba-tiba muncul wajah Shasha yang melintas di depannya sambil hanya menggunakan cela*a dan b*a saja seperti hendak berenang.


"Gak mungkin, ini gila." gumam Daniel sambil menggaruk kepalanya.


Saat sedang asyik membayangkan pikiran kotor tiba-tiba dia mendengar suara ketukan pintu yang begitu kencang serta suara yang tak asing, suara yang sangat dia rindukan. Daniel tersadar dari lamunan dan berdiri menuju kearah pintu tanpa sempat menyimpan pakaian dalam yang berhamburan.


"Mami?" ucap Daniel tersenyum.


Belum dipersilahkan masuk Melly memaksa masuk dan mendorong tubuh anaknya. Entah apa yang membuat tubuh Daniel menjadi lemah saat didorong oleh Melly mungkin karena pikiran Daniel yang masih berfantasi tentang Shasha. Namun fantasinya benar-benar hilang saat mendengar teriakan dari Melly.


"Daniellllll! apa ini nak?" teriak Melly sambil berkacak pinggang.


"Pakaian dalam, mi." ucap Daniel berusaha santai berharap Melly tidak berfikiran macam-macam.


Ternyata harapan Daniel agar Melly tidak berpikir macam-macam salah.


"Sejak kapan kamu mengoleksi pakaian dalam wanita?" tanya Melly dengan nada suara tinggi.


"Bukan milik Daniel mi." jawab Daniel tegas.


"Lalu?"


" Milik ... milik ...." ucap Daniel terbata.


"Siapa?" tanya Melly tegas sambil berusaha menahan tawa.


Sebenarnya Melly sudah tahu dari Johan namun dirinya sengaja ingin menggoda anak semata wayangnya itu.


"Jawab mami Daniel, ini milik siapa?"tanya Melly lagi.


Belum sempat Daniel menjawab kini Alea dan ibunya masuk ke kamar yang sedikit terbuka pintunya namun suaranya di dalam ruangan lumayan kencang sehingga menarik perhatian.


"Aunty ada apa?" tanya Alea yang masuk sambil mendorong kursi roda milik Lily.


Daniel semakin dibuat terpojok kala melihat Alea dan aunty Liliy masuk, apalagi dia makin tertuduh dikira menguntit pakaian dalam wanita saat melihat sorotan mata Keduanya.


"Kak, ini punya Kaka?" tanya Alea.

__ADS_1


"Lea, kamu jangan asal. Mama yakin ini milik kekasih Daniel, mungkin mereka tertukar koper, bukan begitu nak?"bela Lily. Dia tak tega melihat Daniel yang terlihat terpojokkan.


Lagi-lagi belum sempat Daniel menjawab Joshka masuk ke dalam kamar diikuti oleh opa, paman Joshki dan juga Johan sedangkan Jason dan Henzo berada di depan kamar tak berani masuk kedalam.


Melihat para lelaki masuk segera Daniel mengambil pakaian dalam yang tercecer di tempat tidur lalu dimasukkannya adalah kedalam kotak secara asal tanpa dilipat kemudian ditaruh ke koper.


"Daniel apa yang kamu sembunyikan dari dady?" tanya Joshka.


"Tak ada hanya salah paham saja." jelas Daniel.


"Salah paham apa?" tanya Joshka penuh selidik.


Melly lalu menjelaskan kepada Joshka.Joshka mulai mencerna dan menggabungkan informasi yang dia terima dari Jason dan Melly.


"Oo jadi karena itu kamu sembunyikan?" ucap Joshka.


"Iya." jawab Daniel singkat.


"Jadi kamu tak rela jika pakaian dalam itu dilihat lelaki lain?" tanya Joshka lagi.


"Iya dad,"


"Daniel berarti kamu mencintai gadis itu."ucap Joshki.


"Betul, tak baik jika menyimpan barang-barang seperti itu nak. Setelah ini temui opa di kamar." ucap Opa dengan suara bergetar dan hendak keluar dari kamar Daniel.


"Tunggu jangan ada yang keluar dari kamarku setelah kalian semua masuk tanpa mengetuk pintu." ucap Daniel yang kemudian menjelaskan bagaimana sampai dirinya membawa pakaian dalam wanita tak lupa juga dia menelpon maid agar menyuruh Jason untuk segera masuk ke kamarnya menjelaskan tentang koper Tedy bear itu.


Tak lama setelah Jason tiba dan memberi penjelasan akhirnya mereka semua hanya berucap 'Ohhh'.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tok ... tok ...(suara pintu diketuk)


Daniel masuk ke dalam, dan dia melihat opanya sedang duduk bersandar di kursi kerjanya sambil melihat sebuah foto.


"Opa ...," sapa Daniel.


"Daniel cucuku, maafkan opa tadi ikut menghakimimu tadi. Siapa wanita yang dimaksud oleh kedua orangtuamu itu?"


"Namanya Shasha, dia gadis yang pernah menolongku dulu. Dan tanpa sengaja kita bertemu saat Daniel masih menjadi diplomat dan dia seorang mahasiswa pertukaran pelajar." jelas Daniel.


"Oh gadis itu. Lalu bagaiamana perasaanmu kepadanya?"


"Dia ... dia menarik dan cantik." jawab Daniel.


"Apa kamu mencintainya?" tanya opa.


"Ti--tidak. Dia bukan wanita impianku." ujar Daniel tegas sambil membuang wajahnya.


"Kali begitu aku jodohkan dia kepada Johan." bujuk opa.


"Jangan! jangan Johan."


"Lalu? kamu?"


"Kenapa Daniel?"

__ADS_1


"Karena kamu melarang kakek menjodohkannya dengan Johan."


"Baiklah terserah saja. Apa hanya ini saja yang ingin opa bahas?"


"Iya, namun ada satu hal yang perlu kamu tahu bahwa opa dan kakeknya adalah sahabat lama saat itu opa adalah dokter angkatan yang bertugas untuk misi perdamaian di sebuah negara X dan kakeknya adalah seorang Perwira pertama. Kakeknya pernah menolong opa dari sebuah ranjau yang terpasang. Karena kakeknya lah saat ini opa masih hidup. Sejak saat itu opa dan dia sering bercerita dan berniat akan menjodohkan anak-anak kita. Namun kedua anak kami sama-sama lelaki hingga kakeknya memiliki seorang cucu perempuan. Dan ternyata takdir telah mempertemukan kalian mulai kalian masih belia hingga sekarang." jelas opa dengan nafas beratnya.


"Jadi opa, mami dan dady meminta agar Daniel menikahinya karena sebuah hutang budi dan perjanjian?"


"Jika itu keinginan kalian dan untuk melindungi dia Daniel tidak bisa menolak." ucap Daniel pasrah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Niel, apa yang opa bicarakan?" tanya Johan penasaran.


"Opa akan menikahkan kamu dengan adik kesayanganmu itu." ucap Daniel asal sambil membaca sebuah majalah dan menyeruput sebuah kopi.


"Beneran? asyik gue jadi makin semangat hidup." ucap Johan riang.


Daniel yang mendengar itu heran dan timbul rasa panas dalam hatinya padahal niatnya tadi menggoda Johan malah dia sendiri yang tergoda oleh ucapan Johan hingga dirinya menjadi marah.


"Maksudnya semangat hidup?"tanya Daniel serius sambil melihat wajah Johan.


"Lelaki mana yang tidak suka dengan Shasha, gadis berparas cantik, pintar dan seksi." goda Johan.


"Seksi apanya?"


"Lu gak lihat itu pakaian dalam berwana pastel sudah bisa dibayangkan bagaimana warna kulit Shasha yang cerah dipadu padankan dengan warna itu makin terlihat mena..." ucap Johan terhenti karena Daniel tiba-tiba menyela.


"..., lu rada-rada ya Jo, sudah jangan bicara lainnya ayo kita bahas cabang yang lu pimpin harus lebih banyak peningkatan penjualannya." ucap Daniel ketus.


"Idih marah, lu gak rela kan sebenarnya gitu pura-pura rela dan gak mau." ledek Johan.


"Lu bisa diam gak ayo kita bahas kerjaan!" perintah Daniel.


Setelah Daniel dan Johan membahas tentang pekerjaan kini Daniel sedang bersantai di gazebo dekat kolam renang yang ada di bagian belakang. Disana tampak Alea yang sedang berbicara dengan temannya.


"Pak, bagaiamana skandal anda?" ucapnya sambil menahan tawa.


"Skandal? skandal yang mana?" tanya Daniel heran.


"Skandal warna pastel pak?" ucapnya terbahak-bahak.


"Sialan lu!"


"Diam! jangan keras-keras. Apa para maid dirumah ini juga tahu?"


"Pastinya pak." yakin Jason dengan mimiknya yang sangat meyakinkan hingga membuat Daniel mukanya berubah menjadi merah.


to be continued .....


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...


Terima kasih banyak


Salam sayang 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2