TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 154. JEBAKAN TERINDAH.


__ADS_3

"Sabar Daniel, bukannya lu sudah tahu bagaiamana liciknya mantan pacar lu itu!"


"Bukan perkara liciknya namun foto itu jelas-jelas menjelaskan bahwa istri gue terlihat nyaman saat digendong Dion! Lu tahu bagaimana gue berusaha nyembuhin dia dari depresinya? Coba lu bayangin gimana perasaan gue saat tahu bahwa istri tercinta lu ternyata sudah tidak perawan padahal lu begitu mendambakan saat-saat itu!" ucap Daniel dengan amarah dan menggebu-gebu.


"Gue masih gak paham sama jalan pikiran lu! Bukannya lu sendiri yang waktu itu bilang bahwa lu akan terima Shasha apa adanya, lagi pula saat itu Dion mengaku bahwa tidak ada yang terjadi diantara mereka berdua, hanya sebuah foto yang sengaja dia kirimkan ke lu biar lu gak benci dan segera pisah ."


"Sudahlah, rasanya sekarang gue benar-benar kecewa sama dia. Mungkin ini yang dirasakan pak Idris kepada anak perempuannya."


"Jalan pikiran lu sempit. Sorry, untuk kali ini gue gak dukung lu! Kita beda haluan. Hanya karena sebuah foto lu langsung ingat masa lalunya dan berfikir buruk tentang nya! Ini yang gak gue suka dari lu, muda emosi dan mengambil kesimpulan jika urusan cinta."


"Biar dan gue gak minta lu dukung gue!" ucap Daniel dengan nada kecewa.


Seketika mereka berdua saling diam tak menyapa. Dalam diam Daniel berusaha berfikir tentang apa yang dilihatnya tadi dan tentang semua ucapan Johan kepadanya, hingga tak terasa dia tertidur.


Dilihat sahabatnya yang sedang tidur, ia memanfaatkan kesempatan dengan bertanya kepada beberapa orang suruhannya untuk menyelidiki keberadaan Shashsa dan bagaiamana kejadian sebenarnya.


Tiba-tiba terdengar sebuah getaran yang sangat keras hingga mengganggu pendengarannya. Daniel terbangun, diraihnya ponsel tersebut dan dilihatnya sebuah pesan masuk dari mantan kekasihnya itu sukses membuat dirinya emosi.


"**** wanita macam apa dia!!! ini yang katanya wanita baik-baik!!!"


"Lu kenapa? Apa tidak bisa bicara tanpa mengumpat."


"Lu akan paham posisi gue, Jo!" ucap Daniel berdiri dari duduk nya.


"Mau kemana? Ini sudah malam!"


"Lu lupa gue punya istri! Setidaknya gue akan seret dia dan menalaknya malam ini juga." ucap nya dengan nada keras dan keluar dari ruangan.

__ADS_1


Mendengar Daniel yang bicara demikian membuat Johan kaget dia tidak menyangka jika sahabatnya sampai semarah itu.


Melihat Daniel yang mengumpat sambil keluar dari ruangan membuat Johan penasaran apa yang akan dilakukan oleh sahabatnya itu, ia mulai membuntuti Daniel dari belakang.


Johan berusaha tetap berfikir positif kepada adik angkatnya itu, dia begitu yakin Shasha tak mungkin melakukan hal yang buruk untuk dirinya sendiri terlebih dia baru saja sembuh dari depresi nya.


Segera ia menelfon anak buahnya untuk mencari keberadaan beberapa orang yang terlibat dengan masalah ini termasuk memeriksa sebuah CCTV dari apartemen hingga supermarket tempat Shashsa belanja dan black box mobil dimana Dion menggendong Shasha.


Sambil mengendarai, Johan menunggu bukti-bukti tersebut terkumpul.


***


Kini dia tiba disebuah hotel, segera Johan mengikuti langkah Daniel yang sepertinya sedang menuju kesebuah club' yang tersedia di hotel.


"Dasar wanita iblis, kenapa harus mengajak Daniel bertemu di tempat seperti ini!" gumam Johan kesal.


Mendengar pembicaraan antara Daniel dan Asia membuat Johan geram, wanita tersebut mengatakan bahwa ia melihat jika Shasha yang sedang berbelanja lalu dengan langkah terburu-buru menuju kesebuah lorong, lalu berjalan cepat menuju ke lorong yang mana antara Dion dan Shasha diam-diam ternyata bertemu. Hingga, ia pun mengabadikan foto secara sembunyi-sembunyi.


"Tunjukkan sekarang dimana istriku! Gue bakal tangkap basah keduanya!"


"Sabar Daniel! sekarang lu tahu setidaknya istri lu itu gak sebaik yang lu pikir."


Mendengar semua kebohongan Asia membuat dirinya jengkel dan ingin sekali menampar wajah Asia.


"Benar-benar siluman ular!!" geram Johan, " Daniel juga begitu, kenapa dia jadi b*go bisa-bisanya percaya sama mulut musuh lu sendiri." lanjutnya yang juga mengumpat tentang kebodoh*n Daniel.


Daniel yang hatinya mendidih melihat segelas air yang sedang dibawa oleh pelayan untuk para pengunjung, segera ia menyeruput minuman itu tanpa tersisa.

__ADS_1


Yes, kena jebakan akhirnya.


Beberapa saat setelah minum, tiba-tiba Daniel merasakan kepanasan di sekujur tubuhnya. Ia mencoba memejamkan matanya untuk menstabilkan dirinya agar tetap sadar dan tidak terbawa suasana yang seharusnya tidak muncul di tempat yang salah.


Setelah merasakan panas disekujur tubuhnya ia segera pamit pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Johan yang sudah memperhitungkan itu kini sudah menunggu di kamar mandi dengan membuka rambut dan jenggotnya.


Obatnya mulai bereaksi, gue harus cepat-cepat membawa Daniel ke kamar itu.


***


"Lu ngapain disini?" tanya Johan dengan bahagia.


"Jo, tolong gue. Badan gue kepanasan, gue gak kuat Jo." ucap Daniel gemetar.


Segera Johan memapah tubuh Daniel ke sebuah kamar hotel.


Sorry ya bro, gue persiapan jebakan terindah ini untukmu.


.


.


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak diceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2