TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 136. TANGISAN SHASHA.


__ADS_3

"Waw.... Gaun panjang berwarna merah dengan model one shoulder gown membuat mbak Shasha makin terlihat sangat cantik."


"Sepertinya bukan karena gaun nya tapi, karena tangan ajaib mbak yang ngebuat wajah biasa saya menjadi luar biasa."


"Mbak bisa aja. Aku yakin, pertama kali orang akan mengira jika mbak masih single( belum menikah). Serasa umur belasan tahun."


Setelah acara saling memuji antara Shasha dan MUA nya yaitu Zelda, kini mereka berdua saling berbincang satu sama lain. Mereka berdua memiliki kesamaan yaitu sama-sama ditinggalkan oleh lelaki yang mereka sayang, perbedaannya adalah jika Shasha harus ditinggalkan Daniel karena misi gila yang tak tahu bagaimana sekarang kelanjutannya sedangkan Yugo atau Hugo calon suaminya mengingat masa lalunya sehingga ia lupa jika mereka berdua akan segera menikah.


Mendengar cerita itu membuat Shasha menyadari bahwa semua masalah yang dihadapi manusia di dunia itu memiliki kadar dan porsi masing-masing, dan cobaan yang telah diberikan kepada kita artinya kita mampu dalam menerima cobaan tersebut karena Tuhan tak mungkin memberi cobaan di luar batas kemampuan umatnya.


Beberapa saat kemudian terdengar suara ponsel Shasha berbunyi, dilihatnya sebuah nama ION +- muncul di layar ponsel nya. Setelah menerima panggilan telepon segera Shasha dan Zelda dan turun menuju ke lobi. Dion yang sudah menunggu kehadiran Shasha terpesona dan tak berkedip saat melihat wanita cantik yang dipujanya berubah menjadi cantik, anggun, bahkan terkesan seksi.


"Dion, ayo!" ajak Shasha berusaha menyadarkan Dion karena sedari tadi diam tak berkata saat memandang Shasha.


Dion pun tersadar saat sebuah cubitan kecil mendarat di lengan Dion.


"Aduh!" teriak Dion.


Dion pun tersadar, "Sepertinya gaun ini tidak cocok untukmu,"


"Kenapa?" tanya Shasha heran.


"Gaun ini terlalu terbuka, Zelda apa di butik-mu masih ada gaun lain yang tak terlalu terbuka?"


"Maaf pak, tadinya banyak namun sore tadi saat saya berangkat asisten saya bilang jika hampir semua baju sudah sold out." jelas Zelda


"Sudahlah, aku yakin nanti akan banyak wanita yang memakai gaun lebih seksi dari aku." ucap Shasha.


"Tapi ... aku gak mau jika sampai tubuh indah mu ini dilihat orang lain."


"Dion, kamu bukan suamiku. Kenapa bicaramu seperti itu?"


"Setidaknya meski aku bukan suamimu namun aku berbicara as a boss(sebagai seorang bos) and I respect to you(dan aku peduli kepadamu.) ucap Dion kepada Shasha lalu meinggalkan Shasha yang masih berada di lobi.


Melihat kelakuan Dion yang aneh membuat Shasha mengejar Dion, karena ia tak ingin tertinggal di acara yang akan mempertemukan dirinya dengan Rachel.


Melihat kelakuan dua orang di depannya membuat Zelda tertawa kecil, ia tak menyangka jika Dion yang ia anggap sebagai pelanggan terdingin dan tercuek kini berubah menjadi hangat bahkan terkesan protektif bahkan posesif. Melihat tingkah Dion membuat Zelda teringat kepada Hugo calon suaminya yang selalu melarang dirinya untuk bekerja.


***


Kini Shasha sudah berada di dalam mobil Dion, di dalam mobil Dion hanya diam tak menyalakan mesin mobil nya.


"Dion, sampai berapa lama kita harus di dalam mobil seperti ini?"


"Sampai aku mendapatkan cara agar kamu aman."


"Aman maksudnya bagaimana?"


"Kamu tak tahu, disana akan banyak orang berkumpul termasuk para pengusaha mudah, tua dengan berbagai macam tipe."


"Lalu apa hubunggannya denganku?"

__ADS_1


"Gaunmu, gaunmu terlalu terbuka dilihat dari atas dan bawahnya."


"Astaga Dion, sedari tadi kamu mikirin itu. Lagi pula ini gaun pemberianmu."


"Ya tapi aku tak mengira jika kamu yang memakai menjadi indah seperti ini padahal tadi aku melihat manekin yang ada di toko itu biasa saja."


"Wkwkwkwkwkw, kenapa kamu membandingkan nya aku sama manekin? ya jelas berbeda Dion. Manekin gak dapat mengedipkan mata, sedangkan aku kan bisa." sambil berkedip Shasha masih tetawa tak tahan dengan kekpnyolan Dion.


Mendengar Shasha tertawa dan tersenyum membuat Dion menyadari kekonyolan dirinya.


"Baiklah kalau begitu, jangan kemana-mana tetaplah disisiku saat sampai nanti."


"Oke,"


***


Saat turun dari mobil baik Dion dan Shasha tampak bersikap biasa, mereka tak saling bergandeng tangan karena memang mereka benar-benar rekan kerja. Sebanarnya Dion kecewa tapi dia berusaha profesional, dan menghargai Shasha yang saat ini masih ber-status istri orang.


Ketika keduanya berjalan terdengar suara yang memanggilnya dari belakang.


"Dion!" sapa lelaki itu.


"Abang Yugo," sapa Dion balik sambil membalas pelukan nya.


"Darimana saja? Kenapa tak pernah kelihatan?"


"Aku-,"


"Ehem pasti calon istri ya?" tebak Yugo saat memotong penjelasan Dion.


"Abang kan bahagia kalai kamu sudah punya calon istri."


Shasha yang mendengar itu hanya diam dan tersenyum kecil.


"Dia sekertarisku,"


"Lalu Riko?"


"Dia akan selalu jadi asistenku." jelas Dion.


"Hai,aku Yugo Arthadinata." sapa Yugo. Sudah menjadi kebiasaan Yugo yang sangat jarang sekali menjabat tangan lawan bicara nya hanya untuk sebuah perkenalan.


"Hai, aku Nesha Himalaya Ayesha." balas Shasha.


"Waw nama yang bagus." puji Yugo kepada Shasha. "Baiklah, aku tinggal dulu ya, senang berkebalan dengan mu Nesha." lanjut Yugo lalu berpamitan.


"Dion, dia siapa?" tanya Shasha penasaran dengan wanita


"Lelaki kuat dan tangguh, dia pernah diumumkan meninggal dalam sebuah kecelakaan namun dua tahun kemudian dia muncul sambil menata memori ingatannya. Dan saat ini ia masih mencari keberadaan seorang wanita yang dulu dan keluarganya pernah menolong dirinya saaat menjadi identitas baru."


"Perjalan cinta seseorang itu berbeda-beda ya Dion." "Kemana Riko dan Rachel? dari tadi aku mencari mereka namun tak juga aku melihatnya. Lebih baik kita cari disebalah sana," ajak Shasha.

__ADS_1


Dion hanya mengikuti arah Shasha berjalan, dan tanpa Shasha sadari. Dion tak sengaja memandang Daniel yang sedang berdiri sambil tangannya merangkul pinggang seorang wanita disebelahnya. Segera Dion berdiri di depan Shasha agar sekertaris nya itu tak melihat Daniel.


"Kenapa? tanya Shasha dengan pura-pura.


"Kita kesana saja yuk, disana kita bisa duduk sambil minum, siapa tahu Riko dan Rachel ada disana." ajak Dion.


Tanpa mereka sadari bahwa lelaki yang sedari tadi dihindari Dion kini berjalan kearah mereka, entah tanpa sengaja atau tidak wanita yang menggandeng Daniel menabrak Shasha yang hendak berjalan melangkah hingga membuat tas Shasha terjatuh.


"Ups sorry," ucap wanita itu kepada Shasha.


Ketika Shasha mengangkat wajahnya ia mengenali siapa wanita yang menabrak nya. Shasha hanya diam dan pandangannya tertuju kepada lelaki yang berdiri disamping wanita tersebut. Dirinya tak menyangka akan bertemu dengan Daniel di acara ini.


"Woi, kamu ngapain lihat-lihat wajah calon suami saya." ucap Asia dengan penuh penekanan.


"Maafkan dia, kalau begitu kami permisi." ucap Dion lalu mengajak Shasha pergi dari tempat tersebut.


Shasha yang diajak tetap diam dan bergerak dari tempat tersebut, dimana dia masih memandangi Daniel dengan tatapan kosong lalu tanpa sadar mengeluarkan air mata. Daniel yang dipandang pun sama, kedua netra mata mereka seakan bergabung menjadi satu. Melihat itu membuat Dion tak tahu harus berkata apa dirinya pun berusaha memberi jarak bagi Shasha dan Daniel untuk saling berpandangan. Berbeda dengan Asia, dia berusaha mendekati Shasha dan menampar Shasha.


Plak!


"Beraninya kamu memandang wajah calon suami ku! Kamu siapa! Kamu mau menggoda nya!" ucap Asia.


Mendengar suara tamparan segera Dion menghampiri Shasha. Dirinya kaget melihat Shasha dengan bekas tamparan yang menempel pada pipi Shasha yang mulus.


"Sha, ayo kita pergi. Sudahlah buat apa kamu seperti ini." bujuk Dion.


"Tidak, lelaki yang ada didepan kita itu suamiku Dion." ucap Shasha sambil menagis. "Hampir tiga bulan lamanya aku tak melihatnya, aku percaya bahwa dia akan datang kepadaku lagi, aku mengabaikan semua vidio dan gambar yang selalu aku terima dari wanita yang ada disampingnya, aku tahu itu hanya keisengan wanita ini tapi rasanya aku sekarang aku mengerti kenapa dia tidak juga kembali. Aku tak pernah menyangka semua ucapan yang dia katakan adalah dusta. Bahkan saat aku ditampar seperti ini dia hanya diam. Suami macam apa dia?" ucap Shasha lirih namun tetap masih bisa di dengar oleh Daniel dan Asia.


Dion yang mendengar semua ucapan Shasha hanya dapat mengusap air mata Shasha yang tumpah, ingin rasanya dia memukul Daniel dan balas menampar Asia namun ia tahu saat ini ia berada di sebuah acara orang lain.


"Shasha yang aku kenal adalah wanita kuat dan tangguh, ada nama Himalaya di namamu, kamu tahu akan artinya." ucap Dion berusaha menguatkan Shasha.


"Hati istri mana yang tak hancur, jika melihat suaminya seperti itu."


"Sayang, lebih baik kita keluar dari pesta ini daripada melihat wanita pelak-"ucap Asia terhenti ketika ada seseorang yang menamparnya dari belakang.


"Jaga mulut lu! yang pelakor itu lu. Dia itu istri sah, justrU lelaki disamping itu yang banci, jelas-jelas sudah menikah malah meminta agar tak ada orang tahu bahwa mereka sudah menikah. Harusnya dia bersyukur memiliki istri cantik dan gak norak kayak lu." ucap Rachel dengan jengkel. "Daniel, ingat kamu berhutang budi pada wanita ini! lanjut Rachel.


Shasha yang sedari tadi diam mulai membalikkan badannya dan mendekati Daniel.


"Daniel Habibie Joshka, aku kecewa. Aku mengigat ucapanmu semuanya bahwa hanya aku satu-satunya dan kamu tak akan tergoda dengannya. Tapi apa yang kulihat, sedari tadi aku memandangi mu, dan kamu tampak bahagia berada disamping nya, sedangkan aku, aku tak pernah merasakan itu, aku tak pernah kamu perkenalkan pada semua rekan bisnismu, bahkan aku tak pernah kamu ajak ketempat seperti ini. Tolong akhiri semuanya, jika kamu tak ingin mengembalikanku ke ayah dan bunda maka aku yang akan memberitahu mereka." ucap Shasha lalu meningglakan Daniel yang sedari tadi diam tak berkutik.


...


.


.


To be continued.


Ditunggu kelanjutannya😉😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak diceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.


Terima Kasih.


__ADS_2