
Saat di ruang kerjanya tiba-tiba dia teringat sekelumit kejadian beberapa bulan yang lalu dimana dirinya melempar keras ponsel milik Shasha untuk yang kedua kalinya padahal ponsel itu baru saja dia perbaiki. Tak hanya membanting namun juga mencengkram kuat tangan sang pemilik ponsel hingga membuat Shasha meringis kesakitan. Tapi dia acuh dengan kesakitan yang dirasakan Shasha, dirinya tak memperdulikan.
Merasa bersalah pasti karena tangan yang di cengkram nya itu adalah tangan yang pernah membebaskan dirinya dulu hingga dia dapat bertemu kembali dengan kedua orangtuanya.
Dret ... dret ....(getaran ponsel)
Daniel merasakan ada yang bergetar di meja kerjanya, "siapa yang mengirim pesan larut malam begini?" gumamnya pelan sambil berjalan menuju meja kerjanya.
my 🐰: "sayang maaf aku tidak tahu kamu menelpon. Karena aku sedang tidur."
Daniel hanya membaca pesan dari ponselnya lalu menaruhnya kembali ke atas meja kerjanya lalu mendudukkan pantatnya pada sebuah kursi putar.
Sambil duduk dia menyandarkan punggungnya sambil mendongakkan kepalanya melihat langit-langit kamar kerjanya sambil menghembuskan nafas kasar lalu matanya melirik sebuah bingkai foto dirinya yang masih kecil, yang mana pada foto itu terlihat dirinya yang sedang digendong oleh Melly dengan raut wajah yang sangat bahagia.
Tanpa sadar matanya basah karena linangan air mata yang keluar dari sudut matanya kala mengingat dirinya berdebat dan memilih untuk bersama dengan Asia. Mungkin keputusannya itu mengecewakan keluarganya terutama Melly. Ingatan saat Xavier memasuki rumah yang telah terbakar demi menyelamatkan dirinya selalu terngiang di kepalanya sehingga membuat dirinya ingin melindungi dan memberi cinta kepada Asia yang tak lain adik dari Xavier.
"Apa aku terlalu egois tidak memikirkan keluargaku? bagaiamana jika terbukti jika kematian bibi dan paman adalah ulah dari ibu Asia. Jika memang terbukti maka aku akan menambah rasa sakit opa karena kehilangan anak sekaligus cucu begitu juga dengan Dady yang kehilangan saudara kembarnya. Begitu juga dengan Johan yang pasti sedih karena kehilangan orangtua dan saudara angkatnya." gumamnya lirih sambil memegang keningnya.
Kini pandangannya beralih dari foto ke ponselnya. Dia mengambil ponselnya dan membuka beberapa foto dirinya dengan Asia. Dipandanginya foto Asia dengan seksama. "Cantik, seksi dan liar. Apa dia melakukannya tidak hanya denganku? Kira-kira apa saja yang dia lakukan di Bali bersama pria beristri itu?"
"Ah sudahlah, biarkan saja yang penting sekarang aku yakin Asia bisa berubah menjadi lebih baik"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya saat perjalan ke kantor tak ada lagi gurauan ataupun ucapan tak penting yang diucapkan Johan. Hal ini terjadi setelah perisitiwa saling pukul antara dirinya dan Johan. Johan yang bersikeras ingin Daniel menuruti kemauan kedua orangtuanya namun justru ditentang keras oleh Daniel yang merasa terlalu ikut campur akan urusan pribadinya.
Bagi Johan dirinya memang mencampuri urusan pribadi Daniel namun itu semua dia lakukan karena Johan tak ingin keluarga yang merawatnya menjadi keluarga tak harmonis Johan yakin Daniel dapat memilih mana yang logam mulia dan mana yang batu krikil. Dirinya yang sekarang lebih banyak selebihnya hanya masalah pekerjaan saja yang diucapkannya. Perubahan Johan cukup lama, hampir satu bulan
"Jo, gue perhatikan beberapa bulan ini lu berubah?"
"Berubah jadi apa?"
"Maksud gue, lu sekarang diam gak banyak bicara."
"Gue kira berubah jadi manusia laba-laba. Besok, lu ada jadwal keluar kota entah berapa lama paling cepat tiga hari."
"Akhirnya lu jawab kocak juga. Kota mana?"
"Saariselka. Disana akan ada festival kebudayaan."
"Kenapa? apa takut kekasihmu berpaling karena kamu tinggal selama beberapa hari?"
"--Gak--, tak masalah dia wanita setia, aku yakin sekarang dia sudah berubah jadi wanita yang baik." ucapnya yang sedikit ragu.
"Semoga saja."
Malam sebelum keberangkatannya dia memberitahu kepada Asia bahwa beberapa hari kedepan dirinya sibuk, dan tidak dapat berkunjung. Niatnya ingin memberitahunya lewat menelpon namun telepon sama sekali tidak diangkat akhirnya Daniel memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada kekasihnya itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya Johan mengantar Daniel ke bandara untuk melakukan penerbangan ke Saariselka. Penerbangan kesana hanya memakan waktu dua jam, tiba di bandara Daniel sudah dijemput oleh salah satu tim penyelenggara.
Seperti biasa dia selalu mengabari semua aktivitasnya kepada kekasihnya itu namun tak dapat balasan sama sekali dari kekasih. Daniel mulai merasa khawatir dengan kekasihnya itu karena tak ada satu pun balasan pesan yang masuk ke ponselnya begitu juga dengan panggilan telepon yang sama sekali tidak diangkatnya.
Daniel yang merasa khawatir dengan keadaan kekasihnya mencoba meminta bantuan kepada Johan untuk mengecek keadaan kekasihnya itu. Sebenarnya Daniel merasa enggan meminta bantuan kepada Johan, namun mau bagaimana lagi dirinya takut Asia kenapa-napa.
__ADS_1
Selama festival berlangsung Daniel berharap dan berdoa agar acara cepat selesai sehingga tidak menghabiskan banyak waktu.
Ternyata doa Daniel dengan cepat dikabulkan acara festival cepat selesai namun ada beberapa rangkaian acara setelah kegiatan festival ini dan ternyata itu tidak diberitahukan oleh Johan kepada dirinya. Selepas kegiatan festival ini Daniel diminta untuk mengisi beberapa serangkaian acara lainnya.
Jadwal Daniel yang benar-benar padat membuat dirinya tidak sempat memikirkan balasan pesan atau panggilan telepon dari kekasihnya yang sebenarnya sangat dinantinya saat malam hari. Di malam hari dia langsung tertidur karena tenaganya dikuras habis saat pagi sampai sore.
Ternyata waktu yang dihabiskan disini lebih dari tiga hari, awalnya dirinya sedikit kesal karena lamanya namun itu semua terganti kala dia mendapatkan kejutan makan malam bersama salah satu idola sepak bola dalam rangka ulang tahunnya. Daniel tak ingat dengan hari kelahiran nya. Senyum lebar terlintas dari bibir tipisnya itu.
Selesai acara makan malam Daniel mengucapkan banyak terimakasih kepada tim penyelenggara acara karena telah memberinya kejutan akan tetapi dengan sopan mereka memberitahu bahwa bukan sebenarnya mereka yang memberinya kejutan melainkan Johan, asistennya.
Daniel masih memperlihatkan senyum terindahnya itu, dia tak menyangka sahabatnya yang menyebalkan itu bisa memberinya sebuah kejutan. Kini Daniel sudah di dalam pesawat, dia tidak memberitahu Johan karena tidak ingin menganggu hari libur, begitu juga dengan Asia karena dia ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya
Tiba di Helsinki dia memilih untuk tinggal di apartemennya. "Sudah cukup lama aku tidak mengunjungi apartemen ini." gumamnya lirih sambil menutup pintu apartemennya. Kini dia mulai berjalan menuju ke kamarnya. Deg, dirinya merasakan sepetinya ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Apa itu?
Tiba-tiba dia tertunduk lesu dan menjatuhkan dirinya ke lantai, dia merasakan getir yang mendalam pada hatinya. Dia mengingat Shasha. Di kamar ini dia mengingat semua tentang Shasha, bahkan harum parfum Shasha masih tercium di kamar ini. Karena memang tanpa sengaja Shasha meninggalkan botol parfumnya. "Ah ..., ada apa dengan diriku? aku mencintai Asia masa iya aku jatuh cinta dengan Shasha. Tidak!! aku tidak boleh jatuh cinta padanya, dia itu buaya betina yang tega meninggalkan kekasihnya dan memilih dengan selingkuhannya." ucapnya sambil melempar guling yang ada di kasur.
Dirinya yang termenung di kasur tersadar saat menerima pesan singkat di ponselnya.
Johan: "Niel, lu udah balik? kenapa gak bilang? Gue ketempat lu sekarang buruan ke klab Xxx ada yang mau gue tunjukkin."
Daniel menghela nafas kasar, "apa lagi, baru aja sampai, apa dia gak tahu kalau gue capek."
Beberapa jam kemudian, terdengar suara pintu terbuka. Daniel sudah tahu siapa yang datang.
"Niel, ayo! kenapa belum ganti baju?!" kesal Johan.
"Tunggu, gue ini capek Jo. Baru saja sampai."
"Justru itu, ada yang mau gue tunjukkin. Buruan! atau gue bukain baju lu." ancam Johan sambil mendekatkan dirinya ke Daniel.
"Eit, jangan sentuh gue!" tolak Daniel.
"--Gak--, emang lu tahu gue ngapain aja disana?"
"Tahu lah, apa yang gak gue ketahui tentang lu! yang jelas rahasia lu di gue aman. Asal jangan pernah lu sentuh Shasha sebelum lu halal sama dia."
"Kenapa sih lu selalu sebut dia dia dia terus, gue gak suka sama buaya betina.Dia itu buaya betina!" bentak Daniel.
"Ada yang lebih dari sekedar buaya, ayo ikut gue." ajak Johan.
"Oke, tunggu."
Kini Daniel mengikuti ajakan Johan, mereka berdua kini sudah berada di mobil. Mereka saat ini sedang menuju ke klab Xxx.
"Kita kemana?" tanya Daniel dengan keras agar suaranya dapat terdengar oleh Johan dan tidak kalah dengan suara musik di klab ini.
"Acara ulang tahun Mariano Monti. Kita diundang, kita diundang tapi bukan sebagai tamu VVIP hanya VIP."
"Dia mengundang kita dalam rangka apa?" tanya Daniel heran.
"Nanti lu akan tahu alasannya, kita masuk dulu." ajak Johan masuk.
Mereka berdua kini sudah berada di klab, klab terbesar dan terkenal di Helsinki. Johan memilih meja paling pojok namun dapat melihat suasana semuanya."
"Lu lihat lelaki tinggi besar, berkepala pelontos itu, dia adalah Monti."
__ADS_1
"Pertanyaan ku belum terjawab, mengapa mereka mengundang kita?"
"Sebenarnya tidak mengundang, gue sengaja ajak lu kesini karena gue tahu ada acara ulang tahun Monti, dan gue penasaran siapa wanita yang akan berada disamping Monti. Lu tahu kan maksud gue."
"Gue yakin Asia telah berubah." ucapnya penuh keyakinan.
Sudah satu jam Daniel dan Johan berada disini. Johan berharap dapat menunjukkan keburukan Asia, sedangkan Daniel berharap tak melihat Asia ditempat ini. Mereka berdua memiliki dua keinginan yang berbeda, dan ...
Deg
Betapa kagetnya Daniel saat melihat Asia datang menggunakan mini dress bodycon backless berwarna hitam. Baju yang dikenakan Asia begitu menggoda, bagi Daniel itu hal yang wajar karena Asia berada di sebuah klab. Namun yang membuat tak biasa adalah Asia menghampiri Monti, lalu mereka berdua saling berciuman panas di tengah-tengah keramaian orang, tak ada rasa sungkan sama sekali justru yang terlihat adalah rasa saling memiliki.
Jangan dikatakan bagiamana rasa sakit pada Daniel, dirinya tak percaya dengan apa yang dilihatnya ini adalah nyata bukan lampiran foto atau editan. Di cengkram nya erat gelas yang ada ditangannya, satu tangan lainnya mengepal keras berada di pahanya dan dia sudah siap untuk segera turun dari kursinya lalu menarik Asia agar berada di pelukannya namun saat dirinya hendak melangkah seolah ada yang menarik baju belakangnya dengan erat. Ya, Johan ya menarik dan segera mendudukkan kasar Daniel ke kursi.
"Mau apa lu kesana?" tanya Johan.
"Gue mau ambil pacar gue! minggir!" ucap Daniel dengan penuh emosi.
"Lu gila, ini semua teman-teman Monti, lu mau mati disini!" hardik Johan berusaha menyadarkan Daniel.
"Tapi, Asia..dia pacar gue! gue gak terima dia begitu dengan Monti." ucapnya lirih namun masih dengan emosi.
"Tapi ini bukan yang pertama yang lu lihat kan Niel, in sudah kesekian kalinya. Cewe lu itu suka menjajakan dirinya, dan dia dengan senang hati memberikan dirinya ke orang-orang seperti itu!"
"Lalu apa yang kita lakukan beberapa Minggu yang lalu itu tak berarti baginya!"
"Tak tahu, bagi lu berarti tapi baginya tidak! apa lu gak ngerasa jijik? dan gue tanya apa saat lu bersamanya dia masih tersegel? apa lu gak takut lu kena penyakit? ingat ya Niel sudah tinggalkan dia, sudah terlihat jelas bagaiamana kelakuannya. Dia itu menginginkan lu karena setelah kepulangannya dari Bali ke Finlandia dia belum mendapatkan job makanya dia perlu duit untuk hidupnya sampai dia dapat job atau mangsa baru lu bakal ditinggalin. Percaya sama gue!"
Daniel yang masih tak percaya dengan kelakuan kekasihnya itu berusaha tersadar bahwa memang Asia wanita yang liar, z kala melihat kekasihnya kini berada di tengah-tengah pole sedang menari dengan memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh dan keseksiannya bahkan tak segan dia memungut uang dari para lelaki yang sedang memberinya uang dengan cara dilempar. Bahkan ada juga yang memegang pa*u da**h serta pan*at Asia dengan penuh na*suh.
Kini emosinya benar-benar tak terbendung, dia yang sedari tadi menggenggam erat gelas bir yang ada ditangannya langsung diminumnya bir dalam gelas itu dengan rakus, beberapa ucapan mulai keluar dari mulutnya, "dasar wanita ******! murahan! ternyata ini kelakuan mu dibelakang ku."
Johan yang melihat itu mulai tersenyum puas, akhirnya Daniel benar-benar marah dan sadar bahwa wanita yang dia pertahanan tidak pantas. Kini Daniel yang sudah mabuk berat tak dapat menguasai dirinya sendiri hingga dia tanpa sadar memecahkan gelas yang ada di meja. Melihat kondisi Daniel yang seperti itu segera Johan membawa Daniel kembali ke apartemen Daniel.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Besoknya, Johan yang sudah bangun pagi-pagi sekali hanya dapat mengiba melihat keadaan Daniel yang masih tertidur pulas dengan baik aroma bir yang masih membekas di baju. Johan tak ingin membangunkan sahabatnya itu, karena dia yakin sahabatnya itu sedang berusaha mengobati rasa kecewanya.
Beberapa jam kemudian Daniel terbangun, dirinya segera berjalan menuju pantry untuk mengambil segelas air putih. Melihat Johan yang sedang berada di ruang tamu..
"Niel, lu sudah bangun! ayo segera kita ke apartemen Asia!" ajak Johan dengan paksa.
"Untuk apa?aku sedang tak ingin kesana!" ucap Daniel malas.
"Kamu ikut saja!" bentak Johan.
Daniel hanya menurut dan berjalan dibelakang Johan.
Kini mereka berdua perjalanan menuju ke apartemen Asia. Tiba di apartemen itu Daniel segera masuk, dengan memasukkan nomor sandi
Ceklek (suara pintu terbuka.)
Daniel yang sudah berhasil membuka pintu merasa penasaran dengan ucapan Johan yang mengajak dirinya untuk datang ke apartemen Asia. Daniel yang berada di depan mencoba mundur, Johan yang berada di belakang bingung dengan sikap Daniel. "Kenapa?" tanya Johan heran. Johan yang dibuat heran dengan tingkah Daniel merasa jengkel akhirnya dia menerobos masuk mendahului Daniel. Keduanya dibuat terkejut ...
Ditunggu updatenya ya readers setia ku ...🥰🥰
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment..
Salam sayang dari aku🥰🥰🥰