TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 128. EMOSI DAN RINDU.


__ADS_3

Kamar Shasha yang tadinya rapi kini menjadi berantakan. Semua barang-barangnya mulai dari make up hingga bantal-guling dan sprei berhamburan seperti habis terbawa angin kencang dan terhempas oleh ombak besar, semuanya porak poranda.


Melihat keadaan itu Daniel hanya diam dan tercengang atas apa yang telah ia lakukan, dengan tatapan kosong ia berdiri sambil berjalan keluar menuju ke kamarnya. Saat kamarnya terbuka ia merasakan aroma vanila yang sangat kuat hingga membuat dirinya seperti terhipnotis dan kembali memikirkan Shasha tanpa sedikit pun sikap geram dan kecewa.


Kenapa kamar ini begitu harum?


Apa artinya selama kepergianku ia tinggal di kamar ini?


Segera Daniel masuk ke kamarnya dan mendekati tempat tidurnya, di endusnya seprei tempat tidurnya, sebuah aroma yang sangat khas milik istrinya ada di seprei tersebut.


"Sepertinya benar dia selalu masuk ke kamar ini," ucap Daniel sambil tersenyum.


Setelah mengetahui istrinya itu sering masuk ke kamarnya kini hatinya mulai merasa menghangat, ia tak menyangka jika Shasha begitu merindukan dirinya. Disaat ia tersenyum sendiri sambil terduduk di tempat tidur ia memandang ke semua tempat yang ada di kamar, ia membayangkan jika Shasha melihat semua foto-foto dirinya yang terpasang di dinding kamar.


"Kenapa fotoku yang itu terlihat jelek? Harusnya bukan yang itu yang kupasang!"


"Haduh foto itu, itu foto memalukan. Harusnya aku copot dan ku ganti dengan foto lainnya!"


Setelah melihat foto-fotonya ia tampak tak percaya diri, biasanya ia cuek akan penampilannya namun justru sekarang sebaliknya.


"Sudahlah lagi pula dia juga sudah melihat. Mau aku terlihat tampan atau tidak toh sekarang aku adalah suaminya!" ucap Daniel berusaha menghibur dirinya.


Kini pandangan matanya beralih ke sebuah bed sofa yang ada di dekat tempat tidurnya, sebuah senyum kembali menghiasi wajah blasterannya hingga membuat Daniel semakin tampan meski dilihat dari samping. Bed sofa ini adalah sebuah kursi empuk yang biasa digunakan Shasha tidur, ditempat itu ia hampir saja berbuat khilaf kepada istrinya sendiri. Lagi-lagi Daniel dibuat ingat akan semua tentang dirinya dan sang istri.


"Ay..., kenapa begitu sulit membencimu! teriak Daniel."


"Tahukah kamu, aku ini masih kecewa karena sikapmu, apalagi  saat aku melihat cincin itu tidak terpasang dijarimu!" rengek Daniel sambil memejamkan matanya.


Sambil memejamkan matanya Daniel masih memilah mana sebenarnya yang benar antara ucapan Rachel atau sebuah percakapan antara Asia dan anak buahnya. Saat sedang berfikir matanya terbuka perlahan dan ia penasaran dengan sebuah pigura kecil yang terguling diatas nakas. Daniel yang penasaran dengan cepat membaliknya dan kini kerutan pada dahinya terlihat jelas, dirinya tak menyangka bahwa foto lawasnya bersama Asia ada dikamarnya.


Kenapa foto ini ada disini? Aku rasa Asia yang menaruhnya disini.


Setelah berada di kamarnya dan melihat foto lawasnya ia mulai memahami bagaimana perasaan istrinya, ia sadar dirinya begitu keterlaluan. Wanita mana yang tak marah jika ia tak mendapat kabar dari kekasihnya, terlebih suaminya. Dunianya seakan berhenti seketika apalagi kabar itu tak juga datang selama hampir tiga bulan lamanya. Belum lagi kepergiannya tidak dilakukan dengan baik, dirinya sengaja tidak berpamitan agar ia tak terlalu rindu. Karena baginya rindu itu berat, namun apa yang ia pikirkan ternyata berbeda dengan pikiran Shasha.


Meski Shasha terlihat baik-baik saja dari luar, namun tak ada yang tahu di lubuk hatinya terdalam ia merasa hampa bagai sebuah tanaman yang lama tak tersiram oleh air, dari kehampaan, menjadi kering hingga akhirnya akan mati secara perlahan.

__ADS_1


Daniel yang mencoba memahami perasaan Shasha kini mulai mengubah sedikit pemikirannya tentang Shasha, ia akan berusaha memaafkan semua kesalahan istrinya itu.


Kini Daniel mulai memasuki kamar istrinya dan membereskan kamar yang tadi ia buat berantakan. Setelah selesai membereskan kamar, ia segera membersihkan rumah dan membuat makanan kesukaan Shasha. Namun sebelum membuat makanan Daniel mencoba mengecek isi dalam kulkas, harapannya kulkas akan terisi penuh, tapi ternyata tidak. Ia tak menemukan persediaan makanan seperti dulu bahkan makanan olahan juga tak ada, disana hanya tersedia kotakan jus buah, air mineral dan susu. Tak percaya dengan isi dalam kulkas Danil pun mulai mengecek loker dapur dan begitu kagetnya dia ternyata bahan  makanan yang di stok Shasha adalah mie instan dengan segala macam merek dan kemasan mulai dari yang harus dimasak dahulu sampai yang langsung diseduh.


Melihat itu Daniel hanya menggelengkan kepalanya, "Apa ia tak memakai ATM yang aku berikan?"


Segera Daniel mengecek ponselnya untuk melihat data transaksi pada kartu ATM yang dimaksud, disana tak terlihat transaksi apapun, "Pantas saja jika isi loker dapur hanya mi instan dan beberapa minuman instan, lalu kenapa ia tak menggunakan kartu ATMnya!"


"Harusnya kamu menghabiskan uang itu bukan malah menyimpannya, dasar wanita hemat." gumam Daniel.


Setelah mengetahui isi kulkas dan loker maka Daniel memilh untuk membuka aplikasi belanja dan memenuhi isi kulkas, karena ia ingin segera memasak untuk makan malam kejutan yang akan ia siapkan untuk istri tercintanya itu.


**


Selesai bergelut di dapur, Daniel segera membersihkan dirinya dan bersiap menyambut kedatangan Shasha. Hujan turun menjadi pelengkap malam romantis yang sedang ia siapkan untuk sang istri. Sejam telah berlalu, Daniel menganggap wajar, karena saat ini turun hujan dan ia tahu jika Shasha kemungkinan masih berada di jalan. Tak terasa waktu sudah semakin malam, bahkan hujanpun mulai redah. Kekhawatiran Daniel mulai muncul, ia mulai mondar-mandir di depan pintu berharap Shasha akan muncul dengan pakaian yang basah dan segera ia akan mengelapnya dengan handuk yang juga sudah ia siapkan.


Pukul sepuluh, sebelas, satu, dua pagi, Shasha yang ditunggu tak juga nampak, Daniel yang sedari tadi menunggu di depan pintu kini sudah duduk sambil duduk tertidur di pantry. Dirinya terbangun saat sebuah alarm membangunkannya yang menunjukkan sekarang sudah pukul lima pagi.


Kenapa aku berada disini? Apa kau tertidur disini." tanya Daniel kepada diri sendiri.


"Dia belum datang? Jam berapa ini? Bukankah ini pukul lima pagi, kenapa dia tidak pulang?" Daniel kebingungan ia khawatir namun juga ingin emosi.


"Apa biasanya juga seperti ini? Dia tak pernah pulang? Jangan-jangan ia tak masuk ke kesini tapi malah masuk ke apartemen Dion!" ucap Daniel dengan suara langkah. Emosinya kembali menutupi pikirannya yang sebelumnya sudah jernih kini malah berubah keruh.


Daniel yang tak tenang dan emosi meminta Johan untuk mencari tahu tentang keberadaan bos Real Estate tersebut lewat telepon."


Johan : "Buat apa lu cari tahu?"


Daniel : "Gue ingin memastikan keberadaan Dion semalam."


Johan : "Keberadaan Dion atau keberadaan Shasha?"


Daniel : " Maksudmu," tanya Daniel pura-pura tak paham.


Johan : "Lu gak usah munafik, lu mau tahu keberadaan istri lu juga kan?"

__ADS_1


Daniel : "Cukup Jo, Lu masih mau bantu gue ato gak?"


Setelah pembicaraannya dengan Johan, tak lama kemudian Johan menelfonnya dan memberitahu bahwa malam ini Dion tak pulang ke apartemenya.


Daniel : "Darimana kamu mendapatkannya?"


Johan : "Tak pernting darimana aku mengetahuinya.


Sepertinya kalian berdua makin kompak,


Kamu itu wanita bahkan seorang istri. Kenapa kamu malah begini!!!!!!


Dengan perasaan jengkel Daniel keluar dari apartemen, ia meninggalkan semuanya yang semalam sudah ia siapkan, tak hanya itu ia juga membawa beberapa pakaiannya kedalam sebuah koper. Setelah memasukkan dan menatanya segera ia keluar dari apartemen dengan menenteng koper.


Daniel menduga jika Shasha dan Dion sedang berada di tempat yang sama, dugaan Daniel memang benar tak salah namun pikiran buruk Daniel kepada Shasha sangat keterlaluan. Didalam mobil berulang kali Daniel memukul-mukul setir mobil. Jujur saat ini dirinya bingung dengan sikapnya yang harus bagaimana, misinya yang belum selesai ditambah dengan beberapa fakta yang sebenarnya harus ia buktikan kebenarannya.


"Tuhan, apa yang harus aku lakukan, langkah apa yang harus aku tempuh. Masalah satu belum selesai kenapa harus muncul masalah lainnya. Aku memang tak menginginkannya dulu, tapi sekarang aku membutuhkannya, aku mencintainya namun aku juga membencinya saat ini." sambil memejamkan matanya ia berfikir dan langkah yang bagaimana dan sikap yang seperti apa yang harus ia tempuh.


**


Tanpa Daniel sadari, bahwa batin Shasha pun tak kalah sakit, saat melihat dirinya sedang berbuat demikian dengan Asia. Berulang kali Asia mengirimkan sebuah vidio dan gambar antara Daniel dengan dirinya. Awalnya Shasha enggan untuk membuka pesan tersebut namun semakin lama membuat Shasha resah ditambah dengan Daniel yang sudah beberapa bulan tak muncul di depannya, tak hanya ketidak hadiran Daniel bahkan Daniel tak pernah mengirimkan pesan padanya.


Banyaknya pesan yang masuk di ponsel Shasha dari beberapa nomor baru membuat Shasha selalu berharap jika nomor tersebut adalah nomor milik Daniel, suaminya. Namun ternyata bukan. Justru saat ia membuka pesan dari nomor-nomor tersebut ia justru melihat foto-foto mesra antara suaminya dengan Asia.


.


.


To be continued.


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di


ceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.

__ADS_1


Terima Kasih.


__ADS_2