
Setelah mengantar putranya disekolah, Daniel memilih untuk kembali pulang. Saat hendak masuk kedalam rumah dia mendengar beberapa suara ibu-ibu yang sedang berbelanja di dekat rumah Shasha.
"Siapa dia?"
"Berubah lagi!"
Daniel yang mendengar itu kaget, siapa lelaki lain selain dirinya yang juga datang ke rumah ini.
"Aku curiga, sebenarnya Bu dosen itu single, janda atau pelakor sih!"
"Husssh! kalian itu bicara apa?" ucap tukang sayur memarahi ibu-ibu yang sedang berbelanja.
Daniel yang mendengar ocehan para ibu-ibu tak tahan, dia ingin membungkam mereka semua bahwa dirinya adalah suami sah dari wanita yang sedang mereka cibir. Ia pun berjalan ke arah para ibu-ibu.
"Permisi pak, saya mau belanja." ucap Daniel dengan melepas kaca matanya dan menaruhnya di sakunya.
"Ia pak, mau belanja apa?" tanya tukang sayur dengan ramah.
"Saya bingung mau belanja apa. Kira-kira apa yang biasanya istri saya beli?"
"Bu dosen biasanya kirim pesan ke saya dan hampir tiap hari menunya beda, Pak."jelas tukang sayur.
"Oo begitu, ini pesanan Bu dosen. Baru mau saya antar."
"Ehm, biar saya saja yang bawa." sambil membawa sekantong belanjaan pesanan Shasha. "Mari ibu-ibu semua." sapa Daniel dengan ramah.
"Pantas Ecka begitu tampan ternyata suami Bu dosen begitu tampan." celetuk seorang ibu-ibu.
"Kalian semua jelas kan sekarang kalau bu Dosen itu sudah nikah dan dia bukan seorang janda apalagi pelakor seperti yang kalian tuduhkan. Jadi kalian gak perlu resah. Suami-suami kalian itu gak sebanding dengan suami Bu dosen yang begitu tampan." ucap kang sayur jengkel.
***
Kini Daniel telah berada di depan sekolah Ecka. Dirinya kaget saat melihat wajah yang tak asing sedang berdiri di depan sekolah anaknya.
Kenapa dia berada disini?
Sabar Daniel ... Sabar. Lu gak boleh terbawa emosi! Ingat dia hanya masa lalu Shasha. Fokus dengan tujuan lu.
Dengan wajah tenang Daniel keluar dari mobil. Saat di luar dirinya tertegun ternyata tidak hanya Dion yang berada disana tapi seorang wanita yang ia kenal. Dia adalah Rianda.
Mereka berdua saling bertatapan namun tidak saling menyapa.
Beberapa menit kemudian satu persatu murid-murid keluar termasuk Ecka.
"Zanecka, hari ini yang jemput kamu banyak lho." ucap Bu guru.
Mendengar perkataan gurunya Ecka penasaran siapa yang sebenarnya menjemputnya. Ia segera keluar dengan riang.
"Bibi?" sapa Ecka dengan senyum merekah.
"Ayo kita pulang." ajak Rianda kepada Ecka.
"Tidak, aku mau pulang belsama ayah." ucap Ecka sambil mendekat ke arah Daniel."
__ADS_1
Rianda yang tak ingin berdebat dengan anak dari sahabatnya itu memilih mengalah.
"Yasudah kalau begitu bibi ikutin Ecka dari belakang ya." ucap Rianda sambil tersenyum dan menepuk pipi Ecka yang chubby.
Ecka mengangguk.
Kini Daniel dan Ecka berada di dalam mobil, Daniel berusaha mencari tahu tentang Rianda dan Dion dari anaknya.
"Sayang, bibi tadi itu yang biasa jemput Ecka?"
"He'em, tapi biasanya bukan dengan paman tadi biasanya sama paman polisi."
"Paman polisi? Siapa nak?"
"Paman Yoga. Dia baik sekali sama Ecka yah. Dia yang selalu ajarin Ecka untuk selalu sayang dan jaga ibu seperti paman yang selalu jaga bibi dan ibu.
Mendengar itu Daniel penasaran siapa Yoga, dia berusaha mengingat-ingat nama Yoga dan ia ingat bahwa Yoga adalah saudara sepupu dari Rachel, pegawai di salah satu apartemen nya dulu. Dan sekarang telah menikah dengan Riko asisten Dion.
"Lalu apa hubungannya?" tanya Daniel kepada dirinya sendiri.
"Ayah ... Ayah kenapa diam? Apa ayah sedang belpikil?" tanya Ecka. Merasa tak dapat tanggapan dari sang ayah kembali Ecka bertanya sambil memegang lembut ayahnya. Sentuhan Ecka seketika membuat Daniel sadar karena sentuhan yang Ecka lakukan barusan mirip dengan Shasha jika dirinya melamun.
"Ia Ay?"
"Ay, siapa Ayah?"
"Oh,, maaf sayang. Ay itu panggilan sayang ayah kepada ibu mu."
"Ehm ... begini sayang nanti saat Ecka dewasa pasti memiliki panggilan kesayangan untuk orang yang paling Ecka sayang." jelas Daniel.
"Jika begitu pasti paman Yoga juga memiliki panggilan sayang untuk ibu." celetuk Ecka.
"Oh ya?" Daniel terkejut.
"Hahahha ... Ayah cemburu ya? Paman Yoga tidak mungkin mencintai ibu." ucap Ecka sambil tertawa, dirinya sengaja menggoda ayahnya.
"Kamu menggoda ayah?" tanya Daniel sambil mencubit gemas putranya. " Kenapa bisa tidak mungkin?" lanjut Daniel berusaha memancing pertanyaan.
"Kalena paman Yoga bukan tipe ibu." jawab Ecka enteng."
Mendengar jawaban dari anaknya membuat Daniel masih mengingat-ingat siapa Yoga.
***
Saat ini mobil milik Daniel sudah tiba dirumah, diikuti oleh mobil Dion yang berada di dibelakang. Dengan wajah bahagia Ecka turun lalu menggandeng tangan sang ayah untuk membuka pagar rumah.
Rianda dan Dion yang mengekor dibelakang bingung harus berbuat apa karena dirumah ada Daniel. Rianda takut jika Daniel akan salah paham dengan kedatangan Dion karena sedari tadi mata Daniel begitu tajam menatap Dion.
Rianda memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.
"Daniel, kapan kamu datang?"
"Kemarin." jawab Daniel datar. "Kemana Yoga?" lanjut Daniel anya Daniel penuh selidik. Dirinya sengaja bertanya tentang kehadiran Yoga.
__ADS_1
"Yoga tidak ikut jadi aku yang mengantar kekasihku kemari untuk mengunjungi sahabatnya." ucap Dion yang tiba-tiba berbicara meski tidak diajak bicara.
Mendengar ucapan Dion membuat Rianda tak percaya.
"Gue gak salah dengar kan? Beneran kalimat itu keluar dari mulutnya?" batin Rianda.
"Iya kan sayang?" tanya Dion sambil menatap wajah Rianda yang terlihat salah tingkah.
"I---iya. Dion menemaniku ke sini kebetulan Yoga sedang luar kota." jelas Rianda.
"Kalian gak nginep kan disini?" tanya Daniel tanpa filter.
"Tidak, justru besok weekend makanya aku hendak mengajak Ecka jalan-jalan." jawab Rianda.
Mendengar kata-kata jalan membuat Ecka kegirangan dan loncat-loncat.
"Hoye!!! Ayo, bi.! ucap Ecka yang baru saja muncul di ruang tamu.
"Tapi tunggu ibumu datang ya."
"Ok Bi."
Daniel lega, setidaknya sekarang Dion telah memiliki kekasih dan tidak mungkin akan mengejar istrinya lagi.
Semoga yang kudengar tadi sungguhan, setidaknya musuh ku sudah berkurang.
Aku yang akan membuat Shasha jatuh cinta lagi kepadaku.
***
Beberapa saat kemudian Shasha datang, dia yang datang dengan membawa beberapa bahan baku untuk jualan kedainya. Karena biasanya jika weekend pasti akan sangat ramai.
"Hoye ibu datang. Hoye ... Hoye...." teriak Ecka dari dalam. Saat ini Ecka bersama dengan Rianda sedang asyik menyusun puzzle.
Saat masuk kedalam rumah, Shasha kaget dan bahan belanjaannya hampir jatuh beruntung Daniel dengan sigap menangkapnya.
"Kamu ... untuk apa kemari?" ucap Shasha yang mencoba melawan rasa traumanya.
Mendengar suara mobil Shasha, segera Rianda cepat-cepat keluar karena ia tak ingin terkejut dengan kedatangan Dion, namun langkahnya terlambat karena Dion dan Daniel saat ini sedang berada di teras rumah membicarakan tentang bisnis keduanya.
Dion yang belum menjawab pernyataan Shasha segera dijawab oleh Rianda.
"Dia datang bersamaku. Ikut aku." Rianda menarik Shasha ke dalam garasi untuk memberitahu hubungannya dengan Dion yang sudah terjalin secara sembunyi-sembunyi selama hampir setahun belakangan ini.
.
.
Ditunggu kelanjutannya😉😉
Jangan lupa tinggalkan jejak diceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.
Terima Kasih.
__ADS_1