TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 162. ADIK UNTUK ECKA.


__ADS_3

Kini Shasha berjalan ke depan untuk melihat siapa yang datang dan betapa kagetnya dia ternyata sahabatnya kuliah datang.


"Secil... Mutia ... Kalian tahu aku disini dari siapa?" tanya Shasha kaget sambil membuka kunci pagar rumah.


"Shasha, gue gak mau lu tanya. Gue maunya lu yang jawab pertanyaan kita." ucap Mutia dengan nada galaknya.


Kini mereka bertiga saling berpelukan dan beberapa saat kemudian muncul dua lelaki turun dari mobil dengan membawa koper.


"Sha ..." sapa keduanya bersamaan.


"Lho, kalian juga?" tanya Shasha terheran sambil menunjuk ke arah dua sahabatnya itu.


Kedua lelaki yang dihadapannya mengangguk yang artinya membenarkan bahwa mereka berdua datang bersama kedua wanita yang sekarang sedang berbicara dengan Shasha.


Daniel yang mendengar keramaian dari luar penasaran siapa yang datang,


"Siapa sih yang datang malam-malam begini." ganggu aja?" tanya Daniel sambil melangkah ke pintu utama.


Dari jendela ia mengintip dan melihat dua sosok laki-laki yang dikenalnya. Segera Daniel keluar dengan langkah malas.


"Kalian berdua ngapain kemari! Ganggu aja!" ucap Daniel sewot.


"Hei lu bapak berumur gara-gara lu sabahat gue sampai lari ke kota ini." maki Mutia kepada Daniel.


"Iya betul. Gue pengen rasanya gebukin lu." omel Secil gemas dengan kelakuan Daniel.


"Sayang jangan! Nanti kalau anak kita mirip dia gimana?" khawatir Johan.


"Ia sayang kamu juga tahan emosi dunk, kalau anak kita mirip dia gimana?" khawatir Arden.


Daniel yang mendapat omelan dari isteri sahabatnya itu hanya cuek dan bersikap dingin. Berbeda dengan Shasha yang heran dengan hubungan antara kedua sahabatnya dengan sahabat suaminya itu.


Setelah saling bercerita akhirnya Shasha tahu bahwa kedua wanita dihadapannya itu telah menikah dan sekarang sedang mengandung.


"Jadi sekarang kalian berdua sedang berbadan dua? Kenapa dipaksakan bertemu aku?"


"Lu pikir kita berdua tenang gak dengar kabar dari lu. Lu itu Tiba-tiba ngilang gak ada kabar setelah nikah dengan dia." tunjuk Mutia yang masih emosi dengan Daniel.


"Iya. Gue tiap hari pantau sosmed lu, tapi lu sama sekali gak posting dan baru beberapa tahun itu lu posting jualan lu. Makanya gue segera kabari Si mut dan sorry kita baru datang." ucap Secil yang tiba-tiba menangis.


"Uda cup... cup ... Bumil gak boleh nangis." ucapnya sambil mengelus-elus perut kedua sahabatnya."Aku penasaran bagaiamana kalian bisa saling mencintai bahkan menikah dengan sahabat mas Daniel?"


"Kita kesini gak untuk jawab pertanyaan dari lu. Kita kesini itu mau tanya - tanya lu!" kesal Mutia.


"Mana sekarang ponakan gue? bang Arden bilang dia sangat lucu dan menggemaskan."

__ADS_1


"Iya l,bang Johan juga bilang dia begitu mirip dengan Daniel."


"Apa? Benarkah?" tanya Mutia kaget.


"Lu kenapa? Wajar jika wajah mereka mirip. Kan Shasha begituan nya sama Daniel." ucap Secil. "Sekarang mana keponakan ku " lanjut Secil bertanya.


Tak lama kemudian datang sebuah mobil. Rianda tiba bersama dengan Dion sambil menggendong Ecka yang sedang tertidur lelap.


"Kak, Ecka sudah tidur? tanya Shasha kepada Rianda dengan suara pelan.


"Ia, maaf kami mengajaknya jalan sampai terlalu malam." ucap Rianda.


"Tak apa, boleh aku menggendongnya aku akan menaruhnya tidur di kamarnya." ucap Daniel kepada Dion.


Dion pun menyerahkan Ecka kepada Daniel.


Arden dan Johan saling berpandangan, dirinya tak menyangka jika Daniel dapat akur dengan Dion. Tak hanya mereka berdua yang saling pandang kedua istri mereka pun sama namun mereka memilih untuk diam karena menganggap situasi saat ini sedang kondusif jika melihat keakraban antara suami Shashsa dengan mantan kekasih dari sahabatnya itu.


***


Kini pagi telah tiba, dirumah yang tak terlalu besar saat ini begitu banyak manusia yang tinggal. Seperti biasanya Shasha adalah makhluk yang selalu bangun pagi, dirinya sudah mempersiapkan sarapan tanpa dibantu siapapun. Daniel yang hafal dengan masakan istrinya tahu bahwa aroma sedap ini pasti masakan Shasha.


"Ay, kamu masak apa?" tanya Daniel yang tiba-tiba muncul di belakang Shasha sambil memeluk pinggang Shasha.


"Benarkah? Aku sudah lama tidak memakannya. Bolehkah aku makan dulu."


"Tidak, mandilah dulu baru setelah itu baru makan lah."


"Baiklah aku akan mandi dengan cepat." Daniel segera melepas pelukannya dan bergegas menuju ke kamar mandi. Baru beberapa langkah tiba-tiba ia datang dan berucap, "Ay, apa kamu tak ingin ikut?" goda Daniel sambil bermain mata kepada istrinya.


Shasha yang tahu maksud dari suaminya terlihat gugup.


"Ja--jangan, lain kali saja. Lagi pula sedang banyak orang disini."


Daniel tak masalah lagipula dia hanya menggoda istrinya. Lagipula dia berjanji ingin melakukan honeymoon sesuai impian yang pernah mereka berdua impikan.


"Iya, aku tahu." ucap Daniel sambil mencium bibir istrinya lalu dirinya beranjak pergi dari dapur.


***


Saat ini dirumah yang tak terlalu besar sudah berkumpul para sepasang suami istri dan calon pengantinnya lengkap dengan seorang anak kecil. Mereka semua sedang berada di meja makan menikmati makanan yang telah dihidangkan.


Setelah selesai makan mereka bersantai ria kecuali Shasha yang sengaja tidak ikut berkumpul dengan para sahabatnya itu, karena dia berniat untuk membuka kedainya.


"Ibu ..., sedang apa?" tanya Ecka yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


"Hai anak ibu. Ibu sedang memasak ayam untuk topping jualan kita nanti."


"Malam ini ibu mau buka kedainya?" tanya Ecka kegirangan.


"Iya, Ecka suka. Ecka suka kalau ibu buka kedainya karena bau harum dari aroma mie yang dimasak oleh paman gendut." ucap Ecka.


"Sayang, sebut dengan namanya. Ayo siapa nama paman yang biasanya bantu ibu itu?"


"Iya ibu maaf. Namanya paman Obby, iya kan Bu?"


"Iya benar."


"Ibu ..., kenapa perut tante Cecil dan Tante Tia besar? Apa karena kebanyakan makan?"


"Tidak, Nak. Tapi di perut tante itu ada dedek bayinya." jelas Shasha kepada anaknya.


"Dedek bayi? Kalau begitu Ecka juga mau Bu, Ecka mau punya dedek bayi biar bisa main sama Ecka. Boleh ya Bu."


"Iya boleh. Ecka benar, mau dedek bayi?" tanya Daniel yang tiba-tiba muncul.


"Iya ayah Ecka mau."


"Dengan senang hati sayang, ayah akan membuat perut ibumu menjadi besar." ucap Daniel sambil mengerlingkan mata nya kepada Shasha.


"Calanya gimana ayah? Bahan apa yang halus Ecka siapkan?"tanya Ecka dengan polos.


Mendengar itu Shasha memilih untuk diam dan menahan tawa atas ucapan yang dilontarkan sang putra.


"Untuk bahan-bahannya gak perlu sayang, yang penting ibu mau ayah akan lakukan," ucapkan Daniel sambil tersenyum ke arah istrinya.


"Kalau begitu ibu halus mau, Ecka mau punya teman main Bu, kayak Chiko."


"Iya ... iya... Yasudah sekarang ayah temani Ecka main ya. Ibu mau bikin topping ayam dulu untuk dijual nanti malam."


Sebelum Daniel keluar dari dapur ia berbisik kepada Shasha, "Ay, persiapan dirimu karena tak lama lagi kita akan buat adik untuk Ecka."


.


.


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak diceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2