
FLASHBACK ON
Setelah Shasha keluar dari mobil, Daniel seakan tak percaya dengan sikapnya. Sebenarnya malu tapi dirinya tidak terima jika Shasha dekat dengan Arden. Apa aku sungguh jatuh cinta padanya? ini sudah kesekian kalinya aku bertindak yang tidak wajar di depannya, buat apa aku harus membandingkan ketampanan ku dan aku melarangnya untuk bertemu dengan Arden! duniaku benar-benar terbalik jika aku berada di dekatnya.
Daniel mengambil ponselnya dan dia melihat ada banyak pesan masuk, pesan itu dari orang kepercayaannya.
Mr X : "Saya sudah menemukannya, dia berada di salah satu vila mewah di Bali bersama Mariano Monti, seorang pengusaha parfum terkenal dari Italia."
Mr X : "Semuanya sudah saya kirim ke email bapak."
Daniel segera mengecek emailnya, dia penasaran dengan kiriman yang diberikan dan dilihatnya banyak foto-foto Asia yang sedang berlibur dengan kekasihnya yang lain. Hati Daniel bergemuruh seketika, bagai kilat dan petir yang menyambar. Dia tak menyangka bahwa kekasih yang dibelanya selama ini menduakan dirinya. Hubungan buruk antara dirinya dengan Melly, sang mami membuatnya malu. Rasanya dia kehilangan muka jika bertemu dengan orangtuanya.
Dengan kecepatan penuh dia mengendarai mobil itu. Semua kendaraan yang menghalangi pandangannya dia salip dan di tikungnya. Banyak kendaraan yang mengeluarkan umpatan sumpah serapah kepada dirinya.
Hanya butuh kurang dari satu jam dia tiba di apartemennya. Segera dia masuk, mengambil air minum dari dalam kulkas dan diteguk sebanyak-banyaknya hingga membasahi wajah dan rambutnya. Johan yang berada di dekat situ hanya menggelengkan kepala tak percaya dengan apa yang dilakukan Daniel.
Johan tetap melanjutkan kegiatannya yaitu membuat makan malam, dia tahu tabiat Daniel, Daniel semakin emosi jika ada yang meredam emosinya setelah dia emosi dia pasti akan menyelesaikan masalahnya dan meminta nasehat.
Kini dia duduk di meja pantry sambil menidurkan kepalanya bersandar pada meja pantry. Cukup lama dia membenamkan wajahnya di meja.
Johan yang sudah selesai membuat makan malam segera menghampiri Daniel, menepuk pundaknya
"Niel, ayo kita makan." ajak Johan.
"Jo, menurut lu ... gak usah deh," ucapnya sambil menggaruk kepala lalu menidurkan kepalanya kembali di meja pantry.
"Yang jelas Niel, lu mau cerita ayok. Gak cerita ya sudah. Gue uda lapar."
"Asia ketemu, Jo."
"Terus?"
"Aku gak sangka selama ini dia menghilang aku kira dia marah denganku tapi ternyata tidak. Dan faktanya dia menduakan ku saat dia masih disini."
"Lu baru tahu?"
"Iya, ternyata dia adalah kekasih gelap Mariano Monti, padahal Monti sudah beristri. Lu tahu juga siapa istri Monti? Dia berasal dari keluarga mafia. Dia adalah Alessia Domenica Kartel."
"Gue tahu. Semuanya gue tahu tentang Asia. Tapi lu gak pernah percaya sama ucapan kita."
"Lu ingat waktu Asia mabuk dan diantar Arden ke apartemennya? itulah awalnya setelah itu baru kita cari tahu.
__ADS_1
"Kenapa kalian gak beritahu aku?"
"Karena kamu terlalu mencintai Asia saat itu."
"Waktu itu gue dan Arden sedang ikut acara lelang lukisan. Lukisan itu bukan sembarang lukisan karena lukisan itu karya dari anak perempuan Kartel, yaitu Alessia Domenica Kartel. Menurut ahli lukis, lukisan Alessia menceritakan perasaan dari seseorang yang sedang terluka tapi tak bisa berkata apa-apa. Seseorang tersebut hanya bisa diam, memendam karena dia takut jika dia bersuara maka dia akan kehilangan semuanya."
"Lalu?"
"Lu tahu sendiri bagaimana Arden, Arden sangat mencintai seni. Dia membeli lukisan itu dengan harga yang paling tinggi. Alessia merasa tersanjung dengan harga yang di tawar Arden. Akhirnya Arden dan Allessia saling bertukar nomor dan kabar. Arden mengetahui semua kondisi keuangan Allesia yang terbatas, dirinya rela menentang keluarganya hanya untuk mempertahankan Monti. Saat Allecia ke pergi ke Helsinki bertemu Arden tak sengaja dia melihat Asia, seseorang yang pernah dilihatnya. Dia meminta Arden mengikuti langkah Asia hingga di sebuah klab malam terkenal dan hanya orang tertentu yang bisa masuk. Beruntung Arden memiliki teman di klab itu. Arden dan Allecia bisa melihat apa yang sedang dilakukan Monti dan Asia disana. Allesia kecewa hingga dia minum terlalu banyak. Dan wanita yang di papah oleh Arden itu bukan Asia melainkan Al-,"
"Allecia. Kenapa kalian gak bilang kan gue jadi salah sangka."
"Jadi gimana sekarang? Apa lu bisa bersikap baik dengan Arden?"
"Iya, gue banyak salah ma Arden."
"Kalau gitu restu-in hubungan dia sama Shasha?" goda Johan.
Mendengar itu dirinya kembali emosi.
"Apa maksudnya restu-in? Jadi mereka diam-diam jadian? Kenapa gue gak tahu"?
"Apa lu pernah bertanya ke Shasha?" goda Johan lagi.
"Buruan lu tanya sebelum Shasha menjatuhkan pilihannya."
FLASHBACK OFF
Semalaman Daniel tak dapat tidur karena ucapan Johan ditambah dengan sebuah fakta menyakitkan bahwa selama ini dirinya diduakan oleh kekasihnya. Pantas saja selama mereka berpacaran Asia tak pernah mau diajak jalan oleh Daniel, mereka bertemu sembunyi-sembunyi. Asia yang terlalu cerdik memberi alasan mengapa hubungan mereka harus disembunyikan. Asia beralasan bahwa dirinya sebagai model majalah dewasa memiliki image yang buruk jika harus berpacaran dengan seorang diplomat terkenal, cerdas dan terkenal seperti Daniel.
Daniel merasa geram, tangannya menggenggam erat tak terima dengan kebohongan yang selama ini. Semua ucapan sayang, cinta, perlakuan manis, hanyalah dibibir saja, dia ingin menghapus semua bayangan Asia dari hidupnya. Gemuruh dihatinya seketika reda saat dia mengingat nama yang belakangan ini menghiasi hari-harinya, yaitu Shasha.
Daniel meminta Johan untuk memberikan jadwal kuliah Shasa. Karena hari ini sampai satu bulan ke depan dia ingin mengenal Shasha.
Pagi-pagi sekali dia menjemput Shasha, tiba di asrama Shasha ternyata sudah ada sebuah mobil yang dia kenal yaitu Rolls-Royce Boat Tail berwarna biru muda. Dia tahu siapa pemilik mobil itu. Daniel yang mengetahui itu menunggu agak jauh. Dari dalam dia melihat Shasha keluar dari asrama dan sedang disambut oleh Arden yang melambaikan tangannya kepada Shasha. Daniel yang melihat itu mulai merasakan cemburu namun dia meredamnya. Jika memang Arden mencintai Shasha dia ingin bersaing sehat dengan Arden.
Daniel tak tahan melihat Shasha dan Arden sedang bercanda dan saling memeluk. Dia memutuskan untuk mengendarai mobilnya menuju ke kampus Shasha. Daniel ingin menemui Shasha di perpustakaan, dirinya tahu bahwa Shasha sangat menyukai perpustakaan dan selalu menghabiskan waktunya disini.
Sekarang sudah pukul delapan Shasha yang ditunggu tak kunjung datang. Daniel pun meminta seseorang dengan menunjukkan sebuah foto Shasha agar menemui MR.DHJ di perpustakaan, tentunya dengan sebuah imbalan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Shasha penasaran siapa sebenarnya MR.DHJ, segera dia menuju ke perpustakaan. Tidak tahu siapa itu MR.DHJ, Shasha menganggap itu sesuatu berita iseng, namun saat hendak memasuki perpustakaan tangannya ditarik dan digenggam erat, dia sendiri tidak tahu siapa seseorang yang berani menarik dan menggenggam tangannya. Shasha diajak menuju taman didekat perpustakaan. Shasha merasa kesal dengan ulah orang yang menarik tangannya. Setelah duduk Shasha tahu ternyata yang menarik tangannya adalah Pak Habbie.
"Bapak?"
"Ia, kenapa?"
"Kalau mau ketemu saya bilang pak, setidaknya bapak bisa menemui saya dengan cara baik tidak harus seperti tadi, sakit pak tangan ditarik-tarik!" kesal Shasha.
Daniel yang mendengar Shasha mengeluh sakit pada tangannya segera mengambil tangan Shasha dan memijatnya berharap tangan Shasha tidak sakit.
"Gak usah, makin sakit tangan saya dipegang Bapak!"
Daniel yang melihat Shasha marah bukan malah takut malah semakin memegangi tangan Shasha dan tak mau melepasnya. Justru Daniel semakin senang, baginya melihat Shasha seperti ini membuatnya makin gemas. Dilihatnya Shasha sambil berucap "bisa tidak kamu bicara dengan saya tidak marah-marah?"
"Saya gak akan marah pak jika bapak tidak memancing emosi."
"Kalau kamu gak berontak saya gak mungkin kasar sampai bikin tangan kamu merah."
"Jadi saya yang salah ?"
"Iya, kamu salah."
"Oke, daripada saya selalu salah dimata bapak lebih baik saya pergi."
Shasha yang emosi melepaskan tangan Daniel yang masih memijat tangan dan jemarinya, ketika Shasha membalikkan tubuhnya dengan cepat Daniel memaksa Shasha untuk duduk di pangkuannya, satu tangan Daniel mengusap pipi blushing dan satu tangannya merengkuh pinggang Shasha semakin dekat. Kedua mata mereka saling berhadapan. Daniel yang gemas melihat Shasha sedari tadi bicara tanpa henti.
Cuup.. (bibir Daniel dan Shasha saling bersentuhan)
Dengan pelan dan lembut mengecup bibir merah Shasha, mencoba menyesap bibir merah itu menggunakan lidah panjangnya untuk mengetahui rasa bibir Shasha. Dengan halus Daniel mulai me*umat. Shasha yang baru pertama kali ciuman tidak tahu harus bagaimana membalas ciuman ini. Dia berusaha melepaskan tangan Daniel yang merengkuh pinggangnya, namun kekuatan Shasha yang tidak sebanding sehingga
Shasha harus mengalah, pasrah dan menikmati ciuman itu.
Shasha terpaksa menikmati ciuman yang diberikan oleh Daniel, baginya ini adalah ciuman panas karena belum pernah dia rasakan sebelumnya yang dia tahu ciuman di telivisi saja. Daniel yang masih melanjutkan ciumannya begitu sangat menikmati, dirasa Shasha sudah tidak memberikan penolakan dengan perlahan dia menggigit bibir Shasha agar mulut terbuka. Perlahan bibir Shasha mulai terbuka dengan lembut Daniel menelusupkan lidahnya kedalam bibir merah itu lalu mengeksplor dan menyesap sebanyak mungkin. Daniel tidak menghiraukan pandangan orang disekitarnya, yang dia rasakan sekarang adalah kenyamanan dan ketenangan berada disamping Shasha. Pagutan kedua bibir mereka berhenti kala keduanya merasakan oksigen yang mereka terima mulai menipis. Dengan perlahan Daniel melepaskan ciumannya.
Setelah ciuman itu Shasha berlari meninggalkan Daniel....
readers tersayang kira-kira Shasha marah atau bahagia??
jika marah bisa kasih tahu kalimat yang pas buat marahin Daniel?
jangan lupa like dan comment ya readers
__ADS_1
salam sayang🥰🥰🥰