TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 113. KENCAN PERTAMA.


__ADS_3

Bagi Daniel dan Shasha, malam ini adalah malam kencan pertama mereka berdua. Sebuah malam kencan yang jauh dari kata mewah.


Daniel telah menyulap ruangan TV menjadi ala-ala sebuah bioskop, adanya sebuah proyektor, kabel proyektor dan laptop dilengkapi dengan wallpaper berwarna biru navy sehingga membuat kesan pencahayaan menjadi terlihat gelap seperti nuansa di bioskop.


Daniel meminta beberapa orang ahli untuk mendekor nya saat siang tadi, dimana dia dan Shasha sedang bercerita di dalam kamar. Saat itu Daniel sengaja mengajak Shasha berbicara, kamar Daniel yang luas dan lebar tak akan terdengar suara orang yang beraktivitas karena ruangan TV berada di dekat ruang tamu. Dan apa yang diminta Daniel untuk mendekor ruangan sesuai harapan bahkan tak memerlukan waktu yang lama.


Terlihat wajah berbinar terpancar pada dua buah mata almond milik dari seorang istri Daniel Habibie Joshka. Bagi Shasha ini adalah pertama kalinya suaminya itu memberi kejutan yang tak biasa. Jika biasanya lelaki hanya berbicara di bibir untuk membahagiakan pasangannya namun tidak bagi Daniel. Ia berusaha mulai membuktikan beberapa ucapannya dengan menjadi suami yang baik. Mulai dari memberikan sebuah black card dan kartu-kartu lainnya untuk belanja, selain itu berbagai usaha dan sebuah sikap hangat nan romantis mulai diberikan Daniel kepada dirinya.


Aku tak menyangka, lelaki yang pernah merusak ponselku bahkan menghina-hinaku dengan kata-kata menyakitkan hati kini dia menjadi suamiku. Bahkan di awal pernikahan dia meminta agar aku tidak perlu belajar mencintai dirinya. Namun sekarang berbeda, apakah karma yang ku dapat karena telah menyakiti Dion kini benar-benar akan berakhir?


Shasha diam memikirkan semua ketidak percayaan yang kini mulai menghampirinya. Meski status pernikahan mereka masih disembunyikan dan hanya keluarga besar yang mengetahuinya namun setelah melihat kesungguhan Daniel kini rasa bahagia muncul dan tak dapat diucapkan. Kali ini ia hanya tersenyum dan memberikan isyarat dua buah jempol kepada suaminya itu.


"Kamu suka?"


"Iya, suka.” sambil mengangguk Shasha berucap.


“Suka sama siapa?” goda Daniel.


“Sama anaknya dady Joshka dan mami Melly.” balas Shasha.


Mendengar Shasha yang sudah mulai pandai membalas lontaran candaan, ia pun mulai kembali menggoda istri cantiknya itu. Beberapa kata sudah hampir siap mendarat di mulutnya namun Shasha lebih dulu membuyarkan kata-kata yang hendak Daniel ucapkan.


“ Ruang bioskop ini gak bayar kan, Bie?"


"Bayar?" tanya Daniel tak paham dengan maksud Shasha.


"Kalau nonton di luar kan bayar, tapi kalau disini gak, kan?"


Daniel merasa mendapat bahan dari istrinya, ia pun kembali menggoda istrinya.


"Oh .., bayar dunk." jawab Daniel dengan senyum menggodanya.


"Pakai ini," sambil menunjuk bibirnya.


"Diapain?" tanya Shasha polos.


Tanpa permisi dan lama-lama Daniel mulai mendekatkan bibirnya ke bibir merah milik istrinya itu.


Melihat kelakuan nakal suaminya membuat Shasha memejamkan mata. Ia pun mulai memejamkan mata. Sudah beberapa menit Shasha memejamkan mata, namu tak kunjung ia merasakan bibirnya basah.


"Kenapa menutup mata?


"Bukannya .., tadi hendak mencium?" tanya Shasha.

__ADS_1


"Kamu mau?"


"Eng–enggak,"


"Yakin gak mau?"


"Iya enggak,"


"Lagian sapa juga yang mau cium, tadi itu aku cuman tunjuk bibir supaya kamu nyuapin aku, Ay,"


"Oh. Yasudah kita nonton film apa?" tanya Shasha yang terlihat agak kesal dengan kelakuan usil Daniel. Tahu jika Shasha sedang kesal Daniel pun membiarkannya. Bagi Daniel melihat istrinya kesal-kesal manja membuat Shasha makin terlihat imut dan menggemaskan.


"Kita lihat film ini?"


Shasha kaget, melihat judul film yang akan mereka berdua tonton. Dirinya kini teringat tentang apa yang pernah dia dan kedua sahabatnya tonton dulu. Sebuah film dewasa yang membuat dirinya, Secil dan Mutia harus menjerit pelan dengan berbagai ekspresi. Mulai dari menutup mulutnya dengan bantal dan menutup mata sambil saling mencubit saat terdapat adegan yang plus-plus.


Daniel yang menjadi operator mulai memainkan filmnya. Sebelum ia memutar film yang akan ditonton, ia dengan sengaja menunjukkan sebuah folder nama dari salah satu film dewasa terkenal. Kini Daniel kembali ke tempat duduknya untuk menikmati dan melihat jalan cerita film.


Dirinya melihat jika wajah Istrinya kini benar-benar terlihat tegang, bahkan Shasha mulai menggeser tempat duduknya agar tak terlalu dekat. Meskipun duduk mereka hanya sejengkal namun Shasha memilih untuk duduk agak jauh karena dirinya tak ingin terlalu banyak bicara.


Melihat Shasha sedang membenarkan posisi duduk, Daniel pura-pura tak melihat .Dirinya konsen melihat ke arah LCD namun lain halnya dengan Shasha, wajah Shasha yang tegang dan benar-benar tak bisa ditebak. Melihat itu Daniel hanya tersenyum padahal dalam hatinya ia begitu bersorak riang karena ia telah mengerjai istrinya.


Kini film sudah diputar, dan Daniel mulai menepuk tangannya pertanda lampu akan berubah menjadi mati. Shasha dengan serius memperhatikan film yang sedang diputar. Ia merasa curiga dengan cerita awal yang sudah beberapa menit tak sama dengan yang pernah ia tonton, bahkan tokoh pun tak sama.


“Ah ….” teriak Shasha sambil memeras erat lengan Daniel. Shasha kaget,karena ternyata film yang diputar Daniel benar-benar bukan film dewasa melainkan sebuah film horor


“Bie, kenapa film horor?”


“Sengaja.” sambil tersenyum lebar.


“Kenapa sengaja?”


“Biar kamu memelukku.”


“Tapi tidak begitu juga caranya.” kesal Shasha. “Bukannya seharusnya film yang diputar tadi adalah film dewasa?”


“Film dewasa?” tanya Daniel yang pura-pura tidak tahu.


“Iya, itu film dewasa tapi mengapa isi filmnya jadi horor begitu?”


“Wkwkwkwkwk …, maafkan aku. Aku telah mengerjaimu.” “Aku dengan sengaja mengubah nama folder film horor itu dengan film dewasa yang kamu maksud.


Melihat Daniel tertawa terbahak-bahak karena sedang mengerjai dirinya, kini SHasha pun ikut merajuk juga.

__ADS_1


“Sudahlah, aku mau tidur saja.” sambil berdiri dan melempar bantal kearah Daniel.


Dengan tanggap Daniel segera menarik tangan Shasha hingga membuat istrinya terjatuh di pelukannya. Keduanya pun saling berpandangan. Jari jemari Daniel sudah mulai menjalar dan meraba wajah indah Shasha.


Tangan Daniel lainnya mulai membelai rambut Shasha kebelakang dan dibawanya kebelakang telinga. Dari telinga jarinya mulai merambat ke leher dan dada.


Ketika jari jemarinya sampai di dada Daniel sengaja berhenti. Matanya seakan menatap Shasha untuk meminta persetujuan agar bisa melakukan lebih. Shasha yang tak pernah merasakan belain hangat tanpa sadar mengangguk.


Merasa mendapat persetujuan segera Daniel melanjutkan mencium leher Shasha dengan hidungnya dan membisikkan sebuah kata di telinga Shasha


“Aku sangat mencintaimu, aku juga menginginkanmu lebih dari yang kamu tahu. Namun aku akan menahan semuanya sampai misi ini selesai. Tunggulah aku, kunci hatimu hanya untukku. Jagalah kesucian-mu hanya untuk aku.”


Ucapan Daniel begitu berarti. Daniel meminta agar dirinya menjaga kesucian sampai misi Daniel cerita. Sebenarnya berat bagi Shasha, karena Shasha sendiri tak tahu sampai kapan misi Daniel selesai dan misi apa yang sebenarnya dilakukan Daniel hingga harus pura-pura mesra dengan Asia.


Dengan nafas panjang Shasha mengangguk yang menandakan ia mengerti dengan semua ucapan Daniel.


“Kamu gak kecewa kan?” tanya Daniel sambil memegang dagu Shasha.


“Tidak, aku akan menunggu.”


“Iya, setelah semuanya selesai kita urus status pernikahan kita. Lalu kita akan bulan madu selama tiga bulan di sebuah pulau ter romantis di dunia. Dan setiap hari kita akan membuat anak. Aku ingin dua anak keluarga Joshka lahir dari rahimmu.”


“Setiap hari akan membuat anak? Dan itu selama tiga bulan? Apa kamu benar-benar sadar, Bie?”


“Ya, memangnya kenapa?”


“Aku tak sanggup jika harus setiap hari dan selama tiga bulan. Apa artinya aku tak boleh menstruasi, Bie?”


Mendengar pertanyaan istrinya yang konyol membuat Daniel tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Kamu kira aku maniak? Gak lah, kalau kamu haid aku menunggu. Lagi pula wanita datang bulan hanya seminggu, bukan?”


.


.


To be continued


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...


Terima kasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2