
Johan justru mencari cara bagaimana dia dapat mengawasi sebuah rumah yang mereka anggap rumah dimana tempat orangtua dan saudara angkatnya itu berada.
"Gue mau keluar dari kerjaan ini. Dan gue mau kerja di tempat lain." ucap Johan kepada Daniel.
Daniel yang kaget mulai mengernyitkan dahinya. "Tempat lain dimana?"
"Tempat Alea berada."
"Lu gila! bukannya Alea ngelarang kita?" tanya Daniel terkejut degan ucapan Johan.
"Gue gak mungkin diam aja Niel, mereka itu bagian dari gue. Gue gak tega, gue yakin wanita tua itu sudah bikin mama menderita dan gue harus bisa buat papa sadar segera." ucap Johan dengan menggebu.
"Caranya bagaiamana?" tanya Daniel.
"Aku akan bekerja disana sebagai pengawal pribadi. Ajumma sebelah rumah kita yang memberitahu bahwa majikan nya memerlukan seorang pengawal. Gue rasa yang ajumma bilang adalah Ratih."
"Pengawal? body guard maksudnya?" tanya Daniel heran.
"Iya." jawab Johan enteng.
"Lu yakin?sorry ni, gue bukannya gak yakin tapi gue ragu. Lu bisa jurus apa aja?" tanya Daniel sambil sedikit mengejek.
Johan hanya meringis menanggapi ucapan Daniel. "Jurus elang menyambar anak ayam."
"Gue serius Jo!"
"Hidup lu terlalu serius setelah lu kenal Asia bahkan setelah lu putus hidup lu berasa tegangan tinggi."
"Sudah ah, gue ini tanya serius gak bercanda. Lalu, bagaimana dengan dady pasti dia akan tahu jika kamu berhenti bekerja, dan dia akan curiga."
"Dady tak mungkin curiga namun dia pasti akan banyak pertanyaan. Tenang saja aku akan menjelaskan dengan caraku sendiri."
"Oke, lu hati-hati ya disana. Jangan sampai membuat Ratih curiga."
"Tenang, Ratih tak mengenalku." ucap Johan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya, Johan sudah memberikan surat pengunduran diri, pagi ini dirinya sudah berkemas dari mess dan mulai tinggal di rumah Ratih untuk bekerja disana.
Sedangkan Daniel mencari cara bagaimana dirinya agar dapat berkomunikasi dengan Johan meski mereka sudah tidak tinggal bersama. Tujuannya tak lain adalah untuk mengetahui keadaan Alea sekeluarga hingga mempelajari kelengahan isi rumah agar dapat menyelamatkan mereka bertiga dan keluar dari rumah itu.
Daniel mencari lowongan kerja part time di beberapa surat kabar dan tak disangka dirinya menemukan pekerjaan yang cocok dan pas. Didatanginya tempat tersebut dan kebetulan pekerjaan tersebut tidak terlalu rumit dimana Daniel hanya perlu datang saat malam hari saja sebagai seorang kasir di sebuah minimarket. Ini sangat kebetulan sekali karena minimarket tersebut berada tak jauh dari rumah Ratih. Bagai sebuah pepatah pucuk dicinta ulam pun tiba. "Akhirnya aku menemukan cara untuk dapat berkomunikasi dengan Johan." ucap Daniel lirih.
Sebulan kemudian
Daniel telah menjalani profesi barunya sebagai kasir sebuah minimarket saat malam hari begitu juga dengan Johan yang bekerja sebagai pengawal pribadi. Dan selama sebulan itu Daniel masih belum mengetahui keadaan Johan, sempat merasa khawatir namun dia yakin Johan bukan pribadi yang lemah.
Malam ini bagi Daniel tak biasa seperti malam biasanya, minimarket begitu ramai. Daniel yang biasanya tak seberapa sibuk kali ini merasakan sedikit kelelahan. Dirinya yang sedang kelelahan tiba-tiba dibuat jengkel dengan hadirnya seorang pelanggan yang sangat begitu cengkal.
"I need a bottle of milk,"(saya butuh susu)
"What flavor?"(rasanya apa?) tanya Daniel sopan.
"Berry strawberry,"
"Sorry berry or strawberry?"
"Berry strawberry."
"Means you will buy two bottle berry and strawberry?"(artinya anda akan membeli dua botol?)
"No, i need berry strawberry."
Cukup lama Daniel menanggapi keinginan pelanggan tersebut, rasanya jengkel. Hingga dia merasa aneh dan tak asing dengan pelanggan tersebut. Dilihatnya dengan teliti wajah pelanggan itu tak lama kemudian pelanggan tersebut mulai tersenyum kecil sambil sedikit tertawa dan Daniel pun paham bahwa pelanggan tersebut tak lain adalah Johan.
"Sialan lu! gak usah resek lu!" ucap Daniel.
"Hahaha, tegang amat bro! santai dunk."
__ADS_1
"Gila lu, emosi gue punya pelanggan begitu."
Akhirnya mereka berdua saling berbincang karena kebetulan minimarket yang sudah mulai sepi.
"Gimana lu disana?" tanya Daniel.
"Gue baik saja, keadaan mama yang tak baik. Alea dan papa masih belum menyadari bahwa body guard tampan itu adalah gue." ucap Johan.
Kemudian Johan menceritakan semua detail kondisi mama, papa dan juga Alea. Menurut cerita Johan kondisi terparah adalah mama Lily, sedangkan papa Joshki sama sekali tak ingat istrinya bahkan dia diam saja saat dicium olej Ratih di depan mama. Itulah kenapa setiap malam mama Ratih selalu menangis seperti orang merintih.
"Rasanya gue mendidih saat lihat Ratih peluk-peluk papa. Sepertinya kelakuan Asia menurun dari Ratih. Padahal jelas-jelas dia masih berstatus suami Leon begitu juga dengan papa yang merupakan suami dari mama." ucap Johan sambil membunyikan rahangnya keras dan mengepalkan tangannya.
Daniel yang mendengar itu diam saja dan tak heran. Dia jadi ingat bagaimana kelakuan mantan pacarnya itu yang binal seperti ibunya.
"Apa papa benar-benar tidak mengingat istrinya?" tanya Daniel yang berusaha mengalihkan ucapan Johan.
"Bagaiamana dia bisa mengingat istrinya, karena Ratih tidak memberikan obat pengingat yang diberikan oleh dokter, dia justru membuang obat tersebut."
Tak terasa obrolan mereka yang panjang lebar membuat mereka lupa waktu. Akhirnya mereka berdua menyudahi perbincangan mereka karena memang Johan harus kembali ke rumah itu segera begitu juga dengan Daniel yang harus menutup minimarket itu dan kembali pulang untuk beristirahat karena besok pagi dia harus berangkat bekerja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selama bekerja part time sebagai kasir rasa letih dan kantuk memang muncul namun sebisa mungkin dia hilangkan. Rasa itu dia buat sebagai acuan dimana memang untuk menjadi sukses tidak lah instan, dirinya yang saat itu setelah lulus kuliah langsung ditawari menjadi seorang diplomat juga merasa letih saat belajar sama halnya dengan sekarang dimana kini dirinya harus menjadi seorang OB dan berusaha untuk menyelamatkan kelurga pamannya dengan menjadi seorang kasir.
Daniel tak memikirkan bahwa apa yang dia lakukan telah diawasi oleh dady nya, termasuk menjadi seorang kasir minimarket. Joshka merasa bangga dengan sang anak karena anaknya bisa hidup mandiri.
Kebanggaannya tak hanya pada Daniel dia juga bangga pada Johan, dia tak menyangka Johan justru memilih untuk menjadi seorang pengawal pribadi dan melepas pekerjaan supir di perusahaan miliknya.
Daniel dan Johan begitu pintar menyimpan informasi mengenai Joshki sekeluarga yang masih hidup. Mereka memiliki tujuan tidak ingin melibatkan Joshka dan Melly karena jika mereka dilibatkan maka ditakutkan konflik hati ini tidak akan selesai dan makin melebar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setahun kemudian
Daniel yang kini sudah tidak bekerja part time sebagai kasir di malam hari sedikit susah untuk berkomunikasi dengan Johan. Dan sudah hampir setahun ini Daniel tidak bertemu dengan Johan.
Keputusan Daniel yang tidak melanjutkan pekerjaan part timenya karena beberapa bulan yang lalu dia mendapatkan promosi jabatan dari Ken yang tak lain adalah kepala cabang perusahaan di Korea milik ayahnya.
Kecurigaannya terhadap Ken didasari karena saat itu dirinya tak sengaja mendengar pembicaraan dua orang di ruangan Ken bahwa dia menggelapkan uang perusahaan. Saat itu Daniel yang masih menjadi OB dan sedang membersihkan ruangan mendengar itu dengan jelas, namun saat terdengar ada orang yang keluar dari ruangan segera Daniel memasang headset dan pura-pura tetap membersihkan ruangan. Ken curiga bahwa Daniel mendengar semua pembicaraannya.
"Gawat, bagaiamana jika OB itu mendengarkan perkataan ku," ucap Ken resah kepada salah satu stafnya.
"Apa bapak sudah memastikan tadi?"
"Dia menggunakan headset dan saat aku menegurnya keras dia tidak mendengar panggilanku." jelas Ken.
"Apa bapak sudah pastikan?"
"Sudah, tapi aku akan mengurusnya."
Setelah mendengar percakapan Ken dan lawan bicaranya rasanya Daniel emosi dan marah. Bagaimana tidak Ken yang merupakan orang kepercayaan ayahnya menggelapkan uang perusahaan. Daniel ingin sekali memberitahu dadynya namun beberapa hari ini maminya mengatakan bahwa kondisi kesehatan dady sedang tidak baik.
"Jangan-jangan ini adalah siasat Ken, aku dinaikkan menjadi seorang staf di bagian keuangan, apakah aku akan di kambing hitamkan?" batinnya.
Selama dirinya menjadi staf keuangan ada beberapa karyawan yang tak suka dan meremehkan bahkan memandang sebelah kepada Daniel, namun dirinya tak terlalu ambil pusing dengan sikap itu dia justru membalasnya dengan menunjukkan kredibilitasnya dalam bekerja.
Ken sendiri terkejut dirinya tak menyangka bahwa Daniel mampu mengerjakan semua pekerjaan yang sengaja dia berikan, dan meminta agar teman satu tim Daniel melarang mereka mengajari Daniel namun mereka semua tercengang saat Daniel mampu mengerjakan pekerjaan itu dalam waktu cepat. Padahal niat awal Ken menaruh Daniel di bagian itu ingin membuang Daniel.
Bagi Daniel cara yang dilakukan Ken terlihat kampungan, dirinya yakin tak mungkin menendang langsung Daniel keluar secara nama seorang Daniel cukup terkenal sebagai OB tampan dan sudah membuat sebagian orang senang karena selain tampan Daniel juga cekatan dalam bekerja. Ken sengaja memberikan posisi staf keuangan agar Daniel tak betah dan malu jika dia tak bisa mengerjakan tugas yang diberikan sehingga pelan-pelan akan mengundurkan diri.
Ken penasaran dengan latar belakang Daniel, dia pun mulai mencari tahu namun hasilnya nihil. Tak ada satupun informasi yang didapat mengenai Daniel. Ken semakin ketakutan, dan dia mulai memutar otak. Akhirnya dia memutuskan untuk menaikkan pangkat Daniel menjadi manager keuangan.
Keputusan tiba-tiba itu cukup membuat Daniel tercengang dan mengejutkan karyawan lainnya hingga membuat sebagian senior Daniel merasa iri.
Sebenarnya Daniel sudah menduga bahwa Ken akan mencari kelemahan Daniel hingga dia gagal dan malu.
Setelah menjadi manager keuangan Daniel merasakan ada yang tidak beres dengan laporan perusahaannya ini banyak kejanggalan, dirinya pun mengingat dengan informasi yang pernah dia dengar sebelumnya. 'Apa dia memanipulasi laporanya,'
Sebulan sudah dia menjadi manager keuangan. Selama sebulan itu dia merasa bahwa Ken dan beberapa antek-anteknya telah mengawasi Daniel. Akhirnya Ken pun memutuskan untuk mengajak Daniel menjadi bagian dari mereka. Ken pun memanggil Daniel keruangan nya.
__ADS_1
"Daniel, kamu tahu tidak mengapa aku memanggilmu ke ruangan ku?" tanya Ken.
"Tidak pak?" ucap Daniel datar.
"Aku ingin kamu memanipulasi laporan keuangan perusahaan."
"Mengapa bapak begitu percaya kepada saya dan menyuruh saya yang melakukannya padahal saya mantan seorang OB dan tidak jelas latar belakangnya." ucap Daniel merendah seakan menyindir Ken yang telah menyelidiki latar belakang Daniel.
"Karena saya kagum denganmu, saya percaya dengan mu. Kita bagi hasil keuntungan perusahaan lagipula Tuan Joshka tidak akan tahu dan curiga, dia sudah cukup kaya dan bergelimang harta."
Daniel yang mendengar itu rasanya ingin memukul orang yang ada didepannya itu. Ken sendiri tidak sadar bahwa Daniel adalah anak dari Joshka sang pemilik perusahaan. Teman bisnis bahkan karyawan Joshka tak pernah tahu wajah dari anak dan istri Joshka, yang mereka semua tahu bahwa anak tuan Joshka adalah seorang diplomat dan istrinya adalah seorang dokter.
Setelah perbincangannya dengan Ken tak lama kemudian Ken mendapat informasi dari kantor pusat bahwa Joshka sang pemilik perusahaan akan datang dalam waktu dekat karena akan meninjau kantor cabang dan melakukan audit. Mendengar kabar itu Daniel kaget, karena yang dia tahu bahwa kesehatan dady nya sedang tidak baik.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sudah beberapa hari ini Daniel dibuat heran karena satu persatu orang yang pernah dia temui di ruangan Ken mulai tak tampak batang hidungnya, termasuk Ken.
"Aku yakin tuan Ken dan antek-anteknya hilang." ucap salah satu karyawan.
"Ssst ..., jangan keras-keras. Ada pak Daniel. disini. Dia tak mengerti apa-apa, jangan membuatnya takut."
"Biarkan saja, biar dia tahu diri dan tak lupa dulu dia itu siapa. Toh demi kebaikan juga, dia juga harus tahu bahwa tuan Joshka tak mentolerir yang namanya kebohongan apalagi ini menyangkut perusahaannya."
"Maaf, aku mendengar ucapan mu."Apa maksud perkataanmu tadi?"
"Tuan Joshka sangat membenci penghianatan, dan saya yakin kamu oh maaf maksud saya anda mengetahui bahwa laporan keuangan yang bapak pegang saat ini penuh dengan keganjilan bukan?"
"Apa kamu juga melihatnya?" tanya Daniel.
Karyawan tersebut mengangguk. "Aku melihatnya. Sebelumnya tuan Ken memintaku untuk membuat laporan, anehnya dia menyuruhku membuat laporan bukan dari catatan pengeluaran yang ada pada database, melainkan harus disesuaikan dengan data yang diberikan Tuan Ken. Aku curiga, lalu tanpa segan aku menanyakan itu kepada tuan Ken. Dia malah membentak dan memakiku bahkan mengancam ku untuk tidak memperpanjang kontrakku."
Daniel yang mendengarkan itu hanya diam dan memperhatikan serta mencari kebenaran dari ucapan karyawan tersebut.
"Pak ... bagaimana apa yang saya ucapkan benar bahwa bapak juga melihat laporan manipulasi itu?" ucap salah satu karyawan lain.
"Hem. Lalu kemana mereka semua kenapa satu persatu tidak muncul?" tanya Daniel.
"Itulah tuan Joshka. Dia memang terlihat baik, tenang namun dia bagai ombak jika marah. Dia tak segan-segan menghilangkan orang-orang yang bermasalah apalagi sampai memanipulasi laporan keuangan hingga merugikan perusahaan." jelas karyawan tersebut.
"Bagiamana kamu tahu itu semua?" tanya Daniel tak percaya.
"Paman ku adalah pegawai tuan Joshka di kantor cabang London, dulu pernah ada temannya juga memanipulasi laporan keuangan. Dan dia pun hilang, setelah hilangnya orang tersebut akhirnya asisten tuan Joshka memberikan ultimatum bahwa tuan Joshka tidak akan mentolerir yang namanya penghianatan, dan akan memberantasnya hingga ke akar."
Mendengar itu Daniel tak menyangka bahwa dady yang dia anggap kalem ternyata berdarah dingin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Beberapa minggu kemudian.
Kedatangan Joshka yang tak disangka membuat beberapa karyawan kaget, karena kondisi kantor yang tak lengkap dimana manager utama dan beberapa karyawan di divisi utama tidak muncul tepatnya menghilang.
Joshka yang datang dengan wajah tenang namun penuh misteri mulai menyapa semua karyawannya yang dia kumpulkan di sebuah aula cukup besar. Dia meminta asistennya untuk menjelaskan tata tertib perusahaan yang intinya barang siapa yang melakukan kecurangan maka akan menanggung akibatnya. Aturan yang disampaikan oleh asisten cukup jelas dan dapat membungkam semua pertanyaan tentang hilangnya beberapa orang yang ada di kantor.
Tak hanya mengumpulkan semua karyawannya untuk membahas tata tertib namun Joshka juga mengumumkan bahwa untuk sementara cabang Korea akan di pegang oleh anaknya yang tak lain adalah Johan. Semua orang tercengang mengetahui fakta bahwa Johan sang supir tampan itu adalah anak dari Joshka.
Mendengar Johan diangkat menjadi GM cabang di Korea tidak membuat iri justru Daniel bertanya - tanya lalu bagaimana dengan pekerjaan Johan sebagai pengawal pribadi di rumah Ratih.
"Selamat siang, saya sebagai pemilik perusahaan JM Corporate telah menganalisi laporan keuangan disini dan saya menemukan banyak keganjilan. Itulah salah satu alasan mengapa saya meminta dua anak saya untuk datang kesini dan menyelidiki permasalahan yang muncul. Saya selaku pemilik perusahaan akan menyerahkan jabatan CEO kepada anak saya Daniel Habbie Joshka." ucap Joshka tegas.
Daniel yang mendengar itu terkejut kala namanya disebut oleh Joshka untuk maju ke depan. Daniel menggelengkan kepalanya namun Joshka menatap Daniel dengan tatapan tajam tak biasa dan sontak membuat Daniel kaget, karena baru ini dady nya menatapnya dingin seperti itu.
Mendengar namanya dipanggil, membuat beberapa orang tertegun. Bagi yang mencemooh Daniel mereka malu bahwasannya seseorang yang mereka rendahkan dan mereka pandang sebelah ternyata anak dari sang pemilik perusahaan
Semua karyawan yang mendengar memberikan tepuk tangan yang riuh, ucapan selamat serta bahagia karena memiliki pemimpin yang cerdas dan tampan.
"Dad, dimana keberadaan Ken dan para anteknya?" tanya Daniel penasaran.
"Tanpa dady menjelaskan kamu sudah tahu jawabannya."
__ADS_1
Daniel yang mendengar jawaban Joshka masih tak percaya ternyata apa yang diucapkan karyawan wanita tentang dady nya adalah benar.
...