TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 27 PONSEL MISTERIUS


__ADS_3

Saat tatapan mata saling beradu antara Daniel dan Shasha membuat pandangan masing-masing terkunci selama sepersekian detik. Disaat itu pikiran Shasha tentang Daniel kembali ke masa dimana dirinya menolong seorang remaja laki-laki yang sedang berada ditengah hutan. Gara-gara aksi heroiknya, kini dirinya dalam kesulitan. Dia sendiri tak menyangka bahwa lelaki remaja itu adalah Daniel Habbie, lelaki yang dengan tega menghancurkan ponselnya dan mengambil ciuman pertamanya.


Sama dengan Shasha pikiran Daniel saat ini adalah tak menyangka bahwa gadis yang dianggapnya baik dan kalem tega menduakan kekasihnya dan kini menjalin cinta dengan selingkuhannya hingga saat ini.


Pandangan mata mereka berhenti kala Shasha melihat Daniel membalas ciuman Asia. Sebenarnya Daniel sendiri merasa risih karena perlakuan Asia yang tak wajar seperti biasanya. Menurutnya, kali ini Asia menjadi lebih agresif.


Sekarang pandangan Shasha beralih kepada Johan yang sedang fokus mengecek ponsel misterius yang dia berikan tadi.


"Bang, apa ponsel ini membahayakan?"


"Entahlah Sha, yang pasti jangan bawa ponsel ini dulu, akan aku cek, jika ponsel ini aman segera akan ku kirim."


"Iya bang, gak papa. Bang aku check in dulu ya, Abang mau balik kan?"


"Abang sih maunya nunggu kamu, kalau Daniel keburu biar mereka berdua balik dulu."


"Aku gak papa bang, Aku gak suka buru-buru, aku maunya suasana tenang bang, lagian didalam lebih tenang daripada disini."


Akhirnya Shasha pamit kepada Johan untuk check in.


Ketika mereka berdua berdiri, dari arah belakang ada yang memanggil,


"Johan!!"


Johan yang dipanggil berhenti, begitu juga dengan Shasha. Lalu mereka menoleh kearah belakang, ternyata yang memanggil Johan adalah wanita yang mencium Pak Habbie.


Cantik, sempurna, aku yakin pasti ini pacarnya. Tapi kenapa waktu itu dia mencium ku? benar-benar menjijikan ..., harusnya aku menolak ...!!


"Jo, ini pacar kamu?" tanya Asia sambil memanjakan suaranya.


"Bukan urusan lu."


"Kug kamu gak berubah si, Jo. Kamu gak kangen sama aku?"


"Gak."


"Ih, Jojo. Daniel aja yang lama gak ketemu aku makin agresif kug kamu gak?"


"Ia lah mata gue normal, mata Daniel tuh katarak, nanti gue ajak dia ke psikiater!"


"Kug psikiater harusnya kan dokter mata."


"Suka-suka gue, gue bilang apa. Mulut-mulut gue! Sudah jangan ganggu gue, gue antar adik gue dulu."


"Cie adik, perasan lu gak pernah punya adik tiba-tiba kug sekarang ada adiknya. Kenalin dunk.!"


Shasha hanya tersenyum dengan Asia, sedangkan Daniel berusaha untuk mengalihkan matanya agar tidak memandang wajah Shasha.


Shasha tak ingin suasana menjadi canggung, dia berusaha basa-basi dengan mengajak Asia berkenalan.


"Hai, kak. Salam kenal." sapa Shasha sambil mengulurkan tangannya.


Asia yang melihat itu tampak bersikap biasa saja dan tak membalas uluran tangan Shasha, dia hanya memandang Shasha dengan sekilas.


"Jo, yang kayak begini selera kamu, lebih baik sama adikku aja, Jo." cemooh Asia.


Johan tak banyak bicara, dia hanya membisikkan sesuatu di telinga Shasha,"gak usah dengerin kata-kata lampir. Kamu hati-hati ya. Kalau sudah sampai kirim email ke Abang ya."


Shasha hanya mengangguk dan memberikan salam perpisahan kepada Johan. Dirinya sama sekali tak memandang Daniel. Begitu juga dengan Daniel yang berusaha bersikap cuek.


Setelah pemeriksaan tiket pesawat dan tanda pengenal atau paspor, kini Shasha sudah masuk ke dalam dan mendapatkan boarding pass. Didalam dirinya masih menunggu jadwal penerbangan yang masih kurang satu jam lagi.

__ADS_1


Tinggal hitungan jam saja Shasha akan pergi meninggalkan Finlandia. Negara yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Negara yang mendapat julukan The Land of a Thousand Lakes (negara seribu danau) yang merupakan negara yang memiliki banyak danau .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kini Daniel, Johan dan Asia berada didalam mobil. Asia banyak bercerita tentang liburan dan pekerjaannya nya yang mengesankan dan penuh kenangan indah. Daniel yang mendengar itu terasa telinganya gatal, rasanya dia ingin membalas perlakuan Asia namun ditahannya karena dia ingin menangkap basah perselingkuhan Asia dengan Mariano Monti.


Mobil yang mereka kendarai kini telah sampai disebuah apartemen. Ini adalah apartemen yang dibelikan Daniel untuk Asia sebagai hadiah ulang tahun Asia.


Sebelum Daniel keluar kamar beberapa kali Asia mulai merayu dan menggoda Daniel dengan berbagai cara. Asia yang tiba-tiba melepas pakaiannya dan hanya menggunakan b*a dan ce**na da**m. Melihat itu bukannya tertarik justru dirinya semakin jijik kala mengingat semua foto-foto Asia dengan Monti saat sedang berlibur di Bali.


Daniel berusaha kuat melawan gairahnya agar tidak terpancing, dirinya berusaha memikirkan seribu alasan agar dapat terhindar dari rayuan setan. Beruntung terdengar suara bel dari pintu apartemen Asia. Kesempatan itu digunakan oleh Daniel untuk pamit dan beralasan bahwa masih ada meeting, dan setelah meeting akan diusahakan datang untuk menemani.


"Beib, janji ya?" ucap Asia dengan suara seraknya.


"Iya, doakan kerjaku lancar. Biar bisa bahagiakan kamu."


"Hati-hati ya Beib. Beib ..., ada yang lupa?"


"Apa?"


"Cium ..., sama duit dunk Beib."


Mendengar itu Daniel seakan ingin menarik rambut wanita yang ada didepannya itu hingga lepas.


"Ini kamu pakai."


"Kenapa kartu ini Beib, biasanya black card?"


"Kalau kamu gak mau yasudah mana aku ambil saja." gertak Daniel.


"Jangan ..., ok makasih ya Beib."


Selama di dalam mobil Johan masih memikirkan apa yang sebenarnya ada didalam ponsel itu Sambil menunggu Daniel dia mulai penasaran, lalu dibukanya lagi ponsel itu berulang kali. Tak hanya memikirkan ponsel namun pikirannya juga memikirkan Daniel yang sedari tadi belum juga kembali. Dia takut terjadi apa-apa dengan Daniel disana, karena sedari tadi di mobil, Asia lebih elama didalam mobil hingga saat ini Johan mencium gelagat aneh dari Asia, dia takut jika Asia sedang menjebak Daniel.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Johan tidak ikut masuk mengantar Asia sampai kamar dia hanya menunggu di tempat parkir sambil memeriksa ponsel yang membuatnya penasaran dari tadi. Ternyata benar dugaannya ponsel itu berisi narkoba. Narkoba itu disembunyikan di belakang ponsel.


Beruntung kini Daniel sudah membuka pintu mobil, segera Johan menancapkan gas tanpa aba-aba sehingga membuat Daniel yang belum duduk dengan baik harus terjungkal gara-gara ulah Johan.


"Woi, lu gila apa?! gue belum duduk sudah di gas,"


"Maaf Niel, sepertinya ada polisi yang ngikutin kita." panik Johan.


"Memang kenapa sama polisi? tinggal kita sambut dia, dan kita tanya balik. Kita salah apa sampai dikejar?"


"Lu mau tahu salah kita apa?"


"Heem, apa?"


"Gue bawa narkoba."


"What? lu gila Jo, kenapa lu simpan barang haram itu? emang lu---


"Lu, jangan kebanyakan ngomong Niel, pusing gua dengar suara lu, pikirin sekarang kita harus kemana!" potong Johan.


"Kantor polisi, disitu ada uncle Patrik." seru Daniel.


Johan semakin kencang menancapkan kemudinya, hingga mobil polisi yang tadi mengejarnya kewalahan hingga menghilang. Johan yang memiliki prestasi no satu balapan mobil di PS akhirnya dapat tersalurkan di kehidupan nyata.


Semakin kencang mobil uang dikemudikan Johan dan ....

__ADS_1


Ciiiiiittt ....(suara ban mobil berdecit).


Segera Johan dan Daniel keluar dari mobil dan memasuki kantor polisi. Disana dia sudah disambut oleh Patrik.


"Uncle, ada yang mau kita bicarakan."


"Ayo kita bicara di ruangan ku."


Mereka berjalan menuju ruangan Patrik. Patrik merupakan seorang Komisaris Jendral Polisi, untuk pangkat cukup berpengaruh.


Kini mereka sudah berada di ruangan, lalu Johan memberitahu bahwa ada narkoba yang diselundupkan di dalam ponsel.


"Lalu dimana narkobanya sekarang?"


"Ada di aku, tapi masih didalam ponsel."


Patrik akhirnya memanggil anak buahnya untuk mengecek ponsel dari Johan.


"Darimana kamu dapatkan ponsel ini?"


"Dari ... Johan bingung bagaimana harus mengatakannya,"


Dengan cepat Daniel menjawab


"Jo bukannya ni ponsel yang tadi Shasha kasih ke kamu ya?" ucap Daniel.


"Shasha siapa? siapa dia? apa dia pacar kamu Jo?"


"Bukan uncle, dia calon istri Daniel. Tolong Shasha uncle, aku rasa dia sedang di jebak. Dia mendapat ponsel itu dari teman asramanya, padahal sebelumnya Shasha tidak mengenal temannya itu tapi dia malah memberikan hadiah ponsel kepada Shasha sehari sebelum Shasha kembali ke Jakarta. Saat ini dia sedang di bandara. Aku yakin dia dalam masalah."


"Maksud lu apa, bilang dia calon istri gue. Lu tahu sendiri gue ogah sama cewe buaya."


"Kalian jangan berdebat terus, ayo kita berpencar sekarang, sapa yang ke bandara dan siapa yang ke asrama."


"Gue ke bandara saja," ucap Daniel.


"Oke, lu sama anak buah gue k asrama, Daniel akan pergi sama uncle ke bandara."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dalam perjalanan ke asrama Johan sudah menelpon kepala asrama agar tidak membiarkan anak-anak asrama keluar dulu dan meminta semua penghuni asrama untuk berkumpul disebuah aula.


Kini Johan dan anak buah Patrik sudah tiba, mereka datang tanpa membunyikan sirine. Mereka memasuki satu persatu kamar.


Johan menemukan satu lemari yang terkunci padahal lemari lainnya tidak, dia mulai penasaran, dibukanya paksa lemari itu dan disitu terlihat banyak bukti transfer dan sebuah rekening.


Diselidiki siapa pemilik kamar tersebut, setelah mengantongi nama dari pemilik kamar, Johan meminta kembali bantuan dari ketua Asrama yaitu sebuah CCTV pada saat malam sebelum Shasha berangkat ke bandara. Ternyata benar bukti transfer dan CCTV itu saling berkaitan.


Selesai proses penggeledahan dan pencarian barang bukti kini Johan dan anak buah Patrik mendesak apa motif Clara memberikan ponsel itu kepada Shasha. Clara yang di desak tetap diam tidak berbicara hingga dia pingsan tak sadarkan diri.


Johan dan anak buah Patrik membawa Clara ke rumah sakit. Tiba dirumah sakit Clara segera di periksa dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Johan masih bersabar menunggu iktikad baik Clara menjelaskan alasan dan motif dia menjebak Shasha dengan memberikan ponsel.


Clara yang ditanya tetap diam hingga akhirnya Johan memberi m ancaman yang sangat mengerikan, "lebih baik lu jujur atau gue akan ngebuat adik kesayangan lu jadi santapan Wolfo, serigala gue!"


Mendengar itu Clara takut, akhirnya dia menceritakan bahwa dirinya dipaksa untuk memberikan ponsel kepada Shasha, dan orang yang memaksa untuk memberikan ponsel kepada Shasha adalah ....


Coba tebak siapa yang menyuruh Clara ?


Ditunggu updatenya ya readers...🥰🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment..


Salam sayang 🥰🥰🥰


__ADS_2