TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 32. JOHAN vs DANIEL


__ADS_3

Ciiit .... (suara ban mobil berdecit karena Johan mengerem kencang.)


Johan memberhentikan mobilnya lalu memaksa Daniel untuk keluar dan ...


Bugh ... bugh ....


Johan memukul wajah Daniel berkali-kali


Daniel sama sekali tidak diberi kesempatan oleh Johan untuk membalas pukulannya.


"Jo, maksud lu ap--"


Bugh ... bugh ....


Johan berulang kali memukul Daniel, Daniel merasa pukulan yang diberikan Johan tidak main-main, kini dia mulai membalas pukulan Johan.


"Apa-apaan lu pukul gue! kalau lu suka sama dia lu ungkapin!"


"Lu breng*ek! kalau lu gak cinta kenapa lu harus cium dia berkali-kali. Lu gak bisa hargain wanita Niel!"


"Jo, kenapa lu yang keberatan kalau memang lu gak cinta sama dia lagi pula dia juga gak nolak waktu gue cium, malahan untuk ciuman yang kedua dia malah balas ciuman gue!"


"Karena lu sudah kasih harapan ke dia, kenapa waktu dia sakit lu begitu khawatir bahkan gue tahu kalian tidur satu ranjang kan?dan kalian saling pelukan, bukan?"


"Jo, gue cuman peluk dan cium gak lebih Jo! gue gak buka segel dia jadi kalau lu suka sama dia go a head , man.! Kalau pun dia uda gak bersegel ya itu bukan gue, Jo. Dia kan ada cowo disana."


Johan yang masih panas dengan ucapan Daniel mencoba untuk memukul Daniel kembali namun dia merasakan ada sebuah bola tenis yang mengenai kepalanya begitu juga Daniel merasakan tangannya terkena lemparan bola. Mereka berdua berhenti berkelahi dan penasaran siapa yang melempari mereka berdua dengan bola tenis.


Dari jarak sepuluh meter dia melihat seseorang sedang duduk bersantai memandangi mereka berdua sedang bertengkar. Johan dan Daniel mulai berhenti bertengkar dan mendekati orang tersebut, mereka yakin orang yang melempar bola tenis ke arahnya adalah dia karena memang tak ada seorang pun disana. Di dekatinya orang tersebut ternyata dia adalah Arden.


Saat itu Arden yang sedang melewati jalan melihat ada sebuah mobil yang dia kenal. Didekatinya mobil itu namun tidak ada seorang pun di dalam mobil, dirinya yang khawatir mulai menepikan mobil lalu keluar dan mengunci mobilnya sambil membawa satu slop bola tenis untuk berjaga-jaga. Setelah itu dia mulai menyusuri taman kota yang dekat dengan mobil berhenti. Dari arah taman kota terdengar bunyi suara gaduh, dicarinya sumber yang ada disekitar dan terdengar sebuah keributan. Didekatinya keributan tersebut semakin jelas bahwa dua orang yang sedang bertengkar tak lain adalah kedua sahabatnya, yaitu Daniel dan Johan.


Arden sengaja tidak melerai karena dia ingin tahu alasan mengapa mereka berdua bertengkar, setelah cukup tahu alasan dari mereka bertengkar akhirnya dia mulai memukulkan bola ke arah Daniel dan Johan


"Arden, resek lu! kepala gue benjol tahu!" teriak Johan.


"Lu gila apa?! tangan gue memar tahu. Gue tadi hampir menang dari Johan." teriak Daniel juga.

__ADS_1


"Gue gak salah lihat kan, baru ini gue tahu kalian berantem adu mulut dan otot."


"Gimana gue gak emosi lihat kelakuan Daniel ke Shasha! gak hanya itu dia sekarang ingin kembali ke Asia seperti dulu seakan menutup keburukan yang pernah ada."


"Biarkan saja Jo, kita hormati keputusan Daniel. "


Setelah mereka berdua berduel baik Daniel dan Johan mengistirahatkan tubuh mereka diatas hamparan rumput sambil menunggu Arden datang membawa obat. Setelah obat datang kini mereka berdua sama-sama saling mengobati luka. Arden yang melihat tingkah keduanya hanya dapat tersenyum dan menggelengkan kepala.


"Gue sudah nemuin siapa itu Mr.LG, dia adalah pemilik perusahaan Alkes(Alat-alat kesehatan), dan kontraktor terbesar di Indonesia."


"Itu kita sudah tahu, mungkin ada informasi lain?" tanya Daniel.


"Nafsuh amat tanya nya. Gue belum selesai Niel! LG kepangan dari Leon Gibson."


"Berarti dia sudah tahu jika Shasha sekarang sudah kembali ke Indonesia?"


"Pasti, saat itu saja dia sengaja mau bikin Shasha di penjara atas tuduhan kepemilikan barang-barang terlarang."


"Tapi gue sudah sebar beberapa bodyguard maupun detektif untuk lindungi Shasha." timpal Johan.


"Kenapa kalian berdua berusaha sekali buat lindungi dia, apa istimewanya dia dimata kalian!"


"keluarga lu yang sudah ngerawat gue. Jadi gue akan berterima kasih dan melindungi keluarga Joshka.


"Kalau cuman melindungi seperti kalian gue bisa, tapi kalau untuk menikahi dia gue gak bisa. Kalian tahu gue cinta sama Asia apalagi semenjak gue tahu dia adik dari Xavier. Gue akan coba hapus semua kesalahan dia yang selingkuh dibelakang gue. Gak ada salahnya jika gue kasih dia kesempatan kedua? lagipula gue terlalu sibuk sama kerjaan ini."


"Tapi masalahnya Shasha adalah penyelamat lu dan sekarang dia masih hidup tapi hidupnya sedang di teror."


"Gue bisa kug lindungi dia tanpa harus menikahinya."


"Tapi dengan lu nikahin Shasha gak akan rugi Niel, justru sebaliknya jika lu nikahin Asia banyak yang akan tersakiti termasuk Mami lu."


"Sorry, gue tetep pada pilihan gue."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seminggu yang lalu Daniel mengajukan cuti. Dia sudah berjanji akan menghabiskan hari-harinya bersama Asia di apartemen Asia, sebuah apartemen yang Daniel berikan untuk kekasihnya itu sebagai kado ulang tahun.

__ADS_1


Selama seminggu dia ingin menghabiskan waktu dengan kekasihnya berharap dapat menebus semua waktunya yang hilang. Karena selama berpacaran Daniel terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga jarang memberikan waktu, menurutnya mungkin itu adalah salah satu faktor kekasihnya berselingkuh.


Selama mereka bersama tak perlu ditanya apa saja yang telah mereka lakukan. Daniel begitu kaget karena untuk pertama kalinya dia melihat tubuh wanita dengan sehelai benang tipis awalnya lalu makin lama tak ada sehelai benang pun menutupi tubuhnya.


Baginya Asia sangat begitu berani. Tanpa dia meminta, tanpa dia merayu justru Asia datang menghampiri dan menggodanya bahkan berusaha melucuti baju Daniel.


Daniel hanya lelaki biasa, yang tak sanggup menahan godaan. Godaan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Seonggok buah yang menempel pada dada dengan ukuran cukup besar mampu meruntuhkan iman Daniel sehingga membuat senjata pamungkas Daniel tegak paripurna.


Daniel makin terhanyut dengan godaan yang diberikan Asia. Kelihaian Asia dalam melayani terbilang sukses, sukses membuat Daniel lemas. Meskipun di awal sempat merasa kecewa karena Asia tidak lagi virgin.


Apa yang dilakukan Asia kepadanya sangat mirip dengan apa yang dilakukan wanita penghibur di klab yang melayani pria hidung belang hingga mereka mencapai kepuasan dan kenikmatan.


Bagi Daniel ini adalah pengalaman pertamanya melihat tubuh Sebenarnya dirinya tak ingin melakukannya namun Asia yang terlalu menggoda membuatnya terhanyut. Tak diragukan jika dia menjadi seorang model top majalah dewasa. Asia yang sangat liar dalam urusan ranjang dan se*s.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selesai cuti, kini Daniel kembali lagi ke aktivitasnya. Daniel kembali disibukkan dengan semua jadwal yang telah menantinya selama dia cuti.


Brek ...(suara tumpukan file)


"Apaan ini?" tanya Daniel kaget melihat banyak tumpukan dokumen di mejanya.


"Hadiah, sorry gue gak bisa bantu lu. Gue ada janji mau ketemu Shasha."


"Jo, tapi lu asisten gue. Setidaknya bantu gue dunk."


"Sorry, bye." ucap Johan sambil meninggalkan ruang kerja Daniel.


Sudah satu jam Daniel masih berkutat dengan tumpukan file yang sebentar lagi selesai. Daniel yang merasa lelah ingin mengistirahatkan otak dan tubuhnya sebentar. Tiba-tiba pikirannya mengingat sesuatu yang pernah dia lakukan di ruangan ini. Tindakannya yang yang keterlaluan kepada Shasha, dirinya melempar sebuah ponsel. Ponsel yang baru saja dia perbaiki tanpa sengaja dia rusak kembali. Tak hanya itu di ruangan ini Daniel mencengkram erat tangan Shasha hingga membuat Shasha kesakitan.


"Kenapa tiba-tiba aku memikirkan dia!" gumam Daniel sambil mengusap kasar wajahnya.


Daniel merasa jengkel dengan dirinya sendiri, karena tanpa sengaja dia harus mengingat Shasha padahal seminggu yang lalu di bersama dengan Asia. Dirinya berusaha membangun cinta agar seperti dulu.


Kini dia mulai mengambil ponselnya untuk menghubungi kekasihnya itu, panggilan pertama tidak ada jawaban, lalu dicobanya kembali panggilan kedua tetap tak ada jawaban. "Mungkin dia sedang sibuk." ucapnya lirih.


Ditunggu updatenya ya readers setia ku ...🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment..


Salam sayang dari aku🥰🥰🥰


__ADS_2