TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 164. KEJUTAN.


__ADS_3

Tak terasa sudah tiga hari Shasha dan para sahabat saling berkumpul, kini satu persatu dari mereka pamit pulang dengan alasan beragam. Dirinya merasa sedih namun ia berusaha menyadari bahwa kini mereka sudah berkeluarga jadi tidak dapat membuat keputusan sendiri.


Saat ini dirumah yang sederhana ini hanya ada sebuah keluarga kecil bahagia. Namun kebahagiaan Daniel sedikit pudar saat ia mendapat kenyataan bahwa sang istri harus melakukan seminar selama seminggu di luar kota. Tak ingin membatasi aktivitas sang istri Daniel pun mengizinkan.


Selama seminggu Daniel yang merawat Ecka, sedikit repot dan bingung merawat anak kecil umur empat tahun namun ia berusaha berperan menjadi seorang ayah dan ibu. Ia pun mulai membayangkan bagaimana saat itu istrinya yang tinggal sendiri tanpa ada seorang suami, orang tua, suster dan pembantu.


Ternyata begini rasanya merawat seorang anak sendirian.


Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Shasha yang masih mudah harus hidup sendiri, hamil dan kerja. Dia benar-benar wanita istimewa.


Mengingat semua masa yang telah dilalui Shasha seorang diri membuat dirinya harus bisa seperti istrinya. Dirinya yang hanya beberapa Minggu saja sedangkan sang istri yang sudah bertahun-tahun menjadi single parent untuk putra tercinta mereka.


Diam-diam Daniel memandang wajah putranya yang sedang bermain Lego. Ecka yang merasa dipandang sang ayah melirik lalu melihat kearah ayahnya dan berkata, "Ayah, ada apa?"


"Ayah sayang kamu, Nak."


"Kata-kata ayah mirip Ibu."


"Oh ya?"


"Iya, ibu selalu bilang Love you sayang."


"Terus Ecka jawab apa?"


"Love you, Bu."


"Kalau begitu jawab dunk ucapan sayang ayah."


"Sayang ayah juga."


***


Tak terasa sudah seminggu lamanya Shasha melaksanakan seminar dan ini adalah hari terakhir dirinya berada di luar kota.


Tumben mas Daniel tidak menelfon ku?


Mungkin dia sedang sibuk merawat Ecka.


Lebih baik aku cepat-cepat pulang untuk memberi kejutan kepada mereka.


Shasha yang sedang bersiap-siap untuk pulang mendapat kabar dari kampus bahwa ia harus segera datang ke kampus karena harus bertemu dengan rektor.


Ada apa ini? Kenapa mendadak.


Sepanjang perjalanan ia berusaha tenang agar segera sampai tempat tujuan namun jujur sebenarnya dirinya khawatir dengan Daniel dan Ecka yang mulai malam tidak memberi kabar.


Semoga mereka berdua baik-baik saja.


Kenapa aku tak tenang meninggalkan Ecka dengan mas Daniel, biasanya dengan kak Rianda tidak seperti ini.


Shasha yang gelisah segera menancapkan gasnya agar dirinya sampai di kampus dengan cepat. Perjalanan yang ditempuh sekitar dua jam, ia mengendarai tanpa berhenti agar segera sampai.


Dua jam di jalan tak terasa kini sudah berada di kampus. Segera ia memarkirkan kendaraannya dan menuju ke dalam ruangan rektor. Sesampai disana ia tidak menemukan tak seorang pun ada di dalam kantor.


Tumben, kenapa kampus begitu tidak seramai biasanya.


Apa selama aku seminar ada perubahan jam belajar ya?


Ah sudahlah aku tunggu saja di depan sini.


Sudah hampir setengah jam Shasha menunggu di depan ruang rektor tetapi tidak ada tanda-tanda kedatangan dari rektor. Ia pun mulai resah, ingin rasanya ia menelfon sang rektor dan berkata untuk izin pulang dulu untuk menengok anak dan suaminya.


Saat dirinya benar-benar ingin menelfon tiba-tiba terdengar suara telfon dari ponselnya, segera ia mengangkat dimana sebuah nama Rekor tertera di ponselnya.

__ADS_1


Aku gak salah lihat kan?


Apa ponselku yang rusak atau mataku yang tak beres?


Tapi, sepertinya ini benar-benar nyata.


Segera Shasha mengangkat panggilan pada ponselnya.


Shasha : "Siang pak,"


P.Rektor : "Ya, kenapa terlambat?"


Shasha : "Saya sudah di depan ruangan bapak tiga puluh menit yang lalu."


P.Rektor : "Saya tidak disana! Temui saya di bangunan paling besar di kampus kita, beberapa orang sudah menunggumu! Cepat kemari."


Belum sempat mengucapkan salam lawan bicaranya itu sudah menutup sambungan telepon nya.


Ada apa sebenarnya?


Dari suara sepertinya begitu serius.


Ada apa sih??


Shasha bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil berjalan kearah bangunan tersebut dan ia terkejut ternyata disana sedang diadakan sebuah penghargaan untuk beberapa dosen yang berprestasi.


Dirinya tak percaya jika namanya berada di deretan beberapa dosen berprestasi, ia yang merupakan dosen termuda bersanding dengan para dosen senior.


Raut wajahnya semakin bahagia saat dirinya melihat kehadiran suami dan putranya.


Selesai acara penghargaan Daniel dan Ecka mendatanginya. Ecka langsung memeluk ibunya.


"Ibu, Ecka kangen ...." sambil memeluk sang ibu ia menangis.


"Ecka mimpi jauh dari ibu."


"Ini ibu sayang. Kita deketan kan sekarang."


***


Selesai acara kini mereka pulang bersama, Shasha sengaja meninggalkan mobilnya di kampus. Kini mereka bertiga pulang ke rumah menggunakan mobil Daniel.


Sepanjang perjalanan, Ecka sama sekali tak ingin jauh-jauh dari ibunya.


"Tumben? Kenapa lengket sama ibu?"


"Karena sebentar lagi ibu akan pelgi bersama ayah." ucap Ecka dengan nada sedih.


"Kata siapa?"


"Ayah dan kata ayah, Ecka gak boleh ikut." ucapnya sambil merengek.


"Memang kita mau kemana ayah?"


"Mau bikin adek bayi untuk Ecka." jawab Daniel sambil tertawa karena menggoda putranya.


"Ohh bikin adek bayi. Kalau itu ayah benar tapi sekarang bunda sedang bersama Ecka jadi hari ini kita akan bertiga bermain bersama." jelas Shasha sambil mengelus rambut putranya.


Setelah mendapat penjelasan dari Shasha, Ecka merasa tenang hingga ia tertidur dengan nyaman di pelukan ibunya.


Sepanjang perjalanan Daniel banyak bercerita tentang dirinya yang merawat Ecka sendiri. Bagi Daniel itu adalah sebuah prestasi.


"Kamu hebat Bie, aku bangga."

__ADS_1


"Iya kan aku ayah yang hebat." jawab Daniel dengan bangga.


***


Dalam perjalanan Shashsa sama sekali tidak tidur, ia sengaja menemani Daniel sepanjang perjalanan.


"Ay, kenapa memandangku seperti itu?"


"Aku bahagia, dan tidak menyangka dulu kita berdua selalu bertengkar. Kamu yang keras kepala, sekarang berubah menjadi seperti ini."


"Memang aku berubah jadi apa?"


"Jadi Daniel yang lebih baik."


"Aku belajar dari sebuah kesalahan terbesarku. Yang terlalu percaya dengan masa lalu dan menghadapi masa depan dengan bayang-bayang masa lalu. Dan apa yang aku lakukan saat itu I'm like animal(aku seperti binatang). Aku melakukannya tanpa memikirkan apa yang kamu rasakan, dan aku tahu kamu merasakan kesakitan. Karena itu pertama bagimu."


Shasha hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.


"Kenapa kamu hanya tersenyum?"


"Marahku sudah habis, Bie. Kini yang tersisa hanya senyumku untuk kamu dan Ecka, Bie."


"Bukan aku dan Ecka saja tapi anak kita satunya lagi."


"Dia belum lahir, bahkan kita bikin saja belum."


"Kamu mau?"


"Iya, tapi tidak sekarang." ucap Shasha yang kini turun dari mobil sambil menggendong Ecka.


Tanpa sepengetahuan Shasha bahwa dirumah telah ada sebuah kejutan yang tak pernah Shashsa pikirkan. Daniel berharap kejutan yang ia berikan bisa membuat istrinya kembali tersenyum bahagia.


***


"Bie, kenapa dengar suara berisik ya? Sepanjang aku tinggal berdua bersama Ecka tidak pernah terdengar suara berisik seperti ini."


"Ah masa? Kenapa aku tidak mendengarnya?" pura-pura Daniel.


"Ia Bie, apa ada orang lain selain kita dirumah?"


"Kalau begitu aku keluar dulu ya, aku cek keluar rumah." ucap Daniel sambil mengambil Ecka dari gendongan Shashsa.


"Jangan lama-lama ya aku takut." ucap Shasha yang sekarang masih berada di ruang TV.


Kini Shashsa berada diruang TV sendiri, dirinya sedari tadi menunggu kedatangan Daniel namun tak kunjung muncul.


Tak sabar ia pun segera keluar untuk memeriksa keberadaan Daniel tapi ternyata pintu tertutup.


Kenapa pintu tertutup?


Bukannya tadi pamit keluar untuk cek.


Dengan langkah gemetar Shasha mulai melangkah ke bagian belakang rumah yang gelap, sengaja Daniel matikan lampunya. Dan saat lampu menyala ia melihat sebuah kejutan yang membuat dirinya menangis bahagia.


.


.


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak diceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2