TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 22 FRENCH KISS


__ADS_3

Pagutan kedua bibir mereka berhenti kala keduanya merasakan oksigen yang mereka terima mulai menipis. Perlahan tangan Daniel yang merengkuh pinggang Shasha mulai terlepas. Kini mereka berdua hanya dapat saling memandang. Daniel yang masih terhipnotis dengan kekenyalan bibir Shasha tak dapat berfikir jernih, namun tidak dengan Shasa. Dia dengan mudah melepaskan diri dari pangkuan Daniel dan segera berlari.


Daniel yang masih tak percaya dengan ciuman French Kiss nya itu dia lakukan di kampus taman dekat perpustakaan. Dia sadar bahwa Shasha sudah tidak lagi ada di pangkuannya mulai mencari keberadaan Shasha. Dicarinya Shasha disekitar taman tidak ada, dirinya tidak marah dengan sikap Shasha yang tiba-tiba pergi setelah mereka berciuman, dirinya malah semakin gemas. Daniel mulai melanjutkan mencari Shasha ke perpustakaan. Hendak menapaki tangga perpustakaan dirinya mendapat telepon dari Johan bahwa rapat dimajukan beberapa jam lagi. Terpaksa Daniel harus menunda mencari keberadaan Shasha.


Tunggu aku, setelah pekerjaanku selesai aku akan menemukanmu gadis vanila strawberry ku.


Shasha yang dicari-cari ternyata berada di perpustakaan. Setelah adegan ciuman tadi Shasha merasa malu jika harus bertemu dengan Daniel. Dirinya tak menyangka lelaki yang beberapa kali membuat dirinya jengkel berhasil membuatnya merasakan kenikmatan saat berciuman.


Sudah lebih dari satu jam Shasha berusaha melupakan ingatan itu tapi masih belum juga menghilang. Ditidurkan kepalanya pada meja sambil ditarik-terik rambutnya agar dirinya bisa sadar dan konsentrasinya kembali.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jadwal kuliahnya. Shasha segera pergi menuju kelasnya. Didalam kelas dia berusaha untuk mengkonsentrasikan pikirannya karena ini adalah salah satu mata kuliah favoritnya, dirinya berusaha fokus pada penjelasan dosen favoritnya, dirinya berhasil membuat otaknya fokus hanya 30 menit saja, sisanya dihabiskan dengan kejadian ciuman tadi pagi.


Kenapa dirimu benar-benar menyebalkan pak, di awal bertemu sudah hampir melaporkan diriku ke kantor polisi gara-gara perlengkapan kamar mandi, kemudian ponselku yang hancur gara-gara dibantingnya hingga aku tak dapat menghubungi keluarga maupun para sahabatku. Dan yang terakhir gara -gara ciuman maut itu. Begitu juga untuk mata kuliah selanjutnya. Rasanya ingin sekali pulang dan menaruh pikiran ciuman itu pada sebuah cawan lalu cawan itu disimpan atau di hanyutkan ke laut agar dia tak mengingat kejadian itu. Bukan tidak suka tapi Shasha sangat malu.


Jam kuliah usai segera Shasha siap-siap pulang. Didalam kampus Shasha menemukan mobil Johan sedang terparkir. Dihampirinya mobil tersebut dan benar saja ternyata Johan sedang menjemputnya. Shasha segera menaiki kursi penumpang yang ada di depan. Dalam perjalan pulang Johan ingin mengajak Shasha ke rumah dinas milik Daniel.


"Kita mampir ke rumah dinas Daniel ya."


"Jangan bang, jangan ... Shasha mohon jangan kesana ya bang."


"Kenapa?"


"Pokonya jangan bang, please ... ." rengek Shasa.


"Kasih alasan yang tepat, baru aku mau."


"Gak bisa bang, ini privasi Shasha."


"Oh ya, boleh Abang tebak?"


"Kalian habis ciuman ya?" tanya Johan


"Ha ... kug Abang bisa nebak nya begitu."


"Abang gak nebak, tadi pagi Daniel cerita. Katanya kamu juga menikmati ciuman yang dia berikan, bahkan kamu sempat menghisap lidah nya, betul begitu?" goda Johan.


"Dasar ember ternyata dia. Oke ajak aku ke rumah dinas, Shasha akan menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi tadi pagi."


Kini mereka berdua sudah berada di rumah dinas. Segera Shasha masuk mengikuti langkah Johan.

__ADS_1


"Mbok Jum, ini Shasha." ucap Johan yang memperkenalkan Shasa.


"Oh ... jadi neng Shasha ini yang selalu bikin tuan Daniel senyum-senyum setiap hari.


"Masa iya, mbok?" tanya Shasha tak percaya.


"Betul neng, yasudah saya harus masak dulu ya neng." ucap mbok Jum .


Kini hanya Shasha dan Johan saja yang berada di ruang tamu sambil melihat televisi.


"Sha, Abang mau ke kamar mandi dulu ya. Kalau kamu mau lihat-lihat sekita silakan."


Setelah ditinggal oleh Johan, Shasha yang bosan dengan acara televisi dia mulai berdiri dari melihat keadaan sekitar rumah dinas.


Shasha berjalan menuju bagian belakang dia menemukan kolam renang disana, di dekatinya kolam renang tersebut. Shasha duduk di pinggir kolam renang itu sambil memainkan kakinya hingga terendam air. Dari belakang ada yang merangkul pinggangnya lalu duduk disebelah Shasha. Shasa terkejut dengan kehadiran lelaki ini, lelaki yang tadi pagi berhasil mengambil ciuman pertamanya.


"Bb-apak?"


"Iya, apa yang kamu lakukan disini? apa kamu sedang menggodaku?"


"Tidak, tadi saya hanya ingin bermain saja disini."


"Bapak! saya diam bukan berarti saya suka tapi saya menghargai bapak karena-"


Kata-kata Shasha terputus kalah dirinya ditarik oleh Daniel kedalam kolam renang. Kini mereka berada di dalam kolam renang. Shasha yang terkejut membuat dia berhenti mengomel. Karena Shasha sudah berhenti mengomel kini Daniel mengarahkan dagu Shasha ke wajahnya agar mudah untuk dicium, dirabahnya bibir merah itu menggunakan ibu jari lalu berhenti tepat dibibir bawah hingga bibir itu terbuka. Lhep dengan mudah lidah Daniel masuk dan mulai menyesapi hingga membasahi bibir atas, kemudian dibawanya lidah itu menuju langit-langit mulut lalu mencoba untuk bermain lidah dengan si pemilik bibir ini. Lagi-lagi Shasha hanya bisa pasrah menikmatinya karena sentuhan dari Daniel yang begitu lembut, tangan Daniel lainnya yang awalnya memegang tengkuk kini mulai berjalan menuju leher namun segera Daniel lepaskan karena Daniel tak ingin berbuat lebih. Daniel yang sudah tersadar sengaja membuka matanya namun tetap me*umat dan memainkan lidah Shasha tanpa henti.


Cukup lama mereka malakukan ciuman itu, Daniel perlahan menarik lidahnya, karena dia merasakan tubuh Shasha yang mulai kedinginan. Lain halnya dengan Shasha, Shasha masih menikmati pergulatan lidah diantara mereka. Dia merasa kesel dan tak percaya kala Daniel menarik lidahnya.


Kini keduanya hanya dapat saling pandangan. Pandangan mereka berpencar saat Johan berada di tempat itu dan meneriaki keduanya


"Kalian berdua sedang apa?" tanya Johan.


"Aku sedang-- sedang mengajari Shasha berenang, iya kan Sha?" alasan Daniel sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Shasha.


"Iya, betul." ucap Shasha.


"Segera kalian keluar, makan malam sebentar lagi."


Daniel keluar terlebih dahulu lalu dibantunya Shasha naek ke permukaan. Baju yang Shasha kenakan basah membuat tubuh dan pakaian dalamnya terekspos, dengan sigap Daniel memberikan jasnya untuk menutupi tubuh yang basah itu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di dalam kamar mandi Daniel tersenyum sendiri mengingat kedua ciumannya dengan Shasha, dia tak menyangka dirinya akan jatuh cinta dengan gadis seperti Shasha, gadis yang tak sesuai dengan ekspektasinya namun mampu membuat dirinya merasa cemburu. Dia sendiri masih tak percaya dengan perasaannya kepada Shasha. Apakah perasaan yang muncul ini karena cinta atau hanya sebuah pelampiasan dirinya karena tidak dihiraukan oleh Asia.


Untuk meyakinkan hatinya dia mencoba mencium Shasha, apakah hatinya bergetar atau tidak dan hasilnya memang benar-benar bergetar. Artinya dia mencintai Shasha bukan karena sebuah pelampiasan. Mencium Shasha bukan hanya untuk meyakinkan dirinya namun dirinya tak kuasa jika berada didekat gadis berlesung pipi itu. Gairah nya seketika muncul, padahal dari cara berpakain Shasha tidak menampakkan lekukan tubuhnya beda dengan kekasihnya Asia yang sebentar lagi akan dia putuskan, kekasihnya itu selalu menampilkan keseksiannya.


Kini mereka bertiga berada di satu tempat yang sama yaitu meja makan. Shasha memilih duduk di dekat Johan, sedangkan Daniel berada di depan Shasha.


"Sha, bagaiamana masakannya apa sudah mengobati rasa rindumu?"


"Cukup terobati bang, makasih ya bang dan mbok Jum. Masakannya enak." ucap Shasha yang kebetulan mbok Jum sedang memasak di dapur.


"Sama-sama neng, itu mbok baru pertama bikin masakan Jawa timur."


"Kug kamu gak bilang makasih ke saya?"


"Iya makasih pak."


"Aku juga mau bilang makasih ke kamu." ucapnya sambil melihat wajah Shasha.


"Makasih untuk apa pak?"


"Makasih karena sudah membalas ciumanku hari ini."


Mendengar itu Shasha mulai menjadi salah tingkah dia makin tak sanggup untuk melihat wajah Daniel karena dirinya benar -benar malu.


Johan yang mendengar perkataan keduanya menahan tawa, dia baru tahu ternyata Daniel sahabatnya sekaligus saudara angkatnya ini cukup terang-terangan dalam hal mencium.


"Bang, saya sudah selesai saya mau ke dapur dulu ketemu mbok Jum."


Daniel bahagia dan senang saat melihat pipi Shasha yang blush karena ucapan ciuman yang diumumkannya kepada Johan. Baginya menggoda Shasha adalah hal baru dalam hidupnya.


Bagaimana kelanjutan Shasha dan Daniel?


Apakah Shasha mulai mencintai Daniel atau menghindarinya?


Tunggu updatenya ya readers🥰🥰


Jangan lupa like dan comment, biar aku makin semangat updatenya.

__ADS_1


Salam sayang 🥰🥰


__ADS_2