
"Niel ... Daniel ...", panggil Johan sambil mengarahkan jarinya di depan wajah Daniel, agar tersadar dari lamunannya.
"Gue benar-benar gak nyangka bahwa Asia adik kandung Xavier. Dia yang ingin menyelamatkanku justru dia yang meninggal gara-gara ulahku!" ucap Daniel sambil terisak.
"Bukannya lu bakar rumah itu kemudian Xavier tiba dan mencoba masuk?"
Daniel mengangguk, "dia masuk ke rumah itu karena ingin menyelamatkan gue, Jo." ucapnya lirih sambil mengeluarkan air matanya.
"Menurut lu apa yang membuat dia nekat menyelamatkan lu?"
"Karena dia sohib gue,"
"Gak Niel, sepertinya dia merasa bersalah sama lu, apalagi waktu itu bokap nya langsung nyusul ke lokasi kan padahal sebelumnya bokap nya tak terlalu peduli?"
"Ia Jo, gue rasa ada sesuatu yang ngebuat dia nekat masuk ke rumah itu."
"Alea bilang bahwa kalian diculik di hari yang sama namun tempat yang berbeda. Alea bisa selamat karena Xavier yang menyelamatkan, sebelum dia menyelamatkan mu dia menceritakan kepada Alea bahwa Xavier mendengar pertengkaran kedua orangtuanya dan menyebutkan nama kedua orang tua kita, lalu dia juga meminta maaf atas tindakan kedua orangtuanya." Jelas Johan.
"Orang yang menculik-ku juga mengatakan seharusnya Mami tidak menikah dengan Dady. Melainkan menikah dengan bos mereka. Gara-gara itu bos mereka terpaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya."
"Berarti Xavier bukan anak yang diharapkan? Apa Dady dan Mami tahu tentang itu?"
"Entah, aku tidak memberitahu, tapi sepertinya mereka mencari tahu sendiri motif dari penculikan diriku dan Alea."
"Kenapa gak kita coba tanya Mami aja?"
"Gak Jo, aku malu. Hubunganku dengan Mami buruk,"
"Gue rasa Mami lu bakal senang dengan lu ada disana."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dirumah Tuan Joshka
"Johan ..., sudah lama disini?"
"Gak Mi, baru satu jam yang lalu." ucapnya sambil terkekeh.
"Ada apa kemari?"
"Aku kemari mengantarkan anak Mami yang bandel itu."
Daniel tiba-tiba muncul dengan meneteskan air mata
"Mami, Daniel datang. Daniel minta maaf."
"Hem ..., anak mami sudah besar. rasanya sudah sepuluh dasawarsa mami tak melihatmu." sindir Melly.
"Gak mi, maafin Daniel ya mi."
"Pasti Mami maafkan tanpa kamu minta sudah dimaafkan. Mami itu kalau ngelarang pasti ada alasannya. Sekarang Mami tebak kalian kesini pasti ada perlu?" tanya Melly.
"Bisa Mami jelaskan, apa hubungan Mami dengan penculik itu?" tanya Daniel.
"Daniel ingin tahu kenapa bokap Xavier dan Asia culik Daniel dan Alea."
"Kamu dan Alea diculik oleh orang yang berbeda. Kamu diculik oleh orang suruhan Leon sedangkan Alea diculik oleh orang suruhan Ratih."
__ADS_1
"Siapa mereka?"
"Mereka berdua adalah orang tua Xavier."
"Alasannya?"
FLASHBACK ON
Leon Gibson adalah teman SMP Mami, dia pintar tapi sayang dia terlalu egois dan individu sehingga banyak teman-teman yang tidak menyukainya. Mami yang merupakan anak baru merasa kasihan. Mami mendekatinya hingga kami menjadi seorang sahabat sampai SMA karena Leon memutuskan untuk kuliah di Luar Negeri.
Selama kuliah kami tidak pernah bertemu dan bertukar kabar. Lulus kuliah Mami bekerja di sebuah rumah sakit yang ternyata milik keluarga Leon. Dua tahun lamanya Mami bekerja disana tanpa diduga kami bertemu kembali.
Hampir setiap hari Leon datang ke rumah sakit hanya untuk bertemu hingga rumor kami pacaran terdengar orangtua Leon.
Mereka meminta Mami untuk memilih dua pilihan yaitu meninggalkan rumah sakit atau menjauhi Leon. Bagi Mami menghindari Leon tak masalah namun semakin Mami menghindar Leon semakin agresif, hingga dia mengucapkan cinta dan meminta untuk menjadi istrinya.
Mami kaget, dengan hati-hati Mami menolak. Setelah penolakan itu Leon sama sekali tidak muncul di hadapan Mami. Satu tahun tidak terdengar kabar dia kembali lagi dengan statusnya sudah menjadi suami dari Ratih Sanjaya teman koas Mami saat di Rumah Sakit milik Opa mu. Mereka berdua menikah hingga dikarunia anak laki-laki bernama Xavier Putra Gibson.
Menurut gosip yang ada mereka menikah karena perjodohan. Ratih sebenarnya mencintai Joshki saudara kembar Dady mu.Tapi dia memilih Lily sebagai istri.
Leon sebenarnya tidak bahagia dengan pernikahannya karena dia tahu bahwa istrinya Ratih masih memikirkan masa lalunya. Leon tahu bahwa seseorang dari masa lalu Ratih memilki wajah yang mirip dengan Dady mu dan dia mengira Dady mu adalah kekasih Ratih dulu.
Selama menikah Ratih dan Leon selalu bertengkar. Hingga Ratih memutuskan untuk menculik Alea dengan tujuan membuat bibi mu menderita. Sedangkan Leon, yang mengira Dady mu adalah mantan kekasih Ratih membuat Leon nekat menculik mu.
Dalam pertengkaran itu Xavier mendengar bahwa dirinya bukan anak yang diharapkan dan kata-kata itu terucap dari mulut Ratih.
Mendengar itu Xavier marah kepada kedua orangtuanya, lalu berusaha membebaskan Alea kemudian mencari keberadaan Daniel yang diketahuinya berada di sebuah hutan karet. Langkahnya terhenti kala melihat rumah ditengah hutan yang terbakar.
Ddduar ... suara ledakan rumah itu.
Tiba di lokasi tujuan Leon melihat ada mobil Xavier terparkir, segera dia berlari untuk mengejar Leon namun dia tak melihat kehadiran Leon disana, dia yakin anak lelakinya itu ada di rumah yang terbakar itu. Sedangkan orang-orang disekitar beramai-ramai memadamkan rumah tersebut sambil menunggu mobil pemadam kebakaran. Beruntung api tidak terlalu besar dan hanya membakar rumah tersebut tanpa merambat ke hutan. Dari dalam rumah ditemukan salah satu korban, korban tersebut setelah diidentifikasi dari sidik jari bahwa korban yang ditemukan tersebut adalah Xavier.
FLASHBACK OFF
"Sebenarnya Leon tahu bahwa korban tersebut adalah anaknya Xavier karena saat di hutan dia sekilas melihat wajah seorang anak laki-laki yang mirip dengan wajah kekasih lama istrinya sedang dipapah oleh seorang gadis."
"Lalu mengapa Leon membiarkan ku pergi dengan gadis itu?"tanya Daniel.
"Karena dia sedang terguncang bingung harus melakukan apa, saat melihat yang ada di dalam bukan dirimu tapi anaknya. Dan setelah peristiwa itu mereka berdua bukannya sadar malah Ratih semakin menjadi. Kami sedang menyelidiki peristiwa jatuhnya pesawat yang menewaskan paman Joshki, bibi Lily dan Alea apakah ada campur tangan Ratih."
"Kenapa dia begitu tega Mi? bukannya setelah kematian anaknya Ratih harusnya sadar bahwa kelakuan nya itu minus!" tambah Johan.
"Tak hanya Ratih yang menggila, namun Leon juga, namun sasaran Leon bukan padamu melainkan pada gadis yang menolong mu." imbuh Melly.
"Artinya gadis itu tidak aman sekarang. Bagaimana kita melindunginya Mi, aku berhutang pada dirinya."
"Kamu nikahin dia. Selesaikan semua urusan mu dengan kekasihmu itu!"
"Asia itu adik kandung Xavier Mi! setelah mengetahui itu justru aku ingin melindunginya."
"Melindungi yang bagaiamana?"
"Mungkin aku akan menikahinya, Mi."
"Mami gak tahu jalan pikiranmu ya Niel! kalau dengan dia mau bagaimana dua keluarga ini? masa iya Mami harus menjadi besan dari seorang yang cinta sama Mami dulu dan tega menculik kamu!? Belum lagi bagaimana jika fakta itu benar bahwa mertuamu itu adalah dalang dari terbunuhnya bibi dan pamanmu? Kamu mau hidup dengan seorang seperti itu!? Apa kamu tidak tahu bagaimana kelakuan kekasihmu itu?"
"Tapi dia adik Xavier, Mi!"
__ADS_1
"Johan. Ajak dia pulang! Mami gak mau lihat dia. Ajak dia kemari jika dia sudah sadar."
"Mi, kenapa usir Daniel?"
"Kamu gak paham kemauan Mami, ingat ya Daniel apa yang Mami ceritakan tadi ternyata sama sekali tidak membuatmu tersentuh. Seharusnya kamu melindungi gadis itu. Karena menyelamatkan mu dia sekarang yang menjadi incaran Leon. Dia merasa gara-gara gadis kecil itu anaknya terbunuh. Andai saja anaknya berhasil keluar menyelamatkanmu mungkin tidak akan ada api dan tak akan ada korban. Api ini ada karena kamu keluar dan diselamatkan dengan gadis itu."
"Kenapa pemikirannya aneh dan se-picik itu?" tanya Johan.
"Gak tahu Jo, model mertua yang kayak begitu yang diinginkan Daniel."
"Ingat ya Daniel kalau kamu gak bisa melindungi gadis itu maka di usia Mami dan Dady yang senja ini kami akan melindunginya."
"Johan juga anak Mami kenapa bukan Johan saja yang nikah dengan gadis itu?" Tawar Daniel berharap Maminya setuju dengan usulannya.
"Mami tidak memilih Johan karena dia tidak ada utang budi dengan seseorang."
"Maafkan Daniel Mi, Daniel gak bisa. Setelah Daniel mengetahui bahwa Vier kakak Asia maka Daniel akan memaafkan semua kesalahan Asia dan menerima Asia seperti dulu. Lagipula seseorang berhak mendapatkan kesempatan kedua bukan begitu, Mi?"
"Terserah kamu!" ucap Melly lalu berlalu dari hadapan Johan dan Daniel.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di dalam mobil
Kini Daniel dan Johan berada di sebuah mobil, mereka sama-sama terdiam. Johan yang baru mengetahui dari Melly bahwa mereka diam-diam menyelidiki kasus kecelakaan pesawat yang menewaskan keluarga angkatnya.
Sedangkan Daniel yang masih berperang antara hati dan otaknya. Karena rasa bersalahnya atas kematian Xavier dia mengabaikan sebuah fakta tentang penghianatan Asia kepada dirinya.
"Jo, antar aku pulang ke apartemenku. Gue sudah mengajukan cuti untuk seminggu ke depan. Gua ingin menghabiskan waktuku dengan Asia."
"Lu yakin balik ke Asia? bagaimana dengan Shasha?"
"Aku gak cinta dia Jo,"
"Lalu kenapa lu menciumnya dan waktu itu lu bilang hidup lu berwarna saat Shasha ada?"
"Karena gue-- " ucapnya terhenti seperti sedang memikirkan sesuatu. "--gue rasa Shasha cuman pelampiasan gue saat gue jauh dan diacuhkan Asia." ucap Daniel berbeda lagi. Padahal dia dulu dua kali mencium Shasha untuk meyakinkan apakah ini pelampiasan atau tidak.
Ciiit .... (suara ban mobil berdecit karena Johan mengerem kencang.)
Johan memberhentikan mobilnya lalu memaksa Daniel untuk keluar dan ...
Bugh ... bugh ....
Johan memukul wajah Daniel berkali-kali
Daniel sama sekali tidak diberi kesempatan oleh Johan untuk membalas pukulannya.
"Jo, maksud lu ap--"
Bugh ... bugh ....
Ditunggu updatenya ya readers setia ku ...🥰🥰
Jangan lupa like dan comment..
Salam sayang dari aku🥰🥰🥰
__ADS_1