TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 135. MEMAKSA IKUT.


__ADS_3

Shasha yang sedang berfikir ingat bahwa sebelumnya ia pernah menyimpan nomor Daniel bahkan mereka pernah berkirim pesan. Diambilnya ponsel miliknya lalu ia pun mencoba untuk menelfon. Berulang kali dicobanya untuk menelfon namun tak ada bunyi nada sambung dari ponsel yang dituju.


Sambungan telfon yang berulang kali ia coba masih tetap sama. Dilirikhya jam yang kini menempel di tangannya.


Sudah pukul berapa ini? Aku harus cepat-cepat berangkat.


***


"Kenapa baru datang? Bukannya kamu bilang akan datang pagi-pagi untuk mengerjakan tugas tambahan, goda Dion. Sebenarnya tugas tambahan tak tidak ada dirinya sedang menggoda Shasha. Harapannya setelah di goda, Shasha akan menjawab dengan jawaban cukup panjang namun tidak sesuai espektasi nya.


"Maaf." jawab Shasha singkat.


Jawaban Shasha membuat Dion terheran, karena tak biasanya sekertaris cantiknya itu menjawab hanya dengan satu kata. Terheran dengan jawaban yang keluar dari mulut Shasha membuat Dion diam dan tertegun.


Diamnya Dion dimanfaatkan Shasha dengan melanjutkan langkahnya untuk masuk ke lift karyawan yang sepertinya sudah selesai perbaikan. Dion yang berada di depan lift karyawan menarik perhatian beberapa karyawan hingga mereka semua kompak untuk menyapa Dion.


Tersadar dari ketertegunan nya membuat Dion ikut masuk ke dalam lift. Didalam lift, ia mendengar bisikan dari beberapa orang yang memuji ketampanannya.


"Gila, cakep banget!" bisiknya dengan suara pelan.


"Iya, gue gak salah lihatkan ?" bisiknya balik.


"Kalian berdua sedang membicarakan aku ya?" tanya Dion kepada  dua karyawan yang ada di depannya.


Shasha tak terlalu memperhatikan pembicaraan yang ada di dalam lift, pikirannya fokus kepada nasib pernikahannya. Dirinya yang masih membayangkan mahligai indah pernikahan dengan suaminya namun sepertinya bayangan indah itu hanyalah sebuah mimpi yang sepertinya sangat sulit untuk di lakukan.


Pintu lift terbuka, Shasha segera turun diikuti oleh Dion, sesampainya di ruangan Shasha yang berada di depab segera membuka pintu lalu masuk diikuti oleh Dion. Kedatangan mereka berdua disambut dengan senyuman hangat dari Riko.


"Kalian berdua berangkat bersama?" tanya Riko.


Shasha dan Dion sama-sama tak menjawab pertanyaan Riko, mereka berdua terlalu fokus dengan pikiran masing-masing.


"Kenapa mereka berdua? Apa ada hubungannya dengan pertanyaan Dion semalam?" tanya Riko dalam hati.


Merasa diacuhkan oleh kedua rekannya tak membuat Riko sakit hati, dirinya sadar jika sahabatnya Dion sedang mengejar cinta seorang calon janda, yaitu Shasha.


Apapun keputusan lu gue dukung, termasuk mencintai istri orang. Entah mengapa kali ini gue setuju sama lu meski di awal-awal rasanya gue gedek sama Shasha. Tapi setelah gue tahu bagaimana tegar dan kuatnya Shasha dalam menjalani rumah tangga bersama suaminya membuat gue yakin lu memang ditakdirkan buat ngebahagiakan dia.


***


Tok!


*


Tok!*


"Pak Riko! tumben ketuk pintu?" tanya Shasha heran.


"Jangan panggil gue Pak kalau hanya ada kita, lagipula kita hanya berbeda beberapa tahun saja."


"Oke,"


"Oia, malam nanti ada acara ulang tahun perusahaan dari klien kita."

__ADS_1


"Dimana?"


"Di hotel, aku akan ajak Rachel. Kamu ikut ya."


Mendengar kata Rachel membuat Shasha semangat, karena ia ingin sekali bertemu dan melanjutkan perkataan Rachel waktu itu.


"Oke aku ikut. Jam berapa kita berangkat?"


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari ruangan Dion. Mereka berdua pun menoleh.


"Kenapa kalian berdua memandangku begitu?"


"Tidak, kebetulan saja kita sedang bicara dan kamu muncul. Untuk acara nanti malam aku akan ajak Rachel dan kamu pasti ajak Shasha kan?"


Sejenak Dion berfikir, bagaiamana mungkin ia datang kesana mengajak Shasha karena disana pasti ada Daniel.


Tak mendapat jawaban dari pertanyaannya membuat Riko bertanya kembali.


"Bagaimana?"


"Jangan, lebih baik kita berdua saja yang datang. Lagipula itu di klub malam."


"Dion, kamu jangan bohongin aku. Tadi Riko sendiri yang bilang acaranya di hotel. Kenapa sekarang kamu bilang klub?"


"Ya kan di hotel juga ada klub nya Shasha."jawab Dion


"Mana ada acara ulang tahun perusahaan di klub. Kamu gak usah bohong."


"Kamu kenapa sih diberitahu gak percaya. Coba tanya ke Riko perusahaan ini jika mengadakan acara pasti di klub malam."


"Benar, tapi yang aku dengar untuk acara kali ini tidak diadakan di klub melainkan di hotel. Hanya makan malam biasa saja."


"Pokoknya aku mau ikut. Aku ikut Dion, ikut!"


Melihat Shasha yang bersikukuh untuk ikut membuat Dion bimbang, disatu sisi ia tak ingin melihat Shasha sedih karena ia yakin jika Daniel tidak mungkin akan datang sendiri mengingat beberapa bulan yang lalu Daniel pernah mengajak wanita itu untuk ikut datang menghadiri acara sebuah perusahaan. Padahal jelas wanita itu bukan bagian dari perushaan JM Corporate.


"Terserah kamu saja. Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang sekarang, aku akan mengirim MUA untuk datang ke apartemenmu."


"Thank's Dion."


Shasha pun bersiap-siap untuk pulang.


Sepanjang perjalanan pulang Shasha terlihat sangat berbeda dengan hari ini, melihat senyum yang sedari tadi menempel di wajah Shasha membuat Dion ikut merasakan kebahagian yang Shasha rasakan meski dia tak tahu apa yang benar-benar membuat Shasha bahagia.


"Sha, apa kamu yakin ingin ikut?" tanya Dion.


"Iya, karena ini adalah pertama kalinya aku mengikuti acara ulang tahun perusahaan," bohong Shasha. Padahal dirinya ingin iktu karena Riko mengajak Rachel.


"Hanya itu alasannya?"


"Ya."


"Sha, apa kamu tahu siapa CEO dari perusahaan JM Corporate?"

__ADS_1


"Tidak, apa dia salah satu klien kita?"


"Tidak juga,"


"Lalu kenapa kamu tanya-tanya?"


"Memang salah jika orang bertanya?"


Sepertinya dia tidak tahu jika suaminya adalah seorang CEO dari perusahaan besar. Yang mana perusahaan suaminya juga merupakan investor terbesar dari perusahaan yang sedang mengadakan ulang tahun perusahaan.


"Sudah sampai, buruan kamu turun. Aku mau kembali ke kantor."


"Kamu tak ingin mampir ke tempatku?"


"Kenapa sekarang kamu jadi manis begini, pakai acara menawariku untuk mampir? Emang boleh aku masuk, yang ada suamimu marah-marah." ucap Dion sengaja.


"Ya maksud aku kita ngobrol nya di lobi bukan masuk ke kamar apartemen." jelas Shasha. Shasha selalu saja mengalihkan pembicaraan nya jika itu menyangkut tentang dirinya dan suami. Sampai saat ini pikiran Shasha masih terdoktrin agar dirinya menyembunyikan status pernikahannya, dirinya tak ingin jika orang lain tahu baik dia maupun Daniel mengenal mereka berdua sebagai pasangan suami-istri.


"Oh, aku kira. Lain kali saja." ucap Dion lalu menyalakan mesin nya dan melajukan nya.


Shasha tak tahu jika Dion telah mengetahui banyak tentang dirinya termasuk kehidupan pernikahan nya dengan Daniel. Tak hanya itu sampai sekarang dirinya tak tahu jika  Dion tinggal di apartemen yang sama.


Sepanjang perjalanan pulang Dion merasa takut, dia takut Shasha kecewa. Dia tak ingin melihat Shasha menangis di depannya. Namun disisi lain dirinya merasa menang jika sampai Shasha melihat bagaimana kejelekan suaminya di depan matanya sendiri. Ketidak hadiran Daniel selama beberapa bulan ini sudah cukup membuat hidup wanita yang dicintainya menjadi sedih. Vidio maupun foto hampir setiap hari Shasha terima.


***


MUA yang dipesan Dion untuk dirinya sudah datang, MUA tersebut tak hanya merias Shasha namun juga membawakan gaun dan alas kaki yang nanti akan dikenakan oleh Shasha.


"Gaun untuk siapa ini mbak?" tanya Shasha polos.


"Untuk mbak dunk. Bapak sangat pintar dalam memilih baju untuk calon istrinya."


Mendengar itu Shasha hanya diam, dirinya tak menyangka jika Dion akan berlebihan hanya untuk mendatangi sebuah pesta ulang tahun perusahaan.


"Mari mbak masuk," ajak Shasha untuk memasuki kamarnya.


Sang MUA kaget ketika memasuki kamar Shasha, dirinya melihat ada sebuah foto pernikahan nya.


"Kenapa mbak?" tanya Shasha.


"Maaf mbak, saya tak tahu jika mbak sudah menikah."


"Tak apa, saya dengan Dion adalah rekankerja. Dia adalah bos saya, sedangkan saya adalah soerang sekertarisnya.


.


.


To be continued.


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak diceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.

__ADS_1


Terima Kasih.


__ADS_2