TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 26 SEBUAH KEJUTAN


__ADS_3

Hampir satu tahun lebih menghilang tak ada kabar. Nomor telepon yang biasa dihubungi mendadak susah atau tidak dapat dihubungi, dan setiap kali melakukan panggilan jarang diangkat, kalaupun diangkat pasti akan ada jawaban sorry, I'm not hear, your voice isn't clear, beb'.(aku tidak mendengar, suaramu tidak jelas). Sudah sangat sering dirinya mencoba menghubungi kekasihnya itu namun tak ada tanggapan, dan hanya jawaban serta intonasi suara yang terkesan datar. Seakan dirinya dicampakkan perlahan.


Dirinya menganggap bahwa kekasihnya itu marah karena kesibukan dirinya yang jarang datang jika diminta untuk menemani.


Rasa rindunya dia alihkan dengan semua pekerjaannya. Baginya pekerjaan dapat menghibur dirinya. Namun tak bisa dibohongi terkadang dia harus merasakan kecewa dengan sikap kekasihnya.


Sudah satu tahun memendam rindu, membuat dirinya menjadi orang hidup yang tak bernyawa, makan tak enak dan tidur tak nyenyak, gelisah selalu. Kerinduan dan kekesalan yang menyelimuti dirinya mengantarkan dia kepada gadis yang berwajah teduh, cantik, bermata seperti kacang almond dan memiliki bibir yang merah seperti biji delima. Dia adalah Shasha.


Dirinya yang sedih terobati dengan kehadiran gadis itu. Pertemuan pertama mereka sama sekali tidak berkesan, begitu aneh namun nyata. Dirinya yang sudah mulai kembali bahagia kini harus terusik dengan sebuah informasi bahwasanya kekasihnya ternyata menjalin hubungan dengan orang lain, dan yang membuat dirinya sesak adalah hubungan gelap itu dimulai sejak berpacaran dengan dirinya. Sakit hati itu muncul kembali, namun bayangan Shasha kembali muncul dan sukses membuat amarahnya mencair kembali seperti bongkahan es yang meleleh kalah melihat senyum mentari pagi yang muncul dari ufuk timur.


Dia sengaja belum memutuskan kekasihnya, karena Daniel memiliki rencana ingin membalas penghianatan itu. Namun yang dia fokuskan sekarang adalah mengetahui perasaan Shasha kepadanya. Tetapi, kebahagian itu sirna, hilang sekejap diikuti rasa sayang dan pedulinya kala dia membaca ponsel milik Shasha yang berada ditangannya. Ternyata gadis yang dicintainya itu sudah memiliki kekasih. Masa lalu Shasha sama dengan Asia. Shasha dengan tega meninggalkan kekasihnya hanya demi mempertahankan selingkuhannya sampai sekarang menjadi kekasihnya. Daniel merasa memiliki nasib yang sama dengan mantan kekasih Shasha, yang diketahuinya bernama Dion.


Dirinya yang masih diliputi emosi mendadak kaget saat diruang kerjanya dia melihat Shasha sedang menyentuh barang bahkan tak menduga akan bersikap kasar. Shasha keluar dari kamar itu dengan perasaan kecewa dan beribu umpatan yang ada dimulutnya. Setelah mengetahui kesalahannya dia menyesal namun enggan untuk meminta maaf, karena rasa gengsinya terlalu tinggi.


Disaat dia masih memikirkan cara minta maaf yang sepertinya tidak mungkin juga dia ucapkan Daniel dikejutkan dengan sebuah panggilan yang muncul di ponselnya 🐰my bunny🐰.


Kaget melihat nama yang muncul pada ponselnya, lama tak ada kabar tiba-tiba muncul kembali untuk menghubungi dirinya. Daniel mencoba mengangkat telepon itu dengan biasa seakan-akan tak tahu apa-apa.


🐰my bunny🐰: "Beib ... How are you?"(gimana kabarmu)


Daniel : " Fine, how about you? how is your trip at Bali, do you enjoy? (baik, kamu? gimana perjalananmu? apa kamu menikmati?)


🐰my bunny🐰: " not fine, my days felt empty without you here."(buruk, hari-hariku terasa hampa tanpamu disisiku.)


Daniel : " Really? "(sungguh)


🐰my bunny🐰: " I really miss you, please be fine there. Keep yourself and your heart "(aku sangat rindu kamu, jaga diri dan hatimu.)


Daniel : " wish you were here "(kuharap kamu disini.)


🐰my bunny🐰: "Ia Beib, sabar. Maybe next week. Bye honey."(mungkin minggu depan.. Sampai jumpa sayang.)


Setelah Daniel menerima telepon dari Asia, Johan langsung masuk tanpa mengetuk. Sepertinya Johan mendengar semua pembicaraan antara Asia dan Daniel karena Daniel mengaktifkan loud speaker ponselnya.


"Jadi lu masih hubungan sama Asia? pakai sayang-sayangan dan mesra-mesraan. Jijay aku dengarnya Niel." ejek Johan.


"Dia kan masih kekasihku," ucap Daniel dengan cuek.


"Lalu, gimana Shasha?"


"Kenapa tanya gue. Lu juga tahu dia uda punya cowo. Kalau lu atau Arden mau sama dia silakan, kalian ambil gak papa, gue gak butuh dia." cemooh Daniel.


"Daniel, asal lu tahu dia bukan barang yang seenaknya lu bilang gitu. Kata-kata lu benar-benar gak sopan sama sekali gak mencerminkan orang berpendidikan." hardik Johan.


Johan lalu meninggalkan Daniel yang masih duduk santai di ruangannya sebelum meninggalkan ruangan Johan meminta Daniel segera menandatangani dokumen itu karena besok pagi dirinya berencana menemui Shasha.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah pulang dari rumah Daniel Shasha segera menuju ke sebuah toko servis ponsel dengan perasaan jengkel mengingat akan semua sikap yang Daniel berikan kepada dirinya. Dasar bujang lapuk percuma punya wajah ganteng, keren tapi kelakuan minus! Percuma berpendidikan tinggi tapi gak punya hati! Mentang-mentang kaya seenaknya main banting ponsel orang! Apa dia gak ngerti ponsel ini hadiah dari kak Eza, gimana kalau kak Eza tanya.


"Lebih baik aku ketempat Bang Arden, minum kopi biar adem. Sekalian mau pamit sama teman-teman disana." ucapnya lirih.

__ADS_1


Shasha memilih untuk naik Metro. Metro atau dikenal dengan kereta bawah tanah. Dan hanya butuh waktu tak kurang dari satu jam dia sudah sampai di tempat kerjanya dulu.


"Hai bang ...," sapa Shasha.


"Hai ... tumben kesini. Lagi kangen ya sama Abang?"


"Dikit. Bang kemana teman-teman yang lain?"


"Itu ada di dalam, hari ini kita sangat ramai banyak pembeli. Jangan-jangan karena aura kedatangan mu makanya banyak yang datang." Goda Arden.


"Hahaha ... bisa saja Abang ini."


Mereka berdua saling berbincang hingga cafe tutup. Arden dan semua teman-teman disana memberikan ucapan perpisahan kepada Shasha. Tak lupa mereka juga memberikan kado kepada Shasha. Terlihat dari wajah Shasha yang sangat bahagia tak bisa disembunyikan, senyum dan tetawanya yang lepas membuat dirinya makin terlihat cantik dan mempesona.


Tak terasa malam tiba, Shasha yang bersikeras ingin pulang sendiri tak diijinkan oleh Arden, akhirnya Shasha menerima ajakan Arden. Seperti biasa didalam mobil mereka selalu bercerita sebuah film kesukaan mereka. Marvel adalah film superhero yang dikemas sangat unik sehingga membuat penggemarnya tertarik dari anak-anak sampai orang tua begitu mengagumi film ini. Saking asyiknya bercerita mereka tak sadar bahwa mobil sudah sampai di Asrama Shasha. Arden yang tahu bahwa ini sudah malam dia segera pulang tanpa mampir.


Sampai di asrama Shasha tidak langsung tidur, gara-gara kopi yang diminumnya tadi membuat rasa kantuknya tertunda. Dirinya mulai mengemas beberapa pakaiannya yang masih ada di lemari untuk dimasukkan ke dalam koper.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi hari di kampus


Shasha menemui Johan di taman dekat perpustakaan. Sebenarnya dia malas jika harus pergi ke taman itu, karena akan mengingatkan French kiss pertamanya bersama Daniel.


"Hai ...," sapa Johan.


Shasha tersenyum menghampiri Johan.


"Mungkin beberapa hari lagi bang."


"Kabari ya kalau mau pulang."


"Terima kasih ya bang, tau gitu Shasha gak usah kesana, ketemu sama Abang kan enak,"


"Harusnya ya, yasudah Abang ke kantor dulu ya. Nanti kalau kelamaan bisa ngomel itu yang ada didalam mobil."


"Oke, hati-hati."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Shasha berjalan menuju ke kelas, di dalam kelas dia tak melihat satu orangpun yang datang padahal jam sudah melebihi 30 menit. Didalam kelas Shasha yang sendirian tiba-tiba pintu tertutup dari luar, Shasha takut karena membayangkan ucapan Melly beberapa hari yang lalu bahwa dirinya sedang diincar. Shasha berdoa dalam hati, dia percaya bahwa sang Kuasa akan melindungi dirinya dan


Surprise(kejutan)........


Ternyata Shasha mendapatkan kejutan dari teman-teman dan dosennya. Shasha kaget, jantungnya seakan ingin copot, hatinya deg-degan rasanya ingin menangis dan sudah berfikir ingin memberikan pesan terakhir.


"Shasha, smile(senyum)." teriak Juliet teman sekelas Shasha sambil mengarahkan kamera ke Shasha.


"Are you joking(apa kalian bercanda)?" teriak Shasha sambil menangis.


"Sorry Sha, we give you surprise, do you like it(maaf Sha, kami memberimu kejutan apa kamu suka)?"

__ADS_1


"You make me shock! Thank you guys(kalian membuatku terkejut! terimakasih)."


Setalah sukses memberi kejutan mereka memberikan hadiah buat Shasha sebagai kenang-kenangan lalu mereka saling berfoto.


Hari ini adalah hari terakhir Shasha di Finlandia meninggalkan semua kenangan yang ada disini. Bagi Shasha semua teman-teman, dan dosen disini sudah menjadi bagian dari keluarga Shasha.


Selesai merayakan perpisahan di kampus dirinya pulang, dan saat tiba di asrama dia mendapat kejutan lagi dari teman-teman asramanya.


Rasa bahagia masih menyelimuti Shasha hingga saat malam ada salah satu teman asramanya yang tak terlalu dikenalnya mengetuk pintu kamar dan memberikan sebuah kado. Shasha tak enak menolak kado itu, dengan terpaksa dan memasang wajah pura-pura bahagia dia membuka kado tersebut. Betapa terkejutnya Shasha bahwa kado itu berisi ponsel. Shasha begitu gembira hingga meneteskan air mata. Dia tak menyangka bahwa ada temannya yang memberikan ponsel.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam ini Shasha tak dapat memejamkan mata, dia begitu gelisah dan masih memikirkan kejanggalan kado ponsel yang diberikan salah satu teman asramanya yang dia sendiri baru mengenalnya tadi. Memikirkan kejanggalan ini membuat dirinya mulai terlelap.


Memikirkan kado ponsel itu membuat dirinya tidur kemalaman dan bangun kesiangan. Untung jadwal penerbangan masih lima jam lagi. Selesai mandi dan mengecek semua barang-barang bawaan dirinya mulai meminta bantuan temannya untuk memesan taksi. Tak perlu menunggu lama taksi sudah menunggu di depan asrama, Shasha mulai keluar asrama, sopir taksi yang menunggu juga keluar dari kemudinya kemudian membantu untuk membawa barang-barangnya kedalam bagasi taksi.


Perjalanan dari asrama ke bandara ditempuh kurang lebih dua jam. Tiba di bandara barang bawaannya dibantu dikeluarkan oleh sopir taksi dari bagasi ke sebuah troli yang disediakan.


Shasha yang sudah berada di bandara dan masih berada di luar belum check in tak sengaja bertemu dengan Johan yang sedang menunggu.


"Bang!" teriak Shasha.


Merasa tak asing dengan suara itu, Johan mencoba menengok ke sebelah kanan dan kiri namun tak ada, ternyata sumber suara itu dari arah sebrang.


"Kamu ngapain disini?" tanya Johan heran.


"Shasha balik ke Indonesia," ucapnya enteng.


"Bukannya masih beberapa hari lagi?"


"Iya, tapi dimajukan bang. Maafkan Shasha tak bisa beritahu maklum Shasha gak punya ponsel. Oia Abang sedang apa disini?"


"Em, Abang sedang ... sedang menunggu menjemput seseorang."


Akhirnya mereka berdua saling berbincang, Shasha yang mengingat tentang sebuah ponsel itu segera memberikannya kepada Johan. Johan terkejut dengan apa yang diucapkan Shasha. Dia takut jika seseorang yang ingin mencelakai Shasha menyamar menjadi orang terdekat. Mereka tak menyadari bahwa perbincangan mereka diperhatikan oleh seseorang, bahkan saat Shasha memberikan sebuah ponsel membuat orang tersebut mengerutkan keningnya mengira Johan akan memberikan ponsel tersebut. Sambil berbincang dengan Johan mata Shasha yang stereo ke kanan dan kiri tertuju pada mata seseorang yang sedari tadi memandangi dirinya.


Deg ... (hatinya seakan berdetak tak karuan).


Baru saja mata mereka saling beradu dan mengunci kini Shasha harus melihat tubuh lelaki itu dipeluk, lalu dicium bibir tersebut secara berulang oleh wanita bertubuh langsing, tinggi, berambut panjang, dan berkulit putih. Sadar bahwa Shasha telah memandangi dirinya cukup lama membuat Daniel tak enak dengan apa yang dilakukan Asia di depan umum, padahal biasanya Asia tidak agresif jika di tempat umum.


Tak ingin memikirkan ciuman yang dilihatnya tadi, Shasha kembali fokus kepada Johan yang masih memeriksa ponsel misterius itu.


Hai readers, ayo coba tebak pertanyaan dibawah ini:


siapa lelaki yang sedang dilihat Shasha itu?


siapa pemberi kado ponsel misterius yang sesungguhnya?


Jangan lupa like dan comment ya..🥰🥰


Salam sayang 🥰🥰😍***

__ADS_1


__ADS_2