
Tok ... tok ... tok..(terdengar suara ketukan)
Sally dan Jihan muncul dari balik pintu.
"Ini anak bunda?" Sally begitu bahagia melihat anak perempuannya tampil mempesona dengan balutan gaun putih bermotif 3D flower face full seluruh bagian gaun ditambah dengan off shoulder dan midi sleeves membuat badan Shasha yang ramping terlihat jelas. Untuk tatanan rambut dibuat sesimpel namun anggun yaitu sebuah headpiece yang melingkar pada hari updo.
"Ia bunda, ini Acha." Shasha tersipu malu sambil menundukkan wajahnya. "Calon suami mu sudah tiba, sebentar lagi acara segera dimulai.
"Melisa, bunda terimakasih ya, anak bunda jadi terlihat makin cantik berkat tangan ajaibmu."
"Sama-sama bunda. Ini make up dan hair do sesuai keinginan kak Shasha yang ingin simpel namun tetap terlihat anggun."
Melihat Shasha yang begitu cantik Jihan berulang kali mengelus-elus perutnya berharap agar anaknya memiliki paras secantik adik iparnya tersebut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di halaman rumah.
Di kediaman rumah pak Idris terparkir beberapa mobil, Joshka dan keluarganya tiba. Kedatangan mereka disambut hangat oleh pak Idris, kecuali Erza. Erza memang tersenyum lebar namun ia merasa iba dengan pernikahan adiknya yang terkesan dipercepat.
Harapan Erza adalah adiknya menikah dengan wajar, tidak mendadak seperti ini. Persiapan hanya tiga hari sehingga tak ada undangan yang disebar dan hanya keluarga saja yang tahu. Ia tahu bahwa calon adik iparnya ini bukan orang sembarangan dan keputusan untuk menikah buru-buru agar tidak terendus oleh media.
Daniel dan keluarga sudah memasuki halaman belakang rumah pak Idris yang sudah disulap sebuah tempat ijab qobul minimalis dengan tema klasik yang menggunakan kursi. Perpaduan warna putih dan soft ungu kesukaan Shasha membaut suasana terlihat romantis dan hangat.
Tinggal beberapa menit lagi acara akan segera dimulai. Daniel sudah duduk di depan penghulu sedari tadi merasa gemetar namun ia sembunyikan, kedua tangannya terasa dingin tak seperti biasanya. Ia berusaha mempersiapkan diri agar tak dicurigai keluarganya bahwa ia hanya menikah dengan rasa terpaksa. Melihat Daniel dengan wajah tegang Johan mulai menggoda saudara angkatnya itu.
"Kenapa wajah lu tegang kayak kepiting mau di rebus," goda Johan.
"Sialan, minggir lu!"
"Wkwk .. beberapa menit lagi Shasha bakal jadi bini lu, siap tidak! jika tidak minggir biar gue yang gantiin." bisik Johan lagi yang membuat hati Daniel merasa jengkel dengan Johan. Padahal biasanya ia tak pernah cemburu jika Johan berbicara seperti itu.
"Telat, jas pengantin ini lebih pilih gue ketimbang lu." ketus Daniel.
Melihat kedua sahabatnya yang berdebat layaknya tokoh kartun Arden pun menghampiri keduanya
"Kalian berdua kenapa sih selalu ribut gak jelas. Ayo duduk sana kita ini jadi saksi!" bentak Arden lirih melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.
Melly tak terlalu ambil pusing dengan kelakuan Johan dan Daniel ia justru mencari-cari keberadaan seorang wanita yang sebentar lagi akan menjadi menantunya. Ditengoknya ke kanan dan ke kiri Shasha tak kunjung keluar hingga ia pun berdiri dari tempat duduknya mencari keberadaan Shasha.
__ADS_1
"Shasha ..., apa kamu di dalam? ini mami, nak," Melly mengetuk pintu.
Jihan keluar dengan wajah sumringah.
"J, mana Shasha?" tanya Melly memanggil Jihan.
"Itu." tunjuk Jihan sambil tersenyum manis.
"Kamu cantik sekali nak," puji Melly. Maafkan mami dan keluarga tidak membuat acara pernikahan mewah untuk kalian."
"Tidak apa mi, Shasha suka yang seperti ini kesannya tenang sehingga terasa khidmat." ucap Shasha lembut.
"Makasih ya nak, kalau begitu Mami kesana dulu ya, setelah Daniel mengucapkan ijab segera keluar ya." Melly segera keluar dan kembali ke halaman belakang rumah dan duduk tepat disebalah Sally, Alea dan Lily.
Pak Idris dan Joshka sudah berada di deretan meja penghulu, sedangkan Johan, Arden dan Erza sebagai saksi sudah berada disamping meja akad.
Pernikahan yang diadakan begitu tertutup hanya dari masing-masing keluarga. Pak Idris dan Sally yang merupakan anak tunggal sehingga tak ada saudara yang meramaikan begitu juga dengan Melly. Dari keluarga Joshka dihadiri oleh Joshki beserta istri dan anaknya yaitu Alea dan Lily.
"Bagiamana sudah siap?" tanya Penghulu kepada Daniel.
"Iya."
"Maaf untuk maharnya yang mana?"
"Lu mau nikahin anak orang masa gak kasih mahar!" Johan emosi dengan sikap sahabatnya itu.
"Gue gak tahu kalau harus ada mahar!" Daniel tak terima karena semua orang bertanya seakan menyalahkan dia yang tidak menyiapkan mahar.
Daniel tidak begitu paham dengan kata mahar yang.
"Dalam Islam mahar berasal dari kata Al-Mahru artinya pemberian untuk seorang wanita karena suatu akad. Sedangkan dalam ilmu fiqih mahar memiliki arti yang luas yaitu pemberian yang menjadi sebab terjadinya hubungan seksual atau hilangnya keperawanan seorang perempuan dalam perkawinan dan itu hukumnya wajib. Bentuknya dapat beragam bisa uang tunai, perhiasan emas, seperangkat alat sholat, kitab suci Al-Qur'an, rumah, sawah, kebun. Semuanya disesuaikan dengan kesanggupan dark pihak laki-laki dan keridhoan dari pihak perempuan. Jadi bagaimana pak Daniel apa sudah di tentukan maharnya?"
Arden mendekati Daniel dan memberikan kunci mobil kesayangannya.
"Ini kunci mobil kamu kasih ke Shasha." Arden dengan sukarela memberikannya kepada Daniel.
"Tidak, dia istriku. Aku sendiri yang akan menentukan maharnya." Daniel mengembalikan kunci mobil yang diberikan Arden padanya.
Daniel pun merogoh sakunya, dan ia menemukan sebuah dua uang kertas yang bernilai 20 ribu rupiah di saku kanan dan 500 Euro disaku kiri. Ia ingat bahwa di dompetnya terdapat beberapa lembar uang euro. Daniel yang sedikit panik karena acara ijab ditambah dengan sorotan tajam Melly membuatnya tak perhitungan. Dengan segera ia mengeluarkan 20 ribu euro ( terdiri dari 40 lembar uang 500 euro).
__ADS_1
"Baik kita mulai. Untuk wali nikah adalah pak Idris, sendiri. Siap ya pak."
Pak Idris hanya mengangguk.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Daniel Habbie Joshka bin Joshka Iskandar dengan anak saya yang bernama Nesha Himalaya Ayesha dengan mas kawin berupa uang sebesar 20 ribu Euro, tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Nesha Himalaya Ayesha binti Idris dengan maskawinnya yang tersebut, tunai." Daniel berucap dengan lancar dan hanya dengan sekali nafas.
"Sah ... sah ..." ucap para saksi sambil berkata 'aamiin'.
Shasha segera keluar dari kamar ditemani oleh Jihan. Dengan langkah pelan namun pasti Shasha berjalan menghampiri Daniel yang kini sudah sah menjadi istri dari seorang Daniel Habbie Joshka dan menantu dari Joshka Iskandar.
Semua orang yang hadir terpaku melihat kecantikan Shasha terutama Johan. Matanya yang tak dapat dibohongi sedari tadi telah melirik ke arah Shasha tanpa berkedip hingga membuat Arden menyadarkan sahabatnya itu.
"Lu sadar kan dia milik siapa sekarang," bisik Arden lirih tepat di telinga Johan.
"Sadar. Gue gak nyangka sekarang dia telah menjadi bagian dari kita."
Lily dan Alea pun memuji kecantikan Shasha dengan berbisik lirih.
Sedangkan Melly dan Sally saling berpelukan, mereka tak menyangka bahwa acara pernikahan yang disiapkan dalam waktu tiga hari pun selesai meski harus dengan drama sebuah mahar dadakan senilai 20 ribu.
Daniel melihat ke arah Shasha yang berjalan menghampiri dirinya ditemani oleh Jihan. Ia sama sekali belum melihat wajah Shasha ia hanya mengagumi baju yang dikenakan istrinya tersebut. Shasha yang kini sudah berada disamping Daniel masih menundukkan wajahnya. Perasaannya bercampur aduk. Rasa bahagia dan tak percaya menyelimuti hatinya. Ia tak menyangka lelaki resek di Finlandia itu kini menjadi suaminya.
"Kalian berdua sudah sah. Sekarang pasangkan cincin ini dijari istrimu lalu cium dia." ucap penghulu.
"Angkat jari dan wajahmu." suara Daniel dingin.
Mendengar suara dingin Daniel segera Shasha mengangkat wajahnya dan menatap mata Daniel. Keduanya saling bertatapan. Keduanya saling memuji kecantikan dan ketampanan dari dalam hati masing-masing.
'Kenapa dia terlihat makin cantik! bagaimana aku tahan untuk tidak tergoda.' batin Daniel.
'Kenapa pak Daniel makin terlihat tampan, muda dan gagah dengan setelan jas itu' batin Shasha.
Lama melihat Shasha segera ia menyematkan cincin emas dengan berlian baguette di tengah yang berbentuk teardrop kini sudah bersandar di jari manis Shasha. Setelah itu Shasha bergantian menyematkan cincin dijari manis Daniel. Selesai menyematkan cincin dengan agresif Daniel mencium kening Shasha hingga membuat dirinya terbelalak kaget.
to be continued .....
Ditunggu kelanjutannya😉😉
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...
Terima kasih banyak