TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 114. RENCANA HONEY MOON.


__ADS_3

Pembicaraan mereka semalam membahas tentang perjalanan honey moon yang akan mereka lakukan, entah kapan akan terlaksana yang pasti Daniel dengan menggebu sudah membayangkannya.


Daniel sudah membuat rencana dengan matang, mulai dari sebelum keberangkatan sampai aktivitas apa yang akan mereka lakukan disana selain aktifitas sedang tidak bercinta. Semua kata perkata yang keluar dari mulut suaminya ia dengarkan bahkan sudah terekam di otak Shasha. Semua keinginan Daniel tak lepas dari membuat lemas istri kecilnya itu.


Bahkan sesuatu hal terkecil pun telah dipikirkan Daniel, yaitu dengan meminta Shasha menyiapkan bikini sebanyak 270 pasang untuk dibawa saat honey moon nanti. Berbagai macam bentuk dan warna sudah disebutkan oleh Daniel, oleh karena itu Shasha diminta agar mulai besok sudah diminta untuk harus belanja.


Shasha tak percaya jika suaminya yang ia kira diam tak banyak bicara mirip seperti kulkas satu pintu ternyata memiliki otak yang mesum. Namun ketidak percayaan Shasha dibantah oleh Daniel dengan dalih hal itu wajar karena mereka adalah pasangan suami istri yang sah, dan keinginannya itu hanya ia lontarkan kepada Ay, panggilan sayang untuk istrinya. Keinginan suaminya yang agak aneh itu tak bisa dibayangkan oleh Shasha dimana ia harus belanja bikini setiap harinya minimal tiga pasang karena Daniel menolak bentuk dan warna yang sama. Namun yang tak bisa ia bayangkan adalah banyaknya bikini yang akan dia bawa nanti.


Pembicaraan seru mereka berdua pun berakhir dengan tidur bersama. Bagi keduanya, ini adalah tidur pertama mereka dengan saling memeluk satu sama lain dan mengetahui perasaan masing-masing. Keromantisan yang terjalin diantara mereka disaksikan oleh film horor yang mereka tonton. Yang mana Daniel dengan sengaja tak mematikan film selama mereka bercerita, bersenda gurau hingga tidur bersama-sama.


Nuansa yang Daniel hadirkan benar-benar sebuah nuansa anti mainstream. Dimana keromantisan yang mereka ciptakan sendiri bukan diiringi oleh alunan musik maupun adegan dewasa. Justru suara horor yang muncul dari sebuah film yang diputar tak membuat keromantisan dan kekhidmatan mereka berdua yan sedang saling bercerita dan bersenda gurau ternyata tak mempengaruhi keromantisan antara mereka berdua.


.


.


**


Pagi hari


Saat ini Shasha masih merasakan tak enak badan akibat dari asam lambungnya yang belum sepenuhnya pulih, sehingga membuat dirinya enggan beranjak dari tidurnya. Tak hanya itu, sebuah rasa hangat yang tak biasa kini telah membuat dirinya menjadi menjadi candu. Dimana saat dalam kondisi tidur tanpa sadar sudah berulang kali tangan Daniel sempat terlepas saat melingkarkan tangannya ke perut Shasha yang datar dan Shasha lah yang membenarkan posisi kemudian memegangi tangan suaminya itu agar tidak terlepas.


Kini dirinya masih bermimpi dan belum bangun, tiba-tiba merasakan sebuah gelenyir tak biasa muncul setiap kali bibirnya yang kini ia hafal tanpa permisi telah mencium tengkuknya . Seketika , dirinya menjadi menggeliat sambil masih memejamkan matanya, merasakan rasa yang tak dapat ia ucapkan.


“Bie, apa yang kamu lakukan?” tanya Shasha sambil masih memejamkan matanya.


“Bangunlah, ini sudah jam empat.”


“Kenapa harus bangun, aku sedang tak ingin bangun, Bie,”


“Ajari aku sholat, aku ingin sholat berjamaah denganmu.”


Mendengar itu seketika Shasha membuka matanya dan membalik tubuhnya menghadap Daniel.


“Bie, aku tak salah dengar kan?”


Kembali Daniel mengulangi ucapannya, “Heem, ayo Ay,”ucap Daniel sambil masih memejamkan matanya. Dirinya sengaja menutup mata karena ia malu kepada istrinya karena masih meminta bimbingan untuk diajari melaksanakan Sholat.


Mendengar itu seketika Shasha bangun dan mencium bibir suaminya dengan cepat hingga membuat Daniel membuka mata, dirinya tak percaya jika istrinya kini berani mencium dirinya terlebih dahulu.


“Ay, tunggu aku.” teriak Daniel sambil mengejar Shasha yang mulai berlari setelah dia mencium Daniel.


Ternyata Shasha yang di kejar telah berlari ke dalam kamar mandi. Daniel mengira Shasha hanya tak sampai lima menit akan keluar dari kamar mandi namun ternyata lewat dari lima menit Shasha pun akhirnya keluar.

__ADS_1


“Bie, kamu dari tadi disini?”


“Kamu sedang apa? Kenapa lama?”


“Mandi, Kamu sudah mandi juga kan, Bie?”


“Memang harus mandi dulu ya?”


“Gak juga,"


"Lalu kenapa kamu mandi, biar segar?"


"Ini semua gara-gara kamu, Bie."


"Kenapa aku?" tanya Daniel pura-pura tidak tahu.


"Gara-gara semalam kamu menggodaku sehingga membuatku harus mandi sebelum sholat.”


Mendengar itu Daniel kaget, dirinya tak menyangka hanya dengan seperti itu bisa membuat Shasha bersuci.


“Heheheehe, itu latihan ya, Ay. Setidaknya kamu sudah tahu, dan untuk selanjutnya akan aku buat kamu semakin basah.”


“Sudah-sudah, lebih baik cepatlah mandi dan kita sholat berjamaah.”


“Ay, kamu sudah siap?” tanya Daniel yang keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.


“Pakai bajumu Bie, jangan membuatku harus mandi lagi.”


Mendengar itu Daniel tersenyum, ia tak menyangka jika istrinya yang terlihat diam dan polos kini mulai pandai menggoda dirinya.


Tak tahan dengan senyuman yang mengganjal di mulutnya, mulailah Daniel mengeluarkan suaranya hingga membuat Shasha kaget.


“Kamu kenapa Bie?”


“Bukan aku yang kenapa, tapi kamu yang kenapa-napa?”


“Ah sudahlah, dari tadi kamu menertawai ku. Kalau cinta berhenti tertawa, jangan seperti itu! Bentak Shasha sambil memajukan bibirnya yang seksi dan indah itu.


Kini mereka berdua segera melakukan sholat. Layaknya suami istri yang rukun dan tak ada permasalahan yang menghinggapi kedua pasangan ini. Setelah sholat Daniel memberikan tangannya kepada Shasha, dan dengan baik Shasha pun menerima dan mencium tangan suaminya itu dengan lembut.


Selesai sholat dan melepas pakaian sholatnya, kini Daniel menggendong Shasha ala bridal style menuju tempat tidur milik Daniel yang sangat luas.


“Kenapa harus kesini lagi?”

__ADS_1


“Kenapa kamu masih bertanya?”


“Aku mau kembali ke kamarku sebentar.”


“Tidurlah disini bersamaku, aku ingin memelukmu selalu.”


“Jangan Bie, jangan membuatku harus ingkar dan membuatmu gagal menyelesaikan misi. Bukannya kamu ingin segera menyelesaikannya agar kita dapat segera bersama dan memiliki seorang anak yang mirip dengan dirimu,” ucap Shasha sambil sedikit mencubit hidung mancung Daniel.


“Kenapa Tuhan menciptakan wanita cantik dan baik seperti dirimu?” tanya Daniel


“Karena Tuhan telah menciptakan lelaki yang tak tampan dan juga tak baik sepertimu.” jawab Shasha sambil terkekeh.


Mendengar jawaban istrinya itu membuat Daniel menghadiahi istrinya dengan seribu ciuman tak terduga hingga membuat Shasha tertawa geli karena ciuman yang Daniel berikan terkena kumis dan jenggot Daniel yang mulai tumbuh.


“Bie ampun, ampun Bie. Lepasin Bie,”


“Apanya yang harus dilepaskan? Mana yang harus dilepas?” ucap Daniel sambil menggoda istrinya dengan melepas kaitan Bra milik Shasha.


“Bie jangan.”


“Iya, aku tahu, Aku hanya menggoda sayang.”


“Sudah cukup, Bie. Fokuslah dulu kepada misi mu” ucap Shasha yang berusaha keluar dari kungkungan Daniel.


“Aku tak ingin anak kita lahir sebelum misi mu selesai.” Ucap Shasha sambil diiringi dua butir air mata yang keluar dari kedua mata Shasha.


Melihat istrinya mengeluarkan air mata membuat Daniel berhenti menggoda Shasha dan mulai mendekati Shasha yang sedang menjauh dari dirinya.


“Maafkan aku Ay, aku tak tahan menggoda mu.”


Tak banyak kata yang keluar dari mulut Shasha setelah ia mengeluarkan air mata.


“Tak apa.” “Bie tetaplah disini, aku akan membersihkan bungkus snack dan minuman yang menemani malam kencan kita kemarin.


.


.


To be continued


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...

__ADS_1


Terima kasih banyak


__ADS_2