TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 80. ORANG LAIN DI DALAM KAMAR.


__ADS_3

Shasha tak memperhatikan makanan yang ada di hadapannya, ia fokus melihat ke arah Daniel yang keluar dari kamar dan menuju ke pantry.


"Ngapain kamu lihat saya seperti itu!"


"Bapak dari tadi dikamar" Shasha memastikan keraguannya.


"Iya." jawab Daniel singkat.


"Dari tadi?" tanya Shasha lagi dengan ekspresi kaget dan tak percaya.


"Iya. Kenapa ada yang salah?"


"T--tidak. Saya pamit ke kampus dulu." Shasha merasa malu bicara dengan Daniel dia terkejut ternyata di dalam kamar ada orang lain selain dirinya.


"Shasha, kamu mau kemana? kenapa pagi sekali?" tanya Melly yang tiba-tiba muncul dari menyapa anak dan menantunya itu.


"Ia Mi, ada jadwal kuliah pagi." bohong Shasha.


"Kamu mau berangkat ke kampus naik OJOL?"


"Ia Mi, biar cepat sampai. Takut terlambat." bohong Shasha lagi.


"Jangan biar Daniel antar."


"G--gak Mi, gak usah. Semalam pak Daniel belum tidur. Biar istirahat saja." ucap Shasha sambil bergerak cepat dan pamit.


"Daniel, istrimu berangkat kenapa kamu gak ada gereget antar dia! Kamu gak takut jika istrimu dilirik orang!" tanya Melly kepada Daniel.


"Buat apa takut, kita sudah menikah apa yang perlu ditakutkan, semua orang tahu wanita yang memakai cincin disebalah kanan pasti sudah menikah."


"Belum tentu! Cepat kamu turun kejar istrimu, antar dia."


Dengan cepat namun malas ia melangkah keluar untuk mengikuti langkah Shasha.


"Cepat sekali langkahnya. Semoga dia sudah berangkat. Bisa gila aku jika semobil dengannya. Aku akui dia tak kalah dengan Asia. Uupps kenapa aku membicarakan Asia dan memuji Shasha!" gumam Daniel lirih.


Seketika langkah Daniel terhenti saat melihat Shasha sudah menaiki motor yang artinya Daniel tak perlu repot-repot untuk mengantar ke kampus.


"Sepertinya memang lebih baik begini setidaknya aku ingin menata hati dan pikiranku yang semalam kacau gara-gara si kucing liar itu.!" kini Daniel berjalan menuju ke area kolam renang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di jalan.


"Pak Ahmad ya?" tanya Shasha kepada pengendara OJOL.


"Iya, mbak Shasha."


"Kug suara bapak berubah, dan bapak lebih kurus? bapak sakit?" tanya Shasha.


"I---iya saya tak enak badan." bohong pak Ahmad. Ia tahu bahwa Shasha curiga dengan dirinya karena selama seminggu ini yang menjadi pengendara adalah bukan dirinya melainkan anak dari majikannya.


Setelah pembicaraan itu baik Shasha maupun pak Ahmad tak melanjutkan pembicaraan lagi. Mereka sepertinya sibuk dengan pemikiran masing-masing.


Tak terasa kini Shasha sudah berada di sebuah rumah kos milik Mutia. Mutia yang sudah tahu bahwa sahabatnya akan datang sudah menunggu di depan pagar rumah kos.

__ADS_1


"Pak, terimakasih. Bapak istirahat dirumah ya, jangan terlalu capek," sambil melepas helm dan mengeluarkan uang untuk membayar ojek secara umum tunai."


"Mbak, tapi ini terlalu banyak."


"Gak papa, bapak simpan saja ya."


"Terimakasih." ucap pak Ahmad kemudian menyalakan mesin motornya.


Selesai membayar Shasha segera menghampiri Mutia yang sudah menunggu dirinya.


"Ayo masuk." ajak Mutia.


Kini mereka berdua berada di dalam kamar kos.


"Sepertinya ada yang serius, sampai harus datang kesini?" tanya Mutia kepada Shasha.


"Aku--aku, aku kangen kalian." bohong Shasha. Dirinya berfikir sepertinya harus menyembunyikan permasalahan rumah tangganya, mengingat Daniel adalah seorang pengusaha tergolong mudah yang memiliki karir cemerlang.


"Yakin, tak ada yang ingin kau sampaikan?"


"Tidak ada, aku hanya takut tak bisa berkumpul dengan kalian lagi."


"Tidak mungkin, aku yakin kita pasti akan selalu bertemu. Oia, Sha ada yang ingin aku tanyakan,"


"Apa?"


"Kemarin kamu hampir tertabrak?"


"Tahu darimana?"


"Siapa orang yang tak mengenalmu? kabar dirimu ditabrak sudah menjadi pembicaraan seisi kampus."


"Maksudnya?"


"Maksudnya, apa saja yang orang lain tahu tentang aku?"


"Hem, tak ada."


Setelah saling berbincang kini kedua sahabat tersebut saling bersantai menonton film drakor kesukaan mereka. Saking asyiknya menikmati drakor mereka tak sadar bahwa waktu sudah menunjukkan puku 8 malam.


"Wah, kita nonton gak tahu waktu, sudah malam ni!"


"Yasudah, gue pulang dulu ya."


"Lu yakin pulang sendiri? gak dijemput? suami lu kemana?"


"Gak, gue pingin sendiri aja. Uda dulu ya."


Kali ini Shasha memilih untuk naik mobil online, dirinya sengaja memilih mobil agar sampai apartemen malam hari.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di apartemen.


"Semoga dia sudah tidur." gumam Shasha lirih sambil memasukkan sandi apartemen.

__ADS_1


Shasha segera menuju ke pantry untuk mengambil air minum dan membereskan beberapa peralatan makan dan minum yang tidak sesuai tempatnya.


"Dari mana saja kamu?" tanya Daniel yang tiba-tiba muncul.


Shasha yang tak mendengar Daniel bicara hanya diam dan tetap melanjutkan aktivitasnya.


"Dari mana saja kamu!" tanya Daniel sedikit emosi.


Shasha yang tak mendengar Daniel bicara masih diam hingga membuat Daniel emosi dan mendekat.


"Kamu dengar tidak saya bicara!" sambil memegang pundak Shasha hingga membuat Shasha menoleh.


"Bapak!" Shasha terkejut menanggapi sapaan Daniel.


Melihat Shasha yang menggunakan headset Daniel mengerti bahwa itulah penyebab dari Shasha tak mendengar sapaannya.


"Darimana saja kamu!" tanya Daniel sambil melepas headset yang masih terpasang.


"Dari kampus pak."


"Kenapa begitu larut, model kampus dengan pembelajaran seperti apa sampai mahasiswanya harus pulang larut malam!"


Mendengar penjelasan itu Shasha hanya diam saja.


"Kamu ada kegiatan apa kenapa hari Minggu harus masuk ke kampus?"


"A--anu pak, saya ada kegiatan belajar."


"Belajar apa? belajar nonton drama Korea? apa sampai harus ke kosan teman jika ingin menonton drakor!"


'Darimana Daniel tahu bahwa sedari tadi dirinya berada di kosan Mutia bukan dikampus' batin Shasha.


"Heran ya? kenapa sampai saya tahu?"


"Tadi sungguh saya ke kampus pak, mungkin tadi yang bapak lihat itu bukan saya." Shasha berusaha mencari alasan.


"Masih ngeles aja kamu kayak bajai! dasar kucing liar!"


Shasha sengaja tak melawan semua ucapan Daniel karena dia tak ingin berdebat sesuatu yang memang Daniellah pemenangnya sedangkan memang dirinya'lah yang salah dan pasti kalah jika tiba-tiba Daniel menunjukkan bukti-bukti. Tak hanya itu, ia tahu bahwa Melly masih berada dikamar jadi ia tak berani terlihat emosi dan membangkang dengan semua ucapan yang Daniel lontarkan.


"Pak, kenapa suaranya sangat kencang !" bisik Shashsa pelan.


"Karena saya igin tahu apa alasannya?"


"Tapi kan tak harus berkata keras, berkata lirih pun juga bisa, bukan?"


Shasha herab kenapa Daniel semakin keras dalam bersuara. Maka Shasha pun tak kalah berucap dengan nada keras juga.


"Kenapa bapak harus bertanya banyak pertanyaan ke saya? bukannya bapak sendiri yang bilang agar tak terlalu mencampuri urusan masing-masing?"


Mendengar ucapan Shasha membuat Daniel diam dan tak mampu membalas perkataan Shasha.


To be continued


Ditunggu kelanjutannya😉😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...


Terima kasih banyak


__ADS_2