TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 115. UCAPAN MENGGELITIK ASIA.


__ADS_3

Saat ini Shasha sedang berada di ruang TV, tempat dimana dia dan Daniel semalaman melakukan kencan. Sebuah kencan yang jauh dari kata romantis bagi kebanyakan orang, dan juga jauh dari kesan mewah. Namun tidak bagi Shasha, dirinya bahagia atas apa yang semalam telah dilakukannya bersama sang suami. Sampai saat ini rasa bahagia yang ia rasakan masih terasa bahkan atmosfer semalam masih terasa di ruangan ini.


Aku tak pernah menyangka jika dibalik wajah garang mu ternyata kamu begitu hangat dan kocak. Bagiku ini adalah kencan terindahku, terimakasih, Bie.


Lelah membersihkan ruangan tersebut ia pun berhenti sejenak sambil duduk bersandar. Dalam lelahnya ia tersenyum sendiri sambil memegang bantalan sofa yang telah menjadi saksi antara dia dan Daniel berkencan. Dirinya tak pernah menyangka jika lelaki yang selalu ada dalam doanya kini menjadi lebih dari yang ia harapkan.


Semoga ini adalah jawaban dari doa yang selama ini aku panjatkan, harapanku agar hatimu terketuk dan menginginkan aku mulai tampak.


Setelah cukup lama bersantai ia pun kembali melakukan aktivitasnya. Beberapa saat kemudian terdengar bel berbunyi. Daniel yang mendengar suara bel meminta agar Shasha membuka pintu tersebut.


“Ay, tolong buka. Aku sedang tak pakai baju, aku tak ingin menemui resepsionis genit itu.” teriak Daniel lembut.


“Ia Bie. Semoga Rachel datang membawa pesanan makanan kita.” ucap Shasha lirih sambil menghampiri pintu untuk dibuka.


Hatinya bertanya-tanya saat melihat siapa yang berada dibalik pintu. Seorang wanita cantik, tinggi semampai, rambut panjang berwarna gold dengan gaya messy hair ditambah dengan pakaian yang sangat seksi yaitu memakai gaun serut ketat tanpa lengan berwarna hitam sehingga menampilkan bahunya, kini telah berdiri membelakangi pintu.


“Siapa wanita ini? Mengapa menggunakan pakaian seperti ini? Apa dia salah ketuk pintu?” batin Shasha bertanya-tanya dalam hati.


Dirasa pintu sudah terbuka segera wanita tersebut membalikkan tubuhnya menghadap pintu dan kali ini Shasha benar-benar dibuat diam hingga tak dapat berucap banyak saat melihat wanita seksi yang berdiri di hadapannya adalah wanita dibalik misi Daniel.


Tak dapat dipungkiri, hatinya sesak bagai sebuh belati yang tertancap di ulu hatinya. Baru saja muncul pelangi kini badai sudah tiba. Shasha tak pernah menyangka wanita yang ia khawatirkan benar-benar akan muncul dengan cepat diwaktu yang tidak tepat. Disaat baru saja ia dan Daniel merasakan hangat-hangatnya merasakan jatuh cinta.


“Gue boleh masukkan?,” tanpa menunggu jawaban dari Shasha segera tamu tak diundang itu masuk dengan nada angkuh dan berjalan sambil menabrakkan pundaknya ke pundak Shasha.


Shasha yang ditabrak sedikit oleng, bukan karena ia rendah diri atau yang lain tapi lebih ke tidak siapan dirinya dalam menghadapi semuanya. Segera Shasha menutup pintu dan melangkah ke dalam dengan malas, karena ia yakin wanita itu akan menuju ke kamar Daniel.


Ternyata apa yang dipikirkannya benar, wanita itu tanpa sopan memasuki kamar Daniel dengan pakaian yang benar-benar akan menggoda iman Daniel.


Semoga iman mu kuat, Bie. Jika pun kamu khilaf maka aku akan pasrah dan akan menerima keputusanmu.

__ADS_1


Shasha sengaja memelankan jalannya saat melewati kamar Daniel, karena ia ingin mendengarkan apa yang sebenarnya yang mereka bicarakan. Keberuntungan berpihak padanya, kamar Daniel yang tak tertutup membuatnya mendengar semua ucapan kedua insan haram tersebut.


“Sayang, kenapa kamu tak menjemput ku di bandara?” dengan nada manja wanita yang umurnya diperkirakan diatas Shasha tersebut berucap.


“Aku sedang tak enak badan. Ini saja baru bangun tidur.”


“Pantas, kamu tak pakai baju. “


“Kenapa kamu kesini?” tanya Daniel sambil mengambil baju yang ia gantungkan di sofa bed.


“Jangan kamu tutupi tubuh seksi mu itu dengan kain,” dengan nada manja sehingga membuat Shasha yang mendengar menjadi murka.


“Jangan seperti ini, aku benar-benar sedang tak enak badan.” dengan sedikit risih Daniel berucap.


“Kamu kenapa? Seperti tak suka aku datang dan aku sentuh. Bukannya kita dulu pernah saling bersentuhan bahkan kamu meminta lebih dan lebih?”


Mendengar itu seketika hati Shasha lemas, serasa nyawanya lepas dari raga. Ia tak menyangka apa yang ia takutkan benar-benar terjadi, dimana suaminya itu pernah beradu ranjang dengan sang mantan. Shasha berusaha menguatkan hatinya bahwa itu adalah bagian dari masa lalu suaminya. Ia pun menarik nafas dalam-dalam dan berusaha mengumpulkan kekuatannya untuk melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya.


Daniel tak ada pilihan, dirinya dilemma. Di satu sisi ia sengaja membuat pintu kamar itu terbuka agar istrinya tahu apa yang dia dan wanita tak tahu diri itu lakukan namun satu sisi dia telah membuat aib dirinya terbuka hingga membuat hati istrinya terluka karena tak mendengar semuanya itu dari mulutnya sendiri.


“Kamu gila! Kenapa kamu nekat datang ke sini!”


“Kenapa kamu melarang ku! Apa aku salah jika merindukanmu?”


“ Rindumu gak salah, yang salah itu kamu datang kesini!”


“Kenapa kamu uring-uringan, aku kan juga ingin melakukan sidak. Apa selama tidak ada aku, kamu berduaan dengan istrimu? Dan ternyata kamu telah menepati janji bahkan kamar kalian berdua terpisah.” dengan senyum sumringah dan tawa kecil terpancar dari mulutnya.


“Lebih baik kita keluar saja, jangan disini. Aku takut akan ada yang melihat kita. Aku tak ingin fasilitas yang kudapatkan dicabut oleh kedua orangtuaku.”

__ADS_1


“Lalu kita harus dimana? Aku rindu namun aku bosan jika harus berada di apartemenku terus. Bagaimana kalau kita liburan saja?


Saat ini Daniel yang tak bisa berfikir jernih karena ia memikirkan apa yang sedang istrinya lakukan. Tak hanya itu ia sedang berfikir cara untuk membuat Shasha tak menerima semua ucapan yang didengar dengan mentah-mentah.


“Terserah kamu saja. Kamu urus semuanya.” jawab Daniel.


Mendengar itu dengan cepat wanita itu mulai mengotak-atik ponselnya untuk mencari tempat tujuan liburan mereka. Daniel tak terlalu menanggapi kelakuan Asia, ia pun masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa ponselnya. Situasi itu dimanfaatkan oleh Asia untuk keluar dari kamar dan mengetuk pintu kamar lainnya yang ia anggap sebagai kamar milik Shasha.


Tok!


.


Tok!


Shasha rasanya enggan membuka pintu, ia tak ingin melihat siapapun orang yang berada dibalik pintu kamarnya. Ia pun berusaha menutup kedua telinganya dengan menempelkan bantal. Perlahan suara ketukan itu menghilang, namun baru beberapa detik dari suara ketukan terdengar kini ia mendengar suara lembut namun bar-bar telah memanggil namanya.


“Hai, lu istri Daniel kan? Kenalkan, gue Asia Putri Wijaya. Status gue adalah model terkenal sekaligus mantan pacar dan akan menjadi istri kedua dari Daniel Habibie Joshka. Yan pastinya gue akan jadi istri yang paling disayang oleh Daniel.”


“Gue tahu lu dengerin apa yang gue bicara kan. Gue cuman mau bilang, jangan pernah berharap cinta dari Daniel, karena ia tak pernah mencintaimu. Dan satu lagi yang harus lu tahu, gue dan Daniel itu saling mencintai. Lu tahu kan gaya berpacaran di luar seperti apa. Kami sudah sering melakukannya hampir setiap hari dengan latar tempat dan gaya yan selalu berbeda. Namun kemesraan itu harus usai karena sebuah restu dan perjodohan SIALAN itu. “ tutur Daniel dengan gemas.


“Uda dulu ya penjelasannya, aku mau making love dulu sama calon suami gue.”


.


.


To be continued


Ditunggu kelanjutannya😉😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...


Terima kasih banyak.


__ADS_2