TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 36. BERTEMU ALEA


__ADS_3

Saat sedang berjalan dari arah yang berlawanan Daniel yang sekilas melihat seorang gadis. Penasaran dengan gadis yang dilihatnya sekilas tadi segera Daniel kembali berjalan mundur dan mencoba ingin menyapa gadis tersebut. Namun gadis itu keburu lari karena tak sengaja pandangan mata mereka saling beradu, si gadis yang panik berusaha lari sekencang mungkin karena dia sendiri masih tak percaya, tak yakin dan tidak siap.


Dirinya takut jika orang yang dia lihat itu bukan orang yang dia maksud karena dari segi penampilan lelaki yang dia temui begitu sangat berbeda meski dirinya masih hafal dengan wajah itu. Namun tidak bagi Daniel, disaat tatapan mata mereka saling beradu ditambah kepanikan gadis itu yang tiba-tiba lari membuat Daniel mengejar gadis tersebut. Daniel yang masih belum terlalu hafal dengan jalanan membuatnya kehilangan jejak. Lagipula dia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan waktu dimana dirinya harus segera sampai kantor dan melakukan pekerjaannya.


Beberapa menit kemudian setelah berhasil berlari menghindari pria tadi gadis tersebut segera masuk kedalam rumah dengan ukuran yang cukup besar. Dibukanya pintu lalu dirinya duduk termenung sambil mengingat kejadian tadi.


"Hampir saja aku ketahuan!" ucap gadis tersebut sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.


"Apa yang sedang kamu bicarakan?" tanya ibu dari gadis itu.


"Ti--tidak ... tidak ada." ucap gadis tersebut bohong.


"Ingat, jangan pernah kamu bertingkah! Jika kamu bertingkah aku tak segan-segan menyakiti wanita lemah itu. Jangan kamu kira aku benar-benar baik padamu, aku hanya mencintai ayahmu tapi tidak kamu terutama wanita lemah itu."


"Iya ibu." ucap gadis tersebut datar.


"Cepat kau beri makan dia di gudang! setelah itu temui aku dan ayahmu di depan. Ingat jangan macam-macam kalau kau tak ingin wanita lemah itu semakin tersiksa." ancam si pemilik rumah kepada gadis tersebut.


Di kantor.


"Jo ... Jo ...!" panggil Daniel sedikit berteriak sambil berlari menghampiri Johan yang baru saja keluar dari mobil sehabis mengantarkan atasannya keluar.


"Ada apa? sepertinya serius." jawab Johan cuek sambil memainkan kunci mobil.


Daniel memberitahu Johan dengan berbisik.


"Sungguh?? Jangan ngaco kalau bicara!" tanya Johan kaget tak percaya.


"Tadi saat aku hendak masuk dari arah berlawanan aku melihat ada seorang gadis yang berpakaian aneh menurutku. Dia tidak berpakain seperti orang-orang disekitarnya. Pakaiannya yang begitu sederhana dan cenderung jauh dari kata modis. Setelah memandang pakaiannya aku tak sengaja melihat wajahnya, ya separuh wajah tepatnya, wajah itu tak terlalu jelas karena dia membiarkan wajahnya tertutup topi yang dikenakannya. Dan aku melihat ada sebuah berkas luka bakar." jelas Daniel. " Pandangan kita yang tak sengaja itu membuat dirinya lari kencang. Dari sorot matanya aku yakin itu dia dan dia sepertinya ingin aku menemukannya tapi dia juga takut salah jika aku bukan orang yang dia maksud." Jelas Daniel lagi.


"Apa saat mengejar kamu memanggil namanya?" tanya Johan.


"Tidak, aku hanya memanggilnya noona, karena aku takut salah orang." jelas Daniel.


Johan merasa bahagia dengan kabar dari Daniel, namun ada begitu banyak pertanyaan besar dalam benaknya.


Mereka berdua mulai menyusun rencana agar dapat bertemu gadis yang menurut mereka mirip dengan kerabatnya itu.


Awal musim semi di pagi hari.


"Lu yakin, dia akan muncul?" tanya Johan.


"Gak." ucapnya datar sambil terus melihat jalan tanpa memperhatikan Johan yang sedang mengajaknya bicara.


"Kenapa lu---." ucap Johan terpotong.


"Lu bisa diem gak! kita berdoa saja semoga dia lewat sini. Kita tunggu sampai siang jika dia tidak muncul kita telusuri jalan yang waktu itu aku coba mengejarnya, sambil memberikan foto dirinya kepada orang-orang disekitar." ucap Daniel.

__ADS_1


"Daniel, kali ini aku kagum padamu." Ledek Johan.


Beberapa saat kemudian.


Mereka menghabiskan waktu dengan saling bergantian memesan kopi yang berada di seberang kantor. Saat Johan selesai membelikan minum dan hendak menyebrang untuk menghampiri Daniel, Daniel menelpon agar segera datang dan berjalan pelan kemudian menuju tempat telepon umum yang berada di depan kantor guna berpura-pura menelpon dan dapat sekilas memastikan wajah dengan jarak yang cukup dekat, sedangkan Daniel yang bersembunyi di balik koran yang dia baca yakin bahwa itu adalah gadis yang sama karena pakaiannya mirip dengan kemarin, yaitu celana jeans robek-robek, kaos putih dengan jaket, badan yang kurus tinggi dengan rambut yang digelung kedalam topi.


Daniel yang sudah memberi aba-aba segera mendekati gadis itu dari belakang diikuti dengan Johan. Mereka berdua seolah-olah seperti pencopet yang hendak mengambil dompet dan ponsel dan haap, gadis itu berhasil mereka pepet dan diajaknya untuk mengikuti langkah kedua lelaki yang memepetnya.


Gadis tersebut berusaha menuruti semua apa yang sedang diperintahkan tak mungkin dia berusaha meronta, karena dari dekat Daniel sedang menodongkan sebuah pistol ke dalam jaket gadis tersebut. Mereka sengaja membawa gadis yang dipepetnya tadi kedalam mess mereka yang kebetulan mess nya sepi tak ada orang.


Tiba di mess, mereka menempatkan gadis tersebut di kamar, lalu diarahkannya gadis itu untuk duduk dikursi yang sudah disiapkan. Merasa pistol sudah tak ada didekatnya gadis itu mulai berani teriak.


"Lepas... lepaskan aku!" ucap gadis tersebut lirih sambil menangis.


Dari suaranya mereka yakin bahwa suara itu sangat mirip, tak hanya itu gadis yang diculiknya ini berteriak menggunakan bahasa Indonesia. Mereka berdua saling bertatapan heran. Dengan cepat Johan melepas topi yang menutupi wajah. Saat melihat wajah mereka berdua tak percaya bahwa wajah yang mereka lihat sesuai dengan pikiran mereka meski terlihat ada beberapa luka seperti bekas luka bakar, untuk memastikan lagi keduanya segera menarik jaket yang dipakai gadis itu lalu diintipnya ada tidaknya sebuah tanda lahir kecil yang berada di bahu sebelah kanan. Dan benar, dengan segera Johan memeluk diikuti dengan Daniel.


Sedangkan gadis tersebut yang awalnya pasrah tetap memejamkan matanya tanpa melihat siapakah dua orang yang kini berada di depannya dan telah membawa dirinya dengan paksa seperti ini. Dirinya merasa kaget saat merasa dipeluk, pelukan yang dirasakannya begitu hangat sepertinya dia pernah merasakan pelukan itu. Rasanya terobati karena sudah belasan tahun tak merasakannya.


Penasaran dengan apa yang terjadi, dirinya mencoba untuk membuka mata demi memastikan siapa mereka berdua itu, tatapan matanya tertuju pada mata Daniel, dia melihat Daniel sedang meneteskan air mata.


"Aku tak menyangka, kamu benar-benar adik ku." ucap Johan sambil menciumi kening adiknya itu.


Tak hanya Johan, Daniel pun yang meneteskan air mata juga melihatnya dengan senyum.


"Apa sungguh kalian?" tanya Alea lirih dengan sesak karena Johan memeluknya dengan begitu erat hingga dia sulit bernafas.


Johan lalu melepaskan pelukannya sambil mengusap air mata milik Alea.


"Lea, ini abang. Abang bahagia kamu masih hidup." ucap Johan bahagia sambil mengusap air mata adiknya yang keluar deras.


"Lea, selain kamu apa om dan aunty juga selamat?" tanya Daniel penuh selidik.


Alea hanya mengangguk.


"Lalu dimana keduanya sekarang, ayo ajak kami kesana."


"Jangan, jika kalian kesana mama akan disiksa." ucap Alea lirih.


"Maksudnya bagaimana?"tanya keduanya bersamaan.


"Kami tinggal dirumah tante Ratih, dia yang menyelamatkan kami dari kecelakaan ledakan pesawat itu. Namun bantuan yang dia berikan itu tidak cuma-cuma. Dengan ketidakberdayaan kami akhirnya kami hanya bisa diam saja. Mama lumpuh, dan ditempatkan di ruangan terpisah dari kami. Aku hanya boleh mengunjungi nya jika diperbolehkan. Sedangkan papa,-." Jelas Alea yang tiba-tiba berhenti bercerita.


"Kenapa dengan papa?" tanya Johan.


"Pa--papa hilang ingatan. Dia tidak mengingat mama. Usai kecelakaan itu papa mengalami koma selama dua bulan, dan setelah sadar dia tidak mengingat mama karena yang dilihatnya pertama kali saat itu tante Ratih dan aku. Sehingga wanita itu mengaku bahwa dirinya adalah istri papa."


"Tega sekali dia! ucap Daniel geram. "Lalu ini apa?" tanya Daniel sambil memegang bekas luka.

__ADS_1


"Ini bekas luka karena ledakan itu, beruntung tidak terlalu parah. Saat kejadian itu hanya aku yang tak terlalu parah, cukup luka ini saja. Dan aku mendengar bahwa dia tidak mau menandatangani berkas operasi yang disarankan dokter untuk mengoperasi luka bakar ini. Dia sengaja karena menurutnya wajahku yang mirip mama sekarang sudah tersamarkan oleh luka bakar ini. Tujuannya satu, dia tak ingin papa mengingat wajah mama."


"Apa papa mengenalmu?" tanya Johan.


"Iya, namun papa tidak seperti dulu. Wanita itu yang mendominasi. Jadi apapun yang diminta wanita itu selalu dikabulkan oleh papa sedangkan papa seperti menjaga jarak denganku.


Mendengar itu Daniel menjadi geram, dia tak menyangka bahwa ibu dari mantan kekasihnya itu tak punya hati. 'Sepertinya wanita itu sudah mencuci otak uncle Joshki.' "Mengapa kalian tidak menghubungi kami?" tanya Daniel serius.


"Tidak mungkin," ucap Lea sambil menggelengkan kepalanya. "Saat itu aku sudah mencoba menghubungi kalian, tapi selalu gagal. Dan aku baru tahu ternyata wanita tua itu memasang alat pemutus sinyal. Bahkan dirumah tidak ada akses internet dan televisi. Disana hanya tersedia majalah itupun majalah dewasa dengan model Asia, putrinya."


"Lalu, sekolahmu?" tanya Johan.


"Semua kegiatanku dibatasi, termasuk sekolah dan aku homeschooling. Tak hanya itu, dia menyadap ponselku juga."


"Kenapa dia melakukan itu?" tanya Daniel.


"Karena dia masih mencintai papa, kak! setiap kali aku melihat wajah wanita tua itu aku memikirkan Xavier, seharusnya setelah dia kehilangan anaknya dia berusaha memperbaiki dirinya, bukan malah mencerai beraikan keluarga kita, bang!!" ucapnya sambil sesenggukan.


"Iya. Abang janji akan segera menyatukan kelurga kita lagi." ucap Johan sambil memeluk adiknya.


"Apa kecelakaan itu ada hubungannya dengan wanita itu?" tanya Daniel.


"Iya, Richie yang sengaja menabrakkan pesawat. Aku sendiri juga baru mengetahui bahwa Richie mencintai Ratih. Richie selalu berusaha menghibur Ratih dari keterpurukannya yang masih tidak terima dengan pernikahannya bersama Leon. Richie yang selalu menemani Ratih membuatnya mereka berdua saling jatuh cinta dan kedua anak kembar itu adalah anak mereka berdua."


"Apa?! jadi Asia dan saudara kembarnya itu adalah hasil perselingkuhan antara Richie dan Ratih?" tanya Daniel tak percaya, karena yang dia tahu Leon begitu mencintai kedua anak kembarnya itu.


"Iya kak. Saat kepergian Xavier, Richie bahagia dia yang tahu bahwa Ratih tidak mencintai Leon yakin mereka akan bercerai dan dia berencana menikahi Ratih. Namun Ratih selalu menolaknya sehingga membuat Richie penasaran hingga Richie tahu bahwa lelaki yang dicintai Ratih tak lain adalah papa. Richie cemburu dan berniat buruk ingin mencelakai kami sekeluarga. Rencananya dia hendak mencelakai kami saat di perjalanan ke Korea untuk merayakan ulangtahun ku. Namun rencana Richie yang akan membunuh kami sekeluarga diketahui Ratih. Namun disayangkan dirinya meninggal dalam kecelakaan itu."


"Bagus kalau dia terbunuh! Aku sendiri berharap semoga wanita tua itu menyusul selingkuhannya ke alam baka!!" ucap Daniel emosi. "Kenapa rasa cintanya pada uncle tidak hilang, andai saja dia bisa melupakan rasa cintanya maka tidak akan terjadi semua ini.!" lanjut Daniel yang masih emosi.


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu, ini hampir sore, aku harus segera kembali sebelum dia mencurigai ku." ucap Alea.


"Aku ikut." ucap keduanya bersamaan.


"Jangan, tolong jangan ikuti aku. Dengarkan aku baik-baik. Kita sekeluarga tinggal di dua blok dari kantor milik dady. Beri aku waktu satu sampai dua tahun untuk mengembalikan pikiran papa, dan aku berusaha membuat mama sembuh dan sehat dari lumpuhnya."...


"Oke Alea, tunggu kami juga. Kami janji akan menyelamatkan kalian." ucap Daniel.


Alea yang melihat kedua kakaknya itu hanya dapat tersenyum getir kala mereka yang lama tak bertemu, kini kembali lagi bertemu meskipun hanya beberapa jam saja. Dan sekarang dirinya harus kembali kerumah laknat itu agar wanita tua itu tidak curiga karena jika dia lama berada diluar maka tidak akan aman untuk ibunya, karena Ratih tak segan untuk menyiksa mamanya, tepatnya bukan fisik yang disiksa melainkan mental ibunya. Dirinya tahu tujuan wanita tua itu menyiksa mental mamanya karena dia ingin mamanya gila dan tak mengenali papanya lagi. Jadi akan ada dua orang yang hilang ingatan.


Setelah kepergian Alea, Daniel dan Johan mulai menyusun strategi. Target Daniel dalam waktu dua tahun dia bisa membuktikan bahwa dirinya sudah menjadi apa yang dady nya harapkan karena itu adalah cara pertama yang harus dia lakukan sebelum menyelamatkan Alea sekeluarga. Sedangkan bagi Johan, dia yang tak terlalu berambisi menjadi pengusaha hanya dapat memberi semangat Daniel agar keluarga angkatnya itu dapat berkumpul seperti dulu.


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...


Terima kasih banyak

__ADS_1


Salam sayang 🥰🥰


__ADS_2