TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 24 PERTEMUAN MELLY DAN SHASHA


__ADS_3

Setelah perdebatannya dengan Daniel, Johan segera menuju ke asrama Shasha. Dia ingin memastikan perasaan Shasha. Apakah sama dengan yang dia pikirkan.


Tiba di Asrama, Johan tak langsung menemui Shasha namun dia meminta bantuan ketua Asrama untuk memanggilkan-nya. Cara ini memang sedikit lebay namun harus dia lakukan jika tidak dia tak akan dapat bertemu Shasha. Dirinya sudah mulai merasa Shasha perlahan mulai menghindar, entah apa yang membuat Shasha berubah kepada dirinya.


Tok ... tok ...(suara ketukan pintu)


"Come in(masuk)!" ucap kepala Asrama.


"What's going on, Mam(ada apa, Bu)?"


Tiba-tiba Johan muncul dari bilik ruangan, Shasha tak percaya dengan kehadiran Johan yang seakan memaksa agar mereka bisa bertemu padahal saat ini dirinya benar-benar tidak ingin bertemu dengan seseorang yang ada kaitannya dengan Daniel. Dengan berat hati Shasha menyetujui ajakan Johan keluar karena merasa tidak enak dengan ketua Asrama. Kini mereka berdua keluar dan pamit kepada kepala Asrama.


Di dalam mobil.


"Bang, ada apa?"


"Justru Abang yang tanya, kamu kenapa? seakan menghindari aku dan Arden.


"Shasha sibuk, banyak yang harus Shasha lakukan bang." ucap Shasha tanpa melihat ke arah Johan.


"Apa berhubungan dengan beasiswa ini? yang Abang tahu belajar disini berbeda, untuk tugas tidak terlalu banyak, Sha."


"Apa yang Abang ucapakan benar, tidak banyak tugas tapi Shasha cukup tertinggal banyak. Shasha sudah mulai mengerjakan skripsi bang, berbagai revisi juga sudah ku lakukan. Dua pembimbing Shasha benar-benar kasih dukungan penuh. Mereka mendukung penuh keinginan Shasha agar tercapai, selepas pulang dari Finlandia Shasha tinggal sidang skripsi saja. Dan target belajar Shasha 3,5 tahun di Indonesia."


"Bagus, keinginanmu benar-benar gigih. Selain itu apa ada yang kamu sembunyikan dari Abang?"


"Sembunyikan apa, gak ada bang." bohong Shasha.


"Kalau kamu gak bicara Abang akan langsung kepada intinya. Kamu menghindari kami berdua karena kamu tidak ingin memiliki hubungan dengan seseorang yang berkaitan dengan Daniel?"


"Gak bang ..., Abang ketemu Shasha hanya untuk bicarakan dia? lebih baik Shasha keluar aja!" ancam Shasha.


"Jangan. Kamu marah kan dengan Daniel karena tindakan berani Daniel?"


"Akhirnya Abang tahu." ucap Shasha sambil menghela nafas.


Shasha akhirnya menceritakan keluh kesalnya kepada Johan. Johan mendengarkan dengan setiap kata per kata yang keluar dari ucapan Shasha. Johan tak menyangka bahwa Shasha pernah mengalami sebuah trauma yang dilakukan oleh kekasihnya dan dengan polosnya dia memberikan kesempatan kedua.


"Sha, kamu gak papa kan? maksudku kamu sehat?"


"Kenapa bang?"


"Kamu gak takut kalau dia akan melecehkan mu untuk yang kesekian kalinya?"


"Gak bang, pikiran negatif itu aku hilangkan. Lagi pula setelah aku memberinya kesempatan kami justru dijauhkan, kami kuliah di beda kota. Jadi, kami menjalani hubungan jarak jauh."


"Lalu bagaimana hubunganmu dengan dia?"

__ADS_1


"Datar bang, tapi sebelum aku berangkat ke Finlandia dia memintaku untuk membatalkan beasiswa itu. Dia memberiku pilihan yang sulit bertemu dengan ibunya agar hubungan kami direstui atau aku membatalkan keberangkatan ku ke Finlandia."


"Pilihanmu tepat. Lagi pula lamanya kamu tinggal disini sudah diperhitungkan, aku rasa beberapa bulan lagi kamu akan kembali."


"Betul bang,"


"Ada yang mau ku bicarakan, ini berhubungan dengan keselamatanmu, Sha."


"Maksudnya bagaiamana, Bang?"


"Tunggu, lebih baik kita mencari tempat yang pas untuk bicara sambil makan."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di restoran.


Johan tiba disebuah restoran, restoran ini merupakan restoran private dining yang mana Johan telah menyewa private room hanya untuk mengajaknya berbicara. Awalnya Shasha merasa takut mengapa harus menyewa tempat sangat privat begini jika memang ingin berbicara. Ternyata pikiran negatifnya hilang kala dirinya melihat seorang wanita paruh baya namun tetap terlihat cantik sehingga masih pantas jika wanita ini dipanggil kakak.


Badannya yang langsing, kulitnya sawo matang sepertinya wanita ini asli Indonesia. Wanita tersebut tersenyum lembut kala melihat kehadiran kami berdua.


"Mi, aku datang. Ini dia." sapa Johan.


"Hai Acha, lama kita tak bertemu. Bagaimana kabarmu?" ucap wanita paruh bayah itu sambil tersenyum dan mencium kening Shasha berulang kali.


Shasha bingung siapa wanita cantik paruh bayah yang ada di depannya ini. Kenapa tiba-tibanya tahu nama panggilannya? tak semua orang tahu nama panggilan itu.


"Aku Melly, apa kamu masih ingat denganku? seorang ibu yang menangis kala melihat bercak da**h pada baju putranya."


Shasha mulai mengingat-ingat, baginya wajah wanita di depannya tak asing namun dia masih merasa samar, karena takut salah orang.


"I--ibu peri? apa benar anda ibu peri yang menangis itu?" tanya Shasha yang masih tak percaya bahwa dia akan bertemu dengan wanita cantik yang pernah dilihatnya dulu.


"Betul."


Akhirnya mereka saling berpelukan dan saling bercerita.


"Mi, sepertinya kalian berdua sudah cocok menjadi ibu dan anak." celetuk Johan.


"Oh tentu, dia akan menjadi anak menantuku."


"Tunggu, anak menantu yang mana mi?"


"Iya, kamu calon menantu mami."


"Maaf mi, Shasha sudah punya pacar."


"Mami tahu, tapi masih pacar kan. Doa mami semoga kamu dan anak mami berjodoh, dan mami yakin itu."

__ADS_1


"Memang anak mami siapa? Apa Acha mengenalnya?"


"Kamu begitu mengenalnya, dan saat ini kamu benar-benar membencinya."


Shasha bingung siapa yang dimaksud oleh Melly, si ibu perinya itu.


"Cha, ada yang ingin mami ceritakan."


"Apa mi?"


"Kejadian 13 tahun silam ternyata masih berlanjut Nak, namun sasarannya setelah kejadian itu bukan Daniel melainkan kamu."


"Kenapa bisa aku, Mi? Salah Acha apa,Mi?"


"Karena kamu menyelamatkan Daniel. Seharusnya ini hanya sebuah penculikan, namun waktu itu kamu menolong Daniel, lalu Daniel membakar tempat itu hingga membuat anak laki-laki mereka meninggal."


"Tunggu Mi, apa Pak Habbie atau Daniel adalah anak Mami?"


"Iya, dia anak mami. Lelaki yang kamu selamatkan di hutan waktu itu."


Shasha tak percaya dengan apa yang di dengarnya, dia melihat ke arah Johan, berharap apa yang disampaikan Melly itu tidak benar, namun Johan mengangguk, yang artinya semua ucapan yang Melly katakan adalah benar.


"Lalu apa yang harus Shasha lakukan, Mi?"


"Setelah kamu menyelamatkan Daniel, mami dan papi segera menghubungi kedua orangtuamu, kamu meminta ijin kepada mereka bahwa kelak kita harus menjodohkan kedua anak kita. Karena demi keselamatanmu."


"Lalu apa kata orang tua Shasha?"


"Mereka setuju, karena beberapa hari setelah kamu menyelamatkan Daniel, ayah dan bunda mu sering mendapat teror. Mereka mendapat kiriman paket berisi boneka dengan banyak bercak da**h, tak hanya itu saja setiap malam telepon rumahmu selalu berdering. Apa kamu mengingatnya, Nak?"


Shasha tak mampu menjawab, dia hanya menganggukkan kepala.


"Karena sering diteror akhirnya orang tuamu menelfon kami. Kami berupaya melindungi kalian sekeluarga dengan menempatkan banyak body guard, detektif dan mata-mata disekitar kalian."


"Aku tak menyangka Mi, terima kasih telah melindungi keluarga kami."


"Jadi, sekarang kamu paham apa maksud mami?"


"Iya, Shasha akan berusaha membuka hati untuk pak Habbie. Tapi tolong beri waktu Shasha untuk menyelesaikan hubungan Shasha dengan pacar Shasha."


"Iya Nak, tak masalah, karena Daniel sendiri tak tahu jika Asia adalah .......


Hayo tebak siapa sebenarnya Asia itu?


Setelah mendengar cerita singkat Mami Melly, apakah Shasha berjuang untuk mencuri hati Daniel?


Jangan lupa like dan comment ya reader🥰🥰

__ADS_1


Salam sayang 🥰😍😘


__ADS_2