TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 74. TERJAWAB NYA TEKA TEKI ULAR BERBISA


__ADS_3

"Ia mi nanti akan Shasa coba." ucap Shasha sambil menelan ludah mencoba membayangkan.


'What? artinya harus bug*l depan suami? haduh berat, benar-benar berat. Masa iya setelah menikah itu salah satu pahala paling mudah?' batin Shasha.


"Tapi Shasha masih malu, Mi." lanjut Shasha sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kamu lucu ya, mungkin butuh waktu bagi kalian berdua." ucap Melly tanpa ada sebuah nada emosi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ceklek (suara pintu)


Shasha mulai memasuki kamar Daniel dan mulai menyalakan lampu.


Shasha dibuat takjub saat memasuki kamar Daniel bak seperti memasuki stadiun bola. Disana terpasang gambar dinding sebuah stadion bola dengan pola tempat duduk penonton menyerupai nama salah satu tim bola yang sepertinya klub favorit Daniel. Tak hanya itu interior kamar tidur pun dibuat mirip seperti lapangan bola. Namun yang membuat Shasha tertarik adalah sebuah foto yang terpajang di dinding yaitu foto Daniel menggunakan baju klub sepak bola favoritnya tersebut. Foto Daniel yang benar-benar terlihat tampan dan maco.


Setelah puas menikmati pemandangan kamar Daniel, Shasha merasa tertarik dengan sebuah kotak yang berada di meja. Sebuah kotak dengan hiasan yang sangat cantik.


Penasaran Shasha dengan benda cantik tersebut namun dirinya takut. Dirinya takut jika ia dianggap lancang dan terlalu mencampuri urusan Daniel lagipula Daniel sudah berpesan untuk tidak mencampuri urusan masing-masing.


"Tapi ..., aku kan hanya ingin melihat benda apa itu, aku akan mengembalikan ke tempatnya." gumam Shasha yang penasaran.


Karena rasa penasarannya yang tinggi ia mendekati meja tersebut. Diangkatnya kotak tersebut. Saat mengangkat kotak terlihat kertas kecil yang tertempel


"Kertas apa ini?" ucapnya sambil membuka kertas tersebut.


Saat ia mengangkat kotak barang terlihat sebuah kertas kecil tertempel pada kotak tersebut.


Maaf telah merusak ponsel mu(isi note).


"Dilihat dari tulisannya, tulisan tangan bapak. Tapi ... ponsel siapa lagi yang dia rusak?"


Dipegangnya kotak tersebut, di bolak-balik nya, di gerakkannya dan tak terdengar suara apapun dari dalam kotak. Rasa penasarannya pun mulai hilang, segera ia meletakkan kembali kotak lengkap dengan note yang tertempel ada kotak.


"Apa isinya ponsel ya?" Shasha mulai penasaran lagi dengan isi kotak tersebut.


Saat Shasha hendak keluar dari kamar Daniel berbarengan dengan Melly yang akan mengetuk pintu kamar Daniel.


"Shasha!", "Mami!" ucap mereka berdua bersamaan.


"Mami ada apa?" tanya Shasha berusaha menetralkan dirinya yang kaget.


"Temani Mami makan." ajak Melly kepada Shasha.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah menemani Melly makan Shasha dan mertuanya mengobrol santai, hingga tak terasa waktu sudah hampir menjelang malam, tak ada tanda-tanda kedatangan Daniel. Melly yang sedari tadi uring-uringan karena anaknya tersebut tak kunjung menghubungi dirinya.

__ADS_1


"Tega sekali dia, sama sekali tidak menggubris ku."


"Mi, kenapa harus marah? mungkin pak Daniel benar-benar sibuk dan habis baterai makanya gak bisa kasih kabar Mami."


"Tapi setidaknya kan ada Jason!"


"Bagiamana jika ponsel Janson juga lowbat? semua kemungkinan itu ada Mi, kita doakan saja semoga bapak dan Jason urusannya lancar dan segera datang."


"Kenapa kamu sama sekali gak marah? tenang banget, kalau Mami gak dikabari di jam biasanya Dady datang pasti Mami akan ngeluarin jurus."


"Jurus apa Mi?" goda Shasha.


"Shasha, malah becandain Mami." ucap Mami dengan nada merajuk.


"Habis Mami bikin Shasha ketawa, gemes banget sama Mami. Sepertinya hobi merajuk bapak diturunkan dari Mami," Shasha berucap sambil tersenyum.


"Iya juga ya. Oia Sha, kenapa kamu masih panggil Daniel dengan sebutan bapak?"


"Oia Mi, Shasha baru sadar juga. Coba nanti jika bapak datang aku akan memanggilnya dengan panggilan lainnya."


"Ya, lebih baik memang seperti itu biar kalian makin dekat."


"Iya Mi."


Lama menunggu kedatangan Daniel membuat Melly memutuskan untuk bermalam di apartemen Daniel, ia ingin lebih banyak bercerita dengan menantunya Shasha.


"Em ..., Eh ..., kenapa ya Mi?x tanya Shasha sambil malu-malu.


"Segera ya, mau menunggu sampai kapan? Mami mau cucu, mau wajahnya mirip Dady atau Mami."


"Kenapa harus mirip Dady dan Mami?" tanya Shasha heran.


"Iya, setidaknya jika mirip kami berdua artinya wajah Daniel dominan, ia kan?"


"Iya, Mami betul." Shasha berucap sambil melihat ponselnya yang bergetar.


Shasha : "Halo." ucap Shasha pada seseorang diseberang telepon.


Daniel : "Ini aku, ponselku mati. Mami disana? segera panggilkan!"


Segera Shasha memberikan ponselnya kepada Melly.


Melly : "Kamu dimana sekarang?kenapa lama sekali?pulang jam berapa?"


Daniel : "Mi, pertanyaannya kenapa banyak sekali?" Aku lagi di kota


Melly : "Kamu gak bilang istrimu kalau kamu luar kota? lain kali bilang biar istrimu gak perlu repot-repot masak.

__ADS_1


Daniel : "Ia Mi, tadi sudah bilang mungkin Shasha lupa."


Melly : "Daniel, ada yang ingin Mami tanyakan." (Melly membawa ponsel dan berbicara menuju balkon)


Melihat mertuanya berjalan ke balkon Shasha merasa ada sesuatu yang penting yang harus dibicarakan oleh ibu dan anak tersebut.


Tak butuh waktu lama, beberapa menit kemudian Shasha yang sedang mengganti channel televisi pada remot tak memperhatikan jika ibu mertuanya sudah duduk di dekatnya.


"Mami? sejak kapan duduk disebalah Shasha?" tanya Shasha.


"Sejak melihatmu mulai bosan mengganti-ganti channel."


"Hihihi ..., Mami memperhatikan Shasha," ucap Shasha tertunduk karena tertangkap basah terlihat bosan.


"Shasha, boleh Mami bertanya sesuatu?"tanya Melly sambil memberikan ponselnya tadi.


"Silakan, Mi."


"Apa Daniel sudah melakukannya?"


"Melakukan apa?" tanya Shasha tak mengerti dengan pertanyaan mertuanya tersebut.


"Apa kalian sudah itu?" ucap Melly sambil menggerakkan kedua tangannya memperagakan dua tangan kanan dan kiri saling bertumpukan."


"Apaan itu Mi?"


"Kamu masih tak paham begini?"


Shasha mengangguk pertanda ia membenarkan pertanyaan Melly.


"Sini Mami beritahu itu apa." Melly membisikkan sesuatu ke telinga Shasha hingga membuat Shasha merasa geli


"Oo, itu.. Coba Mami bilang, kalau bilang itu Shasha paham."


"Jadi sekarang kamu sudah tahu bagaimana ular kecil itu berubah menjadi besar dan mengeluarkan bisa." Melly berucap menggebu, dirinya bahagia jika Shasha dan Daniel sudah melalukan itu artinya mereka berdua sudah saling cinta dan hanya butuh waktu saja agar dapat diulangi terus hingga muncul bibit unggul di perut Shasha.


Analogi ular dan bisa sekarang dapat dipahami Shasha. Semua kata-kata yang diucapkan Melisa, MUA -nya waktu itu kini telah terjawab.


Meski ia sudah mengetahui analogi ular yang dikaitkan dengan kepemilikan Daniel membuat Shasha terkejut dan pikirannya mulai bertraveling membayangkan ukuran hingga prosesnya.


'Gila, kenapa otakku jadi ngeres begini!! Ayo otak, please kalian di dalam gak boleh ngeres, gue gak boleh sampai dung. Boleh dung jika Daniel sudah cinta sama aku.' batin Shasha.


to be continued


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...

__ADS_1


Terima kasih banyak


__ADS_2