TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 23 SEBUAH FAKTA


__ADS_3

Daniel sudah mendaratkan dua kali ciuman kepada Shasha. Untuk ciuman pertama, Shasha cenderung menolak namun dia begitu menikmatinya. Sedangkan untuk ciuman yang kedua, Daniel tidak mendapatkan penolakan justru Shasha semakin menikmatinya. Pipi Shasha yang blush, sikapnya yang malu-malu merupakan sinyal bagi Daniel bahwa Shasha memiliki perasaan kepada dirinya.


Namun tidak ada yang tahu bahwa, jauh didalam lubuk hati Shasha paling dalam dia merasa menjadi wanita gampangan dan tak tahu diri. Dirinya tidak memiliki kekuatan melawan dan menolak seperti dulu saat dia akan dilecehkan oleh Abra. Apa karena ciuman (French Kiss) yang diberikan pak Habbie?


Dirinya tak kuasa menolak padahal pak Habbie atau Daniel telah menciumnya. Meskipun Daniel memperlakukan dirinya begitu lembut namun tetap hal itu membuat dirinya merasa bersalah karena telah menerima ciuman tersebut.


Dia merasa bersalah telah mengkhianati Abra. Seharusnya dia bisa membatasi diri dengan mengatakan dan menolak keras bahwa dirinya tidak suka. Baik Dion maupun Abra yang jelas statusnya (status sebagai pacarnya)sama sekali tidak mengizinkan mereka untuk mencium dirinya. Dion yang begitu menjaga Shasha dengan tidak pernah melakukan apa yang dilarang, Abra yang meminta kesempatan kedua dengan membatasi dirinya agar tidak mengulangi kesalahan yaitu melecehkan Shasha, sedangkan Daniel yang tidak memiliki status dengan dirinya justru membiarkan lelaki tersebut merampas ciuman pertama nya dengan begitu lembut dan rakus.


Apa yang dilakukan oleh Daniel justru mengingatkan dirinya akan peristiwa beberapa tahun yang lalu dimana Abra melecehkan Shasha hingga Shasha menjadi depresi serta jijik dengan dirinya sendiri. Dia jijik dengan dirinya karena saat itu Shasha disentuh, diraba diberlakukan dengan kasar ditarik kasar rambut dan tangannya, namun tidak bagi Shasha meski dipaksa membuat dirinya terhipnotis hingga tak sanggup untuk melawan dan menolak.


Jika dicatat rentetan kelakuan yang dilakukan pak Habbie kepada dirinya cukup membuatnya emosi, antara lain ; ponsel nya dirusak karena dibanting gara-gara suara ayam yang tak lain adalah sebuah alarm, mengambil kesempatan tidur bersama ketika dirinya sedang sakit dan tak sadar hingga mereka saling berpelukan karena Shasha merasa pelukan yang dirasakannya adalah pelukan bundanya dan betapa kagetnya ternyata pelukan hangat itu dilakukan oleh Daniel. Yang terakhir adalah French Kiss yang dilakukan di dua tempat berbeda yaitu taman dekat perpustakaan kampus dan kolam renang di rumah dinas.


Karena beberapa pertimbangan itu kini dirinya ingin menghindari tatap muka kepada Daniel dan itu diawali dengan membatasi diri untuk tidak lagi saling bertemu dengan Johan maupun Arden. Karena kehadiran mereka berdua akan selalu memancing Daniel untuk bertemu dengan dirinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Semenjak dirinya sakit Shasha hanya bekerja di tempat Arden seminggu tiga kali, yaitu Jum'at, Sabtu, Minggu. Dan sudah seminggu ini dia telah mengajukan pengunduran diri dengan alasan kuliahnya yang makin padat karena sebentar lagi program beasiswanya selesai dan dirinya kembali ke tanah air.


Dia harus menyelesaikan semua tugas-tugasnya. Oleh karena itu dirinya harus sering mampir ke perpustakaan, berdiskusi dengan teman-teman dan dosennya.


Di Finlandia mendapatkan nilai tinggi bukan suatu keharusan yang terpenting sebagai pelajar, kita bisa mengimplementasikan ilmu yang kita dapat ke kehidupan, bagi Shasha mendapat nilai yang bagus sangat penting selain menjadi sebuah kebanggan tersendiri dia menganggap kesempurnaan nilai itu karena dia dapat memahami pelajaran itu.


Kesibukan yang Shasha jalani membuat Arden dan Johan sulit untuk bertemu dengan Shasha ditambah Shasha yang tak memilik ponsel semenjak kedatangannya pertama kali di Finlandia. Biasanya jika mereka berdua ingin bertemu mereka akan langsung menuju asrama atau kampus tanpa harus menghubungi.


Mereka berdua ingin sekali membelikan Shasha ponsel namun Daniel melarangnya, Daniel berpesan kepada kedua sahabatnya itu jika dia yang akan membelikan ponsel untuk Shasha sebagai hadiah darinya saat dia akan kembali nanti.


Setiap hari Daniel selalu menandai hari dan jadwal kepulangan Shasha yang tak akan lama lagi. Daniel telah menyiapkan hadiah sebagai penebus rasa bersalahnya karena telah merusak ponsel gadis pujaannya itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di sebuah ruangan tempat kerja Daniel.


"Jo, apa hari ini jadwal gue padat?"


"Iya, hari ini kita harus melakukan perjalanan dinas ke Inggris untuk bertemu Perdana Menteri."


"Apa tidak bisa diwakilkan Jo?"


"Tidak, ini sudah ter rencanakan, akan sangat tidak sopan jika kita menunda atau diwakilkan takutnya mereka akan tersinggung."


"Lalu, berapa hari kita disana?"


"Mungkin satu minggu."

__ADS_1


"Lama sekali, kalau gitu segera lu pesan tiket pulang pergi ya, karena sehabis pertemuan itu gue harus langsung bertemu dia."


"Dia siapa maksudnya?"


"Gadis vanila strawberry ku."


"Shasha sekarang sudah ditemuin. Dia super sibuk gak bisa diganggu gugat."


"Gak bisa diganggu gugat karena ketemu kalian berdua coba kalau ketemu gue, beda dunk." ucap Daniel sombong.


Johan menanggapi ucapan Daniel dengan senyuman kecut.


Seminggu kemudian.


Daniel kini sudah berada di Finlandia, saat dalam perjalan pulang bersama Johan dia menerima sebuah pesan dari salah satu orang kepercayaannya.


Mr X : " Hallo, pak Daniel. Saya ingin mengabarkan bahwa ponsel dengan model mirip bapak sudah saya dapatkan."


Daniel : " Bagus, kapan saya bisa memegang ponsel itu?"


Mr X : "Ponsel sudah saya titipkan kepada Mbok Jum."


Daniel : "Baik, terima kasih. Lalu bagaimana dengan ponsel yang lama?"


Sesampai dirumah segera Daniel menuju ke ruang kerjanya. Disana terpampang dua kotak sesuai informasi dari Mr. X. Daniel bahagia karena nantinya dia akan memberikan kado spesial untuk Shasha. Daniel justru penasaran dengan ponsel lama Shasha. Dia ingin melihat beberapa foto yang ada di galeri Shasha, terlihat lancang namun itulah Daniel semakin tahu aturan dia malah semakin berani.


Deg ... (detak jantungnya seakan berdetak cepat)


Daniel melihat banyak sekali notifikasi masuk dari ponsel Shasha, penasaran dengan notifikasi tersebut maka dibukanya satu persatu tanpa terlewat termasuk sebuah pesan yang dikirimkan Abra terakhir kepada dirinya yang meminta untuk tidak mengambil beasiswa tersebut. Serta pesan permintaan maaf yang Shasha kirimkan sebelum dirinya terbang. Tak hanya itu Daniel membaca sebuah diary yang di pasang Shasha pada perangkat ponselnya.


Daniel kecewa, ternyata gadis pujaannya yaitu gadis berlesung pipi yang selama ini dia puja telah memiliki kekasih tak hanya itu kekecewaan Daniel memuncak saat dia tahu bahwa Shasha menyelingkuhi kekasihnya hingga memilih si selingkuhan untuk menjadi kekasihnya sedangkan kekasihnya dengan tega diputuskannya. Daniel merasa Shasha memiliki sikap yang sama dengan kekasihnya Asia. Dia menganggap rata bahwa pasangan berselingkuh itu tidak dapat dimaafkan.


Johan yang sedari tadi menunggu diluar penasaran dengan apa yang dilakukan Daniel di dalam rumah. Tak tahan menunggu segera Johan masuk kedalam. Dia yang sudah menduga bahwa Daniel berada ruang kerjanya.


"Niel ..., gue masuk."


"Lu kenapa, kenapa wajah lu menakutkan?" ledek Johan.


"Lu baca sendiri ponsel dia, gue gak sangka ternyata wajah polosnya itu palsu. Dia mirip kayak Asia, tukang selingkuh, dan gampangan."


Johan penasaran apa maksud dari ucapan Daniel. Dilihat dan dibacanya ponsel tersebut, dan dia yakin bahwa ponsel yang dipegangnya adalah milik Shasha.


"Lu berlebihan, Niel. Lu baca kata-katanya. Wajar saja jika dia selingkuh saat sekolah SMA, itu kan masa-masanya mencari jati diri. Gak ada yang salah."

__ADS_1


"Gak ada bedanya Jo, selingkuh itu gak lihat umur tapi itu sudah jadi kebiasaan buruk. Gue pilih Shasha karena gue rasa dia lebih baik dari Asia tapi ternyata sama minusnya."


"Lu gak bisa salahin dunk Niel, konteksnya beda. Shasha selingkuh itu saat sekolah, baik pacar ataupun selingkuhannya itu masih belum berstatus menikah. Lah Asia, gimana? justru itu yang penyakit. Dia godain laki orang, dia itu PELAKOR."


"Gak Jo, bagi gue sama!"


"Terus apa bedanya sama lu? lu kan cium-cium, peluk-pelukan dan kangen-kangenan sama Shasha padahal lu sendiri sudah punya kekasih."


Daniel pun terdiam, cukup lama dia berfikir.


" Beda Jo, gue ini disakiti dan gue sudah mau putusin As--"


"Asia, apa lu sudah putusin dia ketika lu cium-cium Shasha?"


Lagi-lagi Daniel terdiam dan berfikir untuk yang kedua.


"Beda Jo, harusnya dia tolak gue waktu gue cium dia, berarti dia gampangan."


"Lu kalau bicara hati-hati Niel!"


"Lu yang harus hati-hati. Jangan sampai wajah polosnya itu bikin kalian berdua jatuh cinta."


"Kita berdua gak akan jatuh cinta ke Shasha, kami sudah menganggapnya sebagai adik. justru kami yang akan jagain dia." ucap Johan.


Kini mereka berdua saling diam.


"Niel ..., Shasha gak salah dan dia bukan gadis gampangan seperti yang lu tuduhkan. Apa pernah lu tanya ke dia tentang status dia? Kalian berdua bertemu diwaktu yang tidak tepat. Lalu kalian lanjut bertemu dengan situasi lu sedang patah hati, dan lu melampiaskan itu semua ke Shasha."


Daniel tampak berfikir dengan jernih semua kata-kata Johan.


"Oke, tapi tetap bagi gue Shasha sudah minus. Dan sekarang gue akan putuskan untuk tidak bertemu Shasha lagi..


Bagaimana kelanjutan Daniel dan Shasha?Apakah ucapan Daniel bisa dipegang untuk tidak menemui Shasha lagi?


Bagaimana kelanjutannya?😉


Ditunggu ya para readersku..🥰


like dan comment ya,


Terima kasih kalian selalu bikin diriku semangat.


🥰🥰😍

__ADS_1


__ADS_2