TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 116. KELAKUAN ASIA.


__ADS_3

Ucapan Asia membuat dirinya geram namun tidak menutup kemungkinan ia merasa cemburu dan marah kepada Daniel karena telah mengingkari ucapannya. Yaitu ia tak akan membiarkan Asia untuk datang ke apartemen ini.


Shasha yang berada di dalam kamar benar-benar kesal, dalam kekesalannya ia teringat akan semua ucapan manis yang telah Daniel ucapkan.


Apa ucapannya dapat dipercaya? Bagaimana jika tidak?


Tuhan, baru saja aku mengucapkan syukur atas semua doa-doa yang telah ku panjatkan akhirnya terkabul.


Namun mengapa takdir lagi-lagi harus menguji cinta kita berdua.


Sambil mengusap air mata yang tanpa sadar keluar dan membasahi pipinya. Shasha kembali membaringkan tubuhnya sambil memandangi foto pernikahannya yang ada pada galeri ponselnya.


Terlalu lama menangis meratapi nasib rumah tangganya membuat matanya sembab hingga membuatnya merasa berat untuk membuka mata dan hampir memejamkan mata. Namun suara bel pintu membuatnya bangun dan hendak membukanya. Niatnya membuka pintu gagal saat ia mendengar suara langkah kaki menuju ke pintu depan.


Sepertinya makanan tiba, lebih baik aku menunggu disini saja, atau aku ke dapur saja ya?


Mendengar suara bel membuat Daniel dengan cepat berjalan lalu membuka pintu tersebut.


“Rachel, apa pesanan ku datang?” tanya Daniel sopan.


Mendengar suara Daniel yang seksi membuat Rachel bahagia. Namun, dirinya ingat bahwa ia tak akan berani menggoda Daniel lagi setelah peristiwa waktu itu.


“Iya pak, ini,” sambil memberikan pesanan Rachel menengok-nengok kedalam untuk mencari keberadaan Shasha.


“Cari siapa kamu?” tanya Daniel.


“Mbak Shasha.”


Belum sempat Daniel menjawab tiba-tiba Asia muncul sambil bermanja-manja bergelayut di tubuh Daniel.


“Sayang, lama banget. Siapa sih yang datang?”


Rachel kaget ternyata ada wanita lain selain Shasha berada di dalam unit ini.


Siapa dia? Apa ini istri pak Daniel?


“Woi, lu siapa? Kenapa gak pergi aja sih?” tanya Asia dengan nada mengejek.


Rachel tak menjawab pertanyaan Asia, ia ingin tahu siapa wanita itu sebenarnya dan ia juga sengaja membuat wanita yang ada didepannya menjadi lebih jengkel dengan keberadaannya yang tak pulang-pulang.


“Lu ngerti bahasa manusia gak sih? Gue minta lu jauh-jauh dari sini.”


Gue gak ngerti, karena barusan yang ngajak gue bicara bukan manusia tapi hewan.” jawab Rachel sambil berlalu meninggalkan pintu yang masih terbuka.


“Sialan, awas ya. Lu baru aja jadi resepsionis hunian mewah udah belagu.” teriak Asia dengan keras.


Rachel yang mendengar jika dirinya diteriakin, dengan elegan berlalu sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah Asia.


Melihat itu Asia menjadi geram, ingin rasanya ia menghampiri dan mencakar wajah Rachel. Namun, ia sadar jika kelakuannya mengundang perhatian orang disekitar, banyak mata yang melihat ke arahnya dengan tatapan mencemooh.

__ADS_1


Mendengar dirinya menjadi bahan gunjingan segera Asia masuk dan menutup pintu dengan sangat keras.


Brak!


Mendengar pintu yang tertutup rapat tak membuat Shasha yang duduk di pantry kaget. Begitu juga dengan Daniel yang sedang duduk di meja makan terganggu dengan suara keras itu.


“Sayang, kenapa kamu tak membelaku? Kamu justru meninggalkanku saat aku sedang berperang dengan gadis jelek tadi.” rengek Asia kepada Daniel.


“Aku makan, aku lapar.” sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


“Tapi kenapa kalian makan bersama, harusnya kamu mengajakku,” rengek Asia.


“Jika aku mengajakmu makan, kamu akan kalah dengan gadis yang tadi, bukan?”


“Iya ya …, kamu perhatian sekali sayang.”


Mendengar suara manja dari mulut Asia membuat Shasha malas dan ingin cepat-cepat mangkir dari tempat itu dan pergi ke kamarnya.


**


Waktu semakin cepat berlalu diikuti dengan warna langit yang mulai gelap. Shasha yang bingung tak tahu harus melakukan apa kini terpaksa harus keluar menuju balkon untuk mengusir sepinya ditemani oleh hembusan angin yang cukup kencang pertanda hujan akan turun.


Apakah akan turun hujan di malam yang cerah ini?


Tidak Cha, malam ini tidak cerah, malam ini malam kelabu. Dimana suamimu sedang berduaan dengan wanita lain.


Mendengarkan suara hatinya yang sedang mengolok-olok dirinya membuat dirinya tak kuasa memendam rasa tangis. Ia tak tahu mengapa rasa cintanya datang begitu cepat, dimana ia harus rela melihat suaminya berakting seperti itu hanya demi sebuah misi.


Malu dengan banyaknya bintang yang menghiasai langit, sedangkan dirinya hanya sendiri tanpa ada seseorang pun yang menemani termasuk ponselnya yang sepi tak ada seorang pun yang mengajaknya melakukan chat atau menelfon. Maka Shasha memutuskan untuk kembali ke kamar sambil merebahkan dirinya di kasur.


Sudahlah lebih baik aku istirahat, besok Senin, Aku haru bekerja. Setidaknya besok saat bertemu semuanya suasana hatiku akan menjadi lebih baik.


**


Seperti hari-hari sebelumnya Shasha selalu bangun pagi, ia pun kembali melakukan aktivitasnya tersebut namun aktivitasnya kali ini adalah ia tidak membuatkan sarapan karena ia tak sudi harus menyiapkan sarapan pagi untuk dua orang yang membuatnya jengkel semalam. Dirinya hanya membuat roti garlic untuk dimakan teman-temannya di kantor sebagai sarapan pagi.


Selesai memasak ia segera mandi dan pergi menuju ruangan wardrobe untuk mengambil baju kerjanya. Dengan teliti ia mulai menekan kata sandi pada pintu ruangan tersebut dan lampu pun menyala seketika hingga membuat seseorang yang berada di dalam terpaksa harus bangun karena melihat lampu yang lumayan terang.


“Ay, kamu membangunkan ku.” dengan suara yang serak dan muka bantal Daniel menutup matanya menggunakan tangannya karena merasa silau akan cahaya lampu.


“Bie, kenapa kamu disini?”


“Demi kamu lah.”


“Kenapa?”


“Karena aku tak ingin menyakitimu untuk yang kesekian kalinya.”


“Memang kesalahan apa yang pernah Bie lakukan padaku sampai bicara seperti itu?”

__ADS_1


“Yang pasti aku lelaki yang tidak baik dan ditakdirkan bertemu dengan wanita berhati luas seperti langit dan sedalam samudra.


“Emm, cukup Bie, Ay gak mempan di gombali kayak gitu.”


“Ini gak gombal Ay, ini sungguhan. Seandainya kamu tidak memiliki hati luas dan dalam seperti langit dan samudra mungkin kita tak akan bertahan sampai saat ini.”


“Hem, sudahlah. Cepat bangun nanti yang ada mantan kekasihmu datang kemari.”


“Ckck, malas aku lama-lama dengar suaranya.”


“Malas dengar suaranya tapi gak malas dengan belaiannya, kan?” olok Shasha.


“Kenapa jadi bahas itu? Kamu cemburu ya? pasti bayangin kalau aku sedang dibelai-belai sama dia ya?”


“Gak, ngapain cemburu. Biasa aja. Lagipula kalian berdua pernah tinggal diluar negeri, jadi itu bukan hal tabuh, bukan?”


“Hem, tetap aja ini bibir masih maju seperti ini,” sambil memencet bibir Shasha yang tanpa sadar ia memanyunkan.


“Apaan sih?”


“Aku berani bertaruh sebentar lagi kamu akan mengeluarkan air mata. Lima .., empat.., tiga .., dua .., satu … Nah benar kan nangis,” sambil mengusap air mata yang keluar dari mata Shasha.


“Gak, ini itu kelilipan.”


“Kelilipan apanya? Kelilipan gajah?”


“Udalah Bie, aku berangkat. Kamu cepat sana keluar dari sini. Aku mau ganti.”


“Kamu lupa kita suami istri, ganti aja disini.”


“Gak, gak mau. Cepat keluar.” Sambil menarik tangan Daniel agar keluar dari kamar.


Karena tenaga Daniel yang besar terpaksa Shasha harus mengganti pakaiannya di dalam kamar dan tentunya dilihat oleh Daniel.”


“Ay, setelah misi selesai kita harus langsung honey moon. Aku tak mau tahu.”


“Honey moon terus. Bie , kamu utang satu penjelasan padaku.”


“Penjelasan apa?” tanya Daniel heran.


Shasha tak menggubris pertanyaan Daniel, karena jika ia semakin menanggapi Daniel maka akan semakin panjang.


.


.


To be continued.


Ditunggu kelanjutannya😉😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...


__ADS_2