TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 153. BERTEMU DENGAN DUA KEONG RACUN.


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan kini mereka telah sampai ditempat tujuan, yaitu sebuah apartemen milik Daniel.


"Bie, kita tinggal dimana?" tanya Shasha.


"Tempat yang baru,"


"Lalu apartemen yang lama?"


"Aku berikan kepada teman sebagai hadiah pernikahannya."


"Sebesar itu?" tanya Shasha heran.


"Ya, kenapa?"


"Hadiah?"


"Iya, kenapa?"


"Bahagianya memiliki teman seperti mu, kalau begitu kenapa kamu tidak menjadi temanku dari dulu sebelum kita menikah?"


"Bukannya kita sudah menjadi teman sekarang?" tanya Daniel yang membuat Shasha tak percaya dengan ucapan Daniel yang menganggap mereka adalah teman." Bukannya sekarang kita teman hidup, Ay?" ucap Daniel sambil mencubit pipi istrinya yang menggemaskan.


"Sekarang kita teman hidup, partner in life." ucap Shasha sambil menarik hidung Daniel yang tampak menggemaskan. "Biasanya jika temanku menikah aku akan memberinya uang dengan nominal yang secukupnya pantas menurutku. Sedangkan kamu memberinya kado sebuah hunian apartemen?" Shasha kembali kaget dan menatap Daniel dengan tatapan tak percaya.


"Ay, apa ada yang salah? Kenapa melihatku seperti itu?"


"Gak-gak, gak ada yang salah. Aku cuman tertegun mendengar sebuah hadiah yang kamu berikan kepada temanmu itu, betapa beruntungnya dia memiliki teman seperti mu."


"Berarti kamu merasa beruntung juga memiliki suami seperti ku?"


"Pasti Bie, kamu menerima ku apa adanya diriku termasuk kekurangan ku." ucap Shasha sambil menatap Daniel dalam-dalam.


"Ayo kita masuk," ucap Daniel sambil menggenggam tangan istrinya.


Shasha merasa sangat bahagia karena ini adalah pertama kalinya Danil menggenggam tangannya di tempat umum.


"Kenapa tegang bahkan berkeringat? Apa kamu takut berada di sampingku?"


"Tidak, aku tidak takut. Aku hanya tak percaya bahwa hari ini akan tiba, hari dimana impianku terwujud."


"Memang nya impian apa?" tanya Daniel sambil memasuki lift.


"Impian seperti ini." sambil mengarahkan kedua matanya untuk melihat tangan mereka yang sedang bergandengan.


"Gandengan tangan?" tanya Daniel.


"Heem,"


"Kamu benar-benar sederhana sayang, aku sayang banget sama kamu."


***


Tak terasa kini mereka tiba disebuah hunian apartemen, kali ini hunian yang dipilih oleh Daniel tak kalah mewahnya dari sebelumnya, tata ruangan yang terlihat lebih lebar dan kamar yang begitu luas.


"Gimana, apa kamu suka?"


"Ya."

__ADS_1


"Kalau begitu kemarilah, jangan jauh-jauh dariku." perintah Daniel.


Shasha yang beru saja mendekat tiba-tiba Daniel mendapati ponselnya berbunyi, dirinya memilih untuk duduk disamping Shasha sambil menerima panggilan tersebut. Sambil membelai-belai rambut istrinya lalu jari-jemarinya mulai turun ke bagian leher sontak membuat Shasha kaget hingga menelan ludah dan menutup matanya.


"Gue gak bisa, gue sibuk." bentak Daniel kepada seseorang dari balik telepon.


Mendengar itu seketika Shasha kaget lalu membuka kedua matanya.


"Ada apa Bie?" tanya Shasha saat melihat Daniel sudah menutup teleponnya.


"Tidak ada." bohong Daniel.


"Bie, kalau kamu masih ada urusan pekerjaan segeralah berangkat. Aku tidak apa-apa disini sendiri."


"Tidak, aku sudah berjanji untuk menemanimu hari ini."


"Aku tidak apa-apa, masih ada hari esok. Tapi kantor memerlukanmu."


Mendapatkan izin dari Shasha segera Daniel pergi meninggalkan istrinya karena sebuah masalah pekerjaan yang cukup penting dan tidak dapat ditinggalkan. Beruntung Shasha mengerti posisi dirinya.


***


Kini Shasha tengah berada sendirian di dalam sebuah apartemen yang mewah sendirian, kesehariannya dia habiskan dengan menonton drakor, membaca novel online, memasak dan membersihkan rumah. Cara itulah yang Shasha lakukan untuk menepis rasa bosannya.


Tak terasa sudah hampir seminggu Daniel tidak pulang, ketidak pulangan Daniel tidak membuat Shasha was-was karena memang Daniel setiap malam selalu menelponnya dan pada siang harinya dia tak lupa untuk memberikan perhatian kepada istri kecilnya itu.


Suatu hari saat dirinya hendak memasak dirinya melihat ketersediaan makanan yang sudah hampir menipis, dirinya meminta izin kepada Daniel untuk pergi berbelanja. Awalnya Daniel menolak dan meminta Shasha untuk memesan lewat online saja atau Daniel meminta Shasha untuk mencatat bahan apa saja yang diperlukan lalu menyuruh orang untuk mengantarkannya ke apartemen. Namun saran Daniel semuanya ditolak oleh Shasha dengan alasan dia ingin pergi berbelanja sendiri sekalian berjalan-jalan untuk melepas penat karena sudah hampir beberapa bulan dirinya sama sekali tidak pergi keluar.


Meskipun setuju namun dengan berat hati Daniel memberi izin kepada istrinya tersebut dengan satu syarat yaitu Shasha dilarang menggunakan make up berlebihan dan baju terbuka agar tidak dilirik oleh lelaki lain. Sedikit berlebihan namun Shasha menganggap itu adalah hal wajar.


Shasha yang sedang masuk ke dalam mall dan sedang memilih beberapa bahan makanan yang sedang dibeli ternyata ada seorang wanita yang sedang memperhatikan dirinya. Dengan tatapan sinis dan penuh amarah melihat ke arah Shasha, dari tatapannya terlihat dia tampak begitu dendam dengan penuh perhitungan dia berniat untuk menyerang Shasha.


Shasha hanya diam tak menanggapi wanita yang sedang mengajaknya bicara itu.


"Woi, tuli ya! atau bisu? sampai gak bisa bicara!"


Shasha tetap tenang tidak menggubris orang yang mengajak nya bicara. Karena jengkel Shasha tidak menanggapi caciannya, ia pun menjadi semakin geram. Melihat Shasha yang kini sudah berada di kasir dan hendak keluar dari mall membuat wanita tersebut mengejar Shasha yang sudah berjalan disebuah jalan berlorong yang masih sepi hingga -


"Awww," rintih Shasha. Shasha terjatuh setelah di dorong dari belakang oleh wanita yang tadi mencaci dirinya.


Setelah Shasha terjatuh dirinya yang hendak berdiri kembali harus terjatuh saat dia merasa dari belakang ada seseorang yang mendorongnya sehingga melukai tangannya hingga berdarah karena tergores oleh kerasnya aspal jalanan.


Shasha berusaha untuk bangun dan melihat siapa yang mendorong dirinya, ternyata dua wanita dengan wajah yang sama sedang menyerang dirinya.


Kenapa aku harus bertemu dua keong racun ini? Apa di dunia ini hanya mereka berdua


"Apa mau kalian? Aku tidak pernah mencampuri urusan kalian!" ucap Shasha dengan tegas.


"Seandainya dulu lu tidak menolong Daniel dari penculikkan itu setidaknya Xavier kakakku tidak akan meninggal.


Deg


Shasha tertegun mendengar ucapan Asia.


"Kenapa terkejut?" Kaget ya?" Dia kakak ku, dan semenjak itu ayah kami tak pernah memandang kami sebagai anaknya." jelas Asia.


Pantas saja kelakuannya menjadi seperti ini, sama halnya dengan diriku yang dipandang oleh ayah dengan tatapan jijik merasa sedih apalagi dua wanita ini yang tidak dianggap sedari kecil oleh ayahnya tentu membuat kurang perhatian dan sedih.

__ADS_1


"Kenapa lu lihat kita!"  ucap Medi dengan wajah sinisnya.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya  Shasha dengan tatapan dingin, meskipun seberarnya dia ketakutan.


"Gue mau lu jauhin suami gue."


"Suami? Siapa?" tanya Shasha yang pura- pura tidak mengenal.


"Lu pikir gue gak tahu, selama lu dirumah sakit lu goda-goda suami gue kan sampai dia gak pulang-pulang ke


rumah."


"Daripada kamu menuduhku lebih baik kamu tanyakan baik-baik kepada suamimu. Urus saja rumah tangga kalian, hadapi permasalahan kalian dan jangan melibatkan orang lain untuk menutupi kekurangan diri sendiri."


"Kurang aj*r! Kenapa lu guruin gue. Pernikahan lu saja gak benar dan hampir gagal!"


"Setidaknya pernikahanku bisa diselamatkan dan bagi kami masalah-masalah yang muncul merupakan bumbu pernikahan kamu."


"Banyak mulut lu!" ucap Asia sambil menjambak rambut Shasha yang terurai panjang.


Shasha yang hendak membalas perlakuan Asia segera ditarik tangannya oleh Medi hingga dia harus terjungkal untuk yang kedua kalinya hingga membuat kakinya terseleo karena sandal hells yang dipake Shasha. Melihat Shasha yang tidak dapat berbuat apapun membuat dua wanita kembar yang ada dihadapannya itu merasa puas karena telah membuat Shasha terluka.


Saat mereka hendak melukai Shasha tiba-tiba ada seseorang yang menerikaki mereka.


"Woi!!!! pergi kalian!"


Mendapat teriakan nyali Medi menciut namun berbeda dengan Asia, dirinya tetap berada di depan Shasha sambil menunggu suara siapa yang meneriaki dia dan kembarnnya.


"Hahahaha, akhirnya kalian bertemu lagi." ucap Asia dengan tawa.


"Minggir kamu, jangan dekati Shasha!" ucap Dion yang tiba-tiba muncul di hadapan Shasha. Melihat Dion muncul membuat Shasha merasa kembali emosinya menggebu-gebu, ia menjadi teringat akan peristiwa sebelumnya. Dirinya berusa menguatkan hatinya dan mensugesti dirinya bahwa tidak akan terjadi apa-apa setelah ini. Berulang kali dia mencoba menelfon Daniel namun tak kunjung diangkatnya.


Lama menghubungi Daniel yang takunjung mengangkat panggilannya ditambah baterai ponsel yang hampir habis membuat Shasha semakin cemas hingga dia akhirnya menjadi pingsan. Dion yang saat itu sedang beradu mulut dengan Asia harus kaget saat melihat wanita yang selama ini ia cari pingsan dihadapannya. Tanpa banyak bicara segera dia menggendong Shasha dan membawanya ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit.


Medi yang sedari tadi bersembunyi ternyata memfoto apa yang dilakukan Dion kepada Shasha dan menunjukkannya kepada Asia.


"Bagus! gue banggga sama lu. Setidaknya gue gak mau lihat Daniel maupun Shasha bahagia hidupnya. Dan bukti foto itu akan gue tunjukin ke Daniel bahwa istrinya ternyata tidak se alim yang ia pikirkan.


****


Daniel yang sedang mengadakan rapat dan tidak menyadari jika sedari tadi ponsel nya berdering, dia tak sengaja mengecilkan tombol berdering nya dengan volume yang begitu kecil karena sebelum meeting tadi sempat ada beberapa panggilan dari sebuah nomor yang tidak dikenal telah menganggu dirinya. Selama meeting berjalan Daniel begitu tampil percaya diri hingga membuat beberapa investor percaya dan tertarik ingin bergabung.


Saat dirinya hendak menelpon Shasha untuk memberitahu kabar baik bahwa setelah ini dirinya benar-benar akan meluangkan waktu selama beberapa bulan untuk meluangkan waktu bersama sang istri dengan honey moon untuk membuat Daniel junior namun tiba-tiba ponsel miliknya mati. Melihat ponsel nya mati dia pun mencas nya dan meninggalkan ponsel nya di meja kantor lalu ditinggal nya istirahat beberapa menit. Dirinya lupa bahwasannya sang istri sekarang sedang berada di luar untuk berbelanja.


Tak terasa malam pun tiba, Johan yang masuk ke ruangan Daniel mengingatkan agar jangan lupa menyalakan ponsel. Karena sedari tadi dia pun tak bisa menghubungi Daniel. Segera dia menuju ke meja kerjanya dan menyalakannya, betapa terkejutnya Daniel saat menerima pesan dari Asia bahwa saat ini istrinya sedang bersama Dion. Daniel mencoba membuka satu-persatu foto yang dikirim oleh Asia, dirinya melihat Shasha sedang digendong oleh lelaki dikenalnya.


"Secepat itu depresinya sembuh, hingga dia mau di gendong oleh lelaki itu! ****!!! teriak Daniel hingga membuat Johan masuk keruangan dan bertanya.


"Lu kenapa?"


Daniel yang emosi melempar ponselnya dan beruntung Johan dengan sigap menangkap ponsel tersebut, dia melihat pesan dan beberapa kiriman gambar yang dikirim oleh Asia.


.


.


Ditunggu kelanjutannya😉😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak diceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.


Terima Kasih.


__ADS_2