TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 68. MALAM PERTAMA.


__ADS_3

"Darimana?" tanya Daniel dingin.


"Depan."


"Siapa yang menelpon ?" tanya Daniel penasaran.


"Bang Johan dan bang Arden."


"Apa yang mereka tanyakan?"


"Tak ada." jelas Shasha.


"Tak mungkin mereka tidak bertanya?"


"Tanya sedang apa."


"Terus kamu jawab apa?"


"Membantu bapak melakukan ritual."


"Ritual dirokok?"


"Lalu bagaiamana ekspresi mereka?" tanya Daniel tak percaya dengan jawaban Shasha.


"Ekspresi?aku tak terlalu memperhatikan."


"Kenapa kamu jawab begitu?"


"Harusnya jawab apa?" tanya balik Shasha.


"Jawaban lain. Emang kamu tahu apa itu dirokok?" ucap Daniel penuh penekanan pada kata dirokok. Sebuah kata yang dia sendiri baru tahu maksudnya.


Shasha hanya menggelengkan kepala, "Bapak sampai kapan bersembunyi dibalik selimut? saya sudah gerah dan kepanasan pak! saya capek mau tidur." lanjut Shasha sambil sedikit menahan mulutnya yang sedang menguap.


"Kalau begitu keluarlah aku mau ganti."


Kini Shasha berjalan menuju pintu kamar dan keluar menuju ruang tamu. Dirinya duduk sendiri dengan lampu yang gelap.


Entah sudah berapa lama ia menunggu tanpa disadari dirinya yang kantuk pun tertidur sambil duduk di sofa.


Beberapa saat setelah ganti baju Daniel mulai merasa gerah karena Shasha tak kunjung datang. Kedatangannya begitu dinanti karena sebelum mematikannya AC Shasha telah mengantonginya.

__ADS_1


"Kemana dia, kenapa belum kembali?"gumam Daniel.


Daniel mulai mencari-cari sebuah kertas yang dirasanya lumayan tebal agar dapat digunakan untuk kipas.


Sudah hampir lima menit Daniel mengipas, tangannya mulai terasa capek hingga membuat dia mengomel untuk kesekian kalinya.


Namun kali ini ia mencoba untuk keluar kamar dan bolak-balik keluar menuju balkon, namun ia tak mungkin harus bolak-balik. Rasa kantuknya mulai terasa. Akhirnya ia pun memutuskan untuk keluar kamar dan mencari keberadaan Shasha.


"Sepertinya aku dikerjai olehnya, awas ya!"


Begitu keluar kamar ia bingung kemana harus melangkah, ke ruang tamu atau ke meja makan. Akhirnya sebuah ide brilian muncul di otaknya, ia mencoba menghubungi ponsel Shasha yang sedari tadi tak dilihatnya di kamar.


"Ku telpon saja," sambil mengeluarkan ponsel dan memencet menu kontak pada layar ponselnya.


Daniel mendegar suara getaran dari arah rumah tamu, didekatinya sumber suara tersebut dan benar ternyata ia melihat Shasha sedang tertidur pulas.


Melihat Shasha yang tertidur ia tak tega untuk membangunkan. Daniel mencoba untuk duduk berjongkok sambil memperhatikan wajah Shasha yang begitu cantik, menarik dan juga lucu. Ia merasakan teduh dan ini untuk kesekian kalinya rasa tak biasa muncul dalam hatinya.


Puas memandangi wajah Shasha Daniel mencoba mengangkat dan menggendong Shasha pelan-pelan agar tidak membangunkan mimpi indah gadis yang kini menjadi istrinya. Kini Daniel memasuki kamar. Dengan hati-hati ia membaringkan tubuh Shasha lalu diambilnya remot AC yang ada di saku baju Shasha. Posisi Shasha yang terlentang tiba-tiba miring membuat Daniel jatuh tertidur tepat disebalah Shasha.


"Jangan tergoda. Ingat aku dan dia baru saja menikah dan ada sebuah perjanjian yang harus aku berikan padanya. Jadi aku tak boleh tergoda oleh kecantikannya, karena aku tak ingin jatuh ke lubang yang sama. Aku belum sepenuhnya mencintainya dan aku yakin dia masih menyimpan rasa untuk kekasihnya, Abra. Aku akan mencintainya dengan caraku sendiri." batin Daniel.


Daniel sendiri masih tidak mengerti dengan perasaannya, dulu saat Asia menghilang ia merasakan rasa tak biasa kala memandang Shasha hingga dicobanya mengecup bibir Shasha dia ingin mengetahui apakah rasa yang ada saat itu hanya sebatas pelampiasan atau benar-benar cinta dan hasilnya ternyata diluar dugaan. Ia merasakan sebuah kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya saat bersama dengan Asia, sedikit benih cinta mulai tumbuh. Namun semua itu berubah disaat ia mengetahui fakta bahwa Shasha telah memilik kekasih dari hasil selingkuhannya kala itu. Dari situ ia mencap bahwasannya Shasha adalah wanita penghianat alias tukang selingkuh. Fakta itu membuatnya geram saat ia tahu bahwa Asia juga telah mengkhianatinya dan lebih memilih lelaki lain dibandingkan dirinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi hari.


Shasha merasakan tubuhnya yang hangat dan rasa nyaman saat bangun tidur. Padahal dia yakin jika semalam ia memilih tidur di ruang tamu jadi seharusnya tubuhnya merasakan pegal-pegal.


Dibuka matanya sebelah kanan terlebih dulu ia rasa ini bukan ruang tamu tapi kamarnya. Lalu dibukanya kembali matanya sebelah kiri dan benar ini bukan ruang tamu. Kemudian dibukanya kedua matanya dan benar ia sedang berada di kamarnya. Ia terkejut kala melihat selimut menutupi semua tubuhnya. Segera dibukanya selimut yang menutupi tubuhnya karena ia takut jika terjadi hal yang tak diinginkan. Dilihatnya kesamping ia merasa aman ternyata tak ditemukan sosok Daniel. Kali ini ia benar-benar merasa lega bahwa tak terjadi apa-apa semalam.


"Tapi bagaiamana bisa ya aku ada disini" gumam Shasha." "Baguslah, malam pertama hari ini aman. Aku terbebas tapi dosa gak ya?semalam aku sengaja kerjain orang tua," lanjutnya lirih.


Seperti biasa setelah bangun tidur ia selalu membereskan tempat tidur dan menatanya hingga rapi. Selesai membereskan tempat tidur ia hendak mengambil handuk dan kakinya terjungkal oleh sebuah celana yang tak asing baginya, yaitu celana pendek yang kemarin dia ambil dari mobil Daniel.


"Jorok, kenapa celana ini berserakan di lantai! dasar orang tua tapi kelakuan mirip bocil."


"Apa kamu bilang? aku mirip bocil? yang bocil itu kamu."


"Bapak? sejak kapan bapak disini?" Shasha terkejut dengan suara besar yang sekarang sering dia dengar."

__ADS_1


"Dari tadi! cepat kamu ganti baju. Kita pulang!"


"Pulang kemana pak?"


"Ke neraka."


"Bapak aja saya gak mau."


"Pulang ke Jakarta bocil!"


"Bapak dulu saja, nanti saya menyusul."


"Oke." ucap Daniel


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di ruang tamu.


"Shasha, kamu belum siap?" tanya Ayah sambil melipat korannya.


"Shasha gak kemana-mana, cuma dirumah. jawab Shasha enteng.


"Suamimu tadi pamit mau kembali, kenapa kamu belum siap?"


"Pak Daniel ada urusan penting jadi harus kembali hari ini." alasan Shasha.


"Lalu kenapa kamu masih disini padahal suamimu akan kembali." ucap ayah dengan nada emosi.


"Kenapa ayah marah? Shasha kembali besok saja yah."


"Kamu itu sudah jadi milik suamimu jadi kemana suamimu pergi ikutin dia, jangan pernah membiarkannya sendiri. Dulu saat masih belum resmi kamu siapkan semua keperluannya sekarang kenapa sebaliknya."


"Ia ayah. Shasha ganti dulu." ucap Shasha sambil akan berjalan.


"Ingat ya Shasha, kamu jangan keterlaluan dengan suamimu. Ayah tahu semalam kamu telah menggagalkan malam pertamamu, kan? kamu sengaja meninggalkan suamimu sendirian dikamar dan kamu memilih tidur di ruang tamu. Kamu benar-benar keterlaluan. Beruntung suamimu sabar tetap mau menggendong mu." jelas Pak Idris.


Shasha hanya bisa diam mendengarkan ayahnya yang sedang marah kepada dirinya. Sedangkan bunda hanya menggelengkan kepalanya tak percaya dengan kelakuan putrinya.


to be continued


Ditunggu kelanjutannya😉😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...


Terima kasih banyak


__ADS_2