TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 118. SEBUAH RENCANA.


__ADS_3

Dion keluar dari ruangan tersembunyi tanpa menggunakan atas hanya celana kain yang menghiasi kaki panjangnya, tubuhnya yang berotot dengan bentuk V-shape, akan terlihat menggoda jika wanita melihatnya. Beruntung hanya ada Riko di ruangan tersebut.


Melihat Dion tidak mengenakan baju dan mengetahui jika baju yang tadi digunakan Dion kini telah berpindah tempat ke pergelangan tangan membuat Riko berfikir jika bos sekaligus sahabatnya itu telah melakukan hal nekat saat di ruangan tersembunyi itu. Dengan perasaan khawatir segera ia menyapa Dion.


"Dion, tangan lu," tanya Riko dengan khawatir.


"Gak, tenang aja.” sambil berusaha menyembunyikan tangannya ke belakang tubuhnya.


“Tenang dari mana? Lu udah gila apa!” tanya Riko setelah masuk ke ruangan tersembunyi yang dimasuki oleh Dion tadi. Begitu terkejutnya Riko saat masuk dia melihat kaca pada wastafel yang sudah tak berbentuk. Keadaan kaca yang sebelumnya indah kini berubah menjadi berkeping-keping, hingga membuat ruangan tersebut tampak berantakan.


“Tadi gue gak sengaja.” Jawab Dion datar.


"Gak sengaja apanya, lu gak usah bohingin gue. Gue bukan anak TK yang dengan muda lu bohongin. Come on, you’re handsome Bro, kalau kata ponakan gue buat apa nangis, buat apa marah, marah itu tak ada gunanya,” ucap Riko sambil memainkan matanya kepada Dion dan bertepuk tangan.


“Ih najis, ngapain pakai main mata ke gue.” "Lagian itu lagu salah, buat apa nangis lalu buat apa susah."


“Hahaha, sengaja gue buat salah lagunya toh sekarang lu ketawa kan.” Riko terkekeh dengan kelakuannya sendiri.


“Tenang aja gue bakal bikin perhitungan ke anak baru itu." tambah Riko sambil menepuk pundak Dion.


“Jangan pernah lu sentuh dia!”


“Biar dia tahu rasa, setidaknya akan jadi pelajaran bagi dia untuk tidak berbohong dan mempermainkan hati pria!"


"Dia gak salah, yang salah gue. Gue yang pepet dia terus."


"Ya harusnya waktu lu mepet dia, dia harus bisa kasih tegas dung. Bukan malah menerima."


"Dia gak nerima tapi gue yang memaksa. Malam itu gue yang memaksanya untuk naik ke mobilku."


"Kamu masih membelanya!” kesal Riko.


“Pasti aku akan selalu membelanya, karena aku begitu mencintainya.”


“Otak lu benar-benar gak waras ya. Dia itu sudah nikah lu masih cinta sama dia!”


“Cinta itu buta Ko, aku ingin tahu apa alasannya sampai dia menyembunyikan status pernikahannya. Bahkan aku tak mendapat undangan pernikahan dari perusahaan “JM Corporate"sepertinya pernikahan mereka disembunyikan. Apa kamu mendengar kabar jika CEO dari perusahaan tersebut sudah menikah?”


Riko tak berucap ia hanya menggelengkan kepalanya. Entah apa maksud menggelengkan kepala yang Riko lakukan, yang jelas dirinya tahu dari sahabat kecilnya yaitu Yoga, bahwa Shasha dan Daniel tinggal di sebuah apartemen mewah di Ibukota.


“Gue akan cari tahu dari Yoga.”


“Siapa Yoga?”


“Dia yang membantuku mencari identitas Shasha, dia seorang polisi.”


“Ajak dia ketemu, ada yang ingin aku bicarakan dengan dia.”


“Lalu gimana dengan anak baru itu?”

__ADS_1


“Aku yang akan mengurusnya. Aku akan bermain cantik, yang jelas aku tak akan menyerah mendapatkannya. Jika memang terjadi masalah dalam pernikahannya maka aku akan memilikinya secara utuh tapi jika sebaliknya maka aku akan perlahan mundur.”


“Dion … Dion, wanita yang mengejarmu banyak. Kenapa kamu hanya melihatnya.”


"Jika memang ada masalah dengan pernikahannya apa kamu tak masalah jika menikah dengan seorang janda."


“Apa pun statusnya akan gue terima, mau dia janda ataupun gadis akan aku terima."


"Kenapa? Apa istimewanya?"


"Dia mantan kekasihku dulu, aku begitu mencintainya."


“Jadi dia wanita cantik yang selama ini kamu ceritakan itu, tapi mengapa dia sampai memutuskan mu?"


"Karena dia takut, dia takut jika dirinya menjadi penghalang kesuksesanku." bohong Dion. Dion tahu saat itu Shasha telah berselingkuh dan memilih lelaki dengan usia lebih matang."


"Yasudah, aku akan mengatur waktu untuk pertemuan mu dengan Yoga."


**


Ditempat lain, terlihat Daniel yang sedang mondar-mandir memastikan kebenaran siapa wanita yang tergeletak di dekat apartemennya tersebut. Dirinya takut jika itu adalah Shasha, istrinya. Tak beberapa lama kemudian pintu ruangannya terbuka dan Johan duduk dengan santai sambil merenggangkan dasinya.


“Lu udah telfon Shasha?”


Daniel menggelengkan kepalanya, jangankan menelfon dirinya saja tak punya no kontak istrinya itu.


“Jangan bilang lu gak punya no istri lu.! Lu cinta gak sih sama Shasha?”


“Jelas ada korelasinya lah.”


“Kenapa tiba-tiba bertanya perasaan gue ke istri gue? Gue rasa lu tahu jawabannya.”


“Buktinya apa?”


“Cuma kami yang tahu.”


“Gue gak habis pikir sama lu. Lu tahu gak tempat kerja istri lu dimana? Jaraknya jauh bukan? Harus lu antar, jangan sampai lu biarin dia naik angkutan umum.”


“Dia yang mau, lagipula misi gue belum selesai. Setelah selesai gue akan umumkan kepada dunia bahwa Shasha adalah istri gue.”


“Kapan? Kapan misi lu selesai?” tanya Johan dengan sedikit emosi.


“Butuh waktu Jo, bukannya lu sendiri yang bilang gue harus cari lemahnya Asia.”


“Terus lu gak cari cara bikin Asia lemah, lu cari dunk kelemahan dia apa? Gue ngerasa lu anteng-anteng aja.!”


“Maksud lu apa?” Daniel mulai tersulut emosi.


“Lu gak pantas dapat Shasha! Awas aja sampai Shasha kenapa-kenapa gue gak akan maafin lu! Harusnya lu bisa jaga dia meski lu masih ada misi. Jangan hanya pasrah ke body guard lu. Suatu saat lu bakal nyesel.” Johan berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


Melihat Johan yang hendak berdiri segera Daniel menahannya.


“Lu kenapa? Kenapa emosi? Gue salah apa? Lu tahu sendiri gue mulai cinta sama Shasha, hati dan jiwa ini buat dia. Gue gak benar-benar mencintai Asia, rasa gue buat dia uda benar-benar hilang. Gue cuman ingin vidio gue sama Asia hilang, uda itu aja. Vidio itu bisa bikin reputasi gue buruk termasuk karir bahkan gue takut saham perusahaan ini akan turun gara-gara kelakuan gue. Gue gak mau perusahaan yang dibangun bokap gue hancur gara-gara kelakuan hina gue."


“Tapi dengan lu gak ngenalin Shasha ke dunia lu wanita tak tahu diri itu semakin ngelunjak. Dan harus lu tahu, sebenarnya sasaran pagi tadi adalah Shasha. Istri lu gak aman karena ternyata orang-orang Mami banyak yang hilang termasuk orang-orang lu.” tutur Johan dengan emosi dan menangis. Dirinya mengetahui kejadian tadi pagi dari Rachel.


“Lalu siapa yang memberitahu lu?”


“Rachel. Rachel bercerita sesaat setelah Shasha keluar dari apartemen ia melihat seseorang telah mengikuti Shasha dan ia melihat sendiri jika orang tersebut sempat mengeluarkan pisau tajam dari balik bajunya. Namun situasi yang ramai membuat orang tersebut tak segera menusuk. Rachel yang pandai melihat situasi dengan segera memanggil Shasha dengan keras sehingga beberapa orang menoleh ke arahnya dan Shasha pun menghampirinya. Sedangkan si penusuk tadi yang sudah mengeluarkan pisau dan hendak di tikam kan kepada Shasha ternyata mengenai wanita lain.


“Terus gue harus gimana Jo?” tanya Daniel panik.


“Lu harus segera cari vidio itu sampai ketemu.”


“Iya gue tahu, tapi itu perlu waktu. Gak mungkin kan langsung ketemu.”


“ Lu harus tinggal bareng Asia untuk beberapa lama. Lu cari itu sampai tuntas.”


“Gila! Gak mungkin. Gue uda nikah.”


“Lu uda nikah itu yang tahu cuman keluarga dekat, sedangkan orang lain gak ada yang tahu bahkan staf kantor gak ada yang tahu kan?”


“Tapi perasaan Shasha?”


“Ajak dia bicara dari hati ke hati, jujurlah padanya tentang dampak vidio itu.”


“Susah Jo.”


“Satu lagi, orangtua lu juga harus tahu.Setidaknya dia akan memberi pengertian pada Shasha dan siapa tahu Mami dan Papi akan membantumu mencari vidio itu.


**


Malam ini Shasha sudah berada di apartemen, ia tadi pulang diantarkan oleh Rianda. Dirinya tak tahu apakah malam ini Daniel akan pulang atau tidak, yang jelas ia telah membuat makan malam untuk dirinya dan Daniel.


Sudah pukul sebelas malam ia masih tak melihat kedatangan Daniel. Rasa khawatir menghampirinya, ia takut terjadi apa-apa dengan Daniel.


Apa begini rasanya?


Menunggu memang membosankan, pantas saja saat aku pulang malam, betapa murkanya wajah Bibie.


Bi,, maafin aku ya,,,sekarang aku tahu ternyata begini rasanya. Ayo dunk cepat pulang.


Aku rindu.


.


.


To be continued.

__ADS_1


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih


__ADS_2