
Daniel yang memasuki kamar istrinya berusaha mencari tahu apa penyebab istrinya itu tidak pulang. Pikirannya dipenuhi dengan penuh prasangka negatif. Dengan penuh emosi ia membuka semua lemari Shasha berharap menemukan sesuatu yang disembunyikan oleh Shasha termasuk semua sarung bantal-guling dan juga seprei ia coba bongkar hingga ia menemukan sesuatu yang ia hafal yaitu sebuah cincin.
Sebuah cincin berlian yang ia sematkan dijari manis sang istri dengan ukiran namanya tersimpan rapi di dalam sebuah kotak berlambang hati. Cincin itu adalah cincin custom yang sengaja Daniel pesan untuk pernikahannya, meski saat itu pernikahan yang ia jalani terpaksa dan niatnya sengaja memesan cincin dengan desain agak sulit agar tak selesai tepat waktu namun ternyata ia salah, justru cincin itu selesai dengan cepat.
"Kenapa ia tidak memakai cincin ini!" sambil melempar keras kotak tersebut dan masuk ke dalam kolong tempat tidur. Dirinya yang masih emosi melempar kota make up kosmetik Shasha yang tersusun rapi di meja rias. Daniel tak memikirkan harga dari kosmetik tersebut.
Dilihatnya tak ada lagi barang-barang yang dapat dilempar, kini Daniel terduduk lemas dengan menselonjorkan kedua kakinya, nafasnya yang masih tersengal-sengal karena luapan emosi membuatnya harus bersandar sambil melihat keadaan kamar yang berantakan karena ulahnya. Kini dirinya tertunduk lemas memikirkan nasib pernikahannya, baginya ini bukan murni kesalahan Shasha namun gara-gara masa lalunya mau tak mau ia harus memperbaiki semuanya.
Pandangan matanya yang nanar tak sengaja melihat sebuah foto pernikahan mereka dengan ukuran 24 R terpasang dekat meja rias. Terlihat Shasha tersenyum manja saat dirinya sedang menggendong istrinya dengan gaya ala bridal style. Melihat foto itu seketika emosinya menjadi redah, ia merasa bersalah dan mengenang masa -masa awal pernikahan dimana dirinya yang begitu cuek tak perduli bahkan di malam pernikahan Daniel meminta banyak syarat. Semua persyaratan itu tak dapat dibantah oleh Shasha, ia hanya menjalaninya nasib pernikahannya dengan sabar dan kesabaran Shasha terjawab dengan munculnya benih-benih cinta yang mulai muncul pada diri Daniel.
"Kenapa kamu mengingkari janjimu! bukannya saat itu kamu berkata iya untuk menungguku dan berjanji untuk menutup hatimu dan hanya ada aku di hatimu!" teriak Daniel dengan suaranya yang bergetar.
Dari suaranya Daniel begitu kecewa dengan Shasha. Meski tak melihat langsung namun entah apa yang membuat Daniel percaya dan yakin bahwa Shasha telah berubah dan tak tahan karena merasa kesepian dalam kesendiriannya.
FLASH BACK ON
Mr X : "Maafkan aku tak dapat mengenainya target, namun aku menemukan sesuatu yang penting. Di dalam kantong plastik yang di laundry aku melihat sebuah pakaian kerja pria. Aku rasa itu bukan pakaian suaminya, karena yang aku tahu dia tak pernah melaundry pakainnya diluar bukan?"
Asia : "Coba kamu pastikan, lihat brand bajunya?"
Mr X : "Brand ABCD"
Asia : "Bagus, itu adalah fakta bahwa ia bukan tipe wanita setia, Daniel tak pernah mengguanakan baju dengan brand tersebut.
Membaca pesan Asia membuat Daniel bertanya-tanya siapa seseorang yang dibicarakan Asia dengan suruhannya tersebut. Daniel masih bertanya-tanya, kemudian muncullah bukti ke dua yaitu sebuah foto seorang wanita tampak belakang dengan pemandangan lobi di apartemen sedang turun dari mobil. Sebuah mobil mewah yang mana mobil tersebut hanya dimiliki oleh segelintir orang saja di Indonesia salah satunya adalah dirinya.
Sepertinya ini pemandangan apartemen ditempatku, lalu wanita ini kenapa mirip dengan Shasha?
Tidak ..., aku tak boleh berprasangka buruk padanya, aku percaya dengannya.
Pertama-tama hal yang dilakukan Daniel adalah mencari tahu siapa pemilik mobil tersebut, tanpa ragu ia segera meminta Johan untuk mencari tahu. Setelah ia mengetahui bahwa pemilik mobil itu tak lain adalah seorang pebisnis muda dari sebuah perusahaan Real Estate terkenal di Ibukota.
Semua profil telah dicarinya dan ia kaget ternyata pebisnis tersebut adalah Dion Putra Brata, yang tak lain adalah mantan kekasih istrinya. Mengetahui itu ia yakin bahwa wanita itu yang tampak belakang tak lain adalah sang istri.
__ADS_1
Kenapa kamu tak cerita jika kamu bekerja di perusahaan milik mantan kekasihmu?
Pantas saja selama ini kamu berangkat pagi dan pulang larut adalah alibimu untuk dapat bertemu dengan mantan kekasihmu itu!
Bahkan berulang kali kamu selalu bilang pulang menggunakan bus, padahal kamu diantarkan!
Dengan status di tanda pengenalmu yang masih tertulis single, maka kamu dengan leluasa juga bisa berbuat mendua dan mencari lelaki kaya seperti dia.
Perasaan Daniel mulai campur aduk, antara kecewa, tak percaya dan ingin marah. Ingin rasanya ia segera pulang dan menanyakan semuanya kepada Shasha. Dia yang tak kuat menanggung ini semua pun menceritakan kepada Johan.Mendengar itu Johan geram, ia tak menyangka bahwa hubungan Shasha sudah jauh dengan Dion. Meski dia tahu bahwa Shasha bekerja di perusahaan milik Dion namun ia yakin Shasha akan setia.
Fakta lainnya adalah ia melihat Dion dan Shasha keluar dari apartemen yang sama, melihat itu Johan menjadi geram, ingin rasanya ia memergoki keduanya namun Daniel melarangnya. Ketiga fakta itulah yang membuat Daniel enggan memberikan kabarnya kepada Shasha begitu juga dengan Johan. Johan yang sebelumnya selalu memberikan kabar tentang Daniel kini tak lagi, karena ia kecewa.
**
Setelah melihat semua fakta itu Daniel mulai mengingat-ingat kejadian beberpa bulan sebelumnya saat Shasha pulang kerja malam dengan kondisi badan agak basah dan keeseokan harinya Shasha mencuci baju tidak seperti biasanya, biasanya ia akan mencuci baju dengan jumlah lumayan banyak namun saat itu tidak, tak hanya itu di tanggal itu keeseokan harinya ia telah mempersiapkan sebuah kejutan untuk Shasha dengan mendekor ruangan TV menjadi sebuah bioskop minimalis untuk kencan pertama mereka.
Ckckckckc, aku tak menyangka kamu begitu tega, diluar kamu bermesaraan dengan lelaki dan di dalam kamu bercanda riang denganku bahkan kita membahas tentang honeymoon.
Daniel begitu terpukul dan kecewa, jujur dia tak pernah menyangka bahwa sang istri akan tega berbuat demikian. Semua pikiran buruk tertuju pada Shasha.
Niat Daniel tinggal bersama dengan Asia adalah untuk menemukan vidio namun malah sebaliknya ia malah menemukan beberapa fakta tentang istrinya yang mulai bermain hati dengan lelaki lain mulai dari saat dirinya melakukan misi sampai saat ini.
**
Lebih baik aku menemui Rachel, setidaknya ia tahu semua aktivitas Shasha.
Rachel tak pernah menyangka jika Daniel memintanya untuk bertemu di sebuah cafe dekat apartemen. Yang membuat Rachel tertegun adalah sebuah fakta bahwa Daniel dan Shasha adalah suami istri.
"Kalian suami istri!" Rachel tersentak kaget.
"Pelankan suaramu! Aku tak butuh kamu kaget, aku hanya ingin kamu menjawab semua pertanyaanku."
"Sebelum pertanyaanmu perlu aku sampaikan beberapa fakta dan sebuah kekecewaanku sebagai seorang wanita mewakili perasaan Shasha. Aku tak pernah menyangka bahwa dirimu yang terlihat baik ternyata kejam sebagai seorang suami. Dirimu dengan tega tak mengakui Shasha sebagai istrimu. Tak hanya itu setiap pagi aku melihat Shasha yang berangkat pagi menggunakan bus, dia harus berjalan dari apartemen sampai ke halte bahkan saat malam aku tak pernah melihatmu menyusul Shasha meski hujan sedang turun dengan deras. Setiap kali aku melihat Shasha hanya rasa iba yang aku lihat."
__ADS_1
"Bahkan saat kamu kedatangan soerang wanita seksi dan bergelayotan di pundakmu, kamu hanya diam saja! Padahal di dalam ada Shasha!" lanjut Rachel.
"Cukup Rachel, jangan kamu membicarakn itu. Jika kamu tidak tahu alasan itu semua apa lebih baik kamu simpan rasa kecewamu itu. Tak perlu kamu ungkapkan padaku."
"Seharusnya aku tak pernah menahan sepupuku untuk mencintai Shasha! harusnya aku menyuruhnya untuk tidak menyerah!"
"Maksudmu apa?"
"Kamu ingat sebuah buket bunga anyelir? Itu adalah bunga pemberian dari sepupuku. Istrimu yang cantik, baik dan mandiri dan setia adalah idaman para lelaki. Shasha dengan tegas menolak kedekatan yang terjalin diantara keduanya, bahkan ia mengatakan jika ia sudah menikah dengan seseorang dan itu membuat sepupuku mundur."
"Jangan kamu agungkan Shasha, kamu tak tahu saat ini yang terjadi, dia menolak sepupumu karena masih ada langit diatas langit."
"Siapa yang kamu maksud? Dion? Dion Putra Brata?"
"Bagaimana kamu tahu?"
"Aku sering melihatnya, dia membeli apartemen disini, dan selama kamu tak ada disini, baik Shasha maupun Dion mereka tak pernah saling bertemu. Jangankan bertemu saling menyapa pun mereka tak pernah apalagi sampai kamu menuduh Shasha berbuat tidak-tidak dengannya. Kamu salah besar Daniel."
Apa ini yang dimaksud oleh Yoga, bahwa wanita licik itu berhasil membuat Daniel salah sangka dengan istrinya sendiri. Dan bodohnya Daniel semudah itu percaya dengan wanita licik itu. Dan aku lebih memilih agar Dionlah yang mendampingi Shasha bukan Daniel.
Setelah percakapan itu Daniel mulai bingung kenapa Rachel bicara demikian. Setidaknya ucapan Rachel mulai membuat dirinya bimbang dan ingin segera bertemu dengan Shasha untuk bertanya dan menyelesaikan kesalah pahaman diantara mereka.
"Jadi Shasha tidak tinggal bersama Dion di apartemenku? Lalu foto itu mengapa terlihat seperti mereka berdua keluar berasama-sama? Apakah ini fakta atau kebohongan?! Siapakah disini yang berbohong Rachel atau kah Asia. Jelas-jelas aku meng-hack ponsel Asia sedangkan Rachel, dia adalah orang baru bahkan ia bukan orang terdekat Shasha dan aku percaya jika ucapannya tidak bohong. Lebih baik aku menemuinya segera." ucap Daniel lirih sambil mengendarai mobilnya menuju apartemennya.
FLASH BACK OFF
.
.
To be continued.
Ditunggu kelanjutannya😉😉
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.
Terima Kasih.