
Setelah pembicaraanya dengan Rachel kini Dion menjadi makin ibah dan kasihan dengan nasib mantan kekasihnya itu. Keinginannya untuk melepaskan dan merebut Shasha dari suaminya semakin besar.
Dasar lelaki kurang pintar, hanya karena takut bisnis dan nama baik jatuh ia merelakan tinggal bersama dengan wanita yang tidak halal baginya dengan harapan untuk mendapatkan vidio asusila antara dirinya dengan mantan kekasihnya itu padahal tanpa ia sadari bahwa vidio itu sudah di kirimkan Asia kepada Shasha. Harusnya ia menyadap dua ponsel milik Shasha dan Asia
Dan sekarang dia mulai curiga denganku? Daniel ... Daniel, semua ini salahmu jika kamu tidak melarang Shasha menutupi status pernikahan kalian aku yakin Shasha juga tidak akan menutupi statusnya dan aku sendiri juga tak akan mengejarnya. Apalagi kamu yang sudah hampir tiga bulan tidak menemui Shasha, dimana hati nuranimu sebagai seorang suami bahkan bertukar kabar pun tak kau lakukan. Aku harap kamu dapat bersikap bijak, Sha. Karena mencintai tidak cukup dengan ucapan I LOVE YOU.
***
Ditempat lain, yaitu kamar apartemen Shasha.
Saat membuka pintu Shasha merasa ada yang tak biasa dengan apartemen yang baru sehari tidak ia tempati, dirinya mencium bau yang begitu menyengat.
Bau apa ini? Sepertinya, kemarin sebelum aku berangkat aku sudah membersihkan semuanya, apa ada tikus mati ya? Sehingga baunya menyengat seperti ini. Ah tidak ini kan apartemen mahal masa iya ada tikus jalan-jalan.
Shasha mencoba menelusuri asal bau tak sedap, ternyata bau tersebut semakin menyengat saat dirinya berada di dapur, hidungnya mulai mengendus-endus layaknya seekor anjing pelacak yang diperintah majikan nya untuk mencari sesuatu. Semakin ia mendekat meja makan semakin Shasha tak bisa menahan bau sehingga ia pun menutup hidungnya.
Dilihatnya beberapa piring yang berisi beberapa masakan, terlihat dengan jelas ada beberapa piring disana.
Kenapa ada masakan? Siapa yang masak? Apa jangan-jangan kemarin Bibie pulang?
Tuhan, kenapa dia harus datang saat aku tak ada di sini, pasti dia sudah berfikir macam-macam.
Dilihatnya beberapa makanan yang tersedia di meja makan dan semuanya sudah basi. Semua masakan yang terhidang disana adalah makanan kesukaan dirinya, yang hampir semuanya ada terdiri dari keju, seperti spagheti Carbonara, spagheti bolognese lengkap dengan keju mozarela panggang dan salad buah. Dari beberapa masakan yang tersaji tampak jelas jika masakan ini adalah masakan yang biasanya Danilel buat jika dirinya tidak sempat masak.
Dengan perasaan tak tentu, dirinya menjadi lemas dan menyalakan dirinya sendiri. Ia tak menyangka jika kemarin suaminya yang dinanti akhirnya datang menemuinya namun karena kelalaian nya ia malah kehilangan kesempatan bertemu bahkan kepercayaan yang Daniel berikan kepada dirinya. Dirinya yang lemas memikirkan ini spontan duduk dengan menselonjorkan kedua kakinya ke depan diikuti dengan air mata yang turun tanpa diperintah.
Sejenak ia duduk sambil menyeka air matanya yang keluar lalu mencoba berdiri untuk membersihkan makanan basi berserta beberapa peralatan dapur yang masih berada di westafel cucui piring. Air matanya mulai menghujani beberapa piring kotor. Selesai membereskan dapur segera ia berjalan memasuki kamarnya. Begitu memasuki kamarnya dirinya kaget, dia tak mengerti kenapa kondisi kamarnya menjadi berantakan. Dirinya tak terlalu memperdulikan bantal dan guling yang berada tidak pada tempatnya begitu juga dengan rak kosmetik beserta kosmetiknya yang porak-poranda membanjiri lantainya. Ia segera menuju ke loker yang ada di nakas dekat tempat tidurnya dimana tempatnya menaruh satu set perhiasan pemberian Melly, mertuanya dan cincin pernikahannya bersama Daniel.
Dilihatnya satu set perhiasan masih aman tersimpan begitu juga kartu black card dan kartu debit yang pernah Daniel berikan padanya namun cincin pernikahannya yang ia simpain di kotak berbentuk hati tak dia temukan. Dengan sesengugukan Shasha mencari-cari nya namun tak dapat ia temukan. Badannya yang lelah menjadi semakin tak bertenaga bagai raga tanpa nyawa.
Sebenarnya siapa yang memasuki ruangan ini?
Segera Shasha mengambil ponselnya dan menelfon Johan, namun berulang kali panggilan tak diangkat oleh kakak angkatnya itu.
__ADS_1
Aku harus menghubungi Secil.
Dengan cekatan tanggannya mencara nama Secil dan segera ia menekan tombol telepon. Nada pertama tersambung namun tak diangkat oleh Secil. Tak berhenti sampai disitu Shasha kembali menghubungi Secil untuk yang ke dua kalinya namun bukan nada sambung yang ia terima melainkan suara operator yang menyatakan jika nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi atau berada diluar jangkauan.
Tidak ada yang bisa aku hubungi, aku harus bagaimana?
Apa aku harus bertanya Rachel untuk memeriksa CCTV, siapa yang datang dan mengobrak-abrik semua barang-barang ku?
Saat meraih ponselnya yang ia taruh di atas tempat tidur terlihat bahwa baterai sudah tinggal satu persen dan seketika ponsel pun mati, segera ia mengambil charger handphone yang ia letakkan di tempat biasanya. Baterai ponselnya yang terlalu lemah membuat dirinya mengecas dengan kondisi mati.
Setelah baterai ponsel ini penuh aku akan menghubungi Rachel untuk mencari tahu.
***
"Ternyata benar apa yang aku takutkan terjadi, kamu yang memiliki masa lalu buruk dengan mencintai lebih dari satu lelaki akhirnya pun akan mengulangi tabiat burukmu itu." ucap Daniel.
"Tabiat buruk apa? tanya Shasha heran. " Apa yang sudah aku lakukan?"
"Kenapa aku yang salah seakan aku adalah pelaku dan kamu adalah korban. Bukannya aku juga menjadi korban."
"Kalau begitu kita sama-sama korban. Karena sebuah hutang budi maka kedua orangtuaku menjodohkan kita sehingga kita menjadi korban mereka. Seharusnya kita tak perlu menikah." bantak Daniel keras.
"Jika memang kita tak harus menikah mengapa kamu menyetujuinya?"
"Karena kedua orangtua kita setuju."
"Lalu?"
"Aku salah telah mencoba membalas perasaanmu. Aku percaya jika kamu memang berbeda. Tapi ternyata bohong," teriak Daniel keras hingga membuat Shasha kaget.
"Kamu kira hanya kamu yang suci, kamu kira aku tak tahu apa saja yang sudah kamu lakukan selama tinggal bersama dengan wanita itu? lisanmu berkata tidak dan berjanji namun kenyataannya tidak."
"Bagus kalau kamu sudah tahu, jadi aku tak perlu menjelaskan kenapa kita harus segera berpisah." ucap Daniel lalu benar-benar pergi meninggalkan Shasha dengan membawa kopernya.
__ADS_1
"Tidak ..."teriak Shasha
"Daniel ... jangan pergi!" sambil menangis tersedu-sedu. "Ini semua salah paham,
Shasha terbangun saat terdengar suara bel berbunyi. Dengan nafas tersengal-sengal dan bekas air mata yang keluar dari matanya membuatnya Shasha bangun dengan kondisi lemas. Shasha pun berjalan dengan langkah tertatih untuk membuka siapa yang ada dibalik pintu pagi-pagi begini.
Dibukanya pintu ternyata tak ada orang yang datang, ia pun kembali menutup pintu. Segera ia membuat sarapan pagi untuk dirinya sendiri. Saat membuka kulkas, dirinya dibuat heran ternyata kondisi kulkas terisi dengan rapi.
Setelah sarapan Shasha segera mandi, badannya yang sudah lengket karena semalam ia tidak mandi membuatnya tak tahan ingin segera cepat-cepat bermain dengan air. Karena cuaca yang masih dingin sehingga Shasha memilih untuk mandi dengan air hangat. Selesai memanjakan dirinya dengan air hangat langsung ia keluar dengan sehelai kain handuk yang menutupi tubuhnya menuju ke ruang wordrobe. Sesampainya ia disana dirinya melihat lemari Daniel yang sedikit terbuka dan -."
Deg !
Shasha kaget melihat lemari Daniel terbuka dan isi yang ada di dalamnya pun tak ada lengkap dengan koper.
Kemana dia? Apa dia benar-benar meninggalkan aku?
Mengapa ia tidak pamit?
Lagi-lagi dirinya dibuat kecewa, ternyata kini mimpinya menjadi nyata. Dengan hati bergetar tak karuan ia berusaha menguatkan hatinya. Meski rasanya perih dan pedih namun ia berharap dapat bertemu Daniel secara langsung dan ingin mendengarkan sendiri dari mulut Daniel tentang hubungan mereka berdua, bukan suatu dugaan atau pun kesimpulan dari mimpi yang dialaminya.
.
.
To be continued.
Ditunggu kelanjutannya😉😉
Jangan lupa tinggalkan jejak di
ceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.
Terima Kasih.
__ADS_1