TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 73. NASEHAT MELLY.


__ADS_3

Shasha segera menghampiri tukang ojek online yang sudah menunggu dirinya di depan kampus.


"Mbak, permisi. Dengan Shasha?" tanya pengendara ojol(ojek online)


"Betul pak. Pak Ahmad?"


"Betul mbak." ucapnya sambil tetap menggunakan masker. "Sesuai aplikasi ya?" lanjutnya sambil menyalakan motor.


"Ia pak." ucap Shasha sambil menaiki motor dan menggunakan helm.


Selama berkendara Shasha hanya konsen melihat jalan, berbeda dengan bapak pengendara. Berulang kali bapak ojol melirik spionnya untuk melihat penumpangnya.


"Pak, ada apa?" tanya Shasha sedikit risih karena sedari tadi si bapak mencuri-curi pandang.


"Maaf mbak, gak papa mbak mirip sekali dengan seseorang yang saya kenal." jawabnya sedikit salah tingkah.


"Oh, siapa pak, anaknya?"


"I---iya, mba." dusta-nya.


"Yasudah cukup sekali pandang saja pak. Kalau gitu bapak konsen menyetir aja biar kita selamat sampai tujuan dan bapak segera berkumpul dengan keluarga." nasehat Shasha.


"Ia mbak." ucap bapak ojol sambil tersenyum dibalik helmnya.


Kebetulan jalanan tak terlalu padat, hanya butuh waktu setengah jam apalagi menggunakan motor kini Shasha telah sampai di lobi apartemen.


"Sudah sampai mbak."


"Makasih ya pak." ucap Shasha sambil memberikan helm.


'Masa iya itu bapak-bapak? dari suara dan matanya terlihat masih muda. Ah mungkin memang bapaknya awet muda' batin Shasha sambil masuk kedalam lobi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Begitu membuka pintu ia melihat keadaan ruangan yang sudah sepi.


"Sepertinya dia sudah berangkat." ucap Shasha sambil berjalan memasuki kamarnya.


Sebelum memasuki pantry ia melirik keadaan pantry yang masih terlihat rapi. Ia pun melanjutkan langkahnya untuk kedalam kamar menaruh tas yang dibawanya sambil mengganti pakaian yang agak santai untuk melanjutkan aktivitasnya yaitu bersih-bersih dan masak.


Sebelum menuju pantry dan dapur Shasha mulai membersihkan semua ruangan mulai dari menyapu dan mengepel. Selanjutnya ia menuju pantry dan betapa bahagianya ternyata sarapan pagi dan minuman yang dia siapkan habis tanpa tersisa. Tergambar senyum manis dari bibir tipisnya hingga membuat dirinya semakin semangat.


Saat menuju kulkas yang berada di dekat tempat cuci piring ia melihat ada sebuah note tertempel, dibuka dan dibacanya note tersebut ternyata berisi tulisan Terimakasih masakannya enak. Senyumnya tak merekah seperti tadi saat dia melihat ternyata note tersebut bukan ditulis Daniel melainkan Jason. Setelah ia membaca segera dibuangnya note tersebut dan kembali mencuci piring.


"Oh, jadi Jason yang habisin. Oke tak masalah. Setidaknya melihat Jason makan semoga lain kali pak Daniel akan tergoda ingin mencicipi." ucap Shasha menyemangati dirinya.


Saat ia sedang berada di dapur ia mendengar suara bel berbunyi. Segera ia menghampiri sumber suara tersebut dan melihat ternyata yang datang adalah ibu mertuanya. Tanpa ada rasa beban ia membuka pintu tersebut.

__ADS_1


Cling(terdengar suara pintu terbuka)


"Shasha," sapa Melly sambil mencium kening dan merangkul menantunya tersebut.


"Mami," sapa Shasha balik sambil mencium tangan mertuanya.


"Kamu gak bosan kan disini?"


"Gak mi, Shasha seneng."


"Daniel maunya tinggal di apartemen, katanya nanti kalau kalian sudah punya anak baru pindah ke rumah." ujarnya.


Mendengar ucapan mertuanya Shasha hanya tersenyum dan mengamini dalam hati karena sebenarnya saat ini yang dia harapkan adalah hadirnya rasa cinta untuk dirinya dan benar-benar melepas pandangan status masa lalu Shasha yang menurut Daniel buruk.


"Kanapa kamu hanya berdiri disitu, ayo sini temani mami disini." ucap Melly sambil menunjuk tempat duduk disebelahnya.


"Tapi Shasha ke dapur dulu ya, mau lanjutin masak." pamit Shasha.


"Kamu masak? mami ikut ya,"


"Mami istirahat aja nanti Shasha siapin kalau sudah matang."


"Bener gak papa mami gak bantu?"


"Iya mi, mami tidur dikamar Shasha aja ya." ucap Shasha tanpa beban sambil berjalan ke arah dapur untuk melanjutkan masak.


Pura-pura bersikap biasa itu yang dilakukan Melly untuk mengetahui maksud ucapan menantunya itu.


"Kamar Shasha yang mana, Nak?"


"Sebelah kiri ruangan wardrobe, mi."


"Lalu kamar Daniel sebelah mana? pancing Melly untuk menjawab rasa penasarannya.


"Sebelah kanan wardrobe, Mi."


Dengan leluasa Melly masuk ke kamar menantunya itu, ia sedikit kecewa namun ia tersenyum sedang karena tak menyangka kelakuan Daniel dan Shasha segera ia ketahui.


Selama berbaring di dalam kamar Melly tak dapat mengistirahatkan otaknya meski matanya terpejam. Pikirannya bertraveling mencari cara agar Shasha dan Daniel dapat sekamar dan saling berbagai dan mengetahui satu sama lain.


Melly mencoba menghubungi Daniel namun nada panggilan pada sambungan telepon tidak ada alias hilang. Dicoba nya kembali menghubungi Daniel hingga panggilan ke empat dan masih tetap. Merasa sulit menghubungi Daniel tak tinggal diam ia membuka daftar kontak pada ponselnya lalu dicarinya nama Jason.


Setelah menemukan nama Jason segera dihubunginya nomor tersebut.


Melly : "Kalian dimana?"


Jason : "Luar kota, Bu."

__ADS_1


Melly : "Berapa hari?"


Jason : "Paling cepat tiga hari. Ada apa Bu, mau bicara dengan bos Daniel, Bu?


Melly : "Selesai meeting segera beritahu bos mu untuk meneleponku. Penting!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Beberapa menit kemudian Shasha uang tengah asyik memasak merasakan sesuatu yang mengganjal dari dalam hatinya.


"Haduh, gawat. Kenapa mulutku berbicara lancar seperti tak tejadi apapun?!"gumam Shasha lirih.


Shasha yang mulai panik segera mencuci tangannya, mematikan kompor dan mulai berjalan menuju ke kamar miliknya untuk melihat mertuanya.


"Semoga Mami tak marah, tapi bagaimana jika marah pasti bapak jauh lebih marah." gumam Shasha resah.


Sesampainya dikamar ia melihat ibu mertuanya sedang tertidur pulas. Dengan langkah pelan Shasha mendekati mertuanya dan memijat kaki Melly.


Merasa kakinya ada yang menyentuh lembut Melly terbangun dengan mata terbuka kecil, ia memastikan siapa yang memijatnya karena baru ini ia merasakan pijatan lembut.


"Nak, sedang apa kamu?"


"Maafkan Shasha, Shasha gak sengaja tadi cuman pingin pijat aja." ucap Shasha dengan suara takut.


"Kamu memijat Mami apa ada niat tersembunyi?" tanya Melly yang sukses membuat hati Shasha menohok.


"Maksud Mami?"


"Kamu mau merayu mami biar mami gak marah sama kalian berdua karena tidur terpisah?"


Shasha hanya tertunduk tak mampu melihat wajah mertuanya karena takut salah bicara.


"Shasha, lihat Mami! apa Daniel yang menyuruhmu tidur disini?"


"Tidak Mi, kami tidur berdua." bohong Shasha.


"Lalu kamar ini?"


"Ini kamar Shasha untuk ganti baju. Semua baju Shasha ada disini Mi."


"Kenapa tidak dijadikan satu di wardrobe Daniel kalian kan sudah menikah. Lagipula ganti baju di depan suami itu tak apa, justru pahala, Nak.." "Bagi seorang istri mendapatkan pahala dari suami itu mudah. Kamu tak berpakaian di depan suamimu itu pahala, Nak." lanjut Melly memberikan nasehat kepada Shasha.


to be continued


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...

__ADS_1


Terima kasih banyak


__ADS_2