
Kondisi Shasha sudah membaik, tak ada luka yang serius mengenai kulitnya namun ia melihat ada sedikit darah pada bajunya. Ia memilih untuk diam tak memberitahu Melly.
"Sha, kamu benar tidak apa-apa?" sambil menyetir Melly masih khawatir dengan melihat wajah Shasha yang masih terlihat kaget.
"Ia mi, tenang saja. Shasha bisa senyum kan." sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi dan putih.
"Syukurlah kalau begitu, tadi Mami gak lihat. Mami tahunya tiba-tiba ada motor melaju dengan kencang waktu kamu jalan. Saat itu Mami sedang menelpon Dady, seketika Mami teriak. Untung aja ada dia, kalau tidak bagaimana jadinya."
"Alhamdulillah Shasha masih dilindungi."
"Tadi itu siapa ya Sha? Mami penasaran."
"Orang baik Mi, Mami selalu tolong orang makanya saat anak Mami hampir kena musibah ada yang tolong."
"Gitu ya Nak, ia semoga saja kita selalu mendapat perlindungan."
"Kita jadi jalan, Mi?'
"Kamu gak keberatan?"
"Gak Mi, justru Shasha pingin jalan sama Mami.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sampai di dalam Mall Shasha pamit untuk ke toilet. Di dalam toilet Shasha membersihkan noda darah pada bajunya.
'Darah siapa ya? apa darah ini darah lelaki yang menolongku tadi? apa dia terluka saat menolongku? semoga lukanya tak parah. Tapi siapa ya orang yang melaju kencang tadi, apa ada hubungannya dengan Leon. Ckck, kenapa dia masih dendam. Ini kan sudah cukup lama?.' batin Shasha.
Setelah selesai membersihkan bajunya yang terkena darah ia segera keluar dan berjalan menghampiri Melly yang sudah menunggu dirinya di food court.
"Mi, maaf nunggu lama." Shasha menghampiri Melly yang sedang asyik membuka ponselnya.
"Gak papa, kamu mau makan apa?"
"Gak Mi, Shasha pingin duduk aja."
"Gak makan? serius?"
Shasha hanya mengangguk.
"Kalau kamu gak mau makan, ayo ikut Mami belanja," ajak Melly.
Shasha mengikuti kemana arahnya sang mertua belanja. Dirinya sama sekali tak memiliki hobi belanja namun dia merasa bahagia karena apa yang banyak orang ceritakan diluar sana tentang seorang mertua yang menjengkelkan namun berbeda dengan dirinya. Ia beruntung memiliki mertua baik dan begitu menyayangi dirinya bahkan begitu perhatian. Baginya, Melly bukan ibu mertua tapi seperti ibu sendiri.
Melly sengaja menghabiskan waktunya di Mall lama karena dia sedang merencanakan sebuah misi hingga tak terasa sudah hampir sore. Kini mereka memutuskan hendak kembali ke apartemen, namun ditengah jalan Melly membelokkan mobilnya ke sebuah tempat.
"Mi, kita gak salah jalan kan?" tanya Shasha kepada Melly yang sedang konsen menyetir.
__ADS_1
"Gak, Mami mau mampir ke salon. Boleh ya?"
"Iya Mi,"
"Shasha marah?"
"Gak, kenapa marah?"
"Dari tadi Mami ajak jalan terus. Mami dengar dari bunda kalau kamu gak terlalu suka jalan,"
"Gak, papa Mi. Apa yang Mami suka Shasha akan belajar suka."
"Kamu ini ya benar-benar bikin Mami makin sayang. Kenapa gak dari dulu aja kalian nikah sih, jika dari dulu pasti sekarang sudah ada Daniel junior." kekeh Melly sambil tersenyum kepada Shasha.
Mendengar itu Shasha membalasnya dengan senyuman juga meski hatinya berasa kosong karena apa yang diinginkan Melly tidak mungkin terjadi. Saat ini Daniel masih belum membuka hati kepada dirinya, begitu dengan dirinya ia sebisa mungkin berusaha untuk tidak memberikan hak Daniel sampai Daniel benar-benar mencintainya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di salon.
Melly : "halo, gimana apa sudah beres semua?"
X : "Beres, semua perintah dan pesanan anda sudah kami siapkan dan semuanya warna pastel dengan bermacam-macam model."
Melly : "Bagus, terimakasih ya semuanya."
"Mi, ada apa kug senyum-senyum sendiri?"
"Gak gak papa." sambil tersenyum. " Mami ajak kamu kesini karena mau kasih kejutan untuk Dady dan Daniel."
"Kejutan apa, Mi?"
"Kejutan aja. Kamu pasrah ya. Ayo duduk sini." Melly menyuruh Shasha untuk menuruti kemauannya.
"Lun, buat menantuku makin cantik ya." perintah Melly kepada Luna. Luna adalah seorang hair style terkenal di salon tersebut.
"Asiap Mami,"
Tak ada yang dapat dilakukan Shasha selain menuruti kemauan mertuanya itu. Mertuanya yang amat baik membuatnya sampai bingung menolak ajakan sang mertua.
Sambil menunggu Shasha dipercantik, Melly juga melakukan treatment lainnya. Ia lebih memilih pijat refleksi untuk membuat badannya menjadi segar dan bugar.
Satu jam lebih mereka berdua menghabiskan waktu di salon. Dan hasilnya waw.
"Mi, ayo sekarang kita pulang."
"Siapa ya?" Melly sengaja menggoda menantunya karena memang jika dilihat sekilas Shasha tampak begitu berbeda ia terlihat semakin cantik.
__ADS_1
"Mi, ini Shasha, anak Mami." sambil sedikit merengek Shasha memegang tangan Melly.
"Wkwkwkwk, Mami bercanda. Ayo kita pulang." " Lun, thank you ya." Melly melambaikan tangan setelah membayar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di apartemen.
Mereka berdua sudah tiba. Melly tahu jika saat tiba pasti Shasha akan menuju dapur untuk memasak dan feeling nya tepat. Ia pun segera masuk ke kamarnya dan memastikan bahwa di dalam lemari sudah tersimpan baju kurang bahan lengkap dengan pakaian dalam. Begitu juga di ruangan wardrobe Daniel sudah ditambahkan beberapa lemari lengkap dengan baju formal dan informal namun kondisi lemari yang terkunci.
Dirinya sengaja melakukan itu agar Shasha dapat lebih menarik di mata Daniel.
'Bagus, misi hari ini sukses.' gumam Melly sambil tersenyum membayangkan sesuatu apa yang akan terjadi diantara keduanya.
Setelah memastikan misinya sukses kini dia keluar dari kamar dan menghampiri Shasha yang sedang memasak.
"Sha, malam ini Daniel datang,"
"Ia Mi."
Melihat Shasha yang sedang fokus memasak membuat Melly kembali ke kamar dan membersihkan diri agar dapat segera makan malam dan kembali ke kamar untuk bermain bersama selimut, bantal dan juga guling.
Sama halnya dengan Melly, selesai memasak ia segera membersihkan diri dan mengambil baju di kamarnya. Saat ia memasuki kamar ia sudah melihat bahwa Melly sudah tidur pulas. Pelan-pelan dirinya membuka lemari dan ia merasa ada yang tak biasa dengan lemari baju miliknya.
'Kenapa semua pakaiannya tampak beda?'
Dicobanya satu untuk mengambil pakaian dan terkejut.
'Kenapa bajunya kurang bahan semua?' Shasha mulai melirik mertuanya yang sedang tidur, ada yang tak biasa dengan tidurnya Melly sepertinya Melly belum tidur sepenuhnya alias pura-pura tidur.
'Sepertinya Mami sengaja mengganti semua pakaianku dengan pakaian kurang bahan semua? Oke tak masalah toh Daniel juga tak akan tergoda dengan dirinya.' batin Shasha berusaha cuek
Shasha dengan terpaksa mengambil pakaian yang paling sopan diantara semua pakaian kurang bahan tersebut.
Sebuah dress garis-garis berwarna pastel dengan panjang diatas lutut dilengkapi tali spageti yang membuat kesan santai namun seksi karena memamerkan bagian gunung kembarnya yang sedikit ter-ekspos.
Selesai memilih pakaian Shasha segera keluar dari kamar itu dan pergi menuju kamar Daniel untuk mandi dan makan malam sendiri karena mertuanya yang sedang pura-pura tidur.
Dalam kepura-puraan nya tidur Melly merasa bahagia karena berhasil menyelesaikan misi.
tobe continued
Ditunggu kelanjutannya😉😉
Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...
Terima kasih banyak
__ADS_1