
Shasha yang bahagia karena jadwal sidang skripsi sudah keluar mulai mempersiapkan segalanya, mulai dari istirahat yang cukup, pakaian yang rapi. Persiapan yang dilakukan Shasha begitu simpel karena sebelumnya dia memang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari. Dirinya hanya mereview tiap bab dan juga membaca serta mengecek setiap slide presentasi yang sudah dia siapkan.
Keesokan paginya Shasha sudah berangkat, dia sengaja datang satu jam lebih awal dari jam mulai sidang karena dirinya tak ingin tergesa-gesa. Seperti biasa dirinya selalu menyempatkan diri datang ke warung langganan nya untuk makan tentunya dengan menu andalannya yaitu nasi rawon.
Dari jauh tampak seseorang yang memperhatikannya.
'Kemana dia? Apa terjadi sesuatu? Kenapa tak lengkap. seperti biasa?' tanya Jason dalam hati.
Shasha segera menghampiri Bu Rudy, si pemilik warung, lalu membayar kemudian menyalami tangan Bu Rudy sambil berkata "Shasha minta doanya ya bu, hari ini saya sidang skripsi."
"Iya nak, semoga berhasil, lancar dan sukses ya. Doa ibu bersamamu, nak." ucap bu Rudi.
Jason yang mendengar itu menyadari alasan mengapa terburu-buru. 'Ooo ... kalian ujian skripsi. Good luck guys.'
"Kalau gitu aku jemput bos dulu saja, nanti siang aku ijin untuk keluar sebentar," gumam Jason.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Bos, maaf terlambat."
"Hem ..., tumben. Gimana apa sudah nyatain cinta?"
"Nanti siang bos. Bos, saya ijin ya nanti siang."
"Alasan nya?"
"Hati bos, hati saya bos." ucapnya sambil menyentuh dada nya."
"Lebay, baiklah jangan lama-lama."
"Gak bisa bos, gak bisa di prediksi selesai jam berapa."
"Kamu mau saya kirim ke Korea!" ucapnya ketus.
"Jangan bos, oke dua jam bos."
"Satu jam saja."
"Bos, jangan! jarak kampus dan kantor itu lumayan, belum lagi macet."
"Satu jam atau tidak sama sekali."
"Baiklah bos."
Jason yang yakin bahwa siang ini tidak ada jadwal meeting ataupun menemani Daniel untuk bertemu klien sedikit lega, paling tidak beberapa jam lagi saat jam makan siang dia ingin segera keluar dan menyatakan cinta.
Baru saja dia menyandarkan punggungnya di kursi yang empuk sambil membayangkan wajah cantik dari gadis yang membuat hatinya tak karuan tiba-tiba telepon kantor berdering, ternyata telepon dari sebuah perusahaan yang tak kala besar dari JM Corporate untuk sekedar mengundang makan siang, yaitu perusahaan DnS Rajasa Group.
"Jason, saya minta maaf sepertinya pernyataan cinta mu harus ditunda dulu. Karena tadi saya mendapat undangan dari CEO perusahaan DnS Rajasa Group mengundang kita makan siang. Apa kamu mendapat kabar dari sekertaris nya?" ucap Daniel yang tiba-tiba membuka pintu milik Jason.
"Tak apa bos." ucap Jason dengan nada kecewa.
Daniel merasa kasihan dengan Jason, namun dirinya tak menampakkan rasa empati tersebut. Hingga jam makan siang tiba Jason dan Daniel yang sudah separuh perjalanan tiba-tiba dihubungi bahwa perusahaan DnS Rajasa Group membatalkan jadwal pertemuan makan siang dan akan diganti dikemudian hari. Mendengar kabar tersebut Jason pun tersenyum simpul terlihat dari senyumannya yang tergambar di kaca spion.
"Lanjutkan misi mu!" ucap Daniel sambil membuka pesan email lewat ponselnya.
__ADS_1
"Beneran bos? makasih banyak, semoga bos segera bertemu dengan jodoh. Aamiin." ucap Jason riang.
Jason memasuki area kampus, sampai disana dia memarkirkan mobilnya sedangkan Daniel enggan turun karena dia tak ingin mencampuri urusan pribadi Jason. Lagipula dia tahu bahwa Shasha ada di kampus ini. Daniel tak sanggup jika harus bertemu dengan Shasha, gadis yang pernah hadir dihatinya sekejap, gadis yang pernah dia cium serta gadis yang dua kali ponselnya dia hancurkan.
Jason mencari-cari keberadaan gadis yang biasa dilihatnya di warung makan tersebut, dirinya tak mengetahui nama gadis yang dia taksir sehingga sangat susah untuk dicari. Hampir setengah jam hingga dia memutuskan untuk kembali kedalam parkiran dengan wajah ditekuk. Namun hatinya kembali riang tatkala melihat salah satu
"Hai ..., kenal saya tidak?" tanya Jason dengan percaya diri.
Shasha dan kedua sahabatnya Secil serta Mutia saling berpandangan.
"Lu kenal?" tanya Secil.
"Gak." jawab Mutia ketus.
"Iya gue kenal. Dia yang selalu berada di warung tempat kita makan." jelas Shasha.
"Ah, iya betul. Maaf, boleh saya tahu namanya?" tanya Jason.
"Nama dia Shasha. Kamu siapa dan ada apa?"
sela Mutia.
"Saya minta maaf ya Shasha. Tolong jangan jatuh cinta ke saya. Karena saya tidak mencintai kamu tapi saya mencintai temanmu ini." ucap Jason dengan percaya diri sambil menunjuk Mutia.
Ketiga wanita yang mendengar pernyataan Jason bingung, Shasha sendiri heran kenapa sampai lelaki tampan di depannya ini berprasangka bahwa dirinya jatuh cinta pada laki-laki tersebut. Sedangkan Mutia terlihat bengong.
"Tunggu-tunggu. Maaf ya mas, mengapa mas merasa saya jatuh cinta ke mas?" tanya Shasha sambil memandang wajah lelaki tersebut.
"Karena kamu selalu melihat dan tersenyum ke saya. Padahal selama ini saya bukan memperhatikan kamu tapi teman kamu itu." jelasnya sambil menunjuk Mutia.
"Oh, maaf kalau begitu. Saya salah sangka. Kalau begitu bagaimana, apa jawabanmu? Apa kamu mau menerima cinta saya?" tanya Jason.
Mutia menghela nafas kasar, dia sendiri bingung, dirinya tak mengenal lelaki di depannya ini. Baginya ini adalah lelaki kedua yang menurutnya tampan namun tidak menggetarkan hatinya. Dirinya tertarik dengan lelaki yang pernah dikenalnya saat berada di Jogja bersama Secil ketika menyelidiki Abra.
"Tunggu ya mas, boleh saya berfikir dulu sebentar, karena saya sendiri masih tak percaya." jelas Mutia sambil menjauh dan mendekat ke teman-temannya.
Jason hanya mengangguk.
"Gimana, terima gak? daripada lu mengharapkan lelaki blasteran itu." bisik Secil.
Mutia hanya menggelengkan kepalanya sambil melihat Secil. "Aku yakin Mr A itu jodohku." bisik Mutia balik kepada Secil.
"Tapi itu kan angan-angan lu. Yang di depan lu ini gak kalah tampan, tajir lagi." bisik Secil lagi.
"Hei kalian bicara apa sih, kasihan tuh mas nya nungguin."
Mutia berjalan mendekati Jason.
"Saya minta maaf, saya belum bisa menerima mas. Karena ini terlalu cepat. Lagipula saya sedang mencintai orang lain." jelas Mutia.
"Oke, tidak apa. Yang penting saya lega bisa mengungkapkan isi hati saya. Makasih kamu sudah jujur. Saya kembali kalau begitu. Semoga kita bisa berteman dan menemukan pasangan yang tepat untuk kita."
"Iya. Terimakasih juga." balas Mutia.
Daniel yang menunggu di dalam mobil tidak terlalu jelas melihat wajah ketiga wanita yang sedang berbicara dengan Jason.
__ADS_1
Dug(suara pintu mobil terbuka)
"Bos, maaf lama." ucap Jason sambil menyalakan mobil dan mencap gas.
"Kita makan siang dulu." perintah Daniel.
"Siap bos."
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri." tanya Daniel.
"Nanti saya jawab alasannya, bos."
Kini Jason dan Daniel berada disebuah restoran. Jason yang sedari tadi senyum mulai memilih menu yang ditawarkan oleh pelayan restoran tersebut, begitu juga Daniel yang sedang memilih makan.
Keduanya tak saling bicara. Jason tahu bahwa bosnya ini tipekal orang yang tak terlalu ikut campur dengan urusan orang. Tetapi dirinya kaget saat tiba-tiba Daniel bertanya beberapa pertanyaan.
"Bagaimana, urusan hatimu?" tanya Daniel cuek.
"Bos, beneran mau dengar cerita saya?" tanya Jason tak percaya.
"Hem, saya akan menjadi teman curhat mu sampai jam makan siang selesai." Jelas Daniel.
Jason mulai bercerita tentang apa yang terjadi tadi. Dia terus saja berbicara sampai makanan tiba dan pembicaraan mereka terhenti karena mereka sedang menikmati makanan.
Hingga makanan habis Jason masih belum melanjutkan pembicaraan yang tadi sempat terhenti. Dan kini mereka berada di dalam mobil hendak kembali ke kantor.
"Lalu kenapa tak ada raut muka sedih sama sekali?" tanya Daniel memecah kesunyian di dalam mobil.
"Karena saya yakin Tuhan sudah menyiapkan jodoh saya. Rasa suka itu anugerah bos dan jika saya ditolak itu wajar karena wanita itu berhak menolak dan menerima sedangkan lelaki itu berhak memilih"
"Ooo begitu." ucapnya datar. "Lalu, apakah seseorang yang pernah membuat kesalahan dalam hubungan nantinya dia akan mengulangi kesalahan itu?" tanya Daniel.
"Tidak semua bos, manusia itu diberikan akal dan pikiran. Mungkin jika dia pernah berbuat kesalahan dan jika dia berfikir bahwa kesalahannya itu berdampak buruk bagi dirinya maka dia harus merubah sikapnya untuk menjadi lebih baik, begitu juga sebaliknya bos."
"Lalu menurutmu, apa yang menyebabkan seseorang berpaling dari pasangannya?"
"Karena belum ada kenyamanan, tapi itu belaku saat masih pacaran ya bos."
"Maksudnya?"
"Tidak nyaman lalu berganti mencari yang lebih baik itu wajar saat pacaran bos, tapi jika sudah memutuskan untuk menikah artinya kita sudah siap menerima semua kekurangan pasangan kita dan menganggap itu adalah keunikan yang dia miliki dengan begitu mungkin kehidupan pernikahan akan menjadi indah."
Setelah mendapat penjelasan dari Jason Daniel menjadi berfikir banyak tentang hubungannya yang pernah di khianati oleh Asia. Dan apa yang dilakukan Asia sudah tak dapat ditolerir. Bagi Daniel berhubungan badan dengan lawan jenis merupakan hal yang tidak wajar, maka saat dia pernah berhubungan badan dengan Asia dia berencana untuk menikahi Asia. Namun ternyata Asia melakukannya bukan hanya dengan dirinya melainkan dengan orang lain juga.
Sedangkan dia yang terlalu membenci Shasha menganggap bahwa Shasha memiliki sikap yang sama dengan Asia, yaitu bukan tipe wanita yang setia karena pernah berselingkuh dan lebih memilih pasangan selingkuhannya. Namun penjelasan yang diberikan Jason membuat dirinya gundah.
"Bos ... bos..., kenapa diam? ayo kita turun. Sudah sampai kantor bos." ajak Jason
.....
Ditunggu kelanjutannya😉😉
Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...
Terima kasih banyak
__ADS_1
Salam sayang 🥰🥰