TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 55. PERTANYAAN AYAH.


__ADS_3

Seseorang tersebut menatap keduanya dengan tatapan tak suka karena Melly tak ingin jika calon menantunya dekat dengan orang lain selain Daniel, anaknya.


"Mi, kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Joshka kepada istrinya.


"Gara-gara putra kesayanganmu itu lihat sekarang calon mantuku didekati pria lain." omel Melly kepada suaminya.


"Lho bagus dunk, setidaknya Daniel akan cemburu, bukan?" jawab Joshka enteng.


Mendengar itu Melly merasa apa yang dikatakan suaminya benar. Lagipula bercanda yang dilakukan Shasha dengan temannya itu tampak biasa saja tidak keterlaluan.


"Kalau begitu aku akan segera menemui pak Idris untuk membahas pernikahan." gumam Melly dengan suara lirih.


"Aku setuju. Lagipula sudah waktunya kita memiliki seorang cucu."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah pembicaraannya dengan Brian tadi siang kini Shasha mengerti bagaiamana peliknya kehidupan yang dijalani oleh kedua kakak beradik yaitu Abra dan Brian namun Shasha tak membenarkan tindakan Abra yang menghujani dirinya dengan pukulan, hinaan serta fitnah. Dirinya sakit jika mengingat peristiwa itu namun yang lebih sakit adalah kebohongan yang diucapkan Abra selama ini benar-benar nyata. Rasa penasaran dengan sikap Abra yang terlalu cuek namun terkadang lembut membuat Shasha bertanya-tanya. Dan inilah akhir dari semuanya, menghapus semua tentang Abra dan mencoba menata hati.


Lamunan Shasha bercerai berai kala terdengar bunyi nada dering I think i love you, ost dari film korea favoritnya. Sebuah nomor tak dikenal kembali menelponnya, ingin rasanya tak mengangkat panggilan tersebut namun rasa penasarannya mengalahkan rasa malas hingga diangkatnya panggilan tersebut.


"Turun, jangan buat aku jamuran!" ucap seseorang dari seberang telepon lalu menutup ponselnya.


Shasha yang tak mengenal nomor tersebut namun tak asing dengan suara perintah yang pernah dia dengar. Tak mengindahkan perintah tersebut hanya menaruh ponsel.


"Stres!" ungkap Shasha dengan emosi.


Tiga puluh menit kemudian terdengar bunyi suara ponsel berulang kali, Shasha yang sengaja tak melihat ponselnya mulai merasa jengkel tanpa melihat nomor yang muncul pada layar ponsel.


Shasha : "Ada apa lagi pak, saya gak mau disuruh-suruh bapak ya!" kesal Shasha saat bicara di telepon.


Ayah : "Bapak siapa? siapa yang berani suruh -suruh anak ayah?" tanya ayah dengan nada penasaran.


Seketika Shasha terbelalak kaget tak menyangka jika yang sedang menelponnya adalah ayah.


Shasha : "Maaf yah, tadi ada yang telepon. Telepon iseng." jelas Shasha singkat karena tak ingin ayahnya bertanya lebih banyak lagi.


Ayah : "Jangan pernah mengangkat panggilan telepon dari nomor yang belum kamu kenal." nasehat ayah kepada Shasha. Karena ayah takut jika Shasha kembali diteror oleh Leon.


Shasha : "Iya ayah, tumben ayah telepon jam segini. Ada apa yah?"


Ayah : "Apa ada yang kamu sembunyikan dari ayah?" tanya Ayah dengan nada tegas.

__ADS_1


Shasha yang kaget dengan pertanyaan ayahnya tak mengerti mengapa tiba-tiba Ayahnya bertanya seperti itu.


Shasha : "Maksud ayah apa?" tanya Shasha balik dengan nada berusaha tenang.


Ayah: "Apa kamu pernah menjalin cinta?"


Deg.. pertanyaan ayah membuat Shasha gemetar. Dirinya takut jika dia akan ketahuan karena pernah berpacaran. Yang pasti ayahnya tidak akan mengarah kepada Dion karena hubungan Shasha dan Dion benar-benar tertutup hanya warga sekolah saja yang tahu.


Ayah : "Siapa Abra?"


Deg.. kali ini hatinya benar-benar berdetak kencang. Dia merasa heran bagaimana ayahnya bisa mengenal Abra.


Ayah : "Segera pulang besok pagi, ada yang ingin bunda dan ayah bicarakan."


Shasha : "Baik ayah." Shasha merasa lega karena ayahnya tak jadi membahas Abra namun dia yakin jika saat dirumah nanti pasti banyak pertanyaan yang akan diajukan oleh kedua orangtuanya terutama ayah.


Setelah Shasha menutup teleponnya banyak pesan dan panggilan masuk yang menelponnya. Dibuka satu-satu pesan itu dengan sebuah huruf yang semuanya besar seakan orang tersebut marah-marah. Belum selesai Shasha membaca semua pesan dan mengangkat telepon ada sebuah ketukan pintu.


Tok ... tok ....


"Sha ... Sha ...apa sudah tidur? ada yang datang." teriak pelan ibu kos sambil mengetuk pintu.


"Belum Mi," jawab Shasha sambil membukakan pintu. "Siapa tamu yang datang malam begini. Apa dia gak lihat mi jika sudah malam. Dasar burung hantu?" jengkel Shasha karena biasanya jam segini kanjeng mami tak pernah mengizinkan tamu untuk berkunjung.


Segera Shasha turun kebawah dengan menggunakan pakaian tidur, celana pendek dan baju tanpa lengan. Shasha mengintip dari balik pintu dilihatnya tubuh seseorang yang dia kenal dan harum parfum yang sangat dihafalnya, dan orang tersebut sedang berbincang kaku dengan bapak kos.


Bapak kos yang melihat Shasha sedang mengintip mulai mengeluarkan suaranya.


"Sha, kamu belum siap? dari tadi kamu sudah ditunggu." jelas bapak kos yang berusaha memecahkan suasana karena sedari tadi hanya bapak kos yang mencoba mencari pembicaraan.


"I---iiya pak," kaget Shasha.


Mendengar suara Shasha, Daniel membalikkan badannya dan melihat Shasha yang masih belum siap dan masih mengintip sambil menggunakan baju tidur santai. Melihat itu Daniel mengerutkan keningnya.


Melihat wajah Daniel seperti itu segera dia membalikkan tubuhnya dan naik menuju ke kamarnya.


"Gue kira burung hantu ternyata hantu beneran" gumam Shasha keras.


"Tapi cakep kan burung hantunya?" goda ibu kos yang masih ada di depan pintu kamar Shasha.


"Cakep tapi mirip hantu." omel Shasha.

__ADS_1


"Yasudah segera ganti baju. Hati-hati dijalan nanti. Mami turun kebawah dulu." sambil meninggalkan Shasha.


Didalam kamar Shasha menyempatkan membuka satu persatu isi pesan ponselnya.


No name : "KITA PULANG SEKARANG!"


No name : "AYO!"


No name : "CEPAT!!"


No name : "WOI!!!"


No name : "LU BISA BACA GAK! LU BISA TULIS GAK"


No name : "BALAS!!!!!!!!!!!!!!!!!!"


No name : "CEPAT!!!!!


Kemudian Shasha menerima panggilan dari nomor ayahnya.


Ayah : "Segera kamu pulang malam ini, Daniel yang akan menjemput."


Shasha : "Kenapa mendadak, bukannya besok? besok Shasha pulang sendiri yah"


Ayah : "Ayah bilang sekarang jangan ditunda." bentak ayah sembari menutup teleponnya.


Segera Shasha melepas celana pendek yang dia pakai dengan celana jins skinny lalu memakai cardigan berwarna hijau tosca kemudian menyisir rambutnya, menggunakan lip balm rasa strawberry kesukaannya, juga menambahkan sedikit parfum di leher dan pergelangan tangannya. Sebuah tas kecil selempang berisi dompet yang selalu menemaninya. Setelah itu dia keluar dari kamar, mengunci kemudian menuruni tangga.


"Maaf pak menunggu." ucap Shasha yang duduk disebelah Daniel.


"Ayo." ajak Daniel sambil berdiri dari duduknya diikuti oleh Shasha yang masih berpamitan kepada ibu dan bapak kosnya.


"Kita naik motor pak?" tanya Shasha heran.


"Jalan kaki." jawab Daniel dingin sambil menaiki motornya.


Sebuah motor bermerk Ducati Scrambler Classic keluaran terbaru berwarna hitam dengan jaket hitam yang membuat penampilan Daniel terlihat makin keren seperti lelaki yang masih ABG tak terlihat jika usianya sudah kepala tiga.


to be continued .....


Ditunggu kelanjutannya😉😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...


Terima kasih banyak


__ADS_2