TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 29 MULAI TERUNGKAP


__ADS_3

Sebenarnya Johan tidak mencarikan penerbangan baru untuk Shasha melainkan dia hanya memastikan pesawat yang ditumpangi Shasha benar-benar mengalami delay. Dia mengetahui itu dari salah satu temannya yang merupakan seorang SQC (Station Quality Control) yang bertugas mengontrol segala aktivitas yang berhubungan dengan kelancaran penerbangan. Saat itu semua penumpang sudah masuk ke dalam pesawat tiba-tiba terdapat kendala pada mesin dan juga cuaca.


Sedangkan Shasha sendiri belum mengetahui bahwa pesawatnya telah mengalami delay, yang dia tahu bahwa pesawat yang ditumpanginya sudah berangkat sesuai informasi dari petugas gate tadi.


Kini Shasha yang tampak segar, rapi dan harum masih menunggu berita dari Johan. Selang beberapa menit kemudian Johan muncul dihadapan Shasha


"Bang, bagaimana?"


"Kamu kenapa pengin banget cepat pulang?"


"Kangen yang ada di--"


"Di Jogja!" sela Daniel dengan ketus.


"Jogja?" tanya Shasha yang tak percaya bagaimana Daniel bisa tahu, karena hanya Johan yang tahu tentang hubungannya dengan Abra.


"Iya, selingkuhan yang sekarang jadi pacar kamu!"


Johan yang tak percaya dengan ucapan Daniel mulai mengerutkan keningnya menghadap Daniel sambil berkata "Daniel, lu bicara apaan sih! dari kemarin bawaan lu emosi terus sama Shasha!"


"Siapa yang gak emosi, cewe buaya kayak dia gak pantas dikasihani, diperhatikan." tutur Daniel.


Shasha yang tidak terlalu menanggapi ucapan Daniel mencoba bersabar lagipula apa yang disampaikan Daniel gak ada yang salah, meski ada kata-kata yang menyakitkan hatinya.


"Jadi ini delay berapa lama, bang?" tanya Shasha yang tidak memperdulikan ucapan Daniel.


"Entah, sepertinya dua jam lagi, coba nanti Abang tanya kan lagi."


"Aku kangen rumah bang, sudah lama gak bicara sama bunda dan ayah."


"Apa kamu tidak komunikasi dengan mereka?"


"Semenjak ponselku rusak dibanting oleh alien bertubuh besar dan berbulu lebat."


"Maksud kamu siapa alien bertubuh besar dan berbulu lebat?" tanya Daniel geram.


"Sha, alien bertubuh besar dan berbulu lebat apa dia orangnya?" ucap Johan sambil menunjuk ke arah Daniel.


Shasha yang tak mau menjawab hanya mengangkat bahu dan berucap "maybe. Intinya buat yang ngerasa aja!"


Setelah mengatakan itu Shasha kembali membaca buku novel yang tadi sempat dibacanya. Sedangkan Johan yang merasa perutnya sudah mulai mengeluarkan suara gendang ingin pergi ke kantin dekat sana hanya untuk membeli sesuatu. Ditinggal nya Daniel dan Shasha disana berdua.


Daniel yang masih tak terima dengan sebutan yang diberikan oleh Shasha kepada dirinya.


"Hei, kenapa sebutan ku alien?"


"Siapa yang bilang bapak alien?"


"Kamu."


"Tapi saya gak ada nyebutin nama bapak,"


"Iya tapi ponselmu rusak karena aku."


"Kalau gitu kapan bapak ganti rugi?"


Daniel yang tak dapat menjawab pertanyaan Shasha hanya diam pura-pura tidak mendengar.


"Sha, ini minuman kesukaan kamu, ucap Johan sambil memberikan secangkir kopi hangat ukuran small kepasa Shasha."


"Apa ini bang? tanya nya sambil menyeruput minuman yang ada ditangannya, waw kaffeost ..., makasih bang."

__ADS_1


"Emang kamu tahu apa itu Kaffeost?"


"Hem, minuman kombinasi antara kopi dan keju. Makasih ya bang Jo."


"Iya, buruan minum keburu dingin."


Johan tak hanya membelikan minuman untuk Shasha tetapi juga untuk dirinya dan Daniel.


Saat mereka sedang sama-sama menikmati minuman Shasha mulai bertanya kembali


"Bang, gimana penyelidikan tadi? Clara bagaiamana?"


"Kenapa kamu peduli sama dia?"


"Saya gak peduli pak, saya kasihan aja sama ancaman yang Clara dapat."


"Buat apa kamu kasihan sama orang, lebih baik kamu peduli diri sendiri." ketus Daniel.


"Niel, lu kenapa si dari tadi bawaannya marah kayak mau makan orang aja."


"Siapa yang gak emosi, harusnya sekarang kita kan sudah dirumah, santai gara-gara dia kita harus berurusan sama polisi, terus harus ke bandara. Memang dia siapa sampai kita harus seperti ini, harusnya kan sebaliknya!" gerutu Daniel.


Mendengar uneg-uneg Daniel, membuat Shasha sedih, dia tak menyangka bahwa betapa anak lelaki yang ditolongnya dulu sekarang menjadi menjengkelkan seperti ini. Padahal gara-gara menyelamatkan Daniel kini Shasha menjadi incaran.


Sedangkan Johan yang mendengar kata-kata Johan segera menginjak kaki Daniel.


"Jo! sakit tahu! kenapa lu injak kaki gue?!" jengkel Daniel


"Lu lagi mens? dari tadi ngomel terus!"


Tanpa sengaja Shasha mendengar pengumuman bahwa penerbangannya sudah aman untuk bisa dilanjutkan diharap penumpang segera masuk.


"Bang, delay nya gak sampai dari dua jam, Abang bisa kembali."


Daniel terkesima dengan tutur ucapan Shasha yang sama sekali tidak marah, dia lebih banyak diam.


Kemudian Daniel dan Johan pamit kepada Shasha untuk segera kembali, karena memang ada sesuatu yang harus mereka lakukan.


"Sha, Abang pamit dulu. Nanti jika sudah tiba kirim email ya." ucapnya sambil memeluk Shasha.


Sedangkan Daniel sama sekali tidak mengucapkan salam apa pun kepada Shasha. Dia hanya memandang Shasha dengan tatapan dingin nya.


Tak lama setelah kepergian Daniel dan Johan segera Shasha masuk ke dalam pesawat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kini Daniel dan Johan sudah berada di dalam mobil.


"Jo, gue masih penasaran siapa ya Mr.LG itu?"


"Dia adalah pemilik perusahaan alat kesehatan, dan kontraktor terbesar di Indonesia."


"Lalu apa hubungannya dia dengan Mr.LG?"


"Niel, Shasha namanya itu Shasha. Bukan dia! Gue tahu lu cinta sama dia cuman lu lagi kesel kan? karena sudah punya pacar!"


"Sok tahu lu, buat apa! terserah dia sudah punya atau gak. Bukan urusan gue."


"Lalu darimana lu bisa tahu Jogja, selingkuhan jadi pacar, lu tahu itu semua darimana?"


"Lu kaget kan? gak nyangka cewe yang lu anggap baik, bagai bidadari itu ternyata buaya betina gak jauh beda dari Asia."

__ADS_1


"Lu bandingkan Asia dengan Shasha jelas beda. Gue gak terima!" emosi Johan.


"Kenapa? lu suka sama dia, silakan Jo, gue gak gak masalah."


"Lu kelewatan Niel, gara-gara lu dia kena masalah!" ucap Johan tanpa sengaja.


"Maksudnya?" sambil melihat ponselnya yang sedari tadi bergetar.


Daniel yang lupa dengan pertanyaannya tadi justru fokus dengan pesan yang dikirim oleh Asia dan Patrik.


Asia : "Dimana? jangan lupa ke apartemenku. Cepat ya!"


Sengaja Daniel tak membalas pesan Asia.


Sedangkan pesan dari Patrik,


Patrik : " Ternyata yang dikatakan Clara benar, Mr.LG tidak main-main dengan ucapannya. Setelah Clara di interogasi, aku membuntuti Clara, aku melihat ada sebuah mobil mengikuti Clara lalu menculiknya. Tapi sekarang Clara sudah aman bersamaku."


Johan yang melihat Daniel serius dengan ponselnya membuat Johan malas menjawab pertanyaan Daniel yang menggantung tadi.Tsk terasa mobil sudah berada di halaman rumah dinas Daniel. Segera Johan memarkirkan mobil di halaman lalu dia sendiri keluar dari mobil sedangkan Daniel yang sadar saat mendengar suara pintu mobil yang ditutup oleh Johan.


Brak ...(suara pintu mobil ditutup)


Johan sengaja menutup pintu mobil tersebut dengan kencang.


"Lho, Jo! tunggu Jo!" seru Daniel.


Segera Daniel pergi menyusul Johan. Namun Johan yang dikejarnya justru semakin cepat berjalan melangkahkan kakinya ke kamar lalu mengunci pintunya sambil berucap "gue tidur, capek!"


Daniel yang heran mengapa Johan selalu tidak terima jika dirinya menyakiti Shasha. Dan sekarang yang menjadi pikirannya apa hubungannya Shasha dengan Mr.LG mengapa sampai ingin menjebak Shasha dengan narkoba dan kenapa harus di selundupkan di ponsel.


Malam sudah cukup larut dia yang sedari tadi belum makan mulai merasakan lapar.


Dia mulai melangkahkan kakinya ke dapur melewati kamar Johan dan mendengarkan Johan sedang berbicara, sepertinya pembicaraan itu serius karena menyebut nama Leon Gibson dan kebakaran. Nama itu tak asing bagi Daniel dan mengingatkan dirinya akan sesuatu yang pernah terjadi dimasa lalu.


Daniel mulai mengingat-ingat masa lalunya dan saat sedang menundukkan kepalanya itu di meja ruang makan tiba-tiba lampu menyala.


"Mbok Jum, ngagetin aja!" seru Daniel.


"Maaf, oia pak Mbok dengar dari pak Johan kalau si neng sudah pulang ya?"


"Ia Mbok."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam ini dia menerima pesan dari Patrik bahwa Mr.LG ada hubungannya dengan kasus penculikan yang dialami dirinya dan Alea.


Daniel semakin penasaran jika memang Mr. LG adalah dalang dibalik penculikan dirinya dan sang sepupu mengapa harus melibatkan orang lain.


Tok ... tok ... tok ...


Ketukan pintu yang terdengar membuat Daniel sadar dari lamunannya. Dibukanya pintu tersebut ternyata Johan yang muncul.


"Niel, ada yang perlu gue bicarakan sama lu."


"Tentang?"


" Asia."


"Kenapa?"


Ditunggu updatenya ya readers setia ku ...🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment..


Salam sayang dari aku🥰🥰🥰


__ADS_2