
Otaknya yang masih belum normal karena masih bertraveling membayangkan ukuran dan cara proses alamiah jika keduanya melakukan itu. Semua itu ada di bayangan Shasha. Tanpa ia sadari matanya mulai menutup sambil menggelengkan kepalanya. Ia tak ingat jika ada Melly berada disamping sedang menunggu dirinya bercerita.
Melihat Shasha bersikap demikian membuat Melly semakin penasaran, bagaiamana malam pertama anaknya.
"Sha, kenapa kamu menutup mata sambil berteriak?" tanya Melly dengan nada paling rendah.
"Sha, ayo dunk cerita!" tanya Melly dengan nada mulai naik satu oktaf.
"Sha, gimana ceritanya? kamu keenakan ya?" tanya Melly dengan nada suara paling tinggi hingga membuat Shasha kaget. Dirinya sengaja meninggikan suara agar menantunya tersebut sadar dari lamunannya.
"Eh ia ..., apanya, keenakan apa ya mi?"
Melly tak menjawab ia hanya hanya senyum-senyum sambil mengerlingkan matanya.
"Maaf ya mi, Shasha gak bisa cerita. Shasha malu yang jelas bapak begitu baik dan sopan." bohong Shasha. Karena ia tak mungkin memberitahu bahwa tak ada cerita dewasa di malam pertama pernikahan.
"Tak apa, yang penting Mami bahagia jika anak Mami memperlakukan istrinya begitu baik. Ternyata benar kata orang don't judge a book by it's cover. Meski Daniel terlihat tak peduli ternyata ia begitu perhatian, baik dan sopan memperlakukan mu."
Mendengar itu Shasha hanya tersenyum karena kenyataannya tidak seperti itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hoam ....(Shasha menguap sambil merenggangkan tangannya ke atas).
"Nyaman sekali tempat tidur ini." gumam Shasha sambil mengucek kedua matanya.
Aku harus siap-siap dan pergi ke kampus setelah itu belanja untuk keperluan dapur.
Perlahan Shasha turun dari tempat tidur dan merapikan tempat tidur setelah itu ia harus keluar terlebih dahulu untuk mengambil pakaiannya sebelum mulai mandi.
Tok ... tok ...
"Mi, permisi. Shasha masuk ya." ucapnya sambil mengetuk pintu."
"Masuk. Gak Mami kunci kug." balas Melly dari balik pintu.
"Mi, permisi Shasha mau ambil baju dulu." pamit Shasha kepada Melly.
"Ia ambil saja, Nak. Ini kan apartemen kamu, kamu bebas mau apa gak perlu ijin."
"Tapi Mami itu bunda Shasha juga, jadi Shasha ingin selalu ijin agar langkah Shasha selalu baik dan mendapat ridho."
__ADS_1
Mendengar kalimat Shasha membuat hati Melly hangat, ia merasa bahagia dan beruntung memiliki menantu yang baik hati dan pengertian.
Kini Shasha mencari-cari baju yang pas untuk digunakan ke kampus. Selesai memilih baju ia kembali ke kamar Daniel untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Melly kini sudah ada di balkon sedang bertelepon dengan Joshka, suaminya.
Beberapa saat kemudian, Shasha sudah keluar kamar dengan wajah yang berseri dan harum semerbak. Segera ia membuatkan sarapan untuk dirinya dan ibu mertuanya, yaitu nasi goreng ayam plus teh lemon hangat.
"Mi, ayo kita sarapan." ajak Shasha menghampiri Melly yang asyik menikmati pemandangan pagi jantung kota metropolitan.
"Lho, kamu masak? Mami kira kamu sudah berangkat." ucapnya sambil berdiri dan menghampiri Shasha untuk masuk kedalam.
Melly menempati tempat duduk yang sudah disiapkan oleh Shasha.
"Enak sekali," sambil mengunyah makanan Melly memuji masakan Shasha.
"Benar Mi, makasih. Mami suka?"
"Ia suka banget. Kalau Mami datang masakin nasi goreng seperti ini ya," pinta Melly sambil tetap menikmati makanannya yang hampir habis.
Tanpa Melly sadari ia sudah mengambil berkali-kali centong nasi ke dalam piringnya.
"Gila, asli enak banget. Mami gak pernah makan begini, Sha. Mami yakin tak lama lagi Daniel badan Daniel akan melebar jika ia tak rutin berolahraga."
"Mami bisa aja. Yasudah Shasha pamit dulu ya, Shasha harus ke kampus Mi." pamit Shasha sambil mencium tangan mertuanya tersebut.
"Oke, Mi."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Shasha berjalan ke lobi untuk menemui ojek online yang sudah dia pesan.
"Mbak Shasha?" tanya pengendara ojek.
"Betul pak, pak Ahmat?" tanya Shasha balik sambil menaiki motor dan memasang helm.
"Sesuai aplikasi ya mbak?"
"Iya pak. Kita ketemu lagi ya pak," Shasha mengajak bicara untuk sekedar selingan.
Sepanjang perjalanan pak Ahmat kerap mencuri pandang Shasha dari kaca spion. Shasha yang melihat itu mulai merasa risih.
'Kenapa sih ni bapak selalu seperti ini. Sesekali oke tapi ini kerap kali.' batin Shasha.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Shasha merutuki kelakuan pak Ahmad dalam hati, ia begitu kesal dan malas dibalik helm yang menutupi separuh wajahnya.
Selang beberapa saat, kini ia telah tiba di kampus. Segera Shasha melepas helm. Sejengkel -jengkel ia kepada supir ojol ia tetap mengucapkan ****terimakasih**** dan memberi rate lima bintang pada aplikasi mengenai kelakuan pengendara ojol selama berkendara.
Di kampus Shasha segera menuju ke loket untuk melakukan pembayaran karena seminggu lagi acara wisuda akan diselenggarakan.
Setelah dirasa semua telah rampung kini Shasha mulai menghubungi Melly. Sambil menunggu mertuanya datang ia menuju ke Danau untuk melihat pemandangan disana. Belum sampai 10 menit menikmati pemandangan kolam ponselnya bergetar dilihatnya nama yang muncul adalah Mami TerSayang.
Segera Shasha keluar kampus dan melihat mobil Melly yang berada diseberang jalan. Sebelum menyebarang ia telah menoleh ke kanan dan ke kiri tak terlihat lalu lalang kendaraan. Namun begit terkejutnya Shasha tiba-tiba datang sebuah motor dengan laju yang amat kencang. Hingga membuat hampir tertabrak, beruntung ada seseorang yang menarik baju belakang Shasha hingga ia pun jatuh. Jatuh tepat di dada orang yang menolongnya.
Shasha yang masih kaget masih berada di pelukan orang yang menolongnya. Melihat menantunya yang hampir tertabrak segera Melly keluar mobil dan menghampiri Shasha.
"Shasha, ini Mami, Nak. Kamu tak apakan, Nak?"
Shasha masih terkejut ia masih bersembunyi dan bersandar di dada orang yang menolongnya.
"Kamu tak apa?" ucap seseorang yang menolong Shasha.
Mendengar suara tersebut membuat Shasha menjadi dejavu.
'Suara itu, sepertinya pernah aku dengar. Siapa dia?' batin Shasha.
Melihat menantunya tak bersuara segera ia mengambil Shasha dari dekapan orang tersebut. "Terimakasih ya Mas, biarkan saya saja yang memeluknya. Dia anak saya." Melly berusaha mengambil alih.
"Sama-sama. Saya kembali dulu."
Shasha yang kini berada di pelukan Melly masih terdiam seperti ketakutan dan kaget.
"Nak, kamu bisa berdiri atau kita duduk dulu."
"Mi, aku selamat kan?" Shasha masih tercengang dan tak percaya jika dirinya selamat.
"Iya kamu selamat, Nak." sambil mengelap dahi Shasha yang berkeringat
Mendengar Shasha yang sudah bersuara membuat Melly lega.
"Kamu tunggu disini saja, ditemani pak satpam. Mami taruh mobil kesini biar kamu gak perlu nyebrang." sambil berdiri Melly lalu menuju ke arah mobilnya.
tobe continued
Ditunggu kelanjutannya😉😉
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...
Terima kasih banyak