TERJEBAK KISAH MASA LALU

TERJEBAK KISAH MASA LALU
BAB 88. WISUDA SHASHA.


__ADS_3

Selesai make up kini Shasha, ayah dan bunda bersiap untuk pergi ke kampus Shasha. Mereka diantar oleh orang suruhan Daniel yang ia beri tugas untuk menjaga keselamatan Shasha sambil mengantar mertuanya tersebut.


Kini mereka telah tiba di kampus, Shasha dan kedua orang tuanya berjalan menuju sebuah DOME tempat berlangsungnya acara wisuda. Shasha tak menyangka bahwa ia mendapat hadiah dari kedua sahabatnya yaitu Secil dan Mutia. Mereka membawa bunga dan juga boneka untuk memberikan hadiah. Tak hanya mereka berdua yang memberi kejutan beberapa teman sekelas Shasha dan kakak kelas dari prodi yang berbeda pun memberikan bunga. Shasha benar-benar tak dapat membawa banyaknya hadiah yang diberikan oleh teman sekaligus fansnya.


"Gila, banyak banget hadiahnya," Secil terheran sambil menggelengkan kepalanya.


"Kira-kira gue nanti begini juga gak ya?" tanya Mutia yang tak kalah membayangkan bahagianya euforia menjadi seorang wisudawan.


"Ia pasti dapat." jawab Shasha yang kebingungan bagaimana membawa banyaknya bunga dan boneka yang ia terima.


Nicky yang sedari tadi mengawasi Shasha merasa kasihan. Ia pun menawarkan diri dan membawa beberapa hadiah tersebut ke dalam mobil.


Bu Sally dan pak Idris hanya tersenyum melihat kebahagian Shasha, tak henti-hentinya mereka berucap syukur bahwa anak terakhirnya telah lulus kuliah dan sudah menikah.


Acara pun berlangsung, Shasha dan kedua orangtuanya memasuki ruangan. Shasha dan kedua orangtuanya harus berpisah tempat duduk m. Dirinya duduk bersama para calon wisudawan lainnya. Berbeda dengan kedua orangtuanya, terutama ayahnya. Pak Idris diminta untuk duduk di deretan kursi terdepan.


Rangkaian acara wisuda pun berlangsung, sudah hampir 45 menit, kini tibalah waktu bagai sang rektor melakukan pembukaan dan dilanjutkan dengan penyerahan ijazah wisudawan terbaik prodi.


Shasha tak pernah menyangka bahwa dirinya ada dalam list wisudawan terbaik. Dirinya terpampang nyata di layar proyektor. Air mata bu Sally dan pak Idris turun tanpa permisi, mereka bangga dengan anak bontot nya itu. Tak hanya kedua orangtuanya, Nicky beserta kedua sahabat Shasha yang duduk sebagai tamu undangan juga merasa bangga dan terharu.


Kurang lebih acara sudah berlangsung satu jam. Kini tibalah acara terakhir, yaitu doa. Selanjutnya satu persatu para wisudawan keluar secara bergantian dari DOME menuju keluar. Lagi-lagi disana banyak yang sudah menyambut Shasha, kali ini jumlahnya bertambah.


"Mati gue, bisa-bisa makin banyak bunga dan boneka di mobil,". sambil menepuk jidatnya.


Shasha sendiri tak percaya kenapa fans nya makin banyak, ia hanya tersenyum sambil menghampiri orangtuanya. Ia ingin segera pulang dan berfoto studio karena Secil, Mutia, Miss Rina dan pak Ibnu sudah berangkat terlebih dahulu.


Kurang lebih hampir 30 menit Shasha menyapa dan menerima boneka dari para fansnya. Dan tak pernah Shasha sangka bahwa Martin datang bersama pak Ahmad. Nicky yang melihat itu mulai mendekati Shasha.


"Kita harus cepat-cepat." ucap Nicky.


"Kenapa?" Shasha pura-pura tak paham.


"Jangan pura-pura tidak tahu."


"Lalu aku harus bagaimana jika dia menghampiriku."


"Berpura-pura untuk tidak mengenalnya."


"Tak mungkin,"


"Kalau begitu aku akan mencari cara lain."


Shasha tak menduga bahwa orang-orang disampingnya yang semula tak bergerombol kini bergerombol hingga ia sendiri tak tahu dimana Nicky.


Dia merasakan jemari tangannya ada yang memegangnya, dan menarik dirinya hingga menuju tempat yang jauh dari keramaian.


"Nick, lepaskan tanganmu!" pinta Shasha kepada seseorang yang ia anggap Nicky.

__ADS_1


"Aku bukan Nicky, aku Martin."


Mendengar nama itu Shasha kaget, karena ia takut jika Nicky tahu dan melaporkan kepada Daniel.


"Ohh, aku kira Nicky. Kenapa kamu membawaku kesini?" tanya Shasha berusaha setenang mungkin agar Martin tidak curiga kepada dirinya."


"Apa dia yang memintamu untuk menjauhiku?" tanya Martin.


"Dia siapa?"


"Suamimu."


"Suami? siapa?"


"Aku tahu semuanya. Lelaki dikamar XXX adalah suamimu, bukan? Apa yang ia curigai tentang aku tidak salah. Tapi aku memiliki jalanku sendiri. Apa yang menurutku benar akan aku lakukan."


"Lalu kenapa saat itu perkataan mu beda dengan sekarang?"


"Aku mantan kekasih Medi."


"Medi siapa?"


"Wanita yang kini menjadi kekasih dari mantan kekasihmu."


"Kamu salah. Dia bukan Medi tapi Asia."


Shasha terlihat bingung. Sedangkan Martin berusaha meyakinkan Shasha bahwa dirinya adalah pembelot dari Leon. Setelah memberitahu Shasha segera Martin pergi dari hadapan Shasha setelah itu muncul Nicky yang menghampiri dirinya.


"Kamu tak apa?"


"Tidak, kemana ayah bunda?"


"Beliau sudah di mobil."


"Kita ke jalan X untuk foto studio. Aku harus foto untuk wisudaku."


"Oke tak masalah."gr 44


44


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sepanjang perjalanan, pak Idris tampak tersenyum lebar membuat Shashsa yang berada di bangku belakang.


"Ayah ..., kenapa dari tadi senyum sendiri?" Sally penasaran.


"Aku tak menyangka, gadis kecil kita tumbuh cantik dan pintar."

__ADS_1


"Ayah, dia bukan lagi gadis. Tapi sudah menjadi istri." ucap Bu Sally berusaha menggoda Shasha yang sedari tadi diam memikirkan ucapan Martin.


Shasha yang masih memikirkan ucapan Martin tak menyangka bahwa apa yang ia pikirkan selama ini benar.


"Apa bapak tahu jika mantan pacarnya itu memiliki kembaran?" gumamnya dalam hati.


Shasha yang sibuk dengan pikirannya sendiri tak mendengarkan candaan bundanya. Bundanya merasa heran apa yang sebenarnya dipikirkan oleh anaknya.


Nicky yang melihat Shasha dari spion depan penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Shasha. Setelah ia menemukan Shasha tadi ia merasa Martin telah menemuinya dan berbicara sesuatu. Untuk mencairkan suasana Nicky sengaja mengerem dengan cara dadakan.


Citttttt! (bunyi suara decitan ban mobil).


Semua penghuni mobil dibuat mobil kecuali Nicky.


"Ada apa?" tanya ketiganya.


"Maaf tadi aku melihat kucing sedang menyebrang." bohong Nicky.


"Coba bapak cek apa kucingnya tak apa?" pak Idris mencoba keluar dari mobil tapi untung kondisi pintu masih terkunci, jadi belum sempat keluar mobil.


"Tak perlu pak, itu kucingnya." tunjuk Nicky yang kebetulan ada kucing lewat.


"Nick, berapa menit lagi kita akan sampai?" tanya Shasha.


"Aku rasa setengah jam lagi."


"Oh yasudah. Karena semua sudah menungguku." ucap Shasha sambil melihat ponselnya.


"Sha, memang kita mau kemana?" tanya bu Sally.


"Kita foto studio Bun, disana sudah ada teman-teman Shasha, Bun. Mereka juga ingin berfoto mengabadikan pakaian toga yang Shasha pakai.


"Sha, apa tak apa jika bunda dan ayah ikut?"


"Tak apa bunda, kan kita sekalian mau foto wisuda."


"Tapi kenapa hanya foto bertiga, lalu suamimu?" tanya ayah.


"Laen kali kita bisa foto lagi yah, sekarang menyewa baju toga tidak sulit." jelas Shasha.


To be continued


Ditunggu kelanjutannya😉😉


Jangan lupa tinggalkan jejak di ceritaku ya guys, bisa like, comment atau kasih vote...


Terima kasih banyak

__ADS_1


__ADS_2