
Acara ulang tahun perusahaan yang tadinya meriah berubah menjadi mencekam, hampir semua mata tertuju kepada para pemain yang terlibat disana. Semua yang ada disana tak menyangka jika Daniel, seorang CEO dari JM Corporate yang merupakan perusahaan raksasa dunia telah menikah. Banyak yang menduga jika pernikahannya tidak direstui sehingga dilakukan diam-diam dan ada juga yang menduga jika Daniel rela meninggalkan istrinya karena suatu syarat dari orangtuanya, pak Joshka.
Semua bisikan orang-orang tentang dirinya terdengar di telinganya, merasa terganggu dengan ucapan itu hingga ia mendatangi orang tersebut dan berucap.
"Jika tidak tahu jaga mulutmu, atau akan ku tarik saham ku dari perusahaan mu!"
Mendengar itu membuat orang yang berkata tersebut menutup mulutnya, melihat ancaman Daniel menjadikan sebuah ancaman bagi semua yang hadir disana.
Tak hanya perusahaan Daniel yang menjadi sasaran, bahkan Dion dinilai sebagai perebut istri orang. Tak hanya dua lelaki dari perusahaan besar itu yang menjadi gunjingan Shasha pun juga dia dinilai sebagai wanita penggoda dan tahu diri karena menikah dengan beda kelas. Bisikan orang-orang tersebut menjadi boomerang langsung pada orang tersebut, tiba-tiba saja ia mendapat kabar jika perusahaan nya mengalami bangkrut dan butuh suntikan dana karena PT TRATA LAND telah menarik semua sahamnya. Mengetahui hal itu semua orang-orang disekitar pun akhirnya diam tak berani menjelekkan CEO dan semua yang terlibat dalam pertengkaran tadi. Mereka merasa banyak mata-mata dari dua perusahaan tersebut tersebar dan berada di sekitar mereka.
Kekuatan, kecanggihan, kecerdasan yang dimiliki oleh dua perusahaan raksasa ini tak main, ada beberapa orang yang tadi tanpa sengaja mengambil foto serta merekam vidio secara otomatis data terhapus karena ponsel mereka semua yang hadir telah diretas.Pada intinya kejadian yang barusan mereka semua tamu undangan yang hadir agar menganggap tidak ada kejadian apapun.
***
Setelah kejadian tadi Daniel memilih untuk tidak pulang bersama Asia, dia memilih menenangkan diri di sebuah klub langganannya yang biasa ia datangi bersama kedua sahabatnya yaitu Johan dan Arden. Disana ia meratapi semua kesalahannya, dia mengingat semua ucapan Shasha bahwasan nya dirinya cukup bahagia sedari tadi berada disana.
Apa yang kamu ucapkan tidak semuanya salah, kamu tahu aku begitu kecewa saat tahu ternyata kamu bekerja di perusaahan mantan kekasihmu, tak hanya itu kamu juga melepas cincin pernikahan kita, belum lagi sebuah baju yang diam-diam kamu cucikan, serta adanya beberapa foto yang memperlihatkan dirimu dan lelaki itu keluar dari apartemen yang sama.
Setelah mengingat semua kesalahan istrinya itu ia pun kembali menegak minuman alkohol yang berada di depannya. Berulang kali sudah dilakukannya dan ini sudah kesekian kalinya ia meneguk alkohol hingga membuat dirinya teler. Berulang kali Daniel meminta tambahan minuman dengan cara memaksa bahkan hampir saja menggebuk sang bertende beruntung Johan datang diwaktu yang tepat. Dengan cekatan Johan memapah tubuh Daniel kedalam mobil dan membawanya ke apartemen miliknya.
Sepanjang perjalanan Daniel meracau menyebut nama istrinya berulang kali, sesampainya di apartemen Daniel masih tetap berteriak-teriak dan memanggil nama Shasha.
"Niel, gue tahu lu mabuk tapi tolong jangan sampai muntah disini dong. Ini sudah yang beberapa kali." ucap Johan dengan malas.
"Ei Johan, pa kabar men. Adik lu tuh gimana? kenapa dia mengianari gue. Sakit banget Jo. Gue sayang sama dia."
"Sayang-sayang, kemana aja dulu pas habis nikah!"
"Ia gue kemana aja ya? Gue gak kemana-mana, gue disini terbang sama istri gue tapi dia ninggalin gue." ucap Daniel dengan masih dalam kondisi tak sadar.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ia mulai menangis.
"Hiksssss hiksssss... Jangan tinggalkan aku, aku tahu aku salah. Aku tak bisa menjagamu dari tamparan wanita gila itu."
Mendengar itu Johan kaget, ia tak mengira jika Asia menampar Shasha dan Daniel diam saja.
"Dasar kebangetan lu. Sesalah-salahnya istri lu, sekecewa-cewanya diri lu harusnya lu jagain istri lu jangan sampai ada yang nyakitin dia."
Setelah berucap demikin Daniel pun tertidur. Melihat sahabatnya sudah tertidur ia pun dengan sengaja mengambil ponsel yang ada di saku Daniel. Puas mengecek ponsel milik Daniel kini ia mulai berusaha meretas ponsel milik Asia dan juga Shasha.
"Kurang aj*r, semua ini karena dia, tak seharusnya aku membenci Shasha. Dasar wanita licik!. Gak ada kata terlambat gue harus ketemu tapi lebih baik gue telfon dulu.
Tut ...........
.
Tut............
***
Dilain tempat, sebuah tempat favorit pertama nya bersama sang suami, yaitu sebuah ruangan TV yang yang kini telah disulap menjadi home teater kecil-kecilan. Disana ia merebahkan tubuhnya pada sebuah sofa keramat. Dikatakan keramat karena setelah bercangkrama dan semalam berada disana keesokan harinya mereka berdua harus berpisah. Di sofa itu Shasha menangis sejadi-jadinya, sambil memukul-mukulkan tangannya ke sofa ia berusaha meluapkan kebencian dan kekesalannya.
Dirinya tak menyangka ia menjadi sebod*h ini karena merasa di khianati oleh suaminya, setiap hari ia merasakan kesepian namun sebaliknya ketika disana ia melihat sendiri jika suaminya tersenyum lebar dengan wajah ceria.
\=\=\=\=\=\=\=\= FLASH BACK ON\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Shasha yang baru pertama kali mendapat undangan untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan dari kliennya merasa beruntung. Tak hanya itu ia yang dari kemarin berusaha mencari Rachel karena penasaran dengan cerita yang menyangkut pautkan Daniel, suaminya.
Namun saat tiba disana ia mendapati suaminya sedang berbicara sendiri dengan beberapa orang, rasa bahagianya kembali timbul.
__ADS_1
Dia sendirian, Kemana bang Johan? Mungkin bang Johan sedang sibuk bersama Secil.
Mungkin ini waktu yang tepat untuk aku berbicara dengan Daniel dan menjelaskan semuanya, karena aku yakin terjadi kesalahpahaman diantara kita berdua.
Puas memandangi wajah suaminya kini dia dan Dion berjalan mencari keberadaan Riko dan Rachel. Shasha yang berusaha mencari keberadaan dua R diantara sekumpulan banyak orang membuat Shasha tak melihat jika saat ini Daniel sedang berdiri mesrah sambil memegang pinggang wanita disampingnya. Dion kaget melihat itu, hingga ia pun mencoba mengalihkan pandangan Shasha namun terlambat karena kedua orang tersebut kini tepat berada di depannya.
\=\=\=\=\=\=\=\= FLASH BACK OFF\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sambil menangis Shasha masih terbayang dengan kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu. Telinganya masih terdengar jelas ucapan Asia bahwasannya dia adalah calon istri dari suaminya bahkan ucapan itu sama sekali tak dibantah oleh Daniel, dan yang membuat Shasha sakit adalah Daniel tidak melakukan apapun disaat dirinya harus merasakan tamparan dari Asia hingga terjatuh dan dilihat banyak orang.
Shasha yang mulai emosi kini menuju ke kamarnya. Ia segera membereskan buku-buku dan kosmetik miliknya. Satu persatu barang miliknya ia masukkan kedalam koper bergambar Teddy bear kesukaannya, dikamar itu ia hanya menyisakan baju dan satu set perhiasan pemberian mertuanya, juga kartu ATM pemberian Daniel.
Keputusan Shasha sudah bulat dirinya merasa lebih baik untuk tinggal sendiri di sebuah tempat sederhana daripada harus tinggal di sini. Apartemen ini bukanlah miliknya, kehadirannya sudah tidak diharapkan lagi lagipula sang pemilik apartemen sudah memiliki calon istri.
Lebih baik aku keluar, aku akan meminta bantuan Kak Rianda untuk mencarikan tempat tinggal.
Aku akan keluar dari sini tanpa kamu minta, jadi kamu tak perlu lagi bingung -bingung menyelesaikan misi itu, lagipula aku yakin bahwasannya misi itu adalah sebuah dongeng indah yang sengaja engkau rangkai agar aku bisa mengizinkanmu untuk dapat bertemu dengan mantan kekasihmu itu.
....
.
.
To be continued.
Ditunggu kelanjutannya😉😉
Jangan lupa tinggalkan jejak diceritaku ya guys, bisa like,comment atau kasih vote.
__ADS_1
Terima Kasih.