Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Gosip Buruk


__ADS_3

Leo sangat terkejut mendengar ucapan Andra. Diapun menoleh pada Vio berkali-kali.


"Apa kamu yakin kalau itu tidak apa-apa? Papa yakin kalau mama akan histeris dan kembali down jika kita membawa dia ke makam Lea".


Terlihat Leo yang tidak yakin dengan apa yang menjadi pertimbangan Andra.


"Pah, jika kita tidak mencobanya, maka mama akan terus membohongi dirinya sendiri. Mama akan terus hidup dalam khayalan karena tidak ingin menerima kenyataan kalau kak Lea telah tiada. Kita harus membantu menyadarkan mama dan membuat dia mengerti, Pah. Kasihan Lathan, jika dia terus tidak dianggap oleh neneknya sendiri".


Lagi-lagi Leo terdiam mendengar ucapan Andra. Bukan hal yang mudah untuk menyetujui apa yang dikatakan Andra karena emosi Vio yang tidak stabil bisa membuat keadaannya semakin memburuk


"Aku mengerti kalau Papa sangat mengkhawatirkan mama. Tapi jika kita tidak mencobanya, maka kita tidak akan tahu perkembangan mama seperti apa sekarang, Pah".


Andra berusaha meyakinkan Leo secara perlahan agar dia bisa membiarkan Vio melawan kesedihannya dan menerima kenyataan kalau Lea sudah pergi.


Leo terdiam dengan sebelah tangan menyangga dagu. Dia mempertimbangkan apa yang dikatakan Andra.


"Kamu benar, tapi Papa masih merasa takut jika nanti kesehatan mama malah drop"


"Begini saja Pah. Bagaimana kalau kita konsultasi dulu dengan dokternya mama? Jika memang mama diizinkan untuk pergi ke makam kak Lea, maka kita akan pergi kesana"


"Baiklah, Papa setuju. Kita akan konsultasikan dulu dengan dokternya mama"


"Iya, Pah".


Akhirnya Leo dan Andra sepakat untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.


...****************...


Sementara itu disekolah Lathan.


Lathan dan teman-temannya sedang istirahat. Seperti biasa dia sibuk dengan tablet miliknya. Tiba-tiba seorang guru berjalan mendekati Lathan.


"Lathan, apa lukamu sudah lebih baik? Kenapa kamu tidak izin lagi untuk beberapa hari kedepan?" tanya seorang guru yang mendekati Lathan.

__ADS_1


Lathan menundukkan kepala menuliskan apa yang ingin dia katakan.


"Aku sudah lebih baik. Hanya tinggal tahap penyembuhan saja" tulis Lathan pada tabletnya.


"Benarkah? Tapi yang ibu lihat, kamu berusaha keras untuk menunjukkan kalau kamu baik-baik saja. Seperti ada yang kamu sembunyikan. Apa terjadi sesuatu padamu?" ujar guru itu dengan penuh percaya diri.


Lathan menatap guru itu dengan tatapan sinis.


"Bagaimana ibu bisa tahu kalau saya begitu? Ibu kan tidak dekat dengan saya. Ibu hanya bertemu dengan saya saat mengajar dikelas. Kita tidak pernah menghabiskan waktu bersama dan saling bercengkrama atau semacamnya"


Lathan dengan tegas mengatakan kalau guru itu tidak tahu tentangnya meskipun suaranya tidak terlalu keras.


Guru Lathan pun tertegun mendengar jawaban dari anak didiknya.


"Ibu tidak bermaksud begitu. Ibu hanya tidak ingin kamu memendam masalahmu sendiri. Kamu bisa berbagi masalahmu dengan Ibu".


Guru Lathan bersikeras agar Lathan berbagi masalahnya.


"Ya sudah kalau memang kamu tidak punya masalah. Tapi jika ada yang terjadi padamu atau mungkin kamu menerima perlakuan tidak baik dari ibu tirimu, kamu bisa bicara pada Ibu".


Lathan semakin kesal mendengar omong kosong dari gurunya.


"Mami saya bukan orang seperti itu. Mami sangat sayang pada saya. Meskipun dia bukan ibu kandung saya, tapi mami memperlakukan saya seperti anaknya sendiri. Maaf Bu, jika tidak ada lagi yang mau dibicarakan, saya akan kembali ke kelas. Permisi".


Lathan bicara dengan tegas lalu beranjak pergi meninggalkan gurunya.


"Kasihan. Pasti anak itu telah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari ibu tirinya, karena itu dia selalu menyendiri dan tidak berani bersosialisasi".


Guru Lathan terus saja bicara sendiri sambil memperhatikan Lathan yang berjalan semakin menjauh. Dia tidak menyadari kalau ada rekan guru lain yang mendengarkan ucapannya.


"Bu Jane? Apa yang anda bicarakan?" tanya salah seorang guru lain


"Eh? Bu Vina? Itu, Bu. Saya perhatikan sejak pak Radit menikah lagi, Lathan jadi lebih sering menghabiskan waktunya sendiri dengan tablet miliknya. Dia tidak pernah terlihat bersosialisasi dengan temannya yang lain. Mungkin saja ada hal sulit yang dia hadapi dirumah".

__ADS_1


Bu Jane mulai bercerita tentang kecurigaannya pada Lathan dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


Bu Vina mendengarkan dengan seksama sambil ikut menatap punggung Lathan.


"Apa Bu Jane sudah yakin dengan apa yang Ibu katakan? Mungkin saja Lathan memang lebih suka menyendiri kan?" ujar bu Vina mencoba meyakinkan.


"Pasti, Bu. Yang saya tahu itu Lathan adalah anak ceria dan pintar. Tapi sejak ayahnya menikah, dia jadi berubah. Dia juga selalu minta cepat pulang. Mungkin saja memang dia tidak diizinkan bermain lebih dulu oleh orang tuanya yang sekarang kan?"


Bu Vina pun menganggukkan kepala berkali-kali menanggapi ucapan rekannya.


"Apa benar begitu? Jika memang yang ibu khawatirkan itu benar, maka kita harus berusaha memberitahu pak Radit mengenai apa yang terjadi pada putranya kan?" ujar bu Vina penuh tekad.


"Begini saja, Bu. Bagaimana kalau kita cari bukti tentang kejahatan istri pak Radit? Jika memang terbukti dia melakukan kekerasan atau eksploitasi pada Lathan, maka kita bisa meminta bantuan pada lembaga perlindungan anak untuk mengambil tindakan. Apalagi mereka itu bukan orang biasa, tidak menutup kemungkinan juga kan kalau mereka menutupi keburukan dirumah mereka dengan kebaikan yang selalu ditampilkan didepan umum?"


Bu Jane membuat spekulasi sendiri mengenai hubungan yang terjadi antara Andra dan Lathan. Sedangkan bu Vina hanya menganggukkan kepala berkali-kali menanggapi bu Jane sambil mempertimbangkan ucapannya.


"Tapi, Bu Jane, bagaimana kita bisa mencari bukti mengenai ibunya Lathan? Dia jarang mengunjungi sekolah. Jika pun berkunjung, mereka hanya akan menjemput Lathan, setelah itu mereka akan langsung pergi dari sekolah ini. kita tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu dan menanyakan perihal Lathan secara langsung". ujar bu Vina mengungkapkan kebingungannya.


"Bu Vina benar juga. Apa perlu kita berkunjung kerumahnya dan menanyakan secara langsung pada orang-orang disekitar rumah mereka?"


Bu Jane memberikan pendapatnya kepada bu Vina dengan sikap tenangdan yakin.


"Ya, kita bisa melakukan itu. Kita bisa datang ke rumah pak Radit dan menanyakan perihal hubungan keluarga itu pada tetangga sekitar rumah mereka".


Saat bu Vina dan bu Jane sedang mempertimbangkan cara menyelidiki hubungan Lathan dan Andra, ada lagi orang lain yang mendengarkan percakapan mereka.


"Aku dengar dari bu Jane dan bu Vina, katanya Lathan menerima perlakuan tidak baik dari ibu tirinya"


"Yang benar? Mungkin kamu salah dengar"


"Tidak mungkin. Saya dengar sendiri saat bu Jane dan bu Vina sedang bicara perihal cara menyelidiki bu Andra dan Lathan. Jika terbukti melakukan kekerasan maka mereka akan meminta bantuan dari lembaga perlindungan"


Dengan cepat rumor aneh tentang Lathan yang dianiaya sang ibu tiri pun menyebar luas disekolah. Mereka mulai membicarakan tentang Lathan dan Andra.

__ADS_1


__ADS_2