
"Bu, hari ini aku akan pulang terlambat. Aku dan rekan dikantor membuat pesta penyambutan kecil untuk Andra. Aku tidak tahu akan selesai jam berapa acaranya" Saat ini Luna sedang menghubungi ibunya. Sambil dudukdi kursi kerja yang bisa berputar, dia menggoyangkan kursinya ke kanan dan ke kiri
"Kamu membuat pesta untuk Andra? Untuk apa?! Tidak perlu membuang-buang waktu dan uang untuk merayakan bergabungnya dia diperusahaan" Asya berteriak kesal setelah mendengar Luna akan mengadakan sebuah pesta untuk menyambut Andra sebagai bagian perusahaan
"Bu tenang dulu. Aku sengaja membuat pesta ini agar aku bisa mendekati Andra. Dan yang lebih penting lagi … aku mengadakan acaranya di hotel tempat dulu Andra bekerja. Yang kutahu ada rekan Andra yang menyukainya. Jadi kenapa tidak buat celah agar Radit cemburu dan mencampakan Andra? Dengan begitu, Andra bisa kembali ditendang ke jalanan dan tidak memiliki tempat bergantung lagi" Luna bicara dengan sangat percaya diri dan senyum penuh kebanggaan.
"Maksud kamu, apa sayang?" Asya masih tudak mengerti dengan apa yang direncanakan oleh putrinya
"Ibu... maksudnya, aku berniat menjebak Andra dengan seorang pria agar Radit merasa cemburu dan marah padanya" Luna kembali menjelaskan dengan tenang
"Ah, baiklah, ibu mengerti. Ibu akan menunggu kabar baik darimu. Sampai jumpa, sayang"
"Ya bu. Sampai jumpa" Asya dan Luna pun mengakhiri panggilan telepon mereka
***
Sore harinya di Kusuma Rich Hotel. Luna dan rekan kerjanya sudah berkumpul untuk pesta kecil penyambutan Andra. Namun Andra masih belum datang karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.
"Hai semuanya. Kalian sudah datang?"
"Dimana bintang kita? Apa bu Andra belum datang juga kemari?"
"Bu Andra bilang tadi masih ada sedikit pekerjaan, tapi dia akan langsung datang kemari setelah pekerjaannya selesai"
"Oh begitu. Kalau begitu kita nikmati sendiri dulu saja pestanya"
"Ya, tentu saja"
Luna mengundang semua karyawan karena posisi Andra adalah CEO. Jika dia hanya mengundang para petinggi perusahaan, maka keadaan pesta pasti akan sangat kaku
"Selamat sore semuanya. Maaf saya terlambat" Andra masuk ke tempat pesta bersama Rian dibelakangnya
"Bu Andra, akhirnya datang juga. Semuanya, kita bersulang untuk bergabungnya bu Andra dengan perusahaan kita"
Cheers
Semua mulai bersulang dan saling membenturkan gelas mereka
"Terimakasih untuk penyambutannya. Aku senang karena kalian menerimaku dengan baik. Kuharap kita semua bisa bekerja sama dengan baik juga untuk kemajuan perusahaan kita ini" Ujar Andra sambil mengangkat gelas jus yang diberikan padanya
__ADS_1
"Minum Andra, habiskan semua jusnya" Pikir Luna dengan senyum licik dibibirnya
Flash back on
"Aku akan memberikan uang ini asalkan kamu melakukan satu pekerjaan kecil untukku" Luna mengeluarkan sejumlah uang dan menawarkannya pada pekerja hotel yang akan membantu dengan penyajian hidangan nanti
Mata pelayan itu langsung berbinar dan senyum cerah juga tersungging diwajahnya
"Apa itu?" Tanya pelayan itu dengan wajah penasaran namun matanya terus menatap uang ditangan Luna
"Mendekatlah, biar aku bisikkan ditelingamu" pelayan itu pun sedikit menunduk dan mendekatkan kupingnya agar Luna bisa berbisik padanya
"Masukkan bubuk ini kedalam jus milik bu Andra. Kamu akan tahu karena nanti orang-orang pasti akan mengatakannya saat dia datang. Oh iya, aku juga ingin kamu mencari seorang pria yang bisa diajak kerjasama. Tidak perlu khawatir masalah uang" Luna memberikan sebuah bungkusan kertas yang dilipat kecil dimana didalamnya terdapat sebuah serbuk obat tidur
"Tapi bu, bubuk apa ini? Apa ini berbahaya?" Pelayan itu terlihat khawatir saat mendengar perkataan Luna dan memberanikan diri bertanya padanya meskipun dengan ragu-ragu
"Tenang saja. Ini hanya obat tidur" Jawab Luna dengan santai dan senyum tipis
"Baiklah kalau begitu. Anda bisa menyerahkan ini pada saya. Saya juga akan menyiapkan seorang pria yang bisa membantu anda" Ujar si pelayan dengan sangat yakin
Flash back off
Luna tersenyum melihat Andra meminum jus miliknya. Dia sangat yakin kalau kali ini pasti bisa membuat Andra celaka
"Kenapa kepalaku pusing sekali ya?" Luna bergumam sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Matanya juga semakin sayu dan pandangannya semakin memudar.
"Bu Luna, apa anda baik-baik saja?" Andra bertanya sambil memegangi pundak Luna yang memang duduk di sebelahnya
"Aku baik-baik saja. Hanya … kepalaku sedikit pusing" Luna menjawab sambil memegangi kepalanya
"Bu Luna, apa anda baik-baik saja?" Tanya rekan lain yang duduk bersama mereka
"Hmn" Luna tidak bisa menjawab lagi dan matanya semakin mengantuk
"Kalian tidak perlu khawatir. Biar saya yang mengurus bu Luna. Sepertinya beliau sudah pesan kamar dihotel ini" Andra bersikap seperti pahlawan Luna yang akan membantunya mengatasi masalah
"Rian, tolong bantu aku bawa bu Luna ke kamar. Kalian lanjutkan saja, aku akan pergi dengan bu Luna"
"Baik bu" Andra pun berdiri dan membantu Luna mambawa barangnya sementara dia dipapah oleh Rian
__ADS_1
"Bu, kita mau bawa bu Luna kemana?" Tanya Rian ketika mereka mulai keluar dari aula pesta
"Kita ke resepsionis dulu. Kita belum tahu dimana kamar yang dia booking" Andra menjawab dengan sikap yang tenang
"Baik" Mereka pun berjalab menuju resepsionis
"Permisi mba, apa bu Luna memesan kamar disini? Sepetinya dia butuh istirahat. Kami tidak mungkin mengantarnya pulang karena ini sudah sangat larut" Andra bicara dengan sopan dan ramah. Meskipun dia pernah bekerja di hotel ini, tetap saja dia tidak bisa bersikap seenaknya. Terlebih lagi resepsionis ini baru dan tidak mengenalnya
"Oh nona ini tadi memang sudah memesan kamar 102. Ini kuncinya" Jawab si resepsionis sambil memberikan kunci kamar yang dipesan Luna
"Terimakasih" Andra dan Rian pun kembali berjalan membawa Luna
Tring
Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Luna. Andra pun membuka tasnya dan mengambil ponsel Luna, lalu membaca pesannya
"Bos, gadis itu sudah tidak sadarkan diri. Sebentar lagi aku akan masuk ke kamar 102 yang bos katakan" tulis si pengirim pesan tanpa nama itu
Andra menyunggingkan senyum tipis ketika membacanya
"Baik, terimakasih" Tulis Andra membalas pesan singkat di ponsel Luna
"Kita sudah sampai bu. Ini kamar bu Luna" ujar Rian pada Andra
"Ya, biar aku buka pintunya" Andra pun membuka pintu kamar dan membantu Rian membaringkan Luna ditempat tidurnya
"Kita harus pergi sekarang! Entah apalagi yang dia rencanakan dengan melakukan ini tapi aku yakin kalau dia ingin membuatku malu" Andra memberitahu Rian mengenai apa yang dia pikirkan
"Baik bu. Kita pergi sekarang" Mereka pun langsung keluar setelah selesai di dalam kamar Luna
Tak berselang lama setelah Andra keluar, seorang pemuda masuk ke dalam kamar Luna. Setelah berselang lama, terjadi keributan dikamar itu
"Tolong buka pintunya. Saya mendapatkan laporan kalau istri saya berduaan dengan seorang pemuda di dalam sini" Radit bicara dengan gagahnya agar karyawan hotel membuka pintu kamar
"Tapi pak"
"Tolong buka pintunya, kalian bisa ikut saya kedalam untuk memeriksanya sendiri" Pelayan hotel telihat bingung tapi kemudian dia membuka pintunya untuk Radit.
Ceklek
__ADS_1
Mereka pun bergegas masuk, ada sekitar 4 orang bersama Radit
"Apa-apaan ini?"