
"Apa kamu sudah dapatkan sesuatu?" tanya Radit pada Candra dengan sikap yang tenang.
"Tentu saja. Aku sudah dapatkan daftar orang-orang yang terlibat dengan kepala polisi Samuel. Lihatlah sendiri!" Candra pun menjelaskan dengan senyum bangga, lalu memberikan daftar nama-nama orang yang dekat dengan kepala polisi.
"Jhon dari perusahaan pengembang mobil, Dion pemilik beberapa hotel bintang 5, Tedi anggota dewan? Bagaimana mereka bisa mengenal Samuel? Apa mereka pernah memiliki masalah sebelumnya?" Radit terlihat bingung dan tak percaya setelah membaca catatan hasil penyelidikan Candra.
"Itu... Aku sendiri juga tidak tahu alasan mereka bisa dekat satu sama lain. Yang jelas saat makan siang tadi itu... Merekalah yang ada disana". Candra menjelaskan pada Radit sambil menggelengkan kepala berkali-kali.
"Baiklah. Ini juga sudah cukup. Aku akan cari tahu lagi sisanya. Pertama-tama yang harus kita bereskan adalah kepala polisi. Kita harus persiapkan hadiah untuknya" ujar Radit dengan seringai tipis dibibirnya.
...****************...
Kepala polisi baru saja pulang kerumahnya setelah bekerja seharian. Dia langsung masuk keruang kerjanya untuk membaca beberapa kasus yang dokumennya sudah ada didalam ruangan itu.
"Papa sudah pulang?" tanya istri Samuel yang menyambut kedatangan sang suami.
"Ya, apa semua baik-baik saja?". Samuel menanggapi sang istri sambil memberikan kecupan dikeningnya.
"Tentu saja. Papa tidak perlu khawatir". Samuel menganggukkan kepala berkali-kali menanggapi ucapan sang istri.
"Kalau begitu aku pergi keruanganku dulu". Samuel beranjak pergi setelah sang istri menganggukkan kepalanya.
Ceklek
Dia langsung masuk dan kembali menutup pintu dengan rapat. Betapa terkejutnya Samuel begitu dia berjalan mendekati kursi kerjanya yang tiba-tiba berputar.
"Akhirnya kita bertemu secara langsung, kepala polisi Samuel". Radit bicara dengan nada yang dingin disertai senyum tipis dibibirnya.
"Kamu?! Bagaimana kamu bisa masuk kesini?!" tanya Samuel dengan raut wajah terkejut.
"Apa sulitnya masuk kesini? Kamu pikir hal seperti ini tidak bisa aku lakukan sendiri?" Radit bersikap acuh tak acuh sambil berjalan mendekati Samuel.
"Apa maumu?!"
"Aku hanya ingin memberikan hadiah ini padamu!" Radit memberikan sebuah amplop coklat pada Samuel.
"Apa ini?" tanya Samuel ragu-ragu
"Lihat saja. Kamu akan mengerti setelah melihatnya. Ini hanyalah sebuah hadiah kecil" Radit langsung pergi melalui jendela setelah dia memberikan amplop itu pada Samuel.
"Ini … apa-apaan ini?! Bagaimana dia bisa mendapatkan ini semua?" gumam Samuel setelah melihat isi amplop dari Radit.
"Istriku!" Samuel langsung berlari untuk menenui sang istri.
__ADS_1
"Mama! Mama!" Dia terus berteriak memanggil sang istri karena takut istrinya akan melihat apa yang diberikan Radit padanya.
Diruangan lain …
"Amplop apa ini? Apa papa meninggalkan sesuatu?" pikir istri Samuel melihat amplop coklat tergeletak dimeja. Diapun membuka amplop itu dan melihatnya. Istri Samuel nampak terkejut dengan air mata yang mulai mengalir deras dipipinya. Diapun menoleh mendengar sang suami memanggilnya.
"Ma! Mama!". Samuel terdiam saat melihat sang istri menatapnya dengan derai air mata dan tatapan kecewa.
"Apa maksudnya ini?" tanya sang istri dengan suara lemah.
"Itu … jangan percaya itu. Itu semua bohong. Foto itu palsu!"
Plak!!
Samuel berusaha meyakinkan sang istri agar tidak percaya dengan foto yang diberikan Radit namun sang istri malah menamparnya.
"Bagaimana bisa ini semua palsu? Jelas-jelas disini kamu sedang bermain dengan beberapa perempuan!" ujar istri Samuel sambil melemparkan foto-foto itu wajah sang suami.
Samuel yang baru saja menerima tamparan dari sang istri hanya bisa tertunduk menatap foto dirinya yang berserakan dilantai.
"Kenapa kamu tega melakukan ini padaku, hah?! Bagaimana kamu bisa sejahat ini padaku?! Hiks... Hiks... Hiks" istri Samuel terus memukul dadanya sambil berderai air mata.
"Maafkan aku". Samuel hanya bisa meminta maaf dengan kepala tertunduk.
"Radit, bagaimana kamu bisa melakukan ini padaku? Kamu pikir, kamu bisa menghancurkanku? Ini sama sekali tidak berpengaruh padaku", pikir Samuel yang mengira kalau hanya ini yang Radit lakukan. Dia tidak akan menyangka kalau Radit sudah menyebarkan semua foto-fotonya di media sosial hingga menjadi viral.
...****************...
Postingan anonim Radit disertai foto Samuel dan juga gadis-gadis yang berbeda. Tentu saja semua orang mengenal Samuel karena dia adalah seorang kepala polisi.
"Bukankah ini pak Samuel, kepala polisi disini?"
"Bagaimana bisa seorang kepala polisi memiliki kebiasaan seperti itu? Bukannya mereka harus mengayomi rakyat biasa?"
Postingan Radit langsung dibanjiri ribuan komentar hanya dalam waktu singkat.
"Cepat tekan berita itu! Jangan sampai nama kepolisian kita jadi tercoreng karenanya! Panggil juga pak Samuel untuk datang menemuiku. Dia harus menjelaskan semua kekacauan ini" pinta salah satu petinggi kepolisian kepada bagian humas.
"Siap, Pak!" prajurit itupun langsung berbalik pergi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan padanya.
"Lapor, Pak. Anda diminta untuk segera menghadap pak Andika" ujar prajurit polisi yang mendapat tugas memanggil Samuel.
"Ya saya akan segera kesana" ujar Samuel menanggapi dengan sikap tenang. Diapun langsung beranjak pergi dari ruangannya untuk menemui atasannya.
__ADS_1
Tok tok tok
"Lapor, Pak. Anda memanggil saya?". Samuel langsung masuk keruangan pak Andika dan bicara dengan penuh hormat.
"Apa-apaan ini! Bisa-bisanya anda sebagai petinggi kepolisian melakukan tindakan memalukan seperti ini!". Pak Andika langsung bertanya sambil menunjukkan postingan yang sedang viral tentang kepolisian saat ini.
Samuel sangat terkejut dan tidak mengira kalau apa yang Radit tunjukkan padanya telah dipostingan juga di media sosial hingga jadi perbincangan masyarakat luas.
"Maaf, Pak. Saya telah melakukan kesalahan, tapi saya jamin kalau ini tidak akan mempengaruhi kinerja saya dalam menjalankan tugas kepolisian". Samuel meminta maaf dengan sikap tegap.
"Tapi ini mempengaruhi citra dan juga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Bagaimana bisa kamu menerapkan keadilan dan kedamaian sedangkan kamu sendiri berperilaku tidak pantas seperti ini! Harusnya kamu sadar sebagai polisi kamu itu akan jadi panutan untuk masyarakat luas". Pak Andika terus menceramahi Samuel dengan geram.
"Sebagai konsekuensinya, kamu akan mengikuti sidang kode etik dan diberhentikan secara tidak hormat dari kepolisian. Ini akan jadi pelajaran untuk anggota polisi yang lain agar tidak meniru apa yang kamu lakukan!".
Samuel terdiam tanpa kata karena terkejut dengan apa yang dikatakan atasannya.
"Apa kamu dengar?!"
"Siap, Pak. Dengar!"
"Kamu bisa kembali sekarang!"
"Siap. Permisi" Samuel pun meninggalkan ruangan Andika dengan langkah kaki yang lemas setelah mendengar apa yang dikatakan atasannya.
"Sial. Ini semua karena Radit. Semua jadi berantakan!"
Drrt drrt drrt
Samuel langsung merogoh saku celananya ketika ponselnya bergetar. Dilihatnya dilayar ponsel tertulis nama 'Pak Dion', Samuel pun langsung menerima teleponnya.
"Halo, Pak Dion"
"Halo, Pak Samuel. Saya sudah melihat berita tentang anda. Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang berani membuat postingan tentang anda seperti itu?". Dion langsung bertanya pada Samuel tentang postingannya tanpa basa-basi terlebih dahulu.
"Saya sudah tahu siapa pelakunya, tapi saya tidak bisa menekan berita itu begitu saja. Meskipun saya membayar mahal pada media, mereka tidak bisa menghilangkan postingan itu". Pak Samuel mengeluh pada Dion mengenai postingan yang dibuat Radit.
"Lalu, apa yang akan anda lakukan? Bagaimana dengan bisnia kita? Bukankah ini bisa berdampak buruk karena jika tidak ada anda, maka bisnis kita tidak akan bebas beroperasi"
"Anda tidak perlu khawatir. Saya akan tetap menjalankan bisnis ini agar tetap beroperasi seperti biasa" ujar Samuel penuh percaya diri.
"Benarkah? Baiklah kalau begitu. Saya percaya pada anda"
"Terimakasih. Saya tutup dulu"
__ADS_1
"Baik, Pak. Sampai jumpa". Dion dan Samuel pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka.
"Bagaimana ini? Sejauh mana Radit akan bertindak? Aku menculik putranya agar tidak ada lagi yang mengganggu bisnisku. Sekarang malah semuanya menjadi lebih kacau".