Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Andra DIlarikan Kerumah Sakit


__ADS_3

Saat menerima telepon dari Radit, tiba-tiba perut Andra terasa sakit. Dia menundukkan sedikit tubuhnya dan mulai  mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya yang buncit.


“Aduuhh … perutku”.


Andra mengeluh pada Radit sambil meringis kesakitan. Keringatnya mulai keluar dahi dahinya


“Sayang, ada apa? Apa perutmu terasa sakit?” tanya Radit dengan suara yang terdengar panik


“Iya, perutku terasa sakit” Andra pun menjawab sambil merintih dengan suara yang lemah


“Bilang pada papa dan mama agar mereka segera membawamu kerumah sakit”. Radit menanggapi dengan panik sambil merapikan barang miliknya.


“Baik, aku akan minta papa dan mama mengantarku kerumah sakit. Kakak nanti langsung kesana ya” ujar Andra dengan suara yang semakin lemah.


“Ya, ya. Nanti aku akan langsung kesana. Kamu hati-hati ya”


“Euh”.


Andra langsung menutup telepon dan mencari Leo, Lathan dan juga Vio. Dia berjalan dengan tubuh yang sedikit membungkuk dan langkah yang tertatik. Dia juga berpegang pada setiap rak etalase untuk membantunya berjalan.


“Mah, Pah”.


Begitu melihat Vio dan Leo, Andra langsung memanggil mereka meskipun dengan suara yang lemah.


“Sayang, kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali” Vio yang mendengar suara Andra langsung menoleh dan bertanya dengan raut wajah khawatir.


“Perutku sakit, Mah” ujar Andra menjelaskan dengan nada yang sedikit meringis.


“Mami, apa mami baik-baik saja?Apa ada yang terasa sakit”  Lathan menyela dengan raut wajah khawatir.


“Mami tidak papa. Hanya perut Mami yang terasa sedikit sakit”.


Andra menjawab Lathan dengan sikap yang tenang. Dia juga berusaha untuk tetap tersenyum agar Lathan tidak merasa khawatir.


“Kita kerumah sakit sekarang” ujar Vio yang langsung memapah Andra keluar dari mall.


“Salah satu dari kalian tolong bayarkan belanjaan ini. Gunakan kartu ini”. Leo berpesan kepada  salah satu pengawalnya dan memberikan kartu kreditnya untuk membayar belanjaan mereka.


“Baik, Pak”


Vio dan Leo lagsung bergegas membawa Andra kerumah sakit terdekat.

__ADS_1


“Sayang, bersabarlah.Kita akan segera membawamu kerumah sakit" ujar Vio sambil terus menghapus keringat Andra yang terus saja mengalir membasahi dahinya.


"Nenek, apa mami akan baik-baik saja? Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada mami?" Lathan bicara dengan raut wajah dan suara yang terdengar khawatir.


"Sayang, kamu tenang saja. Tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada mamimu. Doakan saja sesuatu yang baik untuk mami. Nenek yakin kalau doamu akan membantu mami melewati kesulitannya". Vio berusaha menenangkan Lathan yang panik dengan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya.


"Euh". Lathan hanya menganggukkan kepala menanggapi Lathan tanpa mengatakan apa-apa.


"Kak, bisakah lebih cepat lagi? Lihatlah menantu kita sudah semakin pucat dan lemah" Vio mendesak Leo agar mengemudi dengan lebih cepat lagi.


"Aku sudah cepat, Vi. Kamu harus bersabar agar kita bisa pergi dengan selamat. Aku yakin kalau Andra akan baik-baik saja. Mungkin ini hanya kontraksi awal sebelum proses persalinan nanti" Leo yang sedang mengemudi menanggapi Vio dengan sikap yang tenang dan terus fokus pada jalanan didepannya.


"Kamu benar. Prediksi kelahirannya masih sekitar 3 minggu lagi, kalaupun lebih cepat pasti hanya akan maju satu atau dua minggu dari tanggal yang sudah diprediksikan" Vio mengiyakan pertakaatn Leo agar hatinya juga merasa tenang.


Leo tidak menanggapi perkataan Vio dan hanya fokus pada kemudinya. Begitu pun Lathan, dia hanya terus memperhatikan Andra yang memejamkan mata sambil meringis kesakitan.dengan keringat yang terus bercucuran


"Mami ..." gumam Lathan dengan derai air mata dipipinya


Tak berapa lama, akhirnya mereka tiba dirumah sakit. Leo turun dari mobil dengan cepat setelah dia berhenti. Pengawalnya pun yang berada di mobil belakang langsung berlari ke mobil Leo untuk membantu membawa Andra turun.


"Ambilkan itu!"


Tunjuk Leo pada ranjang dorong rumah sakit. Pengawalnya pun dengan cekatan langsung mengambil tempat tidur itu dan mendekatkannya pada Leo. Perlahan Leo memindahkan Andra ke tempat tidur itu dengan sangat hati-hati.


"Baik!".


Pengawal Leo berlari kedalam lebih dulu untuk mencari bantuan, sedangkan Leo, Vio dan Lathan berda dibelakangnya sambil mendorong Andra. 3 orang pengawal lainnya juga mengikuti Leo dari belakang untuk menjaga keamanannya.


Suasan rumah sakit yang riuh dengan banyak pasien kini semakin riuh begitu melihat Vio dan Leo yang sedang ada disana. Mereka terus menatap kearah Vio dan Leo sambil berbisik satu sama lain.


"Bukankah itu ... Vio dari keluarga Kusuma? Siapa yang sedang dia bawa? Putrinya sudah meninggalkan?"


"Benar. Mungkin itu istri dari Radit? Setahuku dia sudah menikah meskipun memang istinya tidak terlalu dipublikasikan"


"Benarkah? Mungkin saja begitu. Tidak mungkin mereka terlihat panik jika tidak ada hubungannya dengan mereka sama sekali"


"Ya itu benar. Mereka tidak pernah terlibat dengan orang lain selain ada hubungan dengan keluarga mereka"


****


Andra bergegas dibawa keruang IGD untuk mendapatkan pertolongan pertama. Dokter dan suster juga sudah berlarian keruang IGD..

__ADS_1


Tak berselang lama seorang dokter keluar dan berjalan menghampiri Vio dan Leo yang duduk dikursi tunggu.


"Kleuarga bu Andra?" tanya dokter pada Leo.


Leo dan Vio yang sedang duduk langsung berdiri begitu dokter menyapanya


"Ya, kami orang mertuanya. Bagaimana dengan menantu kami?" Vio menanggapi dengan sedikit panik.


"Pasien mengalami kontraksi dan ketubannya tinggal tersisa sedikit jadi kami harus melakukan operasi cecar secepatnya untuk menyelamatkan ibu dan juga bayinya". Dokter menjelaskan dengan sikap yang tenang pada Vio dan juga Leo.


"Lakukan dok. Lakukan apa saja yang terbaik untuk mereka berdua". Vio langsung menanggapi dokter tanpa pikir panjang lagi.


"Kami membutuhkan beberapa tanda tangan dari keluarga pasien sebelum melakukan operasi" sambung dokter lagi menjelaskan prosedurnya.


"Apa tidak papa jika kami yang melakukannya? Suaminya sedang dalam perjalanan, kita tidak tahu akan memakan waktu berapa lama" Leo menanggapi dengan sikap yang tenang dan penuh wibawa.


"Ya, saya rasa tidak masalah selama anda ini merupakan keluarga pasien. Kalau begitu anda bisa ikut dengan suster ini untuk mengurus semuannya".


Dokter meminta Leo untuk mengikuti suster yang berada disampingnya


"Aku akan mengurus semuanya. Kamu tetap disini bersama Lathan. Aku akan segera kembali" Leo berpesan pada Vio terlebih dahulu sebelum dia mengikuti dokter dan suster untuk mengurus semua admiistrasi yang diperlukan.


"Ya, cepatlah kembali" ujar Vio pada Leo


"Hemn..." Leo menganggukkan kepala lalu beranjak pergi mengikuti suster


"Nenek, apa yang terjadi dengan mami? Kenapa Mami harus dioperasi? Bukannya itu artinya mami sedang dalam bahaya?". Lathan dengan polosnya bertanya pada Vio sambil terus menangis.


Vio yang merasa sedih pun langsung merangkul Lathan dan memeluknya dengan erat


"Mamimu akan baik-baik saja. Percayalah pada Nenek".


Vio berusaha menenangkan Lathan dengan mengusap lembut punggung cucunya itu.


"Aku tidak memiliki ibu sejak aku bayi. Aku hanya punya papi. Jika sekarang aku kehilangan mami lagi ... apa yang harus aku lakukan? Apa aku memang tidak akan pernah bisa memiliki seorang ibu? Apa aku tidak boleh mendapatkan cinta dari seorang ibu? Nenek tolong jawab aku ..."


Lathan terus bicara disela isak tangisnya dalam dekapan Vio.


"Tidak tidak. Itu tidak benar sayang. Kamu itu anak yang baik. Kamu juga berhak mendapatkakn kebahagiaan seperti anak lainnya. Kamu tidak boleh berpikiran macam-macam. Mamimu akan baik-baik saja. Percayalan pada Nenek".


Vio menggelengkan kepalanya berkali-kali saat menenangkan Lathan. Air matanya pun kini telah mengalir deras setelah mendengar ucapan sang cucu tercintanya. Dia tidak tega jika mendengar apa yang dikatakan Lathan. Sejak lahir Lathan sudah kehilangan kedua orang tuanya, tentu saja sangat wajar jika Lathan juga sangat takut kehilangan ibu yang baru dia rasakan kasih sayangnya.

__ADS_1


Tuhan tolong selamatkan Andra dan juga bayinya. Jangan biarkan Lathan kembali kehilangan cinta dari seorang ibu yang menyayanginya.


__ADS_2