Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Perdebatan Andra Dan Bu Jane


__ADS_3

Para wali murid itu saling menatap satu sama lain ketika Andra meminta agar mereka membawa saksi mata yang mereka katakan kehadapannya.


Andra menyilangkan kedua tangannya dengan sikap yang anggun.


“Kenapa kalian kelihatan ragu? Apa saksi mata yang kalian katakan itu sebenarnya tidak ada?” Andra bertanya dengan memicingkan kedua matanya.


“Tentu saja ada. Mana mungkin kami mengatakannya jika kami tidak memilikinya sama sekali”


“Kalau begitu bawa dia kemari dan minta dia mengatakan secara langsung kalau aku melakukan kekerasan pada putraku”. Andra terlihat tegas dan percaya diri saat dia berdebat dengan orang tua  temannya Lathan.


“Baik. Kami akan membawa dia kemari. Bisakah panggilkan bu Jane dan bu Vina?” salah seorang ibu itu meminta rekannya untuk memanggil gurunya Lathan setelah dia bicara dengan Andra.


“Baik, aku akan memanggilnya”. Dua orang ibu akhirnya pergi untuk memanggil guru Lathan yang sebelumnya mengatakan kalau Lathan mengalami kekerasan dari ibu tirinya.


Andra menunggu dengan sikap yang tenang dan anggun sambil duduk dengan segelas jus dihadapannya. Orang tua murid yang lainnya pun menunggu dengan sabar sambil terus membicarakan perihal apa yang sedang terjadi. Mereka tetap berargumen kalau mereka tidak salah dan berusaha membela Lathan.


***


 Tok tok tok


“Permisi, Bu” seorang ibu mengetuk ruang guru untuk menemui bu Jane dan bu Vina


“Iya, Bu Deti, Bu Ayu, ada apa?” tanya bu Jane melihat dua orang wali murid berdiri didepan pintu ruang guru.


“Bisa kami bicara dengan ibu sebentar?” tanya salah seorang ibu pada bu Jane


“Ada masalah apa ya bu?” bu Jane terlihat bingung saat orang tua  murid itu ingin bicara dengannya


“Ada bu Andra mengantarkan Lathan. Kami tidak tahan melihatnya, karena itu kami menghampirinya dan menegur dia agar tidak lagi  menyakiti Lathan. Tapi bu Andra bilang kalau Itu semua bohong dan meminta kami untuk membawa saksi atas apa yang kami tahu”

__ADS_1


“Benar. Kami kan dengar itu dari Bu Jane dan bu Vina, bisa tidak ibu ikut dengan kami dan yakinkah bu Andra agar dia tidak melakukan kekerasan yang sama pada Lathan. Mungkin ika ibu yang bicara, bu Andra akan merasa malu karena perbuatannya telah terbongkar dan tidak melakukan kekerasan lagi”.


Dua orang ibu itu bicara bergantian untuk membuat bu Jane yakin dan mau bergabung dengan mereka untuk menahan Andra agar tidak melakukan kekerasan lagi terhadap Lathan.


Bu Jane terdiam sesaat dan mempertimbangkan apa yang dikatakan kedua orang tua murid itu.


Mereka benar. Jika aku ikut bicara, mungkin bu Andra akan merasa malu dan takut karena perbuatannya telah terbongkar dan tidak lagi menyakiti Lathan. Aku tidak ingin melihat anak itu menderita dan mungkin juga dengan ini pak Radit bisa sadar kalau wanita yang dia nikahi itu bukanlah ibu yang baik untuk Lathan.


Bu Jane mempertimbangkan dalam hatinya mengenai apa yang akan dia lakukan


“Baiklah, saya akan ikut dengan ibu-ibu menemui bu Andra. Mari!” ujar bu Jane setelah dia merasa yakin dengan keputusan yang dia ambil.


“Mari bu. Bu Andra ada dikantin sekolah dengan ibu-ibu yang lainnya”.


Bu Jane pun mengangguk dan mengikuti kedua orang tua murid itu dari belakang.


***


Tak berselang lama, kedua orang tua murid yang tadi pergi sudah kembali bersama bu Jane dibelakangnya.


“Maaf, kami sedikit membuat kalian semua menunggu. Ini ada bu Jane, beliau yang menyadari mengenai perubahan pada Lathan” ujar salah satu ibu tadi dengan memperkenalkan bu Jane


Andra ang sebelumnya diam dengan sikap yang tenang kini mulai kembali bicara. Dia menatap bu Jane dengan tatapan sinis.


“Jadi anda yang menyebarkan rumor palsu kalau aku menganiaya Lathan?” tanya Andra dengan sikap yang dingin.


“Saya tidak menyebarkan rumor. Saya tahu kalau anda tidak memperlakukan Lathan dengan baik setelah dia cukup lama cuti dari sekolah dengan alasan sakit. Dia masuk sekolah dengan pita suara yang rusak dan sikapnya juga jadi lebih tertutup pada orang lain sedangkan sebelumnya Lathan adalah anak yang ceria dan sangat suka bergaul, tapi setelah Anda jadi ibunya, dia lebih suka menyendiri dan tidak banyak bicara”.


Guru Lathan menjelaskan mengenai penemuannya mengenai perubahan sikap Lathan

__ADS_1


“Jadi anda membuat kesimpulan sendiri hanya karena itu? Tidakkah anda berpikir kalau sikap anda ini terlalu ingin ikut campur dengan urusan orang lain?” Andra bertanya dengan seringai tipis dibibirnya.


“Maafkan saya jika saya terlalu ikut campur, tapi Lathan adalah murid saya sudah sewajarnya jika saya mengkhawatirkan kondisinya”. Bu Jane bersikeras dengan apa yang dia utarakan.


“Benarkan begitu? Anda perhatian sekali sebagai guru. Rasanya guru disekolah lain tidak melakukan hal sepert itu kepada muridnya” Andra bicara dengan senyum yang mencibir dan nada bicara yang mengejek.


“Apa maksud bu Andra?” tanya bu Jane dengan sikap yang tenang.


“Anda yakin hanya karena anda peduli pada Lathan, bukan karena anda jatuh cinta pada suami saya kan?”


Andra langsung berterus terang mengenai pendapatnya mengenai guru Lathan. Seketika guru Lathan tersentak mendengar ucapan Andra.


“A-apa maksud anda? Saya ini gurunya Lathan. Tidak mungkin kalau saya melakukan hal seperti itu pada murid saya sendiri” bantah bu Jane dengan raut wajah yang panik.


“Dengarkan saya. Saya menyayangi anak saya dan tidak mungkin kalau saya melakukan kekerasan seperti yang kalian tuduhkan. Itu sangat tidak mungkin terjadi” Andra bicara dengan senyum yang terlihat menyeramkan


“Bu Andra, terserah anda mau percaya atau tidak. Yang pasti kami memiliki bukti dalam kasus  kekerasan yang anda lakukan pada Lathan. Kami bisa saja melaporkan anda pada pak Radit dan jika nanti pak Radit menggugat cerai dan menuntut hak asuh anak dari anda, kami pasti bisa membantunya”


“Apa? Menuntut cerai? Hak asuh anak? Jadi kalian sengaja melakukan ini untuk membuat suami saya membenci saya? Kalian semua sudah gila ya? Siapa kalian sampai ikut campur untuk masalah rumah tangga orang lain? Kalian bahkan berkonspirasi menyiapkan sebuah kasus yang tak terungkap untuk membuat keluargaku berantakan?”.


Andra bicara dengan sikap yang dingin dan sorot mata yang tajam. Dia juga menggelengkan kepala berkali-kali karena merasa tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh bu-ibu itu. Para wali murid pun terkejut dengan percakapan Andra dan bu Jane. Mereka tida mengira sama sekali kalau semuanya akan jadi lebar seperti sekarang.


“Bu Andra, saya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya ingin mengatakan pada anda kalau pak Radit bisa saja marah pada anda jika tahu anda menganiaya Lathan”


“Cih, anda terlalu berbelit-belit bu Jane. Cukup katakan saja kalau alasan anda membuat gossip seperti ini adalah untuk membuat hubugan saya dan suami saya renggang kan? Sayangnya anda tidak akan berhasil. Karena saya tidak pernah melakukan kekerasan pada Lathan dan kami bahagia dengan keluarga kecil kami. Tidak akan ada yang bisa mengusik kebahagiaan kami, termasuk Anda”  ujar Andra yang bicara penuh dengan percaya diri.


***


Keributan yang terjadi dikantin sampai menyebar ke seluruh sekolah. Lathan pun mendengar kalau Andra bertengkar dengan salah satu gurunya.

__ADS_1


“Lathan. Lathan. Ibumu sedang bertengkar dikantin bersama bu Jane dan orang tua murid lainnya” ujar salah satu teman Lathan yang mendengar ada keributan.


“Apa katamu?! Aku harus segera pergi dan melihat keadaan Mami” Lathan langsung berlari menuju kantin untuk melihat sendiri apa yang terjadi dengan ibu baru yang dia sayang


__ADS_2