Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Kecemburuan Radit


__ADS_3

Radit, Andra dan Lathan telah berangkat dipagi hari menuju hotel untuk menghadiri acara yang dibuat Danu dan Asya


"Papi, kenapa kita berangkat pagi-pagi sekali, padahal pestanya kan diselenggarakan malam hari?" Tanya Lathan dengan wajah menggemaskannya


"Kamu butuh istirahat dan mamimu juga perlu waktu untuk bersiap nantinya. Jika kita pergi dengan waktu yang mendesak maka kalian pasti akan kelelahan" Nada bicara Radit terdengar lembut meskipun hanya di sertai senyum tipis


"Lathan, saat kami pergi kepesta nanti kamu harus mengunci kamar ya! Jangan biarkan seorang pun masuk!" Andra mengingatkan Lathan dengan senyum yang lembut


"Baik mami"


Mereka baru tiba dihotel pada siang hari


"Kalian pergilah ke kamar lebih dulu! Papi harus memeriksa keadaan hotel"


"Baik papi" Andra dan Lathan langsung pergi menuju kamar hotel sedangkan Radit menemui Dita untuk memeriksa keadaan hotel


Tok tok tok


"Selamat siang bu Dita" Radit mengetuk pintu ruangan Dita namun dia tidak menunggu sampai mendapatkan izin masuk


"Pak Radit, anda sudah tiba?" Dita menyambut Radit dengan sopan kemudian berdiri dari kursinya dan mempersilakan Radit duduk


"Bagaimana perkembangan hotel setelah aku pergi? Apa ada masalah?" Radit bertanya dengan sikap yang dingin dan tegas


"Tidak pak. Semua baik-baik saja dan jumlah pengunjung hotel kita juga semakin meningkat. Ini laporan keuangan kita setelah bapak mengambil alih hotel ini" Dita memberikan laporan keuangan yang dia ambil dari lacinya kepada Radit


"Sepertinya cukup bagus. Aku mau kamu tetap memeriksa kenyamanan setiap pengunjung disini dan jangan sampai terdengar ada keluhan apapun dari tamu yang menginap dihotel kita. Kamu harus memastikan kelayakan fasilitas yang ada agar bisa dinikmati setiap tamu yang datang. Sehingga mereka datang lagi kemari dan merekomendasikan hotel kita pada orang lain" Sambil membaca laporan di tangannya Radit bicara pada Dita yang berdiri di sampingnya


"Untuk pesta yang diselenggarakan malam ini, apa semua CCTV yang aku minta ditempatkan di sudut sudah dipasang semua?"


"Sudah pak. Kami sudah memasagng CCTV di setiap sudut seperti yang anda minta"


"Bagus, tugaskan salah satu penjaga untuk mengawasi CCTV dan aku tidak ingin ada keributan ataupun hal yang membahayakan yang terjadi saat pesta. Jika sesuatu terjadi selama pesta nanti malam, maka yang bertugas hari ini akan mendapatkan hukumannya" Radit memperingatkan dengan sorot mata yang tajam


"Baik pak, saya mengerti"


"Bagus kalau begitu. Lanjutkan kembali pekerjaanmu, aku akan pergi menemui istri dan anakku" Radit pun beranjak pergi meninggalkan Dita dan hendak kembali menemui Lathan dan Andra

__ADS_1


***


"Lathan mau istirahat dulu atau makan siang dulu?" Andra dengan senyum  lembutnya bertanya pada Lathan yang berjalan di sebelahnya


"Aku mau makan dulu mih. Aku lapar" Dengan wajah yang menggemaskannya Lathan menjawab pertanyaan Andra. Mereka terus berpegangan tangan tanpa melepaskannya meskipun hanya sebentar


"Memangnya kamu mau makan apa?" Andra tersenyum lembut pada sang putra sambung. Mereka benar-benar terlihat seperti ibu dan anak kandung


"Andra" Andra dan Lathan langsung menoleh mendengar suara seseorang di belakangnya


"Gio ... lama tidak bertemu" Andra menyapa pemuda itu dengan sikap yang ramah seperti biasa karena mereka saling mengenal


"Ya, sudah cukup lama sejak kamu memutuskan berhenti dan menikah. Bagaimana kabarmu? Apa ini ...?" Gio menggantungkan pertanyaannya karena Andra juga pasti mengerti tanpa di lanjutkan lagi


"Kabarku baik. Ya, dia adalah anakku. Lathan, ini teman mami, kamu beri salam padanya"


"Selamat siang om. Nama saya Lathan" Lathan menyapa dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah


"Siang Lathan. Kamu sudah sekolah belum?" Gio bertanya dengan senyum lembut sambil mengusap kepala Lathan


"Maaf om, tapi aku tidak suka jika kepalaku di pegang orang lain" Lathan menepis Tangan Gio dari kepalanya


"Tidak apa. Bagaimana kalau kita makan siang sambil berbincang saja?" Gio kembali berusaha mendekati Andra dan Lathan dengan tawaran makan siang


"Ten ..."


"Terimakasih om. Tapi sebentar lagi papi akan datang untuk makan siang dengan kami" Lathan menyela saat Andra hendak menjawab ajakan Gio


"Oh begitu ya. Sepertinya memang bukan waktu yang tepat untuk makan siang sekarang" Gio menjawab Lathan dengan senyum yang terlihat canggung


"Anakku memang pintar"


Sementara itu tanpa mereka tahu, Radit memperhatikan mereka cukup lama setelah menemui Dita. Sedikit ujung bibirnya melengkung ke atas membentuk senyuman yang manis ketika mendengar penolakan Lathan. Kemudian dia berjalan menghampiri Andra dan Lathan yang berada tidak jauh di depannya.


"Halo sayang. Maaf menunggu lama. Jagoan papi apa kamu sudah lapar? Kamu mau istirahat dulu atau makan dulu?"


"Ada apa ini? Kenapa sikap kak Radit begitu manis? Apa dia ingin hubungan kami terlihat harmonis di depan orang lain?"

__ADS_1


Andra ternganga melihat Radit yang tiba-tiba datang dan langsung melingkarkan sebelah tangan di pinggangnya saat berbicara, kemudian dia menggendong Lathan di pangkuannya


"Papi aku mau makan dulu saja. Rasanya perutku lapar sekali" Senyum Lathan kembali ceria ketika Radit datang


"Emmm ini...?"


"Oh maaf, ini rekan kerjaku saat kerja di hotel ini, namanya Gio, dia berada di bagian administrasi" Andra menjelaskan tentang Gio setelah Radit sepertinya penasaran dengannya


"Selamat siang, nama saya Gio" Gio mengulurkan sebelah tangannya untuk berjabat tangan, namun cukup laka Radit terdiam dan mengabaikan tangan itu setelah Andra menyenggol lengannya


"Kak Radit... " Bisik Andra sambil mengisyaratkan tangan Gio yang terulur


"Ya, selamat siang. Saya Radit. Anda tentu sudah tahu siapa saya dan tidak perlu perkenalan formal kan?" Radit bertanya dengan mata mendelik sinis pada Gio


"Ya, tentu saja saya sudah mengenal anda"


"Kalau begitu kami permisi. Karena sepertinya ini sudah lewat waktu makan siang istri dan anakku" Radit bicara dengan nada yang sangat dingin namun senyum yang tipis


"Tentu. Selamat menikmati waktu makan siang kalian dan semoga menyenangkan"


"Ya, terimakasih atas perhatiannya. Kami pergi dulu"


"Sampai jumpa lagi Gio" Radit langsung melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Andra dan berjalan melewati Gio menuju restoran


Gio masih terus menatap punggung Andra yang semakin menjauh dengan wajah yang yerlihay muram.


"Andra, apa kamu bahagia? Aku senang melihatmu. sebenarnya banyak yang ingin ku bicarakan denganmu. Tapi melihatmu tersenyum padanya, sepertinya aku tidak perlu lagi khawatir padamu. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan mu" Gio berbicara sendiri sambil melihat punggung Andra


"""


"Kak Radit, kenapa wajahmu ditekuk seperti itu? Apa ada yang salah?" Andra terlihat bingung dengan ekspresi Radit yang menunjukkan wajah kesal


"Hmn ... papi, apa papi baik-baik saja?"


"Ya, papi tidak papa!" Jawabnya sinis


Andra semakin bingung dengan sikap Radit yang tiba-tiba berubah

__ADS_1


"Ada apa dengan kak Radit? Tadi dia begitu manis dan perhatian. Kenapa sekarang malah judes begitu?"


__ADS_2