Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Kebahagiaan Keluarga Kecil Radit


__ADS_3

Lathan baru saja keluar dari gerbang sekolah ketika Andra dan Radit tiba disana


"Mami! Papi!" Teriak Lathan sambil berlari dengan melambaikan sebelah tangan menyambut kedatangan kedua orang tuanya


"Jangan lari, sayang!" Andra memperingati dengan sangat lembut


"Mami!" Lathan langsung berhabur kepelukan Andra yang berdiri di dekat mobil bersama dengan Radit


"Sayang, kita makan siang bersama papi?" Tanya Andra yang masih memeluk Lathan dengan penuh kelembutan


"Tentu" Lathan menjawab dengan senyum ceria dan sangat antusias. Sedangkan Radit hanya tersenyum kemudian membukakan pintu mobil untuk anak dan juga istrinya.


"Silahkan masuk yang mulia ratu, pangeran" Radit membantu Andra naik sambil mempersilahkannya seperti seorang ratu. Hal itu membuat Lathan dan Andra tertawa


Mereka pun pergi menuju restoran


"Kak Radit, bagaimana dengan keluarga Starla? Apa kakak benar-benar membuat usaha mereka hancur?" Andra bertanya dengan raut wajah penasaran


"Masalah dengannya sudah selesai. Jika mereka masih menganggu kita, maka aku akan menendangnya ke jalanan" Radit menjawab dengan sikap yang sangat santai sambil mengendarai mobil dan berfokus pada jalanan di depannya


"Oh, ku kira kakak tidak hanya menjatuhkan perusahaannya tapi juga membuat dia kehilangan semua miliknya" Andra menundukkan kepala dengan raut wajah lega


"Tenang saja. Aku hanya memberi mereka peringatan saja" Radit tersenyum lembut pada Andra


"Bagaimana dengan pekerjaan barumu?" Tanya Radit yang sesekali menoleh pada Andra


"Baik, hanya saja aku masih harus beradaptasi dan mempelajari semuanya. Untung kamu menempatkan Rian sebagai asistenku, dia sangat membantuku" Andra tersenyum ceria saat menjawab apa yang ditanyakan Radit padanya.


"Jangan terlalu dekat dengannya. Jika ada yang tidak kamu mengerti, maka kamu bisa langsung bertanya padaku!" Radit tetap bersikap tenang, namun nada bicaranya sangat dingin dan sorot matanya juga terlihat sangat tajam saat ini


"A-ada apa dengannya? Ke-kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu? Apa aku salah bicara? Dan lagi … kenapa mobilnya terasa sangat dingin?" Pikir Andra sambil menatap Radit dengan tatapan bingung


"Papi, ada apa dengan ekspresi papi itu? Papi terlihat menyeramkan" Lathan menegur Radit dengan sikapnya yang polos


"Tidak ada" Tentu saja Radit tidak akan mengatakan apapun pada mereka berdua


Lathan dan Andra pun hanya saling menatap bingung dengan sikap Radit yang tiba-tiba berubah


"Kita sudah sampai"

__ADS_1


Setelah cukup lama terdiam karena sikap Radit yang langsung berubah, akhirnya mereka sampai. Radit memarkirkan mobilnya didepan sebuah restoran mewah kemudian turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk Andra dan Lathan. Dengan gagahnya Radit turun dari mobil, sambil membetulkan kancing jasnya dia berjalan memutar kearah kursi penumpang untuk membukakan pintu.


Ketampanan Radit tentu membuatnya menjadi pusat perhatian. Dan ketika mereka melihat ada seorang perempuan dan juga anak kecil yang ikut turun dari mobil itu, membuat tatapan kagum mereka pada Radit seketika menjadi sorot mata yang tajam penuh permusuhan terhadap Andra.


"Lihat, pria itu sangat tampan"


"Benar, tapi dia sudah punya istri dan anak"


"Ya, sangat disayangkan padahal usianya masih muda tapi anaknya sudah sebesar itu. Apa mereka punya anak dluar nikah ya?"


"Hust ... mungkin saja dia menikah saat usianya masih sangat muda" Kata temannya sambil menyenggol tangannya


"Mungkin saja"


Radit berjalan masuk ke restoran mengikuti Andra dan Lathan yang berjalan didepannya sambil bergandengan tangan.


"Mami, kita duduk disini saja?" Lathan berhenti di satu meja dekat jendela


"Ya, baiklah" Andra mengiyakan keinginan Lathan, lalu menarik kursi untuknya duduk. Dan Radit pun menarik kursi untuk Andra duduk


"Terimakasih" Ucap Andra pada Radit


"Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Andra pada Lathan dengan penuh perhatian


"Aku mau makan daging panggang dan juga eskrim" Senyum ceria Lathan membuatnya terlihat semakin menggemaskan


"Daging panggang 1, eskrim coklat 1. Salad dan jus buah juga"


"Kamu tidak bertanya padaku?" Radit berbisik dengan nada yang menggoda. Membuat pelayan itu tersenyum melihat sikap Radit pada Andra


"Pfft. Maafkan saya" Katanya setelah tanpa sengaja dia tertawa dan membuat Andra dan Radit menoleh padanya


"Baiklah, kak Radit mau pesan apa?" Andra bertanya dengan sangat lembut pada Radit


"Aku mau pesan kamu" Radit kembali berbisik ditelinga Andra


"Kak Radit...!" Andra yang terkejut hingga salah tingkah memberikan tatapan tajamnya pada Radit.


"Papi, mami. Kenapa kalian bisik-bisik terus?" Lathan kembali mengejutkan Andra dan Radit yang sedang saling bertatapan

__ADS_1


"Tidak papa sayang. Kami pesan ini, ini dan ini. Tolong dipercepat ya" Andra pun menunjuk makanan yang dipesannya pada buku menu


"Baik, silahkan ditunggu sebentar" Pelayan pun meninggalkan mereka untuk memberikan pesanan pada koki di dapur


"Mami, mami sekarang sangat sibuk ya? Mami jarang menghabiskan waktu denganku?" Lathan mengeluh pada Andra dengan nada bicaranya yang lucu dan menggemaskan karena Andra mulai sibuk di kantor


"Maafkan mami, sayang. Akhir-akhir ini mami sedang mempelajari pekerjaan baru mami. Tapi nanti setelah mami mulai mengerti semuanya, mami pasti akan main denganmu lagi" Andra berusaha meyakinkan Lathan kalau dia akan bermain dengannya lagi nanti.


"Janji ya?" Ujarnya sambil mengangkat jari kelingkingnya pada Andra


"Janji"Andra pun mengikatkan kelingkingnya dengan jari Lathan


Radit tersenyum memperhatikan kebahagiaan keluarga kecilnya


***


Sedangkan dilain tempat Danu sedang bingung karena perusahaannya yang terancam bangkrut


"Permisi tuan, ada surat dari pengadilan" Pembantu Danu membawakan dua surat tuntutan dari pengadilan untuknya


"Surat dari pengadilan?" Danu bertanya dengan wajah bingung pada pembantunya sambil meraih surat yang dimaksudnya. Perlahan dia mulai membuka surat itu


"Apa-apaan ini?!" Teriak Danu ketika dia membaca surat gugatan cerai dari istrinya


"Bisa-bisanya mereka menuntut cerai dan juga menuntut pembagian harta gono gini! Apa mereka tidak berpikir kalau perusahaanku sedang mengalami krisis? sebenarnya ditaruh dimana otak mereka?!" Danu terus berteriak kesal sambil membaca surat itu kemudian dia meraih ponselnya menghubungi salah satu istrinya


Tuut tuut tuut


"Halo" Tak berselang lama terdengar suara Anggi


"Halo, apa maksudnya ini?! Aku mendapatkan surat dari pengadilan" Danu bicara dengan nada yang tinggi


"Oh, sudah terima suratnya ya? Kalau begitu nanti kita akan bertemu di pengadilan" Anggi menanggapi dengan sikapnya yang tenang


"Bagaimana bisa kamu menuntut cerai saat kondisi perusahaan sedang kacau?!" Teriak Danu menanggapi ucapan Anggi


"Kalau perusahaanmu sedang lancar bukannya kamu akan mencari gadis muda lagi untuk dijadikan istri? Aku tidak mau menemanimu saat sedang susah dan menderita saat kamu sedang sukses. Saat kamu sedang jatuh kamu mempertahankan kami sedangkan saat sedang senang kamu akan menyakiti hati kami" Anggi menjawab dengan sikap yang tenang. Dia berusaha mengungkapkan apa yang dia pikirkan


"Aku tidak seperti itu! Bukankah selama ini aku selalu bersikap adil padamu dan juga pada Rita? Aku selalu berusaha menyenangkan kalian berdua" Bantah Danu berusaha membela diri

__ADS_1


"Adil katamu?! Kamu hanya memberikan kami uang tapi kamu tidak memperhatikan perasaan kami. Apa kamu tahu bagaimana perasaanku ketika harus melihatmu dengan Rita? Meskipun aku berusaha untuk ikhlas dan menerimanya, tapi hatiku tetap saja sakit. Dan kamu sering kali tergoda oleh gadis muda untuk dijadikan istri baru. Sekarang aku tidak sanggup, aku sudah tidak bisa menahan diri lagi. Dari pada aku tidak bisa mendapatkanmu dan hartamu. Lebih baik kita bercerai"


__ADS_2